SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip - 26 Ziva Sembuh


__ADS_3

[Telolet]


[Status]


[Nama : Yosep Firmansyah


Umur : 19 tahun


Skill : Dokter lv max. Direktur lv max. Paranormal lv2. Pialang saham lv max


Property : Sawah 10 hektar, ruko 2 lantai, perumahan elite Jatibarang City]


[Majikan berhasil mendapatkan 8 poin pengalaman untuk skill paranormal karena berhasil mengalahkan kuntilanak merah]


[Skill experience : Dokter level max (10.000/10.000)


Direktur level max (10.000/10.000)


Pialang saham level max (10.000/10.000)


Paranormal level 2 (13/100


Detektif level 1 (10/50)]


[Level majikan : menengah (85.500.000/1.000.000.000).]


[Saldo : 4.007.024.000]


[Level konversi pemula setiap kali berkedip di hargai 50 rupiah]


[Cara menaikan level dengan menghabiskan uang. Semakin tinggi level semakin tinggi nilai konversi]

__ADS_1


[Selamat menghabiskan uang majikan]


Yosep menuju ruangan rahasia untuk membuat pil jahe emas dan pil sumsum hitam. Bahan-bahan herbal untuk membuat pil semuanya tersedia di ruangan rahasia, Yosep hanya perlu mengatur komposisi dan ukuran dari herbal yang akan dibuat untuk pil, lalu tanpa susah payah cukup memasukannya ke tungku Wijayanaga.


15 menit kemudian Yosep kembali membawa pil sumsum hitam dan pil jahe emas ke kamar VVIP 1A dimana Ziva sedang dirawat dan terlelap setelah energi negatif dalam tubuhnya di keluarkan oleh Yosep.


Yosep memasukan terlebih dahulu pil jahe emas ke dalam tubuh Ziva. Lalu mengalirkan tenaga dalam (TD) melalui telapak tangan yang ditempelkan ke bagian perut Ziva, untuk membantu Ziva menyerap pil jahe emas.


Yosep mengembalikan totokan para bodyguard dan Setyo Wijaya, tubuh Ziva mengeluarkan bau yang sangat busuk, kondisi tubuhnya yang pucat kembali segar.


"Bau apa ini?!" teriak serentak semua orang yang berada di dalam kamar VVIP 1A kecuali Yosep yang sudah menutup hidungnya dengan kapas. "Seperti bau kaos kaki!"


"Tidak apa-apa ini hanya toksin yang tersumbat lama, pada pembuluh darah, semuanya sudah di dektosifikasi," ucap Yosep.


Kemaraham Setyo mulai berkurang, Anto dan para bodyguard yang tadinya sangar dan bermuka kejam, kini lembek seperti kerupuk terkena air. Yosep memasukan pil sumsum hitam pada Ziva dan membantu menyerapnya, kali ini bagian kepala yang ia alirkan energi tenaga dalam. "Nampaknya ini akan membutuhkan tenaga dalam dan tenaga metafisika secara bersamaan!" batin Yosep lalu menyeka dahinya yang penuh keringat.


"Suster Muna bantu saya untuk membuat Ziva duduk!" titah Yosep.


Yosep mulai mengalirkan tenaga dalam dari kedua telapak tangannya ke kepala Ziva. "Prosesnya akan sangat menyakitkan, semua ini tergantung tekadmu nona Ziva," gumam Yosep.


Setyo yang melihatnya mulai khawatir dan wajahnya mulai panik setelah melihat Ziva sedikit mengerang namun masih memejamkan mata. "Dok Ziva tak apa-apa kan?" tanya Setyo pada Yosep yang hatinya mulai luluh karena Yosep berhasil menenangkan Ziva.


"Tuan Setyo perbanyak berdoa, nona Ziva akan melewati masa kritisnya!" ucap Yosep yang masih terus mengalirkan tenaga dalam untuk meningkat imun di tubuh Ziva dengan pil sumsum hitam.


"Aaaaaaaargh! Aaaaaaaargh!Aaaaaaaaakh!" Ziva terus berteriak menahan rasa sakitnya, matanya terbuka dan membelalak. Keringat di kepalanya keluar deras dan berwarna hitam pekat dengan bau yang sangat busuk. Lalu Ziva kembali pingsan setelah 45 menit berteriak-teriak menahan rasa sakit.


Setelah 1 jam Yosep berjibaku dengan kanker otak pada kepala Ziva, akhirnya Ziva sembuh dari kanker otak stadium 3. Yosep terduduk di lantai sangat kelelahan, karena menyalurkan hawa murni miliknya pada kepala Ziva.


