SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 143


__ADS_3

Moka menemukan tubuh Yosep yang tergeletak lemas dalam keadaan pingsan, pedang saber sudah nonaktif dan perutnya berlubang, bekas tusukannya keluar darah. Moka panik dan langsung memapah Yosep lalu membawanya ke pesawat N-Jet.


"Komander tuan terluka parah!" lapor Moka pada komander Lontong melalui sambungan handsfree.


"Apa?! Bagaimana bisa?! Cepat bawa tuan kembali ke markas utama!" titah Komander Lontong dengan berteriak pada kapten Moka.


"Baik komander!" sahut Moka lalu mematikan sambungan handsfreenya. "Jalan secepat mungkin!"


Soska melajukan pesawat N-jet sangat cepat ke Ochobot City di segitiga bermuda untuk mendapatkan penanganan khusus. Yosep terluka sangat parah organ dalam bagian perutnya tertembus dan robek, ia juga mengalami koma.


__


__


__


Pesawat N-jet sampai di hanggar Ochobot City, Yosep langsung dibawa ke rumah sakit Ochobot City dan ditangani oleh Dokter Bluesuekan. Yosep dimasukan ke dalam kapsul penyembuhan untuk dipulihkan, Moka sudah mencoba menelankan pil kintamani ke Yosep namun hanya sedikit robekan perutnya tertutup.


"Dokter bagaimana kondisi tuan?" tanya Moka dengan menyeringai panik.


"Proses penyembuhannya butuh satu bulan, luka pedang saber sangat sulit disembuhkan. Kondisi mentalnya lemah tuan mengalami koma," balas Dokter Blue dengan raut muka sedih.


"Bagaimana ini aku harus berbicara dengan tuan Albert, ia pasti marah besar?" pikir Moka sambil memijat pelipisnya.


Komander Lontong telah menghubungi Albert, bahwa Yosep terluka parah. Albert sangat marah besar dan menyuruh Yosep membawa Yosep pulang ke Indramayu untuk mendapatkan perawatan terbaik di rumah sakitnya sendiri.


Yosep telah dipindahkan dan dikawal oleh Komander Lontong bersama Albert yang langsung berteleportasi ke Ochobot City. Yosep diterbangkan dengan pesawat jet OT, ia ditaruh di dalam kapsul penyembuhan.

__ADS_1


Semua orang bersedih dan menangis haru ketika Yosep sampai di rumah sakit Budi Asih Technology, wajahnya yang tampan begitu pucat pasi.


Albert juga mengabari Kenshin bahwa Yosep mengalami luka parah dan koma. Ryuna langsung terbang dari Jepang bersama Kenshin dan Sasaki. Sementara perusahaan Xerox Z enterprise dikelola oleh Yamada yang bekerja dibawah klan Himura.


"Mas kenapa kamu seperti ini mas? Hiks, hiks, hiks" tangis Rany sambil memegang tangan Yosep.


"Ia mas, jangan tinggalkan Ziva mas! Bangun mas! Hiks, hiks, hiks!" Ziva menangis cukup histeris, Setyo menenangkan Ziva dan meyakinkannya bahwa Yosep pasti sembuh.


Zahra hanya menangis sambil membelai kepala Yosep dengan lembut, robekan luka Yosep sudah dioperasi oleh dokter blue agar tidak infeksi. Zahra tak sanggup berkata apa-apa, Devi tidak mendapat kabar jika Yosep terluka. Ryuna sendiri tak berani masuk ke dalam karena tak tega dengan Yosep yang sedang terbaring koma. Ryuna hanya menangis di pundak Kenshin, dan Sasaki menenangkan Ryuna bahwa Yosep pasti bangun dan sembuh.


***


8 Bulan kemudian Yosep belum bangun dari koma, rencana pernikahannya juga gagal. Meskipun Barjo sudah aktif tak bisa berbuat apa-apa.


Di dalam alam bawah sadar Yosep, ia sedang duduk di sebuah taman yang indah dan berlangitkan cahaya putih.


Ctak!


"Ya eyang guru. Saya akan kembali, entahlah saya juga tidak tahu tiba-tiba ada disini. Selamat tinggal eyang guru, semoga engkau jangan menungguku untuk menyusulmu eyang guru, saya belum menikah!" teriak Yosep yang terbang melayang ke arah portal putih setelah disentil Mahaguru Janggut putih.


