
Ryuna memapah Yosep, dan menekan jam tangan miliknya untuk memunculkan cyborg armor suit. "Berat banget kamu mas!" Ryuna menapakan kedua kakinya di atas permukaan air, sebagai seorang mata-mata Ryuna mempunyai segudang alat canggih yang disematkan pada jam tangan kirinya dan menyatu menjadi bagian cyborg armor suit.
Sepatu sky jump bukan hanya bisa melompat tinggi tapi sepatu itu juga mampu bergerak di atas permukaan air. "Untung saja punya sepatu ini, kalau tidak aku dan mas Yosep bisa mati kelelahan disini." Ryuna mengalungkan lengan Yosep yang kekar di lehernya, lalu mulai melompat-lompat menuju arah kepulauan riau.
Tap!
Mata Ryuna berkeliling mencari pulau terdekat, akhirnya Ryuna menemukan pulau Mesanak. Pulau yang cukup sepi namun mempunyai pantai pasir putih yang sangat indah.
Ryuna berhasil sampai tepi pantai pulau Mesanak dan meletakan tubuh Yosep di pohon kelapa yang cukup tinggi berbatang besar.
Ryuna menelentangkan tubuh Yosep, melakukan nafas buatan sambil menekan dada Yosep.
"Guhak! Uhuk, uhuk, uhuk." Yosep terbatuk dan mengeluarkan air dari mulut serta hidungnya.
"Mas kamu sudah sadar?" Ryuna mengangkat tubuh Yosep dan menyandarkannya ada batang pohon kelapa.
"Ini dimana? Bukannya aku sedang berada di tengah laut barusan?" Yosep melirik ke kiri dan ke kanan yang dilihatnya hamparan pantai pasir putih.
"Entahlah mas, aku melihatmu dari monitor Tromotron, tenggelam ke dalam air laut, aku segera menerbangkan mobil mas dan menceburkannya ke laut untuk menolong mas. Aku khawatir mas Yosep terjadi apa-apa jadi bergegas, terus aku melihat pulau ini dan membawa mas kesini," jelas Ryuna dengan wajah polos.
"Maksud Ryuna mobil lambhorginu mas?"
"Ya, mobil yang bisa terbang itu mas. Mobil lambhorghini veneno roadster."
"Haaaaaa...!" Yosep menangis bombay, mobil kesayangannya tercebur ke dalam laut. "Mobil kesayanganku!"
"Sudahlah mas, mas Yosep kan uangnya banyak, beli lagi saja yang baru." Ryuna mengelus-elus punggung Yosep untuk menenangkannya. "Lebih baik kita pulang, yuk!"
"Bagaimana bisa pulang, smartphone mas tercebur ke laut. Meskipun ada handphone, belum tentu ada sinyal disini, hmph!" Yosep menggembungkan pipinya.
"Alat komunikasiku juga terjatuh ke dalam laut sewaktu berenang menolong mas Yosep, barusan." Ryuna menaruh kedua tangannya disaku menggeledah saku celananya. "Terus dimana donk mas? Masa kita tidur dipulau ini."
__ADS_1
"Biarkanlah, anggap saja sedang bulan madu. Biar kita berdua bisa mantap-mantap dan buat kamu sampai hamil, hehehe." Yosep tertawa ringan dan langsung memeluk tubuh Ryuna.
"Mesum kamu mas, tapi Una suka!" Ryuna mencium bibir Yosep, darah Yosep mendesir kencang sampai ke ubun-ubun.
Mata Yosep melirik ke kiri dan ke kanan memastikan tidak ada orang di pulau. Keduanya bermesraan disaksikan matahari yang akan terbenam di ufuk barat.
Yosep mengangkat tubuh Ryuna ala bridal style, yang sudah Yosep lucuti tanpa sehelai benang pun ke tepi pantai. Misi Yosep kali ini hanya ingin membuat Ryuna hamil, dan tidak mengurusi masalah lain, salah satunya pembangunan kembali negara Singapura yang telah Yosep jajah secara paksa.
Tiang tegak Yosep semakin kencang dan mulai dimasukan ke dalam gua merah muda milik Ryuna dari belakang.
Ryuna mengerang keras, dan agak menjerit, sensasi mantap-mantap di alam liar memang lebih memacu adrenalin. Yosep melajukan tiang tegaknya secara cepat dalam 45 menit Ryuna sudah final 3 kali dalam posisi yang sama.
