SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 167


__ADS_3

"Keluarga Suharso bangsat, mereka belum jera juga mengusik bisnis-bisnisku!" Yosep dengan raut muka geram, tatapannya tajam menatap para preman. "Aku pasti hancurkan mereka semua, sampai ke akar-akarnya."


Yosep menatap lekat preman itu lalu memindahkan tubuh kelima preman itu dengan jurus melipat bumi. Kelima tubuh preman itu muncul di atas langit gedung apartemen One Icon Residence. Kelima tubuh preman yang sudah tulang rusuknya, meluncur cepat ke permukaan tanah, karena tarikan gravitasi.


"Aaaaaakh! Tolong!" Kelima preman memekik serentak, dan tubuh mereka akhirnya menyentuh tanah, terputus menjadi 5 bagian setiap tubuh. Mereka berlima tewas seketika.


Yosep yang melihat kelima preman dengan tenseigan miliknya bergumam, "itu hukuman terhadap orang yang sudah mengganggu orang-orangku."


Yosep memberikan pil kintamani ke securiti yang babak belur dan juga memberikan seplastik gorengan padanya. "Pak telanlah pil ini, bisa menyembuhkan lebam bapak. Ini juga buat bapak, kalau bapak masih kurang enak badan pulanglah! Biar saya yang jaga kafenya!" seru Yosep.


Securiti bernama Tukijan menelan pil kintamani yang diberikan Yosep dan luka lebamnya langsung sembuh seketika. "Tidak perlu pak big bos, saya sudah sehat. Terima kasih pil ini sangat ajaib pak big bos, terima kasih juga gorengannya tahu saja saya lapar, hehehe," ucap Tukijan lalu tertawa ringan.


"Pak kunci kafe ada sama bapak? Saya mau tidur di dalam," pinta Yosep.


"Ada. Pak big bos ini aneh, punya uang banyak, malah mau tidur di dalam kafe. Hotel mewah disini kan banyak, pak big bos bisa menginap disana" jawab Tukijan.


"Pak kadang kita itu harus menghemat uang bukan karena kita pelit, tapi kita harus tahu mana yang kita inginkan dan mana yang kita butuhkan. Kebutuhan itu kita tidur, namanya tidur kalau saya tidur di emperan juga bisa tidur," balas Yosep lalu masuk kafe untuk beristirahat.


___


___


___


Keesokan paginya Yosep sudah bangun seperti biasa dan membersihkan diri. Gorengan semalam juga sudah habis, Tukijan bagi-bagikan ke teman-teman securiti lain yang sedang berjaga malam di kawasan bisnis distrik Surabaya kota.


Barjo muncul dari portal cahaya dengaj bentuk barunya, naga dengan panjang 50 cm, berwarna emas dengan tiga sayap malaikat berwarna putih, di sebelah kanan dan tiga sayap iblis berwarna hitam, di sebelah kiri.


[Telolet]

__ADS_1


[Selamat majikan mendapatkan 10 poin skill detektif]


[Selamat majikan mendapatkan uang dari berkedip selama 28.800 kali dalam satu hari senilai Rp. 288.000.000]


[Majikan, kenapa selalu cuek pada Barjo?]


"Bukannya cuek jo, tapi bingung mau minta apa sama kamu jo. Lihat saja jadwal yang dikirim oleh Sylvia sangat padat! Kadang jadi orang kaya merepotkan juga, tak bisa menikmati waktu. Saya takut malah setelah menikah malah sering meninggalkan keempat istri saya, bahkan tak ada waktu buat mereka," jawab Yosep dalam batin dan memperlihatkan jadwal di smartphone miliknya pada Barjo. "Kamu juga jo bikin misi malah saya menikahi tiga orang, ya sekalian saja saya tambahin satu."


[Barjo berpikir karena melihat laki-laki itu senang punya banyak istri, jadi Barjo memberikan misi seperti itu]


"Jo! tidak semua laki-laki menyukai punya banyak istri dan ada juga laki-laki yang hanya cukup satu istri. Awalnya saya cuma ingin menikah hanya dengan Rany, tapi malah empat sekaligus. Di tambah wajah, kejeniusan, dan kekayaan ini membuatku kerepotan," balas Yosep dalam batinnya.


