
Dimitri berlari cepat, melompat mengarahkan front kick ke dada Chris, dengan sigap Chris berguling, front kick Dimitri mengenai dinding dojo dan membuatnya jebol.
Bang!
Brak!
Chris meneguk salivanya, "Hampir saja, kalau aku kena badan ini bisa jadi rempeyek," gumam Chris.
Dimitri mencabut kakinya, tatapannya tajam menatap Chris. "Hajar Dimitri jangan kasih ampun! Patahkan saja tulang anak buah bedebah itu!" teriak Presiden Jasoph Checkmate menyemangati Dimitri.
Chris bangkit dan bersikap kuda-kuda lalu melirik ke arah Yosep, kepala Yosep dianggukan seolah menyetujui permintaan Chris. "jurus pukulan seribu!" kedua tangan Chris ditegangkan dan melesat ke arah Dimitri.
Shua!
Bang!
Chris memukul Dimitri dengan sangat cepat dan beruntun. Tangan Chris seperti peluru yang menghujam badan Dimitri, beberapa pukulan Dimitri bisa tangkis selebihnya mengenai dada, bahu, kepala dan perut Dimitri.
Bang!
Bang!
Dimitri terhujam oleh pukulan Chris tapi badannya sangat kuat, setiap kali lecet oleh pukulan Chris atau terkena luka dalam tubuhnya meregenerasi dengan cepat. "Jurusmu itu tidak akan mempan pada tubuhku, percuma!" Dimitri menyeringai licik, lama kelamaan kecepatan tubuhnya mampu mengimbangi gerakan tangan Chris.
"Hahahaha, mampus kalian. Berani melawan teknologi hebat Rusia, bionic super soldier, hahahaha," batin Presiden Jasoph Checkmate menyeringai jahat.
"Kenapa tubuhnya begitu cepat bergerak. Padahal sebelumnya sangat lambat, jurusku pun berhasil dhindarinya," batin Chris.
Yosep tetap duduk santai melihat pertarungan antara Chris dan Dimitri. "Pak Big Bos nampaknya, Chris kewalahan menghadapi Dimitri," bisik Jin.
"Apa kau mau bertaruh dengan saya Jin?" lirih Yosep. "Kalau tebakanmu benar hadiahnya 10 butir pil nawadewanata dan uang 1 juta poundsterling. Kalau salah terima resiko setiap hari latihan denganku."
"Gluk!" Jin menelan salivanya, ia ingat waktu latihan dengan Yosep sangat kejam dan tidak ada ampun sama sekali. "Mmm ... baiklah pak big bos!"
Kali ini ganti posisi Chris yang terkena tendangan beruntun dari Dimitri, tubuh Chris sudah seperti samsak tinju. Terkena tendangan dan pukulan tapi anehnya tak ada sedikit pun luka yang tergores di badan Chris, setetes darah pun tidak ada dari mulutnya Chris meski pipinya terkena tendangan yang cukup keras dari Dimitri.
"Hahaha, teknologi bionic ya. Sangat kuno, hahahaha," ledek Yosep. "Chris kamu terlalu lama, akhiri sekarang! Gunakan jurus yang aku ajari!"
Chris tertawa jahat, dan menangkap tendangan Dimitri dengan sikutnya Chris menghantam paha Dimitri.
Bang!
__ADS_1
Krak!
Paha kanan Dimitri retak, Chris menendang dagu Dimitri dengan lututnya. Tubuh Dimitri melayang, "Naga mendaki gunung!" kepalan tangan kanan Chris dikepalkan dengan sangat erat, urat ototnya menonjol keluar, pukulan kuat Chris hantamkan pada Dada Dimitri.
Bang!
Krak!
Swush!
Boom!
Tulang rusuk Dimitri retak, tubuhnya terpental menabrak dinding dojo hingga hancur, Dimitri pingsan terkena jurus andalan Chris. Yosep mengajari Chris jurus yang Yosep tiru dari Wong Kam Feng.
"Pemenangnya Chris! Skor 1-0!" PM Kone Di Blangbir mengumumkan pertandingan . "Selanjutnya Jin melawan Levi."
"Ah sial, aku kalah taruhan sama pak big bos," batin Jin dengan raut muka murung, "Aku harus menerima latihan jurus itu lagi, benar-benar merepotkan."
Levi dan Jin saling berhadapan lalu saling membungkuk hormat. "Pertandingan di mulai!" PM Kone Di Blangbir mengangkat tangannya.
Greb!
