
Jiwa kaisar Wijaya mendominasi tubuh Yosep, matanya berubah dengan corak riak air berwarna hitam yang sangat gelap. Ryuna tak kuat menahannya hingga terjatuh pingsan, Rany terus berusaha mendekati Yosep meskipun harus berjibaku dengan tekanan aura kaisar Yosep.
Deg!
Rany melihat bayangan dirinya di masa lalu yaitu Asmarini Kusuma, menghajar Kaisar Wijaya Kusuma yang terpengaruh kegelapan, menggunakan jurus formasi Nagini.
Rany menangkupan tangan dan terus berjalan perhalan melawan tekanan aura kaisar Yosep. Rany berhasil mendekat ke tubuh Yosep dan menghentakan kedua telapak tangannya ke arah dada Yosep.
Bang!
"'Uhuk' 'uhuk' 'uhuk'!" Yosep terbatuk dengan berlutut lemas menumpu pada kaki kanannya, raut mukanya meringis kesakitan dengan tangan kanan memengagi dadanya. "Sakit sekali dada ini, apa yang telah terjadi denganku?"
Mata Yosep kembali seperti biasa, semua aura kaisarnya menghilang, lalu menatap ke arah Zahra mengiba. Rany memapah Yosep, dan Raisa serta Mahalini memapah Ryuna masuk ke dalam mobil Vanya. "Isyana dan Zira, bawa wanita itu ke rumah sakit!" titah Yosep.
Isyana dan Zira menganggukan kepala lalu mengangkat memapah Zahra yang kakinya sudah lumpuh dan memesan taksi online.
"Sylvia dan Vanya tolong urusi masalah Raimu CRC! Katakan pada semua mantan karyawan dan karyawati untuk kembali esok untuk bekerja kembali!" titah Yosep dengan suara parau.
"Baik pak big bos!" Silvya dan Vanya menganggukan kepala.
Ranya memapah Yosep menuju mobil Koyota Alphard milik Vanya, mereka semua akan membawa Ryuna ke rumah sakit takut terjadi apa-apa.
"Mas, kamu keterlaluan sama Zahra seperti itu, sampai membuat kedua kakinya patah," ucap Rany dengan nada meninggi.
__ADS_1
"Memangnya apa yang mas lakukan? Mas tak ingat, yang mas ingat Zahra ngomong kasar sama mas lalu sudah mas tak ingat apa-apa lagi," balas Yosep dengan raut muka yang bingung. "Kalau memang mas seperti itu, mas akan meminta maaf padanya tapi Raimu CRC tetap akan mas ambil paksa."
"Kalau masalah perusahaan Rany mengerti, Zahra itu juga mantan istri mas. Sewajarnya saja memberikan pelajaran mas. Lain kali jangan diulangi lagi!" Rany mencium pipi Yosep.
"Ya sayang. Tapi benar-benar mas tidak sadar, sungguh! Dada juga mas sakit banget rasanya, seperti diinjak gajah beratnya 20 ton. Untung saja dada mas kuat, kalau tidak sudaj jadi rempeyek, tapi siapa yang melakukan ini sama mas?" tanya Yosep dengan raut muka bodoh.
"Sudahlah mas, tidak perlu di bahas!" Rany duduk di pangkuan Yosep sedangkan Ryuna duduk di samping Yosep.
"Apa karena kekuatan itu saya kehilangan kendali. Benar-benar mengerikan diriku ini, sebenarnya saya ini siapa? Anak cucu keturunan dewa? Lain kali aku harus menahan amarahku."
"Sebenarnya mas mau melakukan balas dendam ke Zahra?" tanya Rany.
"Ya hanya hal bisa membuat Raimu CRC bangkrut, ternyata, sudah bangkrut. Jadi mas berpikir mau negosiasi dengan Zahra agar ia mau menjualnya, mas juga kasihan sama bunda Mala juga ayah Setyo. Gara-gara kelakuan anaknya mereka berdua jadi menderita," terang Yosep dengan raut muka murung. "Tapi malah terjadi hal tidak diinginkan, Zahra ngomong kasar sama mas."
