
Yosep beserta Ryuna, Siska, Gendhis dan Serena sudah berada di dalam helikopter. Suasana canggung dan terkesan sepi, hanya terdengar suara deru mesin helikopter.
Ryuna memeluk lengan kiri Yosep dan menaruh kepalanya di bahu kiri Yosep. "Tuan maafkan aku tadi pagi, tak ada maksud untuk begitu. Aku hanya ingin melindungi tuan, sebagai pengawal pribadi aku harus melindungi tuan agar tuan tidak terluka," jelas Ryuna dengan nada manja dan mata berkedip cepat.
"Tidak apa-apa, kamu tidak salah kapten. Sebagai pengawal pribadiku, itu hal yang wajar dilakukan, tidak usah menyalahkan dirimu sendiri," ujar Yosep dengan raut muka datar.
Siska, Gendhis, dan Serena hanya menjadi pendengar yang baik, cuma manggut-manggut tidak jelas. Pulau Komodo sudah terlihat, pemandangan yang indah, pasir putih yang menghampar dan resort yang indah.
"Tuan sangat indah!" teriak Gendhis, Serena, dan Ryuna serentak dengan mata berbinar-binar.
"Ya mas indah banget. Kalau ini jadi markas kita, aku pasti tidak mau pulang dan betah tinggal disini, hehehe," ujar Siska lalu tertawa manis.
"Ya anggap saja liburan, hehehe," balas Yosep lalu ikut tertawa juga.
Helikopter turun ke tempat helipad dan disambut oleh para bodyguard dari Hanoka squad. Hanoka squad dibawah komando langsung Jayus diperintah untuk mengamankan pulau komodo, sekaligus tempat rahasia Pratama Plantation untuk menanam berbagai jenis tanaman herbal.
Pratama Plantation sangat rahasia dan dijaga ketat, hanya Jayus serta Rany yang boleh masuk. Di dalam Pratama Plantation banyak pegawai profesional yang bekerja mengawasi berbagai tanaman herbal. Kini Jayus juga memberikan akses khusus pada Yosep, Jayus juga sudah memulai program penyemprotan dengan pupuk Alkimia Bharata Jaya. Jayus mengangkut 100 ton pupuk ke pulau Komodo menggunakan kapal kargo.
Jayus berencana ingin bekerjasama dengan PT. Jaya Abadi Logistik untuk mengembangkan layarnya di dunia bisnis logistik. PT. JAL hanya mengirimkan barang hanya lewat jalur darat, sedangkan Visi Jayus ingin mengembangkan pengiriman barang lewat jalur laut dan udara. Dengan begini Jayus berencana mengenalkan produk lokal miliknya ke luar negeri dan daerah di luar pulau jawa tapi dengan ekspedisi logistiknya sendiri.
"Kalian beristirahatlah dahulu, pukul 20.00 malam nanti kita akan bertemu di sana!" tunjuk Yosep pada sebuah pondok kecil tepi laut. Pondok itu mempunyai meja dan bangku taman untuk tempat nongkrong.
__ADS_1
"Baik, bos!" ujar mereka berempat serentak. Yosep kini menjadi kapten operasi kodok buntal, jadi mereka berempat akan menjadi bawahan Yosep dalam operasi ini.
"Akhirnya setelah sekian lama aku bisa bersantai," gumam Yosep yang langsung menelentangkan tubuhnya di kursi pantai.
Ryuna tidak beristirahat malah bermain-main pasir di pantai. Baru pertama kali Ryuna menikmati pemandangan indah pantai, Ryuna sangat bahagia. Selama ini Ryuna hanya berjibaku dengan misi dan misi yang diberikan Albert tanpa sempat menikmati hidup.
Yosep yang terlentang dan memakai kacamata hitam, sangat senang melihat Ryuna yang begitu riang dan gembira seperti anak kecil. Yosep akhirya meninggalkan Ryuna di pantai dan masuk ke kamarnya untuk mengatur rencana.
