SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 262


__ADS_3

Pemberitahuan dalam 12 hari ke depan author akan up novel SKB 4 chapter setiap hari dan dimulai dari kemarin.


Mohon doa dan dukungannya supaya author tetap sehat jempol serta badannya. Jika berkenan berikan bom like, komen, gift atau vote biar author makin semangat.


[Salam dari Barjo sang sistem lintah darat]


Tinggal 10 orang yang tersisa dari anak buah Barton, kesepuluhnya merasakan putus asa dan ketakutan dengan wajah pucat pasi.


Dor!


Dor!


Dor!


Sebelas orang termasuk Barton terus menembaki Argadhafa, namun begitu peluru itu mau menyentuh Argadhafa, tubuhnya seperti transparan tak bisa di sentuh oleh peluru, malah mengenai benda-benda di belakang Argadhafa.


"Sudah kukatakan, percuma saja kalian menembakiku hasilnya sama saja, bodoh!" Argadhafa menyeringai jahat, tubuhnya kembali menghilang memukul dan menendang, satu persatu anak buah Barton yang hanya menyisakan Barton seorang.


Bam!


Bam!


Bam!


"Aku tak akan menyerah bodoh, haaa!" Barton membabi buta menembaki Argadhafa, begitu tubuhnya muncul langsung ditembak, tapi peluru-peluru yang ia lesatkan dari dua senapan SMG miliknya tak ada satu pun peluru yang mengenai Argadhafa. "B*ngs*t! Kau ini hantu apa manusia, sial!"


Dor!


Dor!


Dor!


Tiba-tiba Argadhafa muncul di depan Barton dan mencekiknya, lalu membuka penutup kepalanya, alangkah betapa terkejutnya Argadhafa setelah ia tahu ternyata orang yang menembakinya adalah Barton anak buah Van Amblas. "Oh jadi kau! Kalian memang benar-benar tidak kapok ya, kali ini aku akan buat kalian kapok!" Argadhafa menyeringai licik.


Plak!


Plak!

__ADS_1


Argadhafa menampar pipi Barton bolak-balik, hingga giginya rontok semua. Barton hanya bisa menjerit keras, menahan rasa sakit tamparan Argadhafa. "Ampun, tolong lepaskan aku, aaakh!" pekik Barton.


Shua!


Brak!


Argadhafa melempar tubuh Barton dan mengenai tong sampah. Melihat keadaan sudah aman, Myke menepuk pundak supir taksi online bergerak menuju Argadhafa dan melanjutkan perjalanan ke dealer mobil untuk membeli mobil Range Rover Velar.


***


Keesokan paginya.


[Selamat majikan mendapatkan uang dari berkedip selama 28.800 kali dalam satu hari senilai Rp.1.440.000.000]


Yosep dibantu Vera menyiapkan semua bahan-bahan makanan, untuk jualan hari ini menggunakan food truck. Myke dan Argadhafa belum bangun tidur, karena semalam mereka berpesta barbeque.


"Ah selesai juga menyiapkan semua bahan makan sepagi ini. Terima kasih Vera sudah membantuku." Yosep tersenyum lebar lalu berjalan ke kamarnya untuk membersihkan diri.


Myke, Vera bersama Alice, dan Argadhafa akan membantu Yosep berjualan. Yosep akan menggaji mereka satu orang 100.000 euro/bulan. Gaji yang tidak masuk akal dan sangat besar hanya untuk seorang karyawan, tentu saja mereka menerimanya dengan ikhlas. Tujuan utamannya tentu saja lokasi artefak bedawang sangresi sarung tangan kalimasada, bukan uang.


Semua anak buah Skiv dilaporkan Yosep ke polisi atas tuduhan rencana pembunuhan dan perampokan. Keluarga Sculd terancam masuk penjara, karena semua anak buah Skiv yang tertangkap buka suara tentang orang yang menyuruh mereka. Begitu pula Barton dan anak buahnya, sudah tertangkap polisi Van Amblas juga terancam masuk penjara.


Myke, Yosep, dan Argadhafa sudah membersihkan diri dan bersiap berangkat ke pusat kota Amsterdam. Yosep membawa food truck, Arghadafa bersama Myke, Alice dan Vera di mobil Range Rover Velar membawa stok sayur dan buah-buahan untuk menu makanan serta minumun yang akan dijual.