[Maaf majikan telah membuat majikan kerepotan]


"Tidak apa-apa jo, ini memang sudah takdir tuhan, dan harus ikhlas menerimanya," batin Yosep.


Yosep yang sedang berbicara dengan barjo, melihat anak kecil laki-laki memakai seragam SD yang keluar dari mobil mercedes S benz warna hitam. Seorang perempuan memakai pakaian mini dres warna hitam, kulit putih dan cukup cantik, dengan wajah sedikit orientalis dengan rambut gelombang berwarna coklat sebahu bernama Trisnawati Suharso.


Toot!


Ciit!


Mobil box membunyikan klakson dan mengerem mendadak namun mobil itu masih bergerak cepat, keempat ban mobil box berdecit, bergesekan dengan permukaan aspal. Yosep yang melihat dari jarak 100 meter berlari cepat dengan jurus moksala rudra.


Swush!


Tap!


"Arya!" teriak Trisna memamggil Arya, ia lalu menutup muka dengan kedua telapak tangannya, karena tidak tega jika Arya akan tertabrak mobil. "Arya hiks, hiks, hiks!"

__ADS_1


Mobil box berhasil berhenti namun sudah lewat 10 meter dari tempat Arya menyebrang. Supir mobil box turun dari mobilnya dan memeriksa bagian bawah mobil, "syukurlah anak itu tidak ketabrak, haaa!" ucap supir box dengan menghembuskan nafas panjang. "Tapi dimana anak kecil itu?"


Yosep mendekap Arya dan menenangkannya, "hai! ade tidak apa-apa?" tanya Yosep berhadapan dengan Arya dalam keadaan berjongkok.


"Tidak apa-apa om, Arya ini kan sangat kuat," jawab Arya polos seperti tidak terjadi apa-apa.


Trisna berlari ke arah Arya dengan cairan bening membanjiri wajahnya dan langsung memeluk Arya. "Sayang! Kamu tidak apa-apa? Kamu tidak apa-apa kan sayang?" ucap Trisna dengan mengelus lembut rambut Arya.


"Urusanku sudah selesai," batin Yosep lalu melangkahkan kakinya ke arah kafe Raimu.


"Tunggu mas!" panggil Trisna yang berjalan cepat sambil menggandeng tangan Arya. Trisnawati tidak mengetahui, jika pemuda yang sedang dihadapannya adalah pemuda yang telah membuat kakak dan ayahnya gila, hingga akhirnya satu bulan lalu meninggal. "Terima kasih telah menyelamatkan Arya anak saya!"


Yosep membalikan badan dengan bibir melengkung membentuk senyuman, "sama-sama ibu. Saya izin pamit," ucap Yosep lalu bergegas meninggalkan Trisna dan Arya.


"Pemuda yang sangat tampan, sopan, dan tidak mata duitan, padahal bisa saja ia meminta imbalan atas penyelamatan Arya," batin Trisnawati.


Yosep yang sedang berlari perlahan ke arah kafe juga tidak mengetahui, jika perempuan yang beberapa saat lalu berjumpa dengannya adalah Trisnawati musuh bebuyutan Yosep.


Trisnawati memgurusi bisnis keluarga Suharso seorang diri, setelah Raynold suaminya menyusul ayah dan kakaknya Radit, tepat satu minggu setelh kematian mereka berdua. Raynold meninggal karena penyakit kanker leukimia stadium akhir.


___


___


___


Yosep berada di dalam ruangan Haryo, supervisor Raimu CRC cabang Surabaya. "Pak Haryo, semalam pak Tukijan dikeroyok preman dan saya berhasil membuat mereka jera, dengan membuat mereka beradu pedang, hehehehe," jelas Yosep.


"Jadi 15 preman yang diketemukan warga di semak-semak, 1 km dari kafe ini dalam keadaan tertidur telanjang, pak big bos yang melakukannya?!" balas Haryo dengan nada meninggi dan membulatkan mata.

__ADS_1


"Ya!" jawab Yosep singkat.


__ADS_2