SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 169


__ADS_3

Sore hari Yosep sudah kembali ke Indramayu, dengan pesawat dan turun di bandara Kertajati, Kemudian menyuruh Nyotnyokong menjemputnya di bandara. Yosep trauma naik bus, bukan karena busnya tapi karena para perempuan yang selalu histeris dengan dirinya.


___


___


___


Yosep sudah sampai di rumah barunya, ia meminta Nyotnyokong menghantarkan dirinya ke rumah baru. Dan berencana akan mengadakan syukuran rumahnya hari ini, Yosep sudah memesan banyak makanan di kafe dan warung nasi padang Haris.


Yosep juga meminta Devi untuk mengisikan furnitur di dalam rumahnya. Devi melengkapi rumah Yosep dengan fasilitas swimming pool, gym, di samping kirinya lapangan sepak bola, lapangan futsal, lapangan badminton, voli, dan juga tenis. Di atas rumah juga ada taman kecil, untuk Yosep bersantai. "Akhirnya punya rumah dari hasil kerja keras, bukan dari sistem," gumam Yosep.


Yosep mengundang warga Munjul mendoakan syukuran rumahnya. Yosep menghubungi pak Suparta untuk janji temu besok, untuk membicarakan gedung.


Devi di dapur sedang membuatkan kopi untuk Yosep yang sedang bersantai di taman atap. Lalu naik ke atas dengan lift, Devi sangat mengetahui takaran kopi Yosep, 2 sendok teh gula dan 3 sendok teh kopi. "Ini Yos, kopi untukmu!" Devi meletakan secangkir kopi di atas meja dekat kursi pantai. Yosep sedang rebahan disana sambil memejamkan mata, terukir jelas dari wajahnya rasa lelah.


Yosep bangkit dan menyeruput kopi yang dihidangkan Devi, "kopinya enak banget, sama seperti biasanya. Kamu masih ingat ya Dev, takaran kopiku, terima kasih!" ucap Yosep.


"Sama-sama Yos, aku sejujurnya takut kehilanganmu Yos. Setelah kamu bekerja di rumah sakit, kamu sudah jarang main denganku," balas Devi.


"Ya aku terpaksa Dev, bekerja karena harus memenuhi kehidupanku yang pas-pasan waktu itu. Bukannya saya tak mau lagi bermain denganmu lagi, tapi waktu yang tak mengizinkan kita bertemu. Seandainya saya tidak memilih menjadi dokter. Hidup keluargaku ya biasa-biasa saja, tentu saya juga akan menikahi denganmu Dev, dan kita akan hidup kekurangan menjalani rumah tangga," jelas Yosep.


"Ya kamu benar Yos, tapi aku sangat berterima kasih padamu Yosep berkat kamu hidupku juga berubah. Dan banyak warga tertolong dan menyejahterakan warga," ucap Devi.

__ADS_1


Yosep menyeruput kopi buatan Devi sampai habis, dari luar rumah terdengar suara bunyi klakson mobil. "Sepertinya mereka sudah datang," Devi dan Yosep turun ke lantai bawah lalu ke pintu depan membukakan pintu gerbang.


Mobil Vanya dan mobil box deliveri kafe membawakan 1000 box nasi box premium dan 2000 box cake. Haris juga mengantarkan 1000 box nasi padang paket lengkap, Yosep menyuruh pak Samun untuk mengambil nasi padang pesanannya di warung nasi padang Haris dengan mobil box punya Raimu Farm.


"Ris, beli mobil box! Kasihan nanti punya pelanggan pesanannya banyak ngirimnya susah," pinta Yosep.


Vanya, Devi, Wulan, dan Sylvia sudah berada di taman atap rumah. Semua nasi box dipindahkan oleh tim petani yang membantu Yosep dan tetangga sekitar.


"Bro! Bro! Darimana aku ini dapatkan uang sebanyak itu, untuk membeli mobil box," tandas Haris.


"Ya sudah, ini saya kasih proyek. Saya mau kamu 3 hari dalam seminggu kirim 4000 box nasi padang padang Dharmayu supermall. Tapi kirimnya dua kali siang pukul 11.00 dan sore pukul 19.00. Bagaimana bisa?" tanya Yosep.


