SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip - 31 Kejujuran


__ADS_3

Jangan lupa like, koment, gift, dan vote agar author semangat menulis lanjutan chapter novel ini.


Mohon kritik dan saran yang membangun agar novel ini lebih baik lagi, jangan sungkan langsung berikan komentar cabe sahabat readers di kolom komentar.


Satu jam kemudian sepuluh mobil Yosep datang, semuanya berbaris rapi di depan tempat parkir Raimu CRC. Yosep berbohong dengan mengatakan kalau 10 mobil itu ia sewa dari sahabatnya yang punya rental supercar, untuk grand opening besok di Raimu CRC.



Buggati la Voiture noire seharga 190 milyar.


Ferarri Laferarrari Aperta seharga 94,5 milyar.


Pagani Huayra tricolore seharga 92,2 milyar.


Koenigsegg CCXR Trevita seharga 68 milyar


Ferari J50 seharga 50 milyar.


Bugati Chiron pure sport seharga 49 milyar.


Aston martin valkyrie spider seharga 49 milyar.


Pagani Huayra BC Roadster seharga 49 milyar.


W Motors Lykan Hypersport 47,6 milyar.


Mercedes AMG One seharga 38,9 milyar.



Yosep sudah mengatakan pada Dawi agar merahasiakan semua hal yang berhubungan dengan system termasuk rumah dan 10 mobilnya. Kasno dan para butler yang menyetir juga sudah diberitahukan tetap tutup mulut perihal mobil supercar itu.

__ADS_1


"Wow mobilnya sangat keren!" Kata Laksmi sambil memegang mobil Pagani huayra BC Roadster.


"Hati-hati jangan dipegang-pegang itu mobil mahal gaji kita 100 tahun juga tidak bakal mampu untuk biaya perbaikannya!" Kata Bandi.


Yosep sendiri sudah pergi ke kantor pusat bank ABC untuk membuat rekening karyawannya. Data-data anak gelandangan sudah diberikan pada teller atas nama perusahaan Raimu RRC. Yosep juga sudah meminta Sudaryawan untuk mengurus dokumen kepengurusan perusahaan Raimu CRC. Jadi Raimu CRC kini punya badan hukum yang jelas sebagai Perseroan Terbatas (PT) Raimu Cafe, Resto and Catering.


Yosep melanjutkan menuju kantor pusat Wijaya Group untuk menemui Setyo di BBD (Balongan Busines Distrik). Pusat kota Indaramayu ke BBD jaraknya hanya 20 menit melewati jalur universitas Wiralodra.


Yosep memakai kaos oblong dan sepatu yang sedikit rusak, memarkirkan motor Yamaha R15 miliknya ke parkir basement gedung Wijaya group.


"Assalamu 'alaikum!" Kata Yosep dengan tersenyum.


"Maaf mas, tidak menerima sumbangan!" Kata Security dengan wajah ketus yang berjaga di pintu hall kantor pusat Wijaya Group.


"Orang miskin selalu direndahkan. Sib Nasib!" Batin Yosep menggerutu. "Saya kesini mau bertemu dengan tuan Setyo."


"Maaf mas anda tidak diizinkan masuk, orang miskin seperti anda, tuan Setyo juga pasti tak mau bertemu, hahahaha!" Cibir Security Wijaya Group sambil diselingi gelak tawa untuk merendahkan Yosep.


"Pak Marmo usir saja pengemis ini, jangan sampai aku melihatnya lagi. Mukanya membuatku ingin muntah!"


"Baik Bu Mira, saya juga perih matanya melihat penampilan pengemis ini." Kata Marmo. "Eh kamu! sana pergi. Mimpi kamu diundang oleh tuan Setyo!"


Marmo mendorong Yosep hingga terjungkal, siku kanannya berdarah. Yosep hanya terdiam dengan wajah datar setelah mendapat perlakuan ini. "Alhamdulillah mungkin ini jawaban doaku untuk tidak menerima pinangan tuan Setyo." Batin Yosep sambil membersihkan luka di siku tangan kanannya.


Yosep lalu pergi ke parkir basement untuk mengambil motornya. Tiba-tiba Ziva masuk parkir basement dengan mengendarai mobil mazda mx8 yang sudah dimodifikasi berwarna pink, dengan wing spoiler dibelakangnya dan penutup mesin hitam carbon. Dengan tinggi mobil lebih pendek dari standar tinggi mobil indonesia.


Yosep tertegun menatap mobil itu, karena ia belum pernah melihat mobil yang dimodifikasi menjadi mobil balap jalanan. Ziva keluar dari mobil mazda x8 menggunakan pakaian kantor wanita dengan rok selutut berwarna pink dan blazer warna pink serta kemeja putih yang tertutupi blazer warna pink.


