
Yosep meraung keras dan mementalkan 20 orang anggota klan Kojuro, "aaaaargh!" tubuh Yosep mengeluarkan gelombang kejut hingga membuat 20 orang itu terpental menabrak tiang basemen dan beberapa mobil yang terparkir.
"Brak ...!" Yosep menghilang dari pandangan dan langsung memukul satu persatu anggota klan Kojuro yang terpental sebelum mereka bangkit kembali, dan membuat mereka pingsan.
"Apa?!" ujar Sanjo menjatuhkan rahangnya hanya dalam sekejap setengah pasukan klan Kojuro yang terkenal kejam itu tumbang.
"Kalian lebih baik pergi, sebelum klan Kojuro kalian itu hilang dari daratan Jepang ini," ujar Yosep sambil menyeringai jahat.
"Siapa kamu berani mengaturku?! Kau sudah membuatku seperti ini. Aku pastikan kau akan mati," teriak Sanjo.
"Apakah kamu tidak takut dengan klan Tokugawa yang sudah bersumpah setia padaku?" ancam Yosep.
"Omong kosong, hancurkan!" teriak Sanjo menyuruh anggota klan Kojuro untuk menyerang Yosep.
"Haaaa ...!" teriak serentak 50 anggota klan Kojuro serentak. Yosep menanggapi serangan mereka dengan sangat santai, Ryuna memukul setiap anggota yang datang menyerang dengan bat baseball.
Yosep melesat cepat dan melayangkan tendangan keras hingga membuat setiap anggota yang terkena tendangan Yosep terpental dan pingsan.
"Bang ...!" Yosep kali ini tak main-main dengan ancamannya, membuat anggota klan Kojuro patah tulang dibuatnya.
Ryuna juga sama melayangkan pukulan bat baseball dan juga beberapa tendangan pada anggota klan Kojuro, hanya menyisakan 10 orang. Mereka semua pingsan dan patah tulang, "kami sudah memperingatkanmu, anak bawang!" ejek Ryuna yang langsung menghantamkan bat baseball pada tengah kepala Danzo.
"Aaaaaaakh ...!" pekik Danzo yang langsung memegang kepalanya yang penuh darah. Danzo terduduk lemas lalu pingsan karena phobia dengan darah.
Ryuna kembali hilang dari pandangan dan memukul perut 8 anggota Klan Kojuro yang tersisa hingga muntah darah.
"Guhak!" 8 anggota memuntahkan banyak darah, mereka memegangi perutnya karena pukulan Ryuna sangat sakit. Lama kelamaan mereka kehilangan kesadaran lalu pingsan.
"Kini giliranmu, anak bawang!" teriak Ryuna sambil mengacungkan bat baseball ke arah Sanjo.
__ADS_1
Lutut Sanjo bergetar lemas, wajahnya pucat pasi, "sebenarnya siapa mereka hingga membuat semua anak buahku babak belur seperti ini, sial!" umpat Sanjo dalam batinnya.
Yosep menghilang dari pandangan dan langsung mencengkram kepala Sanjo dan mengangkatnya tinggi-tinggi, "aku sudah memperingatkanmu, jangan salahkan aku klan Kojuro akan aku habisi!" ancam Yosep dengan menyeringai jahat.
Yosep menelepon Raiden untuk menghabisi klan Kojuro bersama Kokoci dan juga Tarung. "Ibumu bernama Yuka Sanjo bukan, apa jadinya jika ia aku siksa sampai mati?" ancam Yosep yang sudah melihat ingatan Sanjo dari dalam pikirannya ketika mencengkram kepala Sanjo.
Kokoci mengendarai mobil bertiga bersama Raiden dan Tarung untuk memenuhi perintah Yosep, mereka segera menuju kediaman klan Kojuro di Kyoto. Mereka mengendarai pesawat stealth M-Jet yang bisa menampung 3 orang, jarak Tokyo ke Kyoto lumayan jauh.
"Anak buahku sudah menuju Mansion Kojuro, selamat tinggal pada ibumu," ujar Yosep lalu melempar Sanjo ke arah tiang dan membuatnya patah tulang.
"Ryuna mari kita pergi!" seru Yosep lalu Ryuna melempar bat baseball dan langsung memeluk lengan kiri Yosep dengan erat.
Yosep memasuki mobil miliknya, entah hari ini membuat suasana hati Yosep semakin kacau balau. Tapi keadaan selalu mendesaknya untuk terus bertarung dan bertarung. "Mas kita mau kemana lagi?" tanya Ryuna.
