
Yosep sampai di sebuah ruangan dengan banyak patung, totalnya ada sembilan puluh sembilan patung. "Jiwa yang mati tetap abadi, sekalipun dibakar di dalam tujuh api neraka. Dan akan berbentuk kembali meskipun jiwa itu hancur berulang kali," gumam Yosep membaca tulisan di sebuah prasasti dengan tulisan aksara san sekerta di bagian tengah ruangan.
Grag!
Patung-patung berbentuk tentara kuno membawa pedang, itu bergerak lalu berjalan ke arah Yosep. Patung-patung itu menebaskan ornamen batu pedang yang sudah menjadi pedang sungguhan, dengan sangat gesit Yosep menghindari tebasan demi tebasan.
Syat!
Syat!
Lama-kelamaan tubuh patung yang berbentuk batu itu mulai berubah seperti manusia, tapi tanpa kedua bola mata, aura hitam menyelimuti semua mayat hidup yang berubah dari batu.
Bam!
Bam!
Yosep memukul kepala mereka satu persatu, dengan sangat cepat, sembilan puluh sembilan mayat hidup kepalanya lepas dari tubuhnya. "Kkkkkkkkk!" mereka tertawa, kepala mereka yang lepas menyatu kembali tapi jumlahnya berkurang menjadi sembilan puluh delapan, satu mayat hidup luruh jadi debu hitam.
Mata mereka yang hilang muncul dengan pupil mata merah darah, taring di sudut bibirnya juga muncul. Sembilan delapan mayat hidup kembali menyerang Yosep, "Benar-benar menyebalkan!" Yosep terus menghindari tebasan pedang mayat hidup yang menyerang satu persatu.
Syat!
Syat!
"Naga mendaki gunung!" Yosep memukulkan ke permukaan lantai, hingga membuatnya retak. Lantai bergetar lalu bergelombang, sembilan delapan mayat hidup, satu persatu terpental ke langit-langit ruangan, tubuh mereka terpisah dari tangan dan kakinya.
Tubuh mereka menyatu kembali tapi jumlahnya berkurang satu menjadi sembilan puluh tujuh, semua mayat hidup urat ototnya semakin membesar. "Sial, jika terus begini stamina dan energiku akan cepat habis terkuras. Lalu mereka akan memangsaku, bangsat!"
__ADS_1
Trang!
Trang!
Gerakan sembilan puluh tujuh semakin cepat dalam mengayunkan pedang. Yosep membelokan tebasan pedang menggunakan salah satu tangan mayat hidup yang tangannya Yosep pegang.
"Jiwa yang mati tetap abadi, sekalipun dibakar di dalam tujuh api neraka. Dan akan berbentuk kembali meskipun jiwa itu hancur berulang kali. Apa maksud tulisam itu?" pikir Yosep sambil menendang satu persatu kepala mayat hidup hingga lepas dari badannya. "Ya, itu jawabannya! Deityas aksa!"
Pupil mata yosep yang berwarna putih kebiruan karena mengaktifkan reinka aksa berubah menjadi pupil mata beriak air berwarna hitam legam. Kedua telapak tangannya juga muncul mata dengan pupul mata beriak air berwarna hitam legam.
Slurp!
Yosep menempelkan tangannya pada mayat hidup satu persatu dan menghisap jiwa gentayangan yang tak tenang, penuh ambisi dan keserakahan ke dalam mata beriak air berwadna hitam di telapak tangannya. Tanpa Yosep sadari, taring di sudut bibirnya memanjang, kedua tanduk merahnya muncul di kepalanya.
Tubuh Yosep dipenuhi aura kematian yang sangat gelap, semua mayat hidup sudah habis, semua jiwanya Yosep serap, tubuh mereka luruh menjadi debu setelah jiwanya tak bersemayam lagi di dalam jasad mereka.
Deg!
Deg!
Jantung Yosep berdetak kencang, seiring detakan seperti jantung yang berada di dalam makam nawadewanata itu berbunyi, ruangan makam dewanata bergetar pelan tapi cukup membuat Yosep terhuyung. "Aaarkh!" Yosep berlutut satu kaki dan memegangi dada bagian jantungnya. "I-ini sa-sangat sa-sakit se-sekali!"