"Mas Yosep!" Panggil Ziva lalu mendekati Yosep. "Mas Yosep mau ketemu papah?"


"......." Yosep tertegun dengan penampilan Ziva yang sangat cantik dan seksi dengan dua gunung kembar yang ukura E cup. Yosep meneguk salivanya dan kehilangan kesadaran, sampai lupa rasa sakit karena siku tangan kanannya yang terluka.

__ADS_1


Ziva menggoyang-goyangkan telapak tangannya di depan muka Yosep. "Mas! Mas Yosep sakit?" Panggil Ziva lagi.


"Astagfirullahal adziim!" Kata Yosep tersadar dari lamuanan mesumnya, kalau Ziva memanggilnya.


"Kenapa mas, Ziva jelek ya?" Kata Ziva sambil menggembungkan pipinya.


"Tidak kok Ziva, justru Ziva sangat cantik seperti bidadari turum dari Syurga." Puji Yosep tanpa sadar, karena pujian Yosep itu reflek terucap dari mulutnya. "Aduh sial, kenapa malah ngelantur begini?"Batin Yosep sambil mencubit kedua bibirnya.


"Makasih mas, Ziva sengaja dandan khusus buat ketemu mas Yosep hari ini." Kata Ziva dengan pipi merah merona. "Mari mas kita keruangan papah!"


Ziva dan Yosep menuju pintu hall, sesampainya sampai di pintu hall Ziva reflek memeluk tangan kanan Yosep. "Aw sakit!" teriak Yosep. Marmo dan Mirna terkejut ternyata pemuda yang diusir oleh mereka malah digandeng mesra oleh Ziva anak dari tuan Setyo.


"Kenapa mas?" Ziva melepaskan pelukan di lengan kanan Yosep yang berdarah. "Mas itu berdarah, ayo kita bersihkan luka mas Yosep biar tidak infeksi. Bagaimana Mas Yosep bisa terluka seperti ini?"


Marmo dan Mirna sudah pucat mukanya serta mereka membatin "Tamatlah sudah! kalau pemuda itu mengatakannya."


"Tidak apa-apa tadi aku tak sengaja terpeleset di basement." Jawab Yosep dengan tersenyum.


"Fyuh! hampir saja!" Batin Mirna sambil mengelap keningnya yang sudah keringat dingin.


"Aku tak menyangka ternyata pemuda itu sangat baik, walau aku sudah berbuat jahat padanya tapi ia menutupi kejahatanku dari nona Ziva dan tak melaporkannya." Batin Marmo dengan raut wajah murung dan penuh penyesalan.


Ziva membawa Yosep ke ruangan miliknya untuk mengobati luka Yosep. Meskipun Ziva sudah lama mengidap kanker tapi Ziva juga sering mengunjungi Setyo ke kantor pusat Wijaya Group dihantar Anto dengan Ziva di atas kursi roda. Ditambah Ziva sangat akrab dengan para staff dikantornya. Jadi para staff sangat paham jika Ziva marah karena kesalahan para staff, Ziva biasanya langsung memecat staffnya tersebut tanpa ampun.


Ziva membersihkan luka Yosep dengan lembut dan penuh kasih sayang seperti kasih sayang istri ke suaminya. Yosep sejenak melupakan rasa suka dan sayangnya ke Rany serta Zahra. Namun ketika teringat akan status dirinnya yang orang miskin Yosep membuang jauh angan-angan dirinya menikahi Ziva.


Meskipun Yosep sekarang kaya karena system namun bagi Yosep ini bukan kekayaan atas usahanya sendiri, jadi Yosep selalu menganggap dirinya berstatus miskin.


Luka Yosep sudah diperban oleh Ziva. Kali ini benar-benar skill dokter miliknya tak berguna, bukan karena tidak bisa digunakan tapi Yosep terus terpana dengan kecantikan Ziva yang ia lihat saat ini.


Yosep memegang tangan Ziva dengan erat tapi penuh kelembutan. "Ziva aku ingin berbicara padamu. Saya harus jujur semuanya pada Ziva dan saya tidak ingin menyakiti Ziva suatu saat nanti, saya bukan orang yang Ziva bayangkan sempurna."

__ADS_1


"Saya tak pantas untuk Ziva, saya ini orang miskin. Semua fasilitas yang saya dapatkan semuanya itu atas pemberian Rany. Sejujurnya saya juga menyukai Rany dan menyukai Zahra sahabat Rany. Saya juga benar-benar menyukai Ziva, saya minta maaf jika membuat Ziva sakit hati, saya minta maaf!" Ucap Yosep sambil meneteskan air mata lalu berlutut di depan Ziva.


__ADS_2