"Bisa tapi saya mau surat perjanjian kontrak," pinta Haris.


"Saya tahu ini bisnis adalah bisnis, dan saya sudah siapkan. Mari kita ke atas!" ajak Yosep.


"Ya syukuran," jawab Yosep. "Dev! tolong buatkan minuman buat Haris!"


"Ya yos, siap!" Devi turun ke dapur membuatkan minuman untuk Haris. "Mungkin aku tambahkan lagi, dapur di atas biar Yosep nanti tidak bolak-balik jika ada tamu penting!"


Dari atap Yosep terlihat pemandangan hamparan sawah yang hijau, sejauh mata memandang. Di taman atap juga da tempat meditasi, swiming pol kecil dan juga tempat gym.


Devi kembali dari dapur, dan menghidangkan kopi untuk Haris. "Woy! kalian bertiga dari tadi otak-atik laptop terus, sini napa nongkrong!" teriak Yosep.

__ADS_1


"Eh ya mas!" balas Wulan, Sylvia, dan Vanya serentak. Mereka bertiga langsung duduk di kursi meja bundar.


"Sylvia! Tolong surat perjanjiannya!" Sylvia memberikan surat perjanjian kontrak yang Yosep pesan pada Sylvia. Kontrak catering nasi padang dengan nilai kontrak 12 milyar/tahun dan bonus tepat waktu perbulannya 100 juta. Yosep juga memberikan dua mobil box di dalam nilai kontrak. "Baca dan tanda tangani!"


"Ah, sudah masa harus di baca, aku yakin sama kamu Yos," balas Haris.


"Tapi aku meminta harga nasi padang lengkap 20.000/porsi, tidak apa-apa?" tanya Yosep. "Kamu kan bisa nego?"


"Tidak apa-apa untung sedikit juga tidak masalah, aku sudah punya penghasilan tetap setahun ke depan. Intinya amanlah, terus pembaya ..." ucap Haris terpotong, dia sudah menandatangani kontrak.


"Sudah aku transfer, lihat. Saya transfer full satu tahun 12 milyar. Dua Mobil boxnya juga sudah dikirim ke warung kamu Ris!" Yosep memperlihatkan bukti transfer ke Haris."


"Buju busrak! Edan! Baru di tandangani sudah dibayar full," ucap Haris membulatkan mata.


"Ya awas! Amanah ya, dan tepat waktu. Kan kamu untung juga kalau tepat waktu, aku kasih bonus tambahan 100 juta/bulan," ucap Yosep.


"Siap pak big bos!" balas Haris.


"Yos! pak ustadz Rahmat sudah datang, acaranya mau di mulai!" panggil Devi dari lift.


"Ayo kita ke bawah!" ajak Yosep. Mereka semuanya turun ke bawah, dan pak ustadz Rahmat memulai acaranya. Total ada 1500 orang yang hadir dalam acara Syukuran Yosep, mereka sampi duduk ditikar lapangan sepak bola. Yosep juga sudah menyiapkan amplop berisi 500.000/amplop, untuk warga yang ikut mendoakan syukuran rumah Yosep.


Acara syukuran rumah baru Yosep berjalan khidmat, "Terima kasih bapak, ibu, pemuda dan pemudi yang telah hadir, untuk mendoakan acara syukuran rumah saya. Silahkam hidangannya dinikmati dan saya hanya bisa memberikan sedikit amplop untuk warga yang hadir."

__ADS_1


"Dan juga saya mengumumkan bahwa lapangan olahraga, di samping rumah saya hibahkan untuk warga, silahkan digunakan untuk para warga secara gratis. Tapi tolong jaga kebersihan, keamanan dan kenyamanannya sehabis menggunakan lapangan, sekian dan terima kasih!" ucap Yosep melalui mikrofon.


"Syukurlah akhirnya desa kita punya tempat olahraga," batin pak kades Haji Sutarma. "Padahal saya sudah mengajukan proposal untuk membangun gedung olahraga ke pemerintah kabupaten tapi belum disetujui. Mas Yosep dengan tulus malah menghibahkan lapangan olahraga yang lebih lengkap fasilitasnya."


__ADS_2