
Sepuluh polisi korup dan 20 tentara korup mengepung food truck milik Yosep, "Keluar, menyerahlah! Jangan melawan atau kami tembak!" teriak kapten Zark Owi dari kesatuan polisi sektor Amsterdam.
"Ya keluarlah! Kita bisa bicarakan baik-baik, keluarlah!" timpal kapten Jasinzky dari kesatuan tentara angkatan darat Belanda, dengan berteriak.
Argadhafa keluar dari dalam food truck dengan kedua tangan ditautkan dan menaruhnya pada tengkuk, senyuman licik terpampang jelas dari bibirnya, lalu berkata, "Baiklah, aku menyerah! Tapi coba saja kalau kalian bisa menangkapku, hahahaha ... ajian seta kalagondang!"
Shua!
Tubuh Argadhafa melesat cepat dan menghilang dari pandangan, food truck sudah dipasang bom waktu berdaya ledak sedang hanya radius 20 meter oleh Argadhafa, hitungan mundurnya 5 menit dan tersisa 1 menit.
Dor!
Dor!
Dor!
Tentara dan Polisi Belanda menembaki Argadhafa, tapi begitu peluru mengenai tubuh Argadhafa. Peluru itu tidak mengenainya seperti menembus tubuhnya dan mengenai dinding luar food truck, salah satu peluru mengenai bom yang terpasang di dapur hingga membuatnya meledak.
Boom!
Mobil food truck meledak, gas di dalam mobil juga ikut meledak, semua polisi korup dan tentara Belanda tewas dalam ledakan itu. Untung saja Argadhafa sudah melesat jauh meninggalkan tempat kejadian, kalau terlambat sedetik saja, bisa dipastikan tubuh Argadhafa akan hancur berceceran seperti semua anggota polisi dan tentara Belanda.
Wiuw!
Wiuw!
puluhan Mobil ambulans dan polisi, tiba 5 menit kemudian setelah terjadi ledakan. Pasukan polisi anti bom pun di kerahkan menyusuri perlahan tempat kejadian perkara. Argadhafa sudah berada di atas apartemen, memandang dengan tersenyum jahat, "Itu adalah balasan yang pantas untuk kalian!" ucap Argadhafa.
Yosep muncul tiba-tiba disamping Argadhafa, "Kerja bagus!" Yosep menepuk pundak kanan Argadhafa lalu memberikan satu topeng yang pernah dipakai Yosep sebagai mister nine pada Argadhafa. "Mereka pantas menerimanya, ayo kita bantai keluarga Elscud!"
Argadhafa dan Yosep memakai topeng mister nine lalu melompati satu gedung ke gedung yang lain seperti seorang shinobi. Mereka berdua menuju ke kediaman keluarga Elscud di sebelah utara kota Amsterdam.
Tap!
Shua!
Waktu sudah menunjukan pukul 21.00 WB, mereka berdua tiba di depan pintu gerbang kediaman keluarga Elscud. "Selamat malam tuan penjaga!" Yosep membungkuk hormat pada kedua penjaga yang menjaga pintu gerbang, membuat semua penjaga totalnya 10 orang terkejut. Setelah warga Belanda sering berdemo dan berbuat kisruh, Nero meningkatkan kemanan kediamannya. Delapan penjaga lain bangkit dari pos dan langsung menodongkan senjata magnum ke arah Yosep. "Tenang, tuan penjaga tenang!"
Sepuluh penjaga merasa terancam dan langsung menembaki Yosep, tubuh Yosep tak mempan, puluhan peluru hanya jatuh ke tanah setelah menyentuh tubuh Yosep yang sudah menggunakan ajian serat wadag brajawesi.
Dor!
__ADS_1
Klang!
Klang!
Argadhafa yang melihatnya dari belakang tubuh Yosep hanya tersenyum jahat, "Bodoh, memang sangat bodoh. Senjata melawan kesaktian orang Indonesia hanya berakhir kehabisan peluru, Big bosku ini sangat sakti mandraguna. Mana mungkin kulitnya yang keras seperti berlian bisa ditembus, goblok!" batin Argadhafa.
Tumpukan peluru menumpuk tinggi di depan Yosep, "Kalian memang goblok! Sudah saya bilang untuk tenang, kalau begitu sekarang giliran saya. Ajian serat gulung jagat!" Yosep mengumpulkan energi hawa murni di kepalan tangan kanannya, lalu mengarahkan ke arah sepuluh penjaga keamanan yang berjaga di depan pintu gerbang.