Jin dan Levi saling menggengam tangan. Lalu mendorong satu sama lain, mereka berdua adu kekuatan. "Aaargh! Ayo kita lihat siapa yang lebih kuat! Aaaaargh!" Levi mengerang dan terus mendorong Jin, otot di lengannya menonjol keluar.
Bang!
Jin dan Levi beradu kepala, dahi mereka berbenturan keras. Keduanya terpundur 5 meter, Jin dan Levi menumpu pada lutut masing-masing lalu melesat cepat menghantamkan pukulan kuat.
Bang!
Kedua pukulan beradu, Jin dan Levi mengangkat kaki kanannya masing-masing lalu beradu tendangan kuat. Keduanya terpelanting kuat menabrak dinding dojo hingga retak.
Bang!
Brak!
Mereka berdua bangkit, mata masing-masing menatap tajam untuk mempersiapkan strategi menghadapi lawan selanjutnya. "Akan aku coba jurus yang diajarkan pak big bos," batin Jin.
Jin berlari cepat ke arah Levi, mata Levi berkeliling mengamati pergerakan Jin, begitu Jin mendekat ia melayangkan Front kick, side kick, dan roundhouse kick secara beruntun.
Bang!
__ADS_1
Levi berhasil menangkis ketiga tendangan beruntun Jin, "Cih! Hanya begitu saja. Sekarang giliranku!" Levi mendekat ke tubuh Jin dan mendekap kedua bahunya lalu membungkukan badan Jin. Knee strike Levi layangkan pada dahi Jin secara beruntun, lima sampai sepuluh tendangan lutut.
Buak!
Buak!
Levi melepaskan dekapan tangannya pada kedua bahu Jin, tubuh Jin terjengkang ke belakang. Levi melompat tinggi menghujamkan tendangan lututnya pada perut Jin.
Buak!
"Guhak!" Jin memuntahkan seteguk darah, raut wajahnya meringis kesakitan. Serangan Levi tidak berhenti disitu saja, kaki Levi di tarik ke belakang kuat-kuat lalu menendang rusuk bagian kiri Jin, hingga membuatnya terpental dan menjebol dinding dojo.
Bang!
Krak!
Boom!
Jin bangkit dan menyapu debu di dadanya, lehernya ia gelengkan ke kanan dan ke kiri sampai berbunyi. Tak ada raut ringisan yang terpampang dari mukanya, "Pil nawadewanata memang hebat," gumam Jin. "Jurus pedang angin!"
Dari kedua tangan Jin, muncul siluet bilah pedang transparan. Hanya Yosep, Jin, dan Chris yang dapat mlihatnya. "Bocah itu nekat, seperti mau membunuh orang saja!" gumam Yosep.
"Hei kau terlalu berlebihan menggunakan jurus itu!" teriak Chris.
Jin menyeringai licik dan tak mendengarkan ocehan Chris, tubuhnya hilang dari pandangan Levi dan muncul di belakang Levi, "Sangat cepat gerakannya," gumam Levi lalu terkena tebasan pedang angin Jin di punggungnya.
Slash!
Slash!
"Aaaakh!" pekik Levi, lukanya cukup lebar tapi bionic teknologi segera menutup luka yang disebabkan oleh tebasan pedang angin Jin. "Benar-benar membuatku marah! Aaaaargh!"
"Tebasan angin kutub!"
Jin kembali menghilang dari pandangan Levi, lalu muncul di depan Levi dan menebas secara vertikal. Levi menangkis dengan tangan kanan yang sudah ia kuatkan dengan teknologi bionic.
Trang!
Tebasan pedang angin tak mampu memutuskan lengan Levi, Jin menyeringai licik. "Kasihan tangan itu sudah tak bisa digerakan," ledek Jin.
Krak!
__ADS_1
Lengan kanan Levi membeku, seluruh sel di dalam lengan kanannya tidak bisa berfungsi dan lengannya tak bisa di gerakan lagi. "Aaaargh!" Levi mengerang lengan kanannya yang membeku perlahan kembali normal. "Akan kuhabisi kau sekarang juga!"
Levi berlari cepat ke arah Jin dan melompat lalu melayangkan tendangan beruntun ke dada Jin. Gerakannya seperti tendangan tanpa bayangan milik Wong Fei Hong, sangat kuat dan cepat. Tubuh Jin terdorong hingga menyentuh dinding dojo, semakin lama semakin kuat Levi menendang Jin, kali ini Jin benar-benar terdesak.