___


___


___


Yosep sampai di pusat kota yang sangat padat, orang berlalu lalang siap pergi ke kantor dan orang tua mengantarkan anak mereka ke sekolah. Yosep memarkirkan kendaraannya di samping air mancur, lapangannya yang cukup luas membuat Yosep memutuskan untuk berjualan disekitar lapangan sekaligus taman bermain itu.


Vera, Myke, dan Arghadafa mulai menata kursi dan meja meskipun hanya 5 pasang meja serta kursi. Yosep membuka bagian samping Food truck, Yosep sudah memperbaiki sistem hidroliknya dan menambahkan fitur canggih yang bisa dikendalikan dari aplikasi di smartphone miliknya.


Yosep membuat sistem food truck Vera dengan menanamkan sistem YR conect seperti mobil food truck miliknya di Indonesia.


Ziit!

__ADS_1


Ziit!


Mobil itu langsung mengunci keempat ban otomatis, lalu kedua bagian samping terbuka. Di bagian belakang daftar menu makanan dan minuman sudah tersedia dengan layar proyeksi digital.


Banyak orang memandang antusias, tapi belum berani membeli. Karena harga jual yang ditawarkan lebih mahal daripada harga menu makanan dan minuman pasaran di food truck, beda 1-3 euro.


Yosep mulai mempromosikan jualan food trucknya lewat microphone suaranya terdengar sangat nyaring sampai radius 500 meter, "Kami sedang mengadakan grand launching food truck Yo and Ra, silahkan coba cicipi satu pelanggan satu makanan dan satu minuman gratis. Pilih sesukanya satu pelanggan dapat satu makanan dan satu minuman gratis!"


Begitu mendengar kata gratis, semua orang berduyun-duyun datang berbaris rapi, "Vera kamu di bagian kasir saja bersama Myke untuk melayani pelanggan, masalah masak-memasak serahkan padaku. Arga bantu rapikan dan jaga kemanan, pelanggan yang sudah dapat makanan dan minuman gratis celupkan kelingkingnya ke tinta ini." Yosep mulai memasak, Vera melayani pelanggan, sedangkan Myke membuat minuman untuk pelanggan.


Mereka antri satu persatu untuk mendapatkan makanan dan minuman gratis. Para pelanggan ada yang memesan sandwich isi sayur, sandwich isi fillet daging ayam, ada juga fillet daging sapi, hamburger bahkan hot dog dengan berbagai macam isian.


Trang!


Treng!


Suara Yosep memasak dengan gaya kungfu ala chef muto. Banyak pelanggan yang terkagum-kagum melihat keindahan Yosep dalam memasak, dalam sekejapa Yosep bsa memasak 10-20 porsi.


100 orang di baris pertama mencelupkan kelingkingnya di botol tinta dan mulai menikmati sandwich yang merek pesan dengan minuman teh hangat, kopi, atau coklat hangat.


"Hmmm, sangat enak!"


"Enak surenak tak kendol-kendol ngeunah!"


"Mantap jiwa!"


"Mantul, mantap betul!"


"Gila, gendeng dan sinting makanan ini!"


Melihat pelanggan lain yang sudah menikmati makanan yang dihidangkan Yosep membuat mereka tak sabar ingin segera menikmatinya.


Pelanggan yang sudah menikmati makanannya berbaris kembali dari belakang, kali ini mereka ingin memesan makanan lagi, mereka ingin nambah setelah merasakan makanan yang Yosep jual sangat enak.


Peluh mengucur deras di dahi Yosep namun tak ada rasa lelah terpampang di wajahnya, malah Yosep semakin semangat. 500 orang pertama sudah selesai menikmati makanan dan minuman gratis, kini mereka mengulang antrian untuk membeli, Yosep menjual minumannya saja 5 euro dan sandwich ayam 8 euro, sandwich daging sapi 9 euro, sandwich ayam dan sapi 10 euro, begitu juga dengan harga hot dog serta hamburger.


Tapi mereka yang sudah merasakannya tidak mempermasalahkan harganya, malah memesan kembali untuk bekal makan siang. Dalam satu jam persediaan bahan sayur, buah dan daging Yosep tinggal sedikit hanya tinggal 50 porsi.

__ADS_1


__ADS_2