SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 205


__ADS_3

Rany memapah Yosep yang terkulai lemas dan menghantarkannya ke ruangannya.


Ibunya Devi dan Dawi, raut mukanya berbinar-binar setelah Yosep memberi pernyataan bahwa Devi sudah melewati masa kritisnya, meskipun sekarang terbalik kondisi Yosep agak kritis.


Zahra membuatkan teh hangat untuk Yosep, Rany menelentangkan tubuh Yosep di sofa ruangan kantornya. Sedangkan Ziva memijat kaki Yosep, dengan raut agak cemas, melihat Yosep mukanya sangat pucat.


"Dan terjadi lagi, kisah lama terulang kembali. Benar-benar merepotkan, kalau seperti ini terus aku bisa mati," gerutu Yosep dalam batinnya.


"Ini mas aku buatkan teh hangat, tenang saja tiga gelas sesuai kesukaan mas." Zahra menghidangkan tiga cangkir teh hangat.


"Terima kasih sayang!" lirih Yosep dan mencoba untuk duduk tapi dibantu oleh Rany. "Rany, Ziva, dan Zahra nanti katakan pada Una sayangku semua. Mas akan pergi selama satu minggu ke suatu tempat, tolong urus bisnis mas. Jangan keluar sendirian, kalian harus keluar dengan para bodyguad selama mas pergi."


"Mas mau pergi kemana? Apakah kami boleh ikut?" tanya Zahra.


"Maaf tempat ini terlalu berbahaya, mas takut tidak bisa melindungi kalian. Jadi mas harap kalian semua mengerti." Yosep menyeruput cepat secangkir teh hangat yang dihidangkan Zahra.


"Baik mas!" Zahra, Ziva, dan Rany menciumi pipi Yosep satu persatu. Yosep menghabiskan semua teh hangat dihidangkan oleh Zahra, lalu bersila memejamkan matanya dengan menangkupkan tangan


Tubuh Yosep yang pucat kembali segar, Yosep berdiri dan menciumi kening Ziva, Zahra, dan Rany satu persatu. "Jaga baik-baik diri kalian! Jurus melipat bumi!" Yosep menjentikan jari, muncul pusaran angin berdiameter 2 mete, Yosep masuk ke dalam pusaran angin tersebut. "Bye! Jaga diri kalian!"


***


Markas pusat Ochobot City.


"Selamat datang para komandan markas militer cabang semua benua!" Jendral Raiden menyambut dengan tersenyum hangat.


"Kampret! Lagi enak-enaknya mantap-mantap disuruh rapat dadakan sama nona muda, adiku yang manisnya paling kampret itu," gerutu Raiden dalam batinnya.


Komandan Kupat di wilayah benua Afrika, Komandan Gerome di wilayah Eropa, Komandan Miramen di wilayah Asia, Komandan Lontong wilayah Amerika utara dan selatan, Komandan rahasia markas benua antartika komandan Esgusrut, dan Komandan markas pusat Kokoci serta Laksamana Tarung duduk melingkar di meja bundar.


"Selamat malam para komandan. Maaf memanggil anda-anda semuanya secara darurat, sehubungan dengan pasukan Ochobot City yang mulai menjaga perdamaian Uni Asian dan membatasi konflik demgan USF. Atas nama keadilan nona muda mengusulkan sinyal merah darurat pemberantasan negara China yang sudah tidak bisa ditoleransi lagi," jelas Raiden sorot matanya tajam.

__ADS_1


"Sinyal merah darurat? Apa tidak berlebihan?" Komandan Miramen membulatkan mata, bagi pasukan super elit Ochobot City sinyal merah darurat ada tiga yaitu peringatan, lumpuhkan, dan pemberantasan.


Sinyal merah peringatan yaitu memberi peringatan suatu negara dengan menandai istana kepresidenan dengan tanda OT berwarna merah di atas gedung sebagai peringatan.


Sinyal merah lumpuhkan yaitu melumpuhkan semua transaksi suatu negara, baik kekuatan militer, ekonomi, atau pemerintahannya sementara dilumpuhkan dibawah kekuasaan Ochobot City.


Sinyal merah pemberantasan yaitu operasi membumihanguskan suatu negara dalam satu malam dan ini belum pernah terjadi dalam sejarah pasukan super elit Ochobot City.


"Pemimpin tertinggi kita yang baru tuan muda Yosep tadi siang diserang pasukan black army dari satuan khusus pasukan China, dan nona muda selaku wakil pemimpin tertinggi meminta sinyal darurat merah pemberantasan terhadap negara China," jawab Jendral Raiden.


