SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 156


__ADS_3

Nyotnyokong menurunkan Yosep di lapangan Demang Desa Terisi. Yosep ingin mengambil motor yang ia titipkan pada Haris, jika Yosep menggunakan pengendalian jarak jauh takut membuat Haris histeris bahwa motor Yosep bisa berjalan sendiri tanpa dikemudikan.


"Hai bro, lama tak jumpa!" sapa Yosep. "Maaf saya lama, soalnya banyak urusan di Jakarta, ini saja baru tiba."


"Eh kamu Yos, aku kira pembeli, dari pagi ini belum ada yang beli," sahut Haris dengan bibir melengkung membentuk murung.


"Memangnya saya tidak mau beli atau saya minta gratisan sama kamu, amankan motor?" tanya Yosep. "Ya sudah seperti biasa nasi lauknya rendang dan ayam bakar, minumnya biasa es teh manis 3 gelas!"


"Aman beres, aku sempat bawa motornya ke rumah. Tapi motornya kencang dan ringan juga akselerasinya seperti bukan motor 150 cc," jawab Haris masih dengan raut muka murung.


Tiba-tiba Yosep mendapat pesan dari Pak Awi kalau ada 150 petani yang siap bergabung dan sudah menandatangani kontrak. Mereka juga sudah membuat nomor rekening bank ABC.


"150 banyak juga ya tapi tidak sepadan jika harus mengelola lahan 30 hektar. Nampaknya hari ini saya harus menarik uang lagi buat mereka sebagai biaya kompensasi awal."


Yosep membatin lalu mengirimkan pesan pada pak Awi, tentang 40 petani lain yang beberapa hari lalu mendaftar sudah diberi uang kompensasi awal atau belum. Pak Awi di dalam pesannya, beliau bilang belum karena menunggu keputusan Yosep lebih tepatnya jika masalah uang pak Awi tidak mau mengambil keputusan sendiri karena beliau hanyalah bawahan Yosep.


Haris menghidangkan nasi padang pesanan Yosep dan es teh manis tiga gelas dengan bermuram durja. "Nasib jomblo akut begini, sudah pendekatan sama wanita yang kamu kenalkan satu minggu yang lalu, aku kirim pesan cuma dibaca saja. Ditambah hari ini pembeli belum ada satu pun yang datang sebelum kamu Yos, nasih oh nasib."


"Sabarlah mungkin mereka bertiga sibuk karena mengejar deadline pekerjaan mereka, coba lain kali kirim pesan lagi. Katanya ksatria cinta baru begitu saja sudah gegana (gelisah, galau, merana)," ledek Yosep. "Nih ada rizki buat kamu, hari ini di kantor Raimu Farm waktunya makan siang, cepat buatkan 200 porsi paket lengkap! Makanya sabar!"


Mendengar permintaan Yosep, wajah Haris yang bermuram durja langsung sumringah. "Siap, saya siapkan sekarang tapi ngirimnya bagaimana ya? Saya tidak punya mobil box," tanya Haris.


"Nanti saya akan suruh pak Awi mengirimkan mobil box kesini untuk mengangkut nasi kotak. Saya juga sekalian mau mengantarkan bibit sayuran dan buah-buahan untuk para petani, saya titip disini ya bibitnya!" pinta Yosep.


Yosep makan dengan lahap dan menghabiskan nasi padang itu dengan cepat hanya dalam waktu 5 menit. Lalu membayar uang 8.040.000 untuk 200 porsi nasi pada yang Yosep pesan pada Haris.

__ADS_1


"Ya siap, saya akan siapkan dahulu. Kamu mau kemana?"


"Beli bibit dipasar."


Yosep berjalan ke arah pasar dan mencari gang yang kosong, lalu mengeluarkan 700 kg bibit yang ia beli dari sistem. Yosep tidak mungkin mengeluarkan bibit itu di depan Haris, makanya Yosep sedikit berbohong bahwa ia mau membeli bibit di pasar. Padahal Yosep mengeluarkan bibit itu dari inventori sistem.


