SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 129 Sepakat


__ADS_3

"Baik mas dokter, silahkan!" balas Bupati Rena. "Pak Suminto tolong siapkan!"


Suminto menyiapkan proyektor, "silahkan mas dokter," ujar Suminto dengan senyum ramah.


Yosep menyambungkan laptop miliknya yang ia keluarkan dari tas miliknya. Jika keadaan sangat penting Yosep selalu membawa laptop kesayangan miliknya itu. Laptop Yosep sudah tersambung ke proyektor, Yosep mulai mempresentasikan rancangan desain Supermall Raimu Dharmayu.


"Selamat pagi Ibu Rena dan bapak Latif, ini adalah rancangan desain yang akan dibangun di depan jalan raya pantura Patrol. Konsep mallnya one stop shoping dengan 5 lantai, depan mall akan di isi wahana bermain, dibelakang mall yang terhubung dengan sky bridge ada wahana kolam renang super facility dengan beberapa kolam jenis berbeda-beda."


"Mulai dari kolam khusus anak, remaja dan dewasa, kolam ombak, kolam wahana dan juga kolam khusus surfing. Di sebelah kanan mall ada taman dilengkap dengan fasilitas outbond dengan nuansa hutan jurasik park yang lebat dan asri. Disebelah kiri tempat parkir berlantai 5 terhubung dengan sky bridge," jelas Yosep.


Rena dan Latif sangat terpukau dengan desain Yosep, "Lalu berapa lahan yang dibutuhkan mas dokter? Sedangkan di jalan raya bagian selatan semuanya sawah milik petani Patrol semua," tanya Rena.


"10 hektar persegi. Saya akan membuka harga beli mulai dari 2 juta satu meter persegi. untuk 1 hektar depan dekat jalan, dan 1,8 juta 2-10 hektar ke belakang. Bagaimana bu?" tanya Yosep.


"Kalau saya dan pak Latif akan memberikan izin untuk proyek ini. Kita akan membantu mensosialisasikan pada warga yang tanahnya kena gusur di Patrol dan bekerjasama dengan pejabat setempat," jawab Rena. "Ini sebagai ras terima kasih rakyat Indramayu, biarkan kami yang akan mengurusnya."


"Tidak perlu merepotkan ibu Bupati, sebentar bu!"" ujar Yosep lalu keluar dari ruangan menuju mobilnya untuk mengambil koper uang. Yosep hanya ingin mempercepat izinnya, jadi ia langsung bertransaksi di dalam kantor. Yosep masuk kembali, "saya hanya meminta surat rekomendasi pembangunan mall bu."


Yosep memberikan uang 10 milyar sebagai biaya perizinan dan pembuatan surat rekomendasi dari Bupati. Yosep hanya meminta camat dan kepala desa Patrol lama untuk mengirimkan data yang mempunyai lahan yang Yosep akan bangun supermall.


"Ini apa mas dokter?" tanya Rena.


"Uang bu untuk membuat surat rekomendasi dan juga izin, setelah saya mendapatkan semua sertifikat dan berdirinya PT.Raimu Dharmayumall. Saya akan langsung mengirimkan semua syarat pembangunan sama ibu," pinta Yosep.

__ADS_1


"Baik mas dokter Yosep. Kami tunggu kabar baiknya. Saya akan membuatkan surat rekomendasinya sekarang," ujar Rena lalu membuatkan surat rekomendasi. "Ini mas dokter, dan uang ini tidak usah. Sebagai rasa terima kasih, kami malah akan memberikan subsidi 35% biaya pembangunan Dharmayumall, baik perizinannya dan juga pembebasan lahan sampai perizinan pembentukan PT. Raimu Dharmayu Mall."


Rena sudah membayangkan jika supermall itu dibangun, maka ekonomi Indramayu akan naik, ditambah banyak wisatawan domestik akan mengunjungi Indramayu. Yosep juga berencana mengisi barang di dalam mall semuanya dari para pengusaha Indramayu dari kecil hingga besar. Mulai dari furniture, baju, kosmetik, sembako, sayur, buah dan lain-lain.