Yosep membuka laptop Siska yang ia pinjam untuk melakukan peretasan. Yosep memulai pencarian data gembong narkoba Dasmad alias Brock di mulai dari data KTP, Yosep menemukan alamat Brock dari data KTP miliknya di desa Srengseng kecamatan Krangkeng.
"Aku akan mengintai malam ini untuk memastikan," gumam Yosep yang terus meretas dan berhasil menemukan nomor telepon Brock. "Mantap, akhirnya bisa ketemu!"
Semua kata-kata dan tulisan pesan menggunakan sandi serta inisial jika menyebut nama seseorang. "Pantas saja susah di tangkap, dia sangat rapi dan hati-hati. Tapi aku pastikan kau takan bisa lepas dari pandanganku."
Yosep meretas semua cctv di lapas jawa barat, untuk mencari Frans dan menemukan keberadaan Frans berada di lapas gunung sindur Bogor. Yosep menemukan wajah Frans dari hasil peretasan kontak Brock sewaktu video call dengan Frans dan Brock menyebut orang yang berbicara di video call tersebut dengan nama Frans.
Yosep hanya ingin mencari petinggi Polda dan Kodam yang ikut melindungi Brock, agar bisa membersihkan penegak hukum dari oknum penerima suap untuk melindungi mafia narkoba.
Pukul 20.00 WIB di pondok kecil tepi pantai, mereka berlima duduk mengitari meja dengan laptop di atas meja dan lima cangkir kopi untuk menghangatkan badan.
"Bu Siska silahkan!" pinta Yosep untuk menjelaskan.
__ADS_1
"Kita akan mengungkap gembong narkoba dan semua orang yang melindunginya, kita akan melakukan operasi kodok buntal dan sandinya adalah kroek, kroek, kroek," jelas Siska.
"Ini data orang yang kita curigai dan beberapa bukti mengarah ke nama inisial tertentu. Dan dari percakapan Frans dan Brock, narkoba itu diproduksi secara masal di pulau ini," tunjuk Yosep pada peta yang cuma berisi lautan.
"Bukankah itu hanya lautan tidak ada pulau di sana, kami sering latihan di sekitar koordinat itu, meskipun agak sedikit jauh. Tapi semuan pasukan tidak ada yang bisa melihat bahwa ada pulau di sana," sanggah Serena.
"Ada ... disana ada pulau. Ini buktinya," ujar Ryuna mengeluarkan benda kecil seperti lempengan tutup botol yang bisa mengeluatkan proyeksi tiga dimensi. Di gambar proyeksi ada titik merah berkedip menunjukan pulau biawak menggunakan teknologi stealth yang dibeli dari Ochobot Technology.
Sebagai mata-mata Ryuna dibekali alat VVIP yang diberikan ole Albert, untuk bisa mengetahui dan meretas bahkan menghancurkan semua teknologi yang dibeli dari Ochobot Technology jika penggunanya menggunakan untuk berbuat jahat. Setiap pembeli teknologi dari Ochobot Technology akan diawasi langsung oleh Ryuna.
Dan kebetulan Ryuna ke Indonesia mengantar Albert sekaligus menyelesaikan misi untuk mengawasi petinggi Kodam III/Siliwangi yang sudah membeli teknologi stealth, itu yang Ryuna utarakan pada mereka berempat.
"Jadi Mayjen Rakha Sugandha yang melindungi Brock?" tanya Siska dengan membulatkan mata.
"Ada satu lagi wakil kapolda Wisesa juga membeli mesin conversion, mesin yang bisa mengubah apa saja menjadi bubuk tanpa harus di ekstrak lebih dahulu," jelas Ryuna terpaksa membocorkan misinya, karena ternyata teknologi dari OT digunakan untuk kejahatan.
Mereka bukan saja menjadi penerima dana dari Brock tapi merekalah dalang sebenarnya dari rantai tertinggi perusak generasi masa depan anak bangsa.
"Lalu apa rencana kita?" tanya Siska.
"Gendhis dan Serena cari Brock serta bawa ke pulau Biawak. Siska dan Ryuna ikut aku ke pulau biawak, kita akan kuasai pulau biawak," titah Yosep.
__ADS_1