Yosep memanggul karung bibit itu satu persatu ke depan warung nasi padang Haris dan menumpuknya. Jarak warung nasi padang Haris ke gang kosong dekat pasar hanya 100 meter. Yosep juga sudah mengambil uang 3 milyar dari rekening pribadinya di bank Abc cabang Terisi, untuk pembayaran kompensasi awal kepada para petani yang baru.


___


___


___


15 menit kemudian mobil box yang dibawa pak Samun dari kantor Raimu Farm datang. Haris masih mempersiapkan pesanan Yosep, Haris bergerak cepat agar Yosep tak menunggu. Yosep memasukan 7 karung bibit sayuran dan buah-buahan itu sendirian serta koper berisi uang 3 milyar, pak Samun yang ingin membantu Yosep, tidak diizinkan olehnya untuk mengangkat karung-karung itu.


Yosep yang melihat Haris kewalahan langsung membantunya, "bro jangan, ini kan kewajibanku," tolak Haris yang masih terus menyiapkan pesanan Yosep.


"Bukan begitu, kalau kelamaan bisa-bisa perut para petani saya berdemo, kasihan juga pak Samun menunggu dan jadi seperti kambing congek, hehehe," canda Yosep.


Haris tak enak hati setelah Yosep membantu dirinya menyiapkan pesanan Yosep sendiri. "Ya sudah, karena kau membantuku Yos, aku berikan diskon 500 ribu," ucap Haris.


"Tidak perlu. Saya ini tidak butuh diskon, uang segitu mah tak masalah. Saya membantu kamu ikhlas, jangan diberi diskon, uang 500 ribu rizki kamu, terima saja!" balas Yosep. "Bila kamu kekurangan modal atau buka cabang baru, hubungi saya saja, saya siap membantu."


Haris merasa bangga terhadap Yosep, disaat orang lain sering menawar pada pembeli Yosep malah tidak menawar sama sekali bahkan mau memberikan modal tambahan padanya.

__ADS_1


"Terima kasih bro, ya jika nanti aku membutuhkan bantuan aku menghubungimu," ucap Haris.


___


___


___


Mobil box yang dikemudikan pak Samun tiba di kantor Raimu CRC diikuti oleh motor Yamaha R15 yang dikendarai Yosep. Di dalam box mobil berisi 200 porsi nasi kotak paket lengkap, koper berisi uang 3 milyar dan 7 karung bibit sayuran dan buah-buahan.


Para petani yang baru saja tiba di ruangan kantor untuk makan siang, dikejutkan suara mobil box yang dikemudikan pak Samun. Yosep menurunkan barang yang berada di dalam mobil box itu sendirian, 150 petani yang baru itu malah mencibir dalam hati karena Yosep hanya memakai baju andalannya, kaos putih, celana training dan sandal jepit.


"Ganteng-ganteng kok jadi babu!"


"Pemuda miskin memang pantasnya jadi babu."


"Miskin ke laut saja sana!"


"Semiskin-miskinnya saya, tidak akan mau menjadi babu seperti itu."


Itulah perkataan yang terbesit dalam hati mereka masing-masing, karena tidak mengetahui, jika pemuda yang mereka remehkan adalah big bos mereka.


"Pak big bos, kenapa malah mengangkatnya sendirian? Dan tidak menyuruh kami," tanya pak Sumadi.


150 petani yang baru tersentak kaget dengan membulatkan mata, pemuda yang ia caci maki ternyata adalah bos besar mereka dan membatin. "Apa?! Big bos?!"

__ADS_1


"Tidak apa-apa pak. Biar saya sehat dengan mengangkat semua barang ini, biar otot saya juga semakin berisi, hehehe," ucap Yosep sambil tertawa ringan.


__ADS_2