SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 229


__ADS_3

Dua puluh orang anak buah geng cacing hitam terkapar dengan bagian tubuhnya patah tulang, mulai dari kaki, betis, lengan, rusuk dan paha.


Kondisinya malam hari agak gelap, 5 orang anak buah Alex yang ingin menyerang Yosep lari tunggang langgang setelah melihat kemampuan Yosep membekuk dua puluh orang anak buah geng cacing hitam hanya dalam sekejap mata. "Katakan! Siapa bos kalian dan dimana markasnya?" Yosep menarik kerah salah satu anak buah geng cacing hitam, sementara tangan kirinya mengeluarkan smartphone dan mengirim pesan pada Chris.


"A-anthoni, di desa Krangkeng?" jawab salah satu anak buah geng cacing hitam terbata-bata.


"Anthoni? Apakah dia anak buah Brock yang waktu itu saya siksa di pulau menara drone. Rupanya masih berkeliaran anak buahnya, sial."


Yosep sudah menelepon polisi setempat, mereka datang dan langsung meringkus 20 anak buah geng cacing hitam.


"Chris ada tugas untukmu dan yang lain! Habisi semua anak buah geng cacing hitam dan bosnya Anthoni, saya akan kirimkan lokasi markasnya! Tolong jangan katakan apapun sama nyonya besar terkait saya, ok" tulis Yosep pada pesannya.


"Siap pak big bos! Kami akan segera bergerak!" balas Chris.


Yosep sudah tak mau lagi mengurusi tentang geng cacing hitam jadi menyuruh Chris dan lainnya untuk menghabisi geng cacing hitam yang cukup meresahkan. Meskipun kondisi Yosep miskin dan berangsur membaik, sema bawahannya tetap setia padanya. Untung saja Dawi masih punya Albert yang menopang semua kehidupan butler dan maid di VJC 01 termasuk Myke dan Alice.


***


3 minggu kemudian pagi hari di kontrakan Yosep.


[Ding]


Smartphone Rany berbunyi, "Sayang tolong ambilkan smartphome Rany yang berada di nakas!" pinta Rany yang sedang memasak.

__ADS_1


Kondisi tabungan Rany semakin membengkak setelah Yosep menjadi makelar beras. Misi sistem berhasil diselesaikan hanya dalam waktu kurang dari 21 hari. Toko Jayuni milik Yuli sangat ramai setiap hari minimal 100-300 ton beras habis. Dalam satu minggu Yuli melalui Yosep bisa mengorder sampai 1000-2000 ton.


Di minggu pertama Yosep dan bekerja Yuli memang hanya memesan sampai 1000 ton, minggu kedua naik 1500 ton dan minggu ketiga 2000 ton. Uang yang didapatkan Yosep menjadi makelar beras 4.5 milyar di potong pajak Barjo setengahnya jadi 2.25 milyar. Tentu saja berkat Yosep kekayaan Yuli semakin melimpah, Yosep dan Rany pembawa berkah bagi Yuli. Sebagai rasa terima kasihnya Yosep dibelikan motor Honda integra oleh Yuli.


Yuli juga memperkerjakan semua kuli angkut beras di pasar totalnya ada 25 orang untuk membantu Yosep melayani pelanggan. Dalam hati Sarkowi menyesal pernah menyuruh geng cacing hitam untuk memberi pelajaran pada Yosep.


"Ya sayangku yang blaem-blaem." Yosep memeluk Rany dari belakang dan mencium pipinya. Meskipun mereka berdua sudah banyak uang tapi belum ada keinginan untuk pindah kontrakan. Untung saja jalan gang sempit di kontrakannya bisa muat dua motor lewat berpapasan.


Yosep mengambil smarphone Rany di nakas dan memberikannya pada Rany, "Ini sayangku!".


"Mas buka saja, siapa yang mengirimkan pesan. Selama ini juga handphone Rany jarang mendapatkan pesan atau telepon kecuali dari papah atau ibu. Tapi bingung mas kalau ibu telepon mau jawab apa, jadi gak Rany angkat. Apa lebih baik kita ke main ke rumah ibu mas?"