Semua komandan bingung, mereka berpikir masih bisa dengan cara negosiasi, komplotan pasukan black army juga sudah diberantas oleh tim ZZRR, Anto dan Pancawijaya.


"Apakah tuan muda sebagai pemimpin tertinggi menginginkan sinyal merah darurat pemberantasan?" sela komandan Gerome.


"Belum ada jawaban pasti, tuan muda sedang mengobati sahabatnya yang tertembak oleh salah satu pasukan black army. Bagaimana jawaban kalian? Tolong vote dan ketik setuju atau tidak di layar proyeksi di depan komandan sekalian?" Jendral Raiden menekan tombol jam tangannya dan memunculkan layar proyeksi kotak di depan para komander.


"Aku menolak!" Komandan Kupat menekan tombol tidak.


"Aku juga menolak! Kita bisa negosiasikan!" Komandan Miramen menekan tombol tidak.


"Mohon maaf aku menolak!" Komandan Kokoci menekan tombol tidak.


"Aku juga menolak! Jika melakukan operasi sinyal merah pemberantasan, berapa banyak rakyat yang tak berdosa mati karena senjata kita. Apalagi menggunakan orbital weapon Xerga untuk pemusnahannya, dipastikan negara China akan jadi debu." Komandan Esgusrut menekan tombol tidak.


"Aku setuju, asal sasaran kita bukan rakyat yang tak berdosa." Laksamana Tarung menekan tombol yes.


"Kalau begitu aku sih, yes." Komandan Kupat menekan tombol yes.


"Tentu, aku juga Yes." Komandan Gerome menekan tombol yes.


"Aku juga ikut, yes." Komandan Esgusrut menekan tombol yes.

__ADS_1


"Kalau begini, aku juga ikut donk, yes." Komandan Miramen menekan tombol Yes.


"Dasar manusia labil, aku juga yes." Komandan Kokoci menekan tombol yes.


Bletak!


Bletak!


Jendral Raiden memukul kepala para komandan satu persatu. "Kalian ini benar-benar merepotkan, melakukan voting begini saja sudah kaya ajang pemilihan idol, kampret!"


"Ampun jendral ampun," ucap semua komandan serentak.


"Baik rincian operasinya akan dikirimkan pada scout glass milik kalian masing-masing. Persiapkan semuanya dengan matang, pasukan bubar!" Raiden membubarkan rapat pembunuhan presiden Nyot Suzu.


***


Di sebuah pulau antah berantah dan tak dikenali.


Pusaran angin muncul dari dalamnya keluar Yosep memakai kemeja putih dan bercelana katun merah. Yosep melepaskan sepatunya dan berjalan kaki menuju air terjun di tengah-tengah pulau.


"Mahaguru, muridmu yang kurang ajar ini berkunjung!" lirih Yosep matanya berkeliling mengamati pulau antah berantah dimana gurunya Mahaguru Janggut putih dimakamkan.


"Selamat datang cucuku!" suara antah berantah menyapa Yosep.


Yosep sampai di pusara dekat air terjun, berlutut memberi penghormatan pada mahaguru sebagai seorang murid. Kesuksesannya sekarang juga karena jasa seorang guru yang telah mendidiknya dengan sangat baik, bukan saja karena kejeniusan dan Barjo sistem.


Yosep mengeluarkan semua artefak bedawang sangaresi dari inventori sistem, mulai dari tungku Wijayanaga, mahkota kurusetra, batu mustika semesta, pedang ksatria nusantara, sepatu kuda sembrani, tongkat dewa kera, belati kalamurka dan Yosep juga mewujudkan bentuk kitab ajian nawadewanata.


Yosep meletakan kedelapan artefak itu ke pusara makam mahaguru janggut putih. "Sembah hormatku pada mahaguru, murid yang kurang ajar ini membawa 8 artefak yang mahaguru pesankan untuk murid mencarinya 3 tahun lalu. Mohon maaf karena kelemahan murid, artefak ini baru terkumpul 8, maha guru!" Yosep berlutut, wajahnya ditundukan di depan makam pusara.


"Ada tiga artefak lagi yang harus kamu cari, baju zirah Gatotkaca, sarung tangan naga besukih dan juga makam dewanata untuk melebur semua pusaka ini menjadi satu. Pusaka ini terlalu berbahaya untuk berada di dunia ini, cucuku," ucap suara antah berantah.

__ADS_1


__ADS_2