SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 125 Waktunya Pulang


__ADS_3

Yosep keluar dari ruang tunggu VVIP dengan membawa koper berisi uang 1.2 milyar. Semua orang tertegun melihat Yosep keluar dari ruangan nasabah VVIP, pemuda seperti gelandangan tapi punya akses yang sangat khusus di bank Abc.


Para nasabah berbisik-bisik mengenai Yosep, "ehem ... itu adalah big bos pemilik bank abc diseluruh antero Asia," ujar pegawai bank wanita sambil berdehem keras.


"Hah?!" semua nasabah menjatuhkan rahangnya serentak. Mereka tak percaya pemuda yang seperti gelandangan itu adalah pemilik bank Abc.


Yosep berjalan ke arah tempat pembelian tiket, untuk membelikan tiket untuk mereka bertiga ke Bali. Yosep bertransaksi dengan petugas tiket lalu kembali menuju mereka bertiga yang sedang berada diruang tunggu VVIP.


"Bos bagaimana?" tanya Tarung.


"Beres, ini tiket kalian. Dan ini uang jajan kalian disana, jika kurang langsung hubungi saya. Kalian akan berlibur sampai saya menikah, nanti saya hubungi sebelum hari pernikahan kalian sudah berada di Indramayu. Kalian nanti boleh kembali ke Bali setelah hari pernikahan saya," jawab Yosep sambil memberikan 3 tiket dan koper berisi uang 1,2 milyar.


"Siap bos!" balas mereka serentak.


Raiden menerima koper itu dan penasaran lalu membukanya, "wow bos! ini banyak sekali uang jajannya!" ujar Raiden dengan mata berbinar-binar.


"Ya terimalah! Anggap saja bonus dari saya karena kalian telah berkerja keras. Masing-masing 400 juta rupiah, jendral nanti bagi rata saja dan buatlah atm di bank abc nanti setibanya di Bali," ujar Yosep.


"400 juta?!" ujar mereka bertiga serentak lalu menjatuhkan rahangnya. Padahal mereka hanya beberapa hari saja ke Bali, tapi Yosep memberikan uang jajan dari uangnya sendiri 1,2 milyar.


Mereka sangat bahagia punya bos yang baru dan sangat perhatian. Sebelumnya mereka terus berjibaku dengan misi tanpa pernah ada liburan sedikitpun.


"Oh ya Tramatron bagaimana?" tanya Yosep.

__ADS_1


"Aman bos, mereka sudah kembali ke segitiga bermuda. Kemungkinan akan mengudara di atas wilayah udara mexico untuk menjaga pangkalan militer rahasia Ochobot City cabang amerika latin," jawab Raiden.


"Memangnya kenapa pangkalan itu meski dijaga ketag?" tanya Yosep dengan raut muka penasaran.


"Kami sedang mengalami konflik disana dengan pemimpin besar bandar narkoba terbesar didunia bernama Pablo Esteler. Mereka juga sedang mengincar senjata yang sedang kami kembangkan disana, bernama Xerga. Senjata berbentuk tangan mekanik yang bisa menembakan bom atom dengan jumlah skala 10 kali lipat ledakannya," jawab Raiden.


"Ya bos, tapi kami sudah mengamankan senjata itu ke segitiga bermuda. Pasukan elite hanya mengamankan ribuan senjata mutakhir yang berada di markas pangkalan rahasia, takut mereka mencuri atau menyerang markas. Pablo Esteler orangnya sangat nekat, dia juga mempunyai sepatu emas bernama kuda sembrani."


"Sepatu itu bisa bergerak cepat dan mengeluarkan petir yang sangat kuat. Kami cukup kewalahan jika kami bertarung dengannya," imbuh Tarung dengan tatapan mata yang tajam, mengingat kekalahan dirinya beberapa bulan yang lalu ketika bertarung dengan Pablo Esteler.


"Sungguh gawat kalau dibiarkan. jendral adakah alat teleportasi agar aku bisa ke markas pangkalan rahasia?" tanya Yosep.