Tangan Rany terus mengaduk-aduk masakan nasi goreng miliknya. "Baiklah kita main ke rumah mimi, nanti setelah kita selesai bekerja." Yosep membuka handphone Rany dan membulatkan mata.


Rany mematikan kompor, "Kenapa sayang? Ada apa? Apa Rany menang undian?" sambil memberikan air minum pada Yosep.


Yosep meminum segelas air yang diberikan Rany, "Bisa iya, bisa juga tidak. Tapi dari nomornya ini memang nomor customer service bank BKI. Lebih baik kita kesana sekarang, sebelum ke bank kita izin dahulu ke ses Yuli untuk tidak masuk hari ini."


"Baik, mas kita sarapan dahulu. Nasi gorengnya sudah matang." Rany makan nasi goreng dan telur dadar buatan Rany, Yosep makan dengan lahapnya walapun sederhana menikmatinya dengan memandang wajah orang yang kita cintai pasti nikmatnya tiada tara.


Setelah selesai makan mereka berdua menaiki motor honda Integra, Rany memeluk Yosep erat dan menaruh dagunua di bahu kanan Yosep, tentu saja pipinya mencium pipi kanan Yosep yang sangat menggemaskan menurut Rany.


"Sayang malu, banyak orang yang lihatin," bisik Yosep.

__ADS_1


"Tidak apa-apa sayang. Kita kan sudah suami istri, kalau mereka iri tandanya tak mampu. Ya biasanya itu adalah derita para jomblo," balas Rany.


Yosep memarkirkan motornya di depan halaman parkir lalu menuju toko Jayuni untuk meminta izin pada Yuli, "Ses mohon maaf bolehkah hari ini kami berdua izin tidak masuk kerja?" pinta Yosep.


"Boleh, memang rencanya aku akan meliburkan kalian berdua selamanya," balas Yuli tersenyum lebar.


"Maksud Ses kami dipecat?" Yosep membulatkan mata.


"Ya," jawab singkat Yuli. "Ini uang gajian kerja satu bulan." Yuli memberikan amplop uang berisi 3 juta.


"Kalau kami dipecat kita makan apa ses?" tanya Rany mengernyitkan dahi, ia tak percaya mereka berdu dipecat padahal selama bekerja baik-baik saja dan tidak melalukan kesalaha.


"Kalian ini bercanda, uang kalian itu sudah cukup banyak dari keuntungan makelar beras. Motor itu juga saya berikan untuk kalian berdua sebagai hadiah, nilainya memang sangat besar tapi aku puas dengan kerja kalian berdua, aku memecat kalian supaya kalian bisa jadi pengusaha. Tenang aku akan tetap memesan beras darimu mas tamvan. Berasmu itu sudah jadi primadona di pasar Jatibarang baru ini," jelas Yuli.


Setelah mendengar pernyataan Yuli Yosep jadi lega, tapi ia juga berpikir kembali usaha apa yang akan ia rintis kembali setelah mendapatkan banyak uang dari Yuli.


"Terima kasih ses, kami izin pamit. Ses sudah saya anggap seperti kakak saya sendiri, budi baik ses akan kami selalu kenang."


Yosep dan Rany mencium punggung tangan Yuli, "Hati-hati di jalan! Jangan lupa sering berkunjung menengok kakakmu yang jomblowati ini, hehehehe." Yuli tertawa ringan.


"Ya kak, pasti!" Yosep dan Rany menaiki motor menuju bank BKI.


Sesampainya disana Yosep disambut penjaga keamanan tersenyum ramah, "Ada yang bisa dibanting tuan/nyonya? Eh salah maksudnya ada yang bisa dibantu?"

__ADS_1


"Begini pak saya mau menanyakan apa benar istri saya memenangkan undian utama gebyar akbar berhadiah mobil Lotis elise 240?" tanya Yosep.


__ADS_2