
Kokoci memarkirkan mobil Wulan di lantai 1 parkir Dharmayi supermall. Empat pemuda itu hilang entah kemana, setelah Kokoci masuk pintu gerbang mall.
"Sudah tenang saja nona Wulan, saya pasti akan menjaga nona. Saya berjanji!"
Pernyataan Kokoci membuat Wulan nyaman dan akhirnya menggandeng lengan Kokoci. "Makasih mas, mulai sekarang jangan panggil nona. Panggil saja my love!" Pinta Wulan.
"Ya, my love!" Kokoci dan Wulan menuju restoran jepang bernama Asukua dan duduk di ruangan VVIP. "My love pesan apa?"
"Terserah papah my love saja, mamah my love ikut saja," jawab Wulan sambil bergelayut manja di lengan kekar Kokoci.
"Mas!" Panggil Kokoci pada waiter yang sedang lewat, lalu mendekatinya. "Kami mau pesan!"
"Ya, tuan pesan apa?" tanya pelayan laki-laki.
"Ayam ditepungin, sama udang ditepungin, mie rebus gede-gede masing-masing dua porsi dan minumnya teh dikasih es batu sama gula serta jeruk sunkist dihancurin sama mesin," pinta Kokoci.
Pelayan laki-laki menjatuhkan rahangnya dengan kepala menoleh ke kanan dan ke kiri. Dia bingung mau menulis apa dengan pesanan Kokoci, soalnya tidak ada di buku menu.
"Papah my love, menu yang disebutkan tidak ada di buku menu," sela Wulan.
"Oh ya kah maaf, maaf, hehehe. Soalnya biasanya di setiap restoran jepang di Indonesia, menu ini pasti ada," balas Kokoci.
"Oh mungkin maksud papah My love ini," Wulan menunjuk ayam teriyaki, udang tempura, mie udom dan es teh manis serja jus jeruk sunkist. "Betul kan?"
"Oh ya terima kasih Mamah My love, ya itu!" Kokoci mengangguk pelan debgan raut bibir melengkung membntuk senyuman. "Mas pesan yang ditunjuk, sesuai calon isrti saya ya!"
"Ya tuan, tunggu sebentar ya!" Pelayan laki-laki menulis pesanan Wulan dan Kokoci lalu menuju meja pesanan dekat dapur. "Bro pesanan!"
"Siap!"
"Ada-ada saja orang kaya itu, tapi kok kaya orang udik ya. Pesan ayam ditepungin, udang ditepungin, dan lucunya teh dikasih es sama gula," batin pelayan laki-laki menepuk jidatnya sendiri.
15 menit kemudian.
__ADS_1
Pelayan menghidangkan makanan yang dipesan oleh Kokoci dan Wulan. Mereka berdua makan dengan sangat romantis, saling suap-menyuapi. Untung saja mereka di ruang VVIP, kalau di luar ruangan pasti membuat siapapun iri melihatnya.
Di luar restoran Asukua, seorang pemuda berumur 22 tahun, kulitnya sawo matang, dan cukup tampan. Pemuda itu memakai Jaket hitam bertuliskan Ambyar awaku club di bagian belakang jaket. "Bro, Wulan masih berada di dalam, mereka masih makan!" ucap Roki melalui pesan suara ke Azril.
"Awasi terus, jika laki-laki itu lengah langsung sergap Wulan. Aku akan balas dendam padanya dengan menghancurkab kehormatannya malam ini di markas kita, tenang saja Wulan pasti aku bagi hehehehe," titah Azril melalui pesan suara.
"Siap bos!" Roki kembali mengawasi dan melambaikan pada Patra yang berada di sebelah utara dan Kartap di sebelah selatan restoran Asukua. Kondisi restoran cukup ramai malam ini di lantai empat. Omset Dharmayu supermall setiap hari 100 milyar untuk hari biasa dan 500 milyar untuk weekend. Tentu saja semakin membuat tebal dompet Yosep.
Wulan dan Kokoci keluar dari restoran menuju lift turun ke lantai tiga, Wulan ingin membeli baju. Roki, Kartap, dan Patra mengikuti mereka berdua pelan-pelan. Suasana di dekat lift cukup sepi tidak ada orang yang ingin menaiki.