"Entahlah sayang, mas juga bingung. Mungkin kita kembali pulang saja, waktu juga sudah jam 13.00," jawab Yosep sembari memperlihatkan jam di smartphone miliknya.
Yosep mengendarai mobil miliknya sangat cepat menuju kediaman Klan Himura, setelah cukup lama, Yosep sampai di kediaman Klan Himura.
"Eh tuan Yosep sudah pulang bersama putri cantik ayah," ujar Kenshin. "Bagaimana dengan nona Nana?"
"Tenang saja ayah, nona Nana sudah sembuh dan besok kita akan mengambil alih saham Zero Enterprise. Tuan Yamada juga sudah setuju untuk bergabung dengan kita," jawab Yosep.
"Menantu yang sangat bisa diandalkan, mantap!" puji Kenshin sambil menepuk-nepuk pundak Yosep.
"Ayah tahu tentang klan Kojuro, mereka tadi menyerang kami berdua," ujar Yosep.
"Dasar Klan sampah, mereka selalu membuat masalah. Tidak dengan klan Himura maupun semua klan di Jepang," ujar Kenshin sambil menggertakan gigi. "Kita akan hancurkan klan sampah itu, Sasaki siapkan pasukan!"
"Sudah ayah biarkan Raiden yang mengurusnya," ujar Yosep lalu izin pamit untuk ke kamar tamu sedangkan Ryuna kembali ke kamar barunya.
__ADS_1
Di kediaman Klan Kojuro, Raiden sudah berada di pintu gerbang. Yosep menyuruh mereka bertiga hanya melukai anggota klan Kojuro tidak untuk membunuhnya. Raiden memberikan isyarat mengacungkan tangan untuk membereskan Klan Kojuro pada Kokoci dan Tarung, mereka berdua sudah memakai cyborg armor suit.
"Mode naga mata biru!"
Tarung memakai baju tempurnya yang sudah berbentuk naga mirip blue eyes white toon dragon di anime yugi oh. Dengan baju tempur naga biru, Tarung bisa terbang lalu menembakan semburan bola petir ke arah gerbang mansion klan Kojuro.
"Boom ...!" pintu gerbang langsung hancur dua penjaga langsung pingsan dengan tangan patah. Raiden merangsak masuk dengan berlari cepat dan langsung memotong tangan dan kaki dengan dua pedang ninjato miliknya.
"Slash ...!" tangan anggota klan Kojuro langsung putus. Raiden memang sangat tampan dan manis tapi dibalik ketampanannya ia adalah jendral yang tak berbelas kasihan di medan perang.
"potongan angin!"
Raiden menebas secara vertikal dan horizontal untuk melepaskan 2 siluet berbentuk sabit angin transparan. Siluet sabit itu mengenai pintu depan mansion Klan Kojuro dan berhasil mengenai 10 pasang kaki anggota Klan Kojuro.
"Aaaaaakh ...!" pekik semua anggota klan Kojuro yang kakinya sudah putus.
"Apa yang terjadi?" tanya Yuka dengan raut muka panik. Kokoci sudah berada di belakang Yuka dan menghantamkan pukulan tangan Cyborg miliknya.
"Pukulan penghancur!"
Kokoci memukul dada Yuka namun berhasil ditangkis, membuat Yuka terpental dan menabrak lukisan yang terpampang di aula mansion Klan Kojuro.
"Sialan, aku pasti akan membunuhmu, omnyoji kegelapan!" ujar Yuka memanggil arwah penasaran berbentuk malaikat kematian yaitu tengkorak berkerudung kepalanya membawa tongkat bersabit besar.
Kokoci mencoba memukul arwah itu, hanya memakai pukulan pengahncur tapi sayangnya pukulan itu tidak mengenainya. "Sial tadi itu apa?" umpat Kokoci dalam hati. "Jika begitu akan menghabisi tuanmu, keparat!"
Kokoci melesat cepat dan muncul di depan Yuka dan menghantamkan jurus telapak tangan pada Yuka.
"Bang .... guhak!" Kokoci berhasil membuat Yuka memuntahkan darah segar dan membuat retakan di dinding aula mansion klan Kojuro.
__ADS_1
Yuka memegangi dadanya yang sesak akibat terkena pukulan Kokoci, "sial pukulan macam apa ini?"