"Dokter Yosep anda tidak apa-apa?" tanya Setyo. Anto menopang tubuh Yosep untuk bangun.


"Tidak apa-apa tuan Setyo hanya kelelahan saja!" Yosep menonaktifkan byakugannya dan mengembalikan kacamata milik Anto.

__ADS_1


"Lalu bagaimana keadan Ziva dokter?" tanya Setyo masih dengan raut muka khawatir.


"Hah ... hah ... hah ... syukurlah pil sumsumnya bekerja sangat cepat dan efektif, biasanya pil itu kerjanya sangat lambat bisa sampai 30 hari. Tapi saya memaksimalkan pil itu sangat cepat, hanya butuh satu jam. Nona Ziva sudah sembuh total dan bisa pulang, tapi kami akan memastikan untuk melakukan CT scan agar lebih jelas kanker di kepala nona Ziva bisa sembuh total," jawab Yosep.


Suster Muna dan Suster Mari membawa Ziva ke ruangan khusus rontgen serta CT scan. Untuk melihat kanker milik Ziva sudah sembuh total atau masih ada, dengan mesin MRI. Hasilnya sungguh mencengangkan Dokter Salim yang melihat hasil gambar 3D pada otak Ziva tak ada lagi benjolan kanker, aliran darah yang tersumbat semuanya sedih bersih dan berjalan lancar. Kemampuan otaknya juga meningkat 10 kali lipat.


"I-i-itu mustahil!" Dokter Salim melihat hasil gambar 3D kepala Ziva.


"Kenapa dok?" tanya Dokter Ferdi lalu melihat gambar 3D juga tercengang. "Apa! ya sung-sungguh mustahil. belum pernah ada kanker stadium tiga sembuh hanya dalam waktu 1 jam."


Satu rumah sakit heboh, sudah empat kalinya Yosep membuat kehebohan di rumah sakit, dengan menyembuhkan Jayus, Zahra dan sekarang Ziva serta membuat pil legenda yaitu pil naga emas.


Dokter Boyke langsung menelepon Jayus dan Rany, semuanya tercengang mendengar kabar dari dokter Boyke. Mereka berdua di tempat yang berbeda segera bergegas menuju rumah sakit dan meninggalkan rapat yang sedang berlangsung.


"Pak Jayus sungguh hebat merekrut dokter muda seperti Yosep, rumah sakit ini reputasinya akan meningkat dan semakin terkenal. Pak Jayus sungguh orang yang sangat jeli melihat talenta," gumam Dokter Boyke.


Ziva sudah sadar dan kembali ke kamar VVIP 1A. "Papah! Aku sudah sehat pah, aku sudah sehat," ucap Ziva dengan riang gembira, wajahnya sangat berseri-seri dan sangat cantik lalu memeluk Setyo.


"Ya nak papah sangat bersyukur, kamu sudah sembuh. Sudah hampir 3 tahun kamu selalu kambuh sakitnya, dan kamu juga tak mau dikemoterapi. Kita akan mengadakan pesta besok atas kesembuhan dan kepulanganmu dari rumah sakit." Ucap Setyo.


"Ya non, selamat sudah sembuh." Ucap Anto dan para bodyguard serentak.


"Terima kasih paman Anto!" ucap Ziva sambil tersenyum. "Pah siapa dokter yang telah berhasil menyembuhkan Ziva?"


"Namanya Dokter Yosep Firmansyah kepala dokter di rumah sakit ini. Dia sedang beristirahat sekarang karena kelelahan setelah menyembuhkan kamu nak! memangnya kamu tak sadar waktu di pegang kepalanya sama dokter Yosep?" Tanya Setyo.


"Tidak, tapi sewaktu aku pingsan bermimpi bertemu pangeran yang sangat tampan dan pelukannya sangat hangat pah! aku sampai terlena dan ingin menikah dengannya, hehehe!" ucap Ziva dengan pipi merah merona.


"Papah punya nadzar, jika ada seorang laki-laki yang bisa menyembuhkanmu. Papah akan menikahkan kamu dengan laki-laki itu, apakah kamu siap?" Tanya Setyo.


"Kalau papah inginnya seperti itu, Ziva nurut saja sama papah. Kebahagiaan papah kebahagiaan Ziva juga!" jawab Ziva.

__ADS_1


"Tapi papah terserah kamu nanti, jika kamu merasa tak cocok dengan dokter Yosep papah tidak memaksa. Papah akan berikan 60% saham Wijaya group untuk dokter Yosep jika kamu tidak mau. Bagi papah kamu lebih berharga!" ucap Setyo pada Zahra dengan raut penyesalan karena pernah menghina Yosep.


__ADS_2