Yosep dan Albert izin pamit, meninggalkan kantor Bupati lalu menuju Patrol. Rena memberikan nomor kontak camat dan Kepala Desa Patrol yang sudah diberi kabar oleh Rena untuk mengumpulkan semua orang yang mempunyai sawah di tempat Yosep akan membangun Mall.


Yosep menelepon Vanya untuk mengurus pembentukan PT. Raimu Dharmayu ke pak Sudaryawan, untuk dibuatkan semua kebutuhan untuk mendirikan Perusahan baru. Yosep sudah mempunyai 3 perusahaan dibawah naungannya, ia juga ingin menambah perusahaan khusus bidang pelatihan dan pengembangan diri untuk wirausaha. Jadi Yosep juga berpesan pada Vanya untuk memberikan berkas untuk pembuatan PT. Raimu Development and Training Academy.


"Ayah, sebaiknya di cafe saja ya. Saya masih banyak urusan yang harus diselesaikan. Kali saja dapat jodoh, hehehe ...," pinta Yosep.


"Baiklah, hantarkan ayah ke kafe dulu. Jangan terlalu cape dalam bekerja, kamu itu baru saja pulang dari Jepang langsung mengurus bisnis saja," balas Albert.


"Saya hanya tidak mau menunda pekerjaan ayah. Saya bekerja harus memenuhi deadline yang saya buat, soalnya esok hari harus mengecek sawah di kampung," ujar Yosep yang menghantarkan Albert ke kafe.


"Mas kamu kesini?" tanya mereka bertiga serentak dan langsung memeluk Yosep.


Albert yang melihatnya cemberut, "dimana-mana anaku ini selalu saja ada banyak wanita yang menempel, aku kapan?" batin Albert.


"Ya barusan habis dari kantor bupati untuk meminta persetujuan Ibu Bupati, tentang mas akan membangun Mall," jawab Yosep lalu memberikan semua hadiah pada mereka bertiga. "Bunda Mala dimana?"


"Di ruangan manajemen, sedang beristirahat bersama ibu," jawab Rany. "Makasih mas Rany suka hadiahnya."


"Ya mas Zahra juga sangat suka!"

__ADS_1


"Ziva juga sangat suka!"


"Sama-sama, mas senang mendengarnya," balas Yosep.


"Ryuna mana mas? tidak ikut?" tanya Zahra.


"Ryuna di Jepang bersama orang tuanya. Ryuna ternyata anak konglomerat nomor satu di Jepang. Satu minggu sebelum hari pernikahan nanti akan kesini bersama keluarganya," jawab Yosep.


"Sungguh mas? Katanya kan Ryuna anak yatim, syukurlah Zahra juga ikut senang. Mas hidupnya selalu beruntung punya calon istri selalu orang kaya, tidak seperti Zahra," ujar Zahra dengan raut muka murung.


"Ah tidak juga. Sekarang Zahra juga kan sudah jadi konglomerat, seharusnya Zahra jual saja rumah yang di Pengauban dan beli rumah disini yang dekat dengan cafe atau dekat dengan universitas Wiralodra. Kalau perlu mas kasih salah satu mobil mas buat Zahra," balas Yosep.


"Makasih mas. Zahra sangat senang mas selalu memberi semangat sama Zahra," ujar Zahra yang tidak jadi menangis. "Nanti Zahra bicara dulu dengan ibu."


"Zahra sedang tidak sibuk banget kan? Temani mas jalan-jalan ya!" pinta Yosep.


"Tidak kok mas, boleh!" jawab Zahra.


"Mas aku juga ikut ya!" pinta Ziva.


"Aku juga mas!" pinta Rany.


"Sayang, maaf ya mas belum bisa mengajak Rany dan Ziva. Kalian kan sudah sering jalan sama mas, Zahra belum pernah sama sekali. Jadi tolong sayang mengerti ya, mas janji akan ajak jalan-jalan dengan mobil terbang mas," ujar Yosep.

__ADS_1


__ADS_2