Sembilan artefak bedawang sangaresi keluar sendiri dari inventori sistem, lalu terbang menuju makam nawadewanata. Mulai dari mahkota kurusetra, kedua sarung tangan kalimasada, baju zirah gatot kaca, sepasang sepatu kuda sembrani, batu mustika semesta, belati kalamurka, tongkat dewa kera, pedang ksatria nusantara. Dari dalam tubuh Yosep juga keluar cahaya emas lalu membentuj poneglyph berberbentuk kotak bertuliskan kitab ajian nawadewanata.
"Huff ... huff ... huff ...." Nafas Yosep memburu, dan menonaktifkan deityas aksa, tangan Yosep meraba kepalanya sendiri. "Sepertinya aku akan seperti Bayanaka, jika seperti ini terus. Aku harus bergegas!"
Yosep bangkit dan berjalan perlahan menuruni anak tangga menuju ruangan makam nawadewanata. Akhirnya ia sampai dan membulatkan mata melihat semua artefak sudah terpasang di tempat masing-masing. "Penyatuan cahaya dan kegelapan akan menciptakan kehampaan terus berulang. Takdir berada di tangan orang yang memegang takdir, maka takdir bisa dirubah di tangannya," gumam Yosep membaca tulisan aksara sansekerta yang tertulis di makam nawadewanata.
__ADS_1
Yosep mengingat, ingatan kaisar wijaya kusuma dimasa lalunya. Yosep melihat kaisar wijaya kusuma meneteskan 10 tetes darah di makam nawadewanata, "Oh seperti itu!" Yosep menggigit telunjukan kanannya lalu meneteskannya pada lubang kotak kecil di makam nawadewanata.
Tes!
Tes!
Makam nawadewanata berubah menjadi chakram berwarna emas berdiameter 1 meter, melayang 2 meter dari permukaan lantai ruangan. Lalu merekah seperti bunga lotus dan muncul bongkah batu sebesar bola baseball berwarna merah.
Barjo tiba-tiba keluar dengan bentuknya yaitu naga merah kecil dengan tiga sayap iblis di punggung kiri dan tiga sayap malaikat di punggung kanan. Barjo terhisap ke dalam batu mustika lotus semesta, dan batu mustika itu melayang perlahan masuk ke dalam tubuh Yosep.
***
Di situs gunung padang.
Langit di sekitarnya gelap tertutup awan tebal, dari moncong piramidnya menembakan sinar laser ke atas langit. Pusaran awan hitam berputar mengelilingi sinar laser merah kehitaman yang menembak ke atas langit.
"Sial, aku sudah terlambat!" kata Dokter Yadna yang sangat menyesal telah membebaskan Bayanaka dan membuatnya berkeliaran bebas, matanya terus menatap fenomena yang berada di atas langit. "Aku sudah tak bisa mengendalikan diriku lagi."
"Hahahaha, benar. Berkat anak bodoh itu, kekuatanku semakin meningkat, tidak apa-apa setengah jiwaku terjebak di nawadewanata tapi itu menjadi penghubung antara aku dan kekuatan dewa jayalaksana, hahahaha." Bayanaka yang berada di dalam tubuh Dokter Yadna tertawa jahat. "Sekarang tubuhmu adalah milikku!"
Jiwa Dokter terpenjara di dalam tubuhnya sendiri dan digantikan oleh jiwa Bayanaka yang semakin kuat. "Sebentar lagi, kebangkitan dewa kehancuran akan bangkit, hahahahaha!" Bayanaka tertawa jahata sangat keras.
***
Yosep sudah berteleportasi ke pulau Komodo, Rany dan Ryuna sudah terbangun namun masih lemas serta sedang dijaga oleh Dawi juga tim trhone army perempuan.
"Bagaimana Yos? Apa yang sebenarnya terjadi?" Dawi bangkit melihat Yosep masuk ke kamar yang dikhususkan untuk persalinan Rany dan Ryuna.
__ADS_1
"Semuanya baik-baik saja mi! Yos berhasil menangkap iblis yang mencuri kedua jiwa bayi di dalam kandungan Rany dan Ryuna. Yos juga sudah menemukan obat untuk Ryuna." Yosep berjalan perlahan menghampiri ranjang tidur Rany dan Ryuna.
Telapak tangan kanan ditempelkan pada perut Rany yang berada di sebelah kanan Yosep, dan telapak tangan kiri ditempelkan pada perut Ryuna yang berada di sebelah kiri Yosep. Yosep sedang mentransfer jiwa kedua bayinya yang berhasil ia selamatkan dari tangan Bayanaka.