Swush!
Boom!
Sepuluh penjaga terpental dan terluka parah, pintu gerbang langsung jebol, hancur luluh lantak. Kepulan asap dan debu menutupi pandangan Yosep dan Argadhafa, alarm kediaman Sculd berbunyi keras tanda bahaya.
Teeet!
Teeet!
100 anak buah Nero segera keluar dari penjuru arah, bergerak ke arah pintu gerbang. 100 anak buah keluarga Sculd bersenjatakan Uzi, SMG, dan AK-47.
"Sial! Siapa yang berani mengacau di tempatku malam-malam begini?!" Nero bangkit dari tempat tidurnya lalu mengambi pistol magnum dengan menyeringai geram.
Dor!
Dor!
Dor!
Bam!
Bam!
Bam!
Argadhafa bergerak tanpa suara menggunakan ajian seta kalagondang dan muncul di bagian belakang sepuluh anak buah Nero, lalu memukul tengkuk mereka sangat keras satu persatu, hingga leher mereka patah.
Krak!
Krak!
Yosep kembali melemparkan pukulan ajian serat gulung jagat ke arah 20 orang anak buah Nero yang sedang berlari ke arahnya dengan senapan Uzi siap ditembakan. "Matilah kalian sampah!" teriak Yosep.
__ADS_1
Swush!
Boom!
Dua puluh anak buah Nero tewas seketika dengan tubuh gosong, air mancur di halaman rumah mansion Elscud pun ikut hancur. Argadhafa terus menendang dan memukul satu persatu anak buah Nero dengan bergerak tanpa suara, akibatnya anak buah Nero tidak mampu mengantisipasi gerakan Argadhafa.
Bam!
Bam!
Bam!
Lima belas anak buah Nero tewas dengan kepala hancur terkena tendangan atau pukulan Argadhafa yang membidik kepala mereka. Yosep tersenyum lebar melihat Argadhafa mampu membantai dengan cepat.
Dor!
Dor!
Boom!
Suara deru tembakan terus terdengar keras, salah satu anak buah Nero melempar granat ke arah Yosep lalu meledak. "Mampus kau, kali ini kau pasti hancur tak selamat terkena bom yang aku lemparkan, bedebah!" teriak Wonsky.
Kepulan asap menghalangi pandangan anak buah Nero, mereka menghentikan serangan tembakan. "Hahahaha, kalian memang sampah!" Yosep tertawa lalu melepaskan kembali pukulan ajian serat gulung jagat.
Swush!
Boom!
Dua puluh lima anak buah Nero hangus dan tewas seketika, tiang penyangga di depan mansion roboh, terkena pukulan sakti Yosep. Masih tersisa empat puluh orang, lima orang melemparkan bom asap ke arah Yosep dan Argadhafa untuk menghalangi pandangan mereka.
Shua!
Boof!
Pssh!
Yosep tidak terpengaruh sama sekali karena ia mempunyai reinka aksa yang bisa melihat tembus pandang dan tanpa titik buta. Mansion keluarga Elscud beberapa kali bergetar seperti terkena gempa setelah dihantam tiga kali pukulan ajian serat gulung jagat yang dilepaskan Yosep.
"Sialan! ... istanaku hancur! Aku habisi orang yang sudah merusaknya!" Nero berteriak dengan menyeringai geram dan berlari ke arah luar yang sudah mau roboh.
Elmo sedang berada di rumah sakit, setelah di hajar oleh Myke hingga babak belur, sudah hampir satu bulan Elmo di rumah sakit, awalnya sehat namun tiba-tiba pingsan lalu koma sampai saat ini.
__ADS_1
Argadhafa muncul dengan membawa belati kecil, satu persatu anak buah Nero ditebas lehernya hingga kepalanya lepas dari badannya. Semakin lama, semakin berkurang hingga menyisakan 10 orang, kepulan asap tak menghalangi Argadhafa untuk membantai anak buah Nero.
"Lebih baik saya hancurkan dan bunuh tanpa sisa! Argadhafa minggir! Ajian bayu bajra!" Kepalan tangan kiri Yosep ditegangkan untuk mengumpulkan hawa murni di kepalannya. Aura biru menyelimuti lengan kiri Yosep, matanya menatap lekat bangunan mansion Sculd yang beberapa saat yang lalu megah kini hampir roboh.