"Ada bos. Sekarang kan bos yang memimpin, coba kemarikan jam tangan bos!" pinta Raiden, lalu Yosep melepaskan jam tangan miliknya dan memberikannya pada Raiden.


"Terima kasih jendral. 3 hari lagi saya akan ke meksiko meninjau pangkalan rahasis sekaligus menjaganya dari pablo Esteler," balas Yosep. "Baiklah saya akan kembali ke mansion, kalian hati-hati di jalan. Jika sudah sampai kabari saya."


"Siap bos!" ujar mereka bertiga serentak lalu membawa koper yang mempunyai roda menuju area check in pesawat.


Yosep kembali ke klan Himura dengan melajukan mobil Koyota Alphard sangat cepat, dalam 25 menit ia sudah sampai di pintu gerbang utama mansion klan Himura. Penjaga membukakan pintu gerbang, Albert menunggu di teras. Ia sudah menikmati makan tadi bersama Kenshin.


Jam sudah menunjukan pukul 16.01 waktu Jepang. Albert sudah bersiap untuk berangkat, Ryuna yang melihat Yosep hanya memakai kaos memberikannya sweater. "Mas pakailah, cuaca hari ini cukup dingin malam ini," ujar Ryuna yang meneteskan air mata karena harus berpisah dengan Yosep beberapa saat.


"Jangan bersedih, kita berpisah untuk bertemu lagi," ujar Yosep sambil menyeka air mata Ryuna.

__ADS_1


Albert yang sudah izin pamit masuk mobil, Yosep mencium tangan Kenshin lalu memeluknya juga memeluk Sasaki. "Satu minggu sebelum pernikahan, saya harap ayah mertua dan kak Sasaki sudah berada di Indonesia. Saya ingin memperlihatkan betapa indahnya Indramayu pada kalian," pinta Yosep.


"Beres, kabari kami ya!" balas Kenshin.


Yosep memeluk Ryuna lalu mencium keningnya, dengan berat hati ia harus meninggalkan Ryuna sementara. Yosep melepaskan pelukannya pada Ryuba dengan perasaan sedih, lalu masuk mobil.


Ryuna, Kenshin dan Sasaki melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan. "Jika sudah sampai kabari kami ya, dadah ...!" terika Ryuna.


Yosep melajukan mobilnya keluar dari pintu gerbang utama menuju arah Indonesia ke selatan. "Mode terbang dan stealth!" titah Yosep yang sudah menekan jam tangan miliknya.


[Perintah suara diterima. Kita akan mengudara dalam hitungan 10 ... 9 ... 8 ... 7 ... 6 ... 5 ... 3 ... 2 ... 1 ...]


Mobil pun menghilang dari pandangan lalu mengeluarkan sayap dan mulai terbang. Yosep menaikan ketinggian mobil sampai 5000 meter di atas permukaan laut.


"Mantap mobil ini ternyata biss terbang!" puji Albert sambil mengacungkan jempol.


"Paman beristirahatlah jika capek. Saya akan melajukan secepat mungkin, agar kita bisa sampai ke Indonesia tidak terlalu lama," ujar Yosep lalu memberikan selimut ke Albert dan menyelimutinya.


Yosep sudah menganggap Albert seperti ayah sendiri, begitu juga Albert sudah menganggap Yosep seperti putranya sendiri. Albert sebenarnya ingin mewariskan Ochobot ke Raiden, Kokoci, Tarung dan Ryuna tapi mereka belum bisa memimpin Ochobot dengan benar.


Albert takut dibawah kepemimpinan mereka Ochobot akan hancur. Dan terbukti sing tadi Kokoci, Tarung dan Raiden tidak bisa melumpuhkan Abu Jagal.


Albert membutuhkan orang yang sangat kuat, jenius dan rendah hati. Dan Yosep masuk dalam kandidat Albert, makanya Albert memaksa Yosep untuk menerima menjadi pewaris Ochobot Technology. Albert juga melihat dari sorot mata Yosep dia orang yang tulus dan ikhlas. Jadi Albert sudah ikhlas jika Yosep memimpin Ochobot Technology.

__ADS_1


__ADS_2