(Note author : jika tanda kurung seperti ini [ ] berarti Barjo yang bicara pada Yosep, tapi jika tanda kurung seperti ini { } berarti kaisar Wijaya yang bicara pada Yosep)
"Sialan kau kaisar galak, kampret! Katanya kau memberiku ajian serat jiwa, malah membuatku jadi orang yang suka ngamukan. Emang saya Godzila suka ngamuk!"
{Bodo amat. Suruh siapa kau menghilangkan ajian nawadewanata, harusnya kau berterima kasih denganku, bodoh! Di luar sana musuhmu-musuhmu jauh akan lebih kuat dari sebelumnya. Aku tak mau kau mati sia-sia, masa reinkarnasiku mati mengenaskan! Sebagai seorang kaisar aku akan malu mempunyai keturunan sekaligus reinkarnasiku. Cicit keturunan dewa kok, lemah}
[Hahaha, akhirnya ada juga yang ikut membuli majikan sepertiku. Lalalala, senangnya dalam hati, punya majikan suka di buliz serasa dunia Barjo yang punya. Bleee! Lari reeet! Kabur!]
"Sialan! Dasar sistem lucknut! Ga ada akhlak! Saya lagi susah malah meledek. Awas saja hm!"
__ADS_1
Ranya yang melihat Yosep diam dengan raut muka kesal, jadi bertanya-tanya, " Kenapa mas? Lapar, pengen makan? Nanti tak suapin, mas mau makan apa? Sebentar lagi, kita sampai ke rumah sakit."
"Tidak apa-apa sayang, hanya banyak suara lalat ditelinga mas. Ingin mas tepuk dan injak-injak saja, suara-suara lalat yang fals dan sumbang itu," jawab Yosep menyeringa kesal. "Ya sayang, mas mau makan ketoprkak 3 porsi dan minumnya es teh manis sembilan gelas. Biar suara lalat itu tidak terdengar lagi."
"Banyak mas makannya kaya perut gentong saja, jangan banyak-banyak minum es teh manisnya nanti diabetes, lho!" ucap Rany sambil menarik narik pipi Yosep.
"Enak banget ya jadi pak big bos, duit banyak istri cakep amat, dan mau ajak susah. Kapan ane dapat harim seperti itu, ane jadi kangen sama habibah, calon harim ane," batin Chris.
"Jangan 9 gelas es teh manis, 29 es teh manis juga tak akan membuat mas kena penyakit diabetes tapi kemanisan wajah sayangku Ranylah yang bisa membuat mas terkena penyakit diabetes," goda Yosep sambil membelai lembut rambut Rany.
"Preeet!" ledek Jin, Chris, Karwi, Riko dan Joni serentak.
"Alah, iri bilang bos! Blee!" Yosep menjulurkan lidah ke arah mereka berlima. "Makanya jangan jadi jones, pacarin tuh para maid di rumah, Kalian ini badan saja kekar tapi mental lemah kalau sama perempuan sudah kaya kerupuk, payah! Apa perlu saya latih lagi jadi laki-laki sejati yang bisa membuat wanita klepek-klepek?"
"Setuju!" ucap mereka berlima serentak.
"Tapi gaji kalian saya potong satu bulan, buat bayar kursusnya!" tegas Yosep.
"Janganlah bos, nanti kita satu bulan gak bisa shoping," tolak Chris. "Kalau masalah makan kan kami bisa numpang di rumah big bos, hehehehe."
"Ya sudah, cepat turun kita sudah sampai! Riko belikan saya ketoprak hitung kepala ya! Saya yang pedas banget, levelnya seperti pedas mulutnya netizen," titah Yosep memberikan uang 500.000 dari dompetnya.
Yosep menggendong Ryuna ala bridal style dan sudah memastika Ryuna baik-baik saja hanya butuh isirahat dua sampai tiga hari.
__ADS_1
Yosep itu juga kadang sering kejam melatih anak buahnya, tapi juga sangat baik pada mereka. Yosep menggaji mereka bersepuluh 20 juta/orang, belum tambahan bonus tabungan untuk membeli mobil 10 juta/orang. Bisa dikatakan Yosep bukan sultan lagi tapi kaisar rich.