"Dasar murid lucknut, ga ada akhlak, sue!" umpat Mahaguru Janggut putih dengan tersenyum tipis. Jiwa Yosep terbang dan kembali ke tubuhnya. "Hanya itu yang bisa aku berikan padamu, anaku!"


Setiap hari Yosep di rawat bergantian oleh Rany, Ryuna, Zahra dan Ziva. Yosep dipindahkan ke rumahnya di VJC 01, proyek supermall sudah selesai tinggal menunggu Yosep bangun untuk meresmikannya. Kadang juga Wulan, Vanya, dan Devi menengok serta merawat Yosep.


Rany menceritakan masa lalunya bersama Yosep di sekolah, seperti makan di kantin, bercanda di perpustakaan sekolah lalu di marahi oleh penjaga perpustakaan. Semua hal-hal yang indah Rany ceritakan untuk membuat Yosep bangun. Karena Rany sudah bersama Yosep menjadi sahabatnya sejak kelas 1 SMK. Jadi banyak kenangan indah diantara mereka berdua.


Dawi juga ikut membantu bersama Albert. Dawi menceritakan masa kecil Yosep yang cukup bahagia sebelum ayahnya meninggal. Tangan Yosep bergerak, "yos bangun yos!" panggil Dawi lirih dan mengelus punggung tangan Yosep.

__ADS_1


Yosep membuka mata perlahan, semua tubuhnya belum bisa digerakan dan masih lemas. Nafas Yosep masih terengah-engah, Jayus segera menelepon Dokter Boyke untuk datang bahwa Yosep sudah siuman.


Karyawan yang sedang menguping dibalik pintu ruangan dokter Boyke bersorak gembira, "hore! Tuan Yosep sudah siuman!" teriak serentak 10 karyawan. Pekerjaan mereka setiap hari menunggu kabar dari Dokter Boyke tentang Yosep.


"Dasar anak-anak itu, ga sabaran. Setiap hari nguping terus!" gumam Dokter Boyke sambil menepuk jidatnya dengan raut tersenyum tipis. Boyke langsung keluar dari rumah sakit menuju rumah Yosep. 10 karyawan rumah sakit memberitahukan kabar gembira itu pada semua orang yang ditemuinya, saking gembiranya salah satu karyawan mengumumkan lewat microphone resepsionis.


__


__


__


Dokter Boyke sampai di rumah Yosep. Lalu masuk ke kamar Yosep, untuk memeriksanya. Seharusnya memang pil naga emas bisa menyembuhkan Yosep dari komanya tapi stok pil itu sudah habis, dan juga hanya Yosep yang bisa meraciknya dengan tungku wijayanaga.


Dokted Boyke memeriksa tubuh Yosep, "syukurlah semuanya aman. Tinggal melatih otot motoriknya untuk bergerak agar ia bisa berjalan seperti semula," ujar Boyke dengan raut muka tersenyum. "Untuk sementara mas dokter super yang banyak idolanya ini harus istirahat seperti biasa. Nanti dibantu untuk berjalan ya bu!"


"Ya dok, terima kasih," balas Dawi.


Rany enggan pulang setelah Yosep bangun, begitu juga ketiga calon istrinya yang lain. Mereka ingin merawat Yosep dengan penuh kasih sayang.


Dokter Boyke melepaskan alat pembantu bernafas di hidung Yosep. Ekspresi Yosep hanya tersenyum tipis dan belum bisa berbicara banyak, dalam hatinya ia sanat senang orang yang dicintainya masih menunggu dan merawatnya dikala Yosep dalam keadaan sakit parah seperti ini.


"Terima kasih sayang!" batin Yosep lalu mencoba duduk namun masih lemas.


"Mas kamu ingin duduk?" tanya Rany pada Yosep dan ia menjawab hanya menganggukan kepala. Zahra sudah menyiapkan bubur jikalau Yosep bangun dan ingin makan, itu yang dilakukan Zahra setiap hari dengan harapan Yosep bisa siuman.


Rany mendudukan tubuh Yosep dan menyandarkannya pada bahu Rany, perut Yosep berbunyi lalu Zahra menyuapi Yosep bubur dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


__ADS_2