Kokoci yang sudah menyadari keberadaan mereka bertiga, meminta Wulan berjalan di depannya. "Dasar bocah bau kencur!" batin Kokoci dengan raut muka garang.
Roki melambaikan tangan, Patra bergerak dari sebelah kanan Kokoci dan Kartap bergerak dari sebelah kiri Kokoci. Roki sendiri langsung menyergap Kokoci dan memeluk badan besarnya.
Grab!
Kokoci membalikan kepala dan menyeringai jahat, lalu menyikut perut Roki dengan sikutnya yang besar dan kekar.
Bang!
Kokoci secepat kilat kedua tangannya memegang kepala Patra dan Kartap, kemudian membenturkannya. "Mamah ny love awas!"
Buak!
Wulan meloncat ke depan, Patra dan Kartap terpental ke samping kiri serta kanan Kokoci. Mereka berdua memegani kepala mereka, sambil bersandar di dinding. Kokoci mengambil smartphone Roki yan tergeletak di lantai, dan mendengarkan semua percakapan suara Roki dan Azril.
"Oh jadi kalian ingin memperkosa mamah my love, sekarang rasakan jurusku. Jurus memelintir burung yang tegak menjadi lesu!"
Kokoci memegang burung Roki dan memelintirnya, Roki masih pingsan tidak merasa jika burungya sudah dipelintir keras oleh Kokoci.
"Ampun bos, ampuni kami, jangan hancurkan masa depan kami," Patra dan Kartap memohon dengan raut muka takut dan wajah pucat pasi. Setelah Kokoci memelintir burung Roki sampai terdengar bunyi seperti tulang yang patah.
Krak!
__ADS_1
Krak!
"Aaaakh! Burungku patah, aaaaa!" Kartap dan Patra menjerit kesakitan sambil memegangi burungnya yang dipatahkan oleh Kokoci tanpa ampun.
Kokoci mengirimkan pesan suara teriakan Patra dan Kartap ke Azril. "Hai anak bau kencur, dengarkan suara temanmu. Berani kau mau memperkosa calon istriku, mampus kau!"
Azril tak bisa berkata apa-apa, keringat dingin bercucuran dari tengkuknya. Wajahnya pucat pasi, beberapa kali ia meneguk salivanya.
Kokoci melacak keberadaan Azril dengan chip scout yang ia tempelkan pada smartphone Roki. "Rupanya dia berada di lantai satu, pintu lobi utama,"Kokoci bergumam dan memegang lengan Wulan dengan penuh kelembutan. Kokoci harus menuntaskan masalah ini ke akar-akarnya, biar tidak terjadi lagi gangguan di lain hari pada Wulan, wanita yang sangat ia cintai. "Ayo mamah my love!"
"Ya papah my love!"
Wulan hanya mengangguk pelan dan mengikuti Kokoci kemanapun dia mau, bagi Wulan di dekat Kokocilah tempat paling aman.
Ting!
Wulan dan Kokoci keluar dari lift, mata Kokoci berkeliling mencari keberadaan Azril. "Ayo mamah my love, itu dalang dari rencana pemerkosaan mamah my love!" Kokoci menunjuk seorang pemuda memakai jaket hitam seperti Roki, rambutnya raven berwarna merah, memakai ikat kepala berwarna merah bermotif konohagakure.
"Azril?!" Wulan membulatkan mata. "Pemuda itu, tak henti-hentinya menggangguku. Padahal Wulan sudah menolaknya secara halus."
"Jadi dia pemuda yang menyukai mamah my love?" tanya Kokoci dengan raut muka memerah karena cemburu.
"Ya, tapi mulai sekarang hati Wulan, hanya untuk papah My love saja, i love yo so much, papah my love." Wulan berjinjit lalu mencium pipi Kokoci, Kokoci sangat tinggi jadi Wulan harus berjinjit untuk mencium Kokoci.
Cup!
"Terima kasih mamah my love!" Kokoci mendekati Azril dan langsung menarik kerah jaketnya dan mengangkat tinggi-tinggi. "Dasar pria tak bertulang! Rasakan ini!"
Bletak!
Dahi Kokoci menghantam Dahi Azril, membuatnya berdarah. Kokoci menurunkan Azril dan menyeretnya lalu melempar ke tong sampah.
Srak!
__ADS_1
Swush!
Brak!