
"Berita langsung hari ini, telah terjadi penyanderaan 10 orang oleh seorang pria bertopeng di ceria Indomaret Muntur Losarang. Pelaku membawa pistol magnum dan membawa bom di badannya. Pelaku bertutur meminta tebusan 10 milyar, kalau permintaannya tidak dipenuhi ia akan meledakan bom pada badannya dan seluruh bom yang ia pasang di seluruh apartemen di Indramayu," ujar Reporter RCTI.
Yosep sedang menikmati secangkir kopi miliknya di kantor Raimu DAT, ia dan tim ZZRR akan menuju kantor W.O. bernama Ngepaskeun di Indramayu kota untuk fiting baju pengantin. "Enak juga kopi ini, mantap," puji Yosep. "Sayang ayo pergi!"
"Ia sayang!" balas serentak tim ZZRR.
Naluri Ryuna sebagai pahlawan muncul setelah melihat berita di televisi tentang penyanderaan 10 orang oleh pria bertopeng. "Mas aku pergi dulu!" Ryuna berlari cepat ke arah Muntur Losarang jaraknya memang cukup jauh 5 km dari kantor Raimu DAT.
"Eh Ryuna mau kemana?" Yosep mengejar Ryuna keluar kantor dan berteriak. "Kalian bertiga pergilah dahulu ke W.O., saya akan pergi mengejar Ryuna!"
"Ya mas!" balas serentak tim ZZR, mereka bertiga langsung masuk mobil dan Rany yang mengemudikan melajukam mobilnya berputar arah menuju Indramayu kota.
"Kenapa Ryuna tiba-tiba lari?" Yosep terus mengejar Ryuna, larinya cukup cepat dan akhirnya bisa mengejar Ryuna. "Sayang tunggu!"
Srak!
Kaki Yosep dan Ryuna bergesekan dengan permukaan aspal. "Ada apa mas? tanya Ryuna membalikan badan. "Sudah tanyanya nanti saja, ada penyanderaan di Ceriamart."
"Memangnya kamu tahu dimana tempatnya?" tanya balik Yosep.
"Tidak mas, hehehe," jawab Ryuna menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ya sudah lebih baik kamu ikut Rany mau fiting baju. Biar masalah ini, saya yang tangani," ucap Yosep. "Saya sudah menghubungi Rany untuk menjemputmu disini."
Beberapa saat mobil yang dikendarai Rany datang menjemput, Ryuna larinya sangat cepat, ia berlari dalam sekejap sampai di depan gudang bulog Losarang. Jarak kantor Raimu DAT ke gudang bulog 4 km dan ditempuh hanya dalam waktu 10 menit, benar-benar gila untuk kecepatan Ryuna yang doyan makan. Untung saja Yosep punya jurus moksala rudra jadi ia bisa dengan cepat mengejar Ryuna.
__ADS_1
Ryuna masuk mobil, Yosep bergerak cepat ke arah Ceria mart dan sampai disana dalam sekejap. Yosep mengaktifkan Tenseigan, dan menutupnya dengan kacamata hitam. "Pak maaf, kondisi di dalam bagaimana ya pak?" tanya Yosep berpura-pura mendekati garis polisi yang sudah di pasang di luar minimarket.
"Sudah mas, jangan banyak tanya. Lebih baik mas menjauh, sangat berbahaya disini," jawab polisi wanita bernama Sarkem dengan nada ketus.
"Apartemen Twin tower Losarang gedung A lantai 4 kamar nomor 14 di kamar mandi, Kantor PT. Angkasa Raya Kandanghaur di lantai 5 dekat pintu masuk, bomnya disembunyikan dibalik tong sampah, Rudolf Apartemen Celeng basemen parkir, di tiang nomor 15A, dan terakhir Patrol Apartemen lantai 14 kamar nomor 19 di bawah tempat tidur," jelas Yosep.
[Selamat majikan mendapatkan 10 poin skill detektif]
"Hai coba ulangi lagi! Apakah itu bisa kamu pertanggungjawabkan?" tanya Rasidin polisi laki-laki. "Kami sedang mencari bom itu."