"Kamu kuat banget mas, buat aku lebih melayang lagi," bisik Ryuna pada telinga Yosep.
Mendengar pernyataan Ryuna, Yosep semakin semangat menggenjot pedal tiang tegaknya, hingga staminanya terkuras habis hingga terduduk di bibir pantai. Ryuna yang masih ingin merasakan tiang tegak Yosep, bergoyang dan menggeliat semakin lama semakin cepat.
Yosep sudah tak tahan lagi, langsung memuntahkan lahar cairan kental putih di dalam gua merah muda milik Ryuna.
Boom!
Semakin Ryuna keras menjerit, semakin cepat Yosep melajukan tiang tegaknya. Ryuna juga tidak tahan untuk melepaskan cairan kental putih finalnya. Ryuna menjerit panjang, mereka tak sadar jika sudah 2 jam melakukan mantap-mantap, akhirnya Yosep juga mengeluarkan cairan kental putih kedua kalinya.
Boom!
Mereka berdua akhirnya mandi besar di laut berdua. Setelah menunaikan shalat maghrib berjamaah, mereka berdua kelaparan. Yosep membeli pakaian dari shop systemz rencananya juga Yosep akan membuat bisnis dibidang fashion setelah masalah ini selesai. Tapi keinginannya sedikit tersendat karena ia tersesat di pulau antah berantah, untung saja bersama salah satu istrinya, jadi tidak masalah.
Yosep menebang pohon kelapa, untuk membuat pondok kecil, agar terlindungi dari hujan dan binatang buas.
"Mas Una lapar!" rengek Ryuna sambil memegangi perutnya yang berdemo.
"Ya sebentar sayang, mas cari ikan dulu!" Yosep mengeluarkan tongkat dewa naga dari inventori sistem. Lalu melayang dan memukulkannya pada permukaan laut.
__ADS_1
Duar!
Meledak, air laut muncrat ke atas, ikan-ikan berterbangan dengan secepat kilat Yosep menangkap ikan-ikan yang terpental ke atas. "Untuk masalah makan tak masalah, hehehe." Yosep tertawa ringan dan membawa banyak ikan menyeretnya dengan rantai bajra isvara.
Ryuna menyalakan api dengan dua pedang saber yang di gesek-gesekan. "Banyak sekali mas ikannya, perut ini pasti bisa menghabiskannya." Ryuna menepuk-nepuk perutnya.
"Ya silahkan sayang, mas akan memuskanmu lahir maupun batin, hehehe." Yosep mulai menyiangi ikan kakap merah satu persatu dan Ryuna yang membakarnya.
***
"Lapor komandan, tuan Yosep dan kapten Kaizo belun ditemukan," ucap Kapten Moka melaporkan hasil pencariannya.
Bletak!
"Jangan bilang kapten kaizo, nona Ryuna suda jadi nyonya muda istri dari tuan muda Yosep, paham!" Komandan Lontong memukul kepala kapten Moka.
"Siap komandan!" Kapten Moka bersikap hormat tentara. "Lalu bagaimana langkah selanjutnya?"
"Lanjutkan pencarian, kita harus segera menemukan tuan muda Yosep. Coba cari di sekitar pulau terakhir nona Ryuna dan tuan Yosep tenggelam," titah Komandan Lontong.
"Siap Komandan!" Kapten Moka bersikap hormat tentara.
Komandan Lontong menghubungi Albert dan melaporkan bahwa Yosep telah hilang dalam pertempuran melawan Shing Tuku.
Tentu saja respon Albert langsung mencak-mencak seperti genderuwo kurang sajen. Kalau masalah anak kesayangannya itu, pasti Albert marah besar.
"Cepat cari Yosep sampai dapat, kalau tidak jangan pulang!" teriak Albert dari sambungan telepon lalu memutuskan panggilan.
"Orang tua itu selalu membuat gendang telingaku mau pecah saja, sial!" gerutu Komandan Lontong sambil memijat keningnya.
"Oh tuan Yosep, dimana kau berada? Anak buahmu ini pusing mencarimu kemana-mana?" batin Komandan Lontong lalu menyanyi lagu Ayu Ting-Ting alamat palsu.
__ADS_1