Yosep berpindah tempat secara cepat, dengan jurus melipat bumi dan mengmbil semua bom di apartemen yang disebutkan oleh Yosep. Yosep menemukan semua bom itu, setelah melihat dengan persepsi Tenseigan yang mampu melihat tembus pandang sejahuh 200 km.
Yosep muncul lagi membawa 4 bom semtex yang berdaya ledak tinggi. Yosep muncul tiba-tiba membuat semua orang yang berkerumun di sana kaget, "Hah?! Bagaimana bisa?!"
"Ini bomnya, sudah saya jinakan. Tinggal saya mengurusi pria bertopeng itu!" Yosep menunjuk pria bertopeng yang sedang memeluk erat anak kecil berumur 7 tahun, dan menodongkan pistol magnum miliknya ke kepala anak kecil itu.
"Hai tunggu, jangan gegabah tunggu sebentar lagi!" cegah Sarkem. "Uangnya sedang menuju kemari."
"Bohong! kau sedari tadi membual seperti itu terus, tapi uangnya belum datang juga, bodoh!" Pria bertopeng langsung menarik pelatuk pistolnya.
Dor!
Prang!
Yosep bergerak cepat dan langsung berada di belakang pria bertopeng dan mengangkat pistol pria bertopeng ke atas, tembakannya hanya mengenai lampu Ceriamart. "Cepat keluar dari sini!" Yosep meremas tangan pria bertopeng, untuk menjatuhkan pistol dan melepaskan pelukannya pada anak kecil.
__ADS_1
Para sandera keluar dari toko, "Bodoh! Jika kau menangkapku. Maka bom yang dipasang di seluruh apartemen akan meledak, hahahaha!" pria bertopeng menekan tombol di sabuknya dengan punggung tangan untuk meledakan bom yang sudah di pasang pada 4 Apartemen dan badannya sendiri. "Loh kenapa tidak meledak?"
"Kamu tak sadar, bom di badanmu juga sudah aku jinakan. Sekarang kau rasakan bom dariku!" Yosep menunggingkan pantatnya dan mengeluarkan kentut dengan suara yang sangat besar.
Duaaaat!
Shua!
Brak!
Pria bertopeng terpental dan menabrak tiang lalu pingsan. "Cepat amankan!" titah Sarkem. "Mas terima ...."
Sebelum Sarkem menyelesaikan ucapan terima kasihnya, Yosep sudah menghilang entah kemana. Dari luar warga bersorak sorai dan haru, keluarganya yang ikut tersandera bisa selamat dan itu diselamatkan oleh Yosep.
"Terima kasih babang pahlawan, hidup babang pahlawan!" teriak warga di luar toko, karyawan toko pun lega dan mulai membereskan puing-puing bekas pecahan lampu kaca yang ditembak oleh pria bertopeng.
Yosep sudah berada di depan gerobak mie ayam, "perut saya lapar, gara-gara pria sialan itu," ucap Yosep mengelus-elus perutnya yang berdemo keras. "Bang mie ayam ceker 3 porsi, minumnya es teh manis 3 gelas ya!"
"Siap bang! Tunggu ya!" Abang mie ayam mulai memproses pesanan Yosep. "Darimana bang, sepertinya capek banget?"
"Ya biasa lah bang habis beresin orang. Disana kan tadi sedang ada penyanderaan!" Yosep menunjuk ke arah Ceria mart. "Memangnya abang tidak tahu?"
"Waduh penyanderaan? Saya tidak tahu bang! Saya baru buka ini. Ngeri juga ya," jawab abang mie ayam. "Banyak juga bang pesen mie ayamnya."
"Maklum bang 1 porsi gak cukup buat perut ini, hehehe, balas Yosep menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ya akhir-akhir ini juga porsi makan Yosep menurun biasanya 7-8 porsi, 3 porsi biasanya hanya pembukaan.
__ADS_1
Abang mie ayam menghidangkan 3 porsi mie ayam ke meja. Dan Yosep langsung makan dengan lahapnya, "mantap ini mie ayamnya," pujI Yosep dengan bergumam ditemani makan kerupuk satu plastik berisi 20 kerupuk.
Yosep melihat smartphone miliknya, tim ZZRR sudah di W.O. Ngarepkeun dan sedang berkonsultasi dengan pemilik W.O..