SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip -78 Azab Pembegal Bagian 2


__ADS_3

Sampai di daerah Srengseng kecamatan Krangkeng Yosep memperlambat laju mobil bugati miliknya. Jam sudah menunjukan pukul 21.30 jalanan juga sangat sepi, hanya ada hamparan sawah seluas mata memandang.


Yosep sempat mampir ke kantor Wijaya Shield namun kosong, tidak ada satu pun orang di sana. Yosep hanya ingin menemui Anto untuk meminta staff HRD, Finance, dan IT support untuk membantu Yosep sementara di kantor baru Raimu CRC yang akan Yosep resmikan sabtu esok.


Tiba-tiba dua motor rx king menyalib mobil Yosep dan mengacungkan golok. "Woy berhenti! Kalau tidak kami akan membacok mobilmu!" Teriak pembegal dua yang bonceng di motor rx king pertama.


"Tuh kan mas dokter, aku juga bilang apa pasti ada begal daerah sini rawan." Ujar Vanya dengan raut wajah ketakutan.


"Vroom! Vroom! Vroom!" Suara mobil yang terus-terusan di tekan pedal gasnya oleh Yosep untuk memprovokasi para pembegal. Yosep membuka kaca jendela mobilnya dan mengacungkan jari tengah. "Dasar pembegal ayam sayur! Kalau kalian bisa ayo kejar!" Ujar Yosep lalu menutup kac jendela mobilnya.


"Pegangan! Kita akan membuat mereka menyesal!" Ujar Yosep dengan menyeringai licik ke arah Vanya.


Vanya hanya diam dengan raut muka pucat pasi tanpa bisa berkata apa-apa. Para pembegal yang terprovokasin oleh ejekan Yosep marah dan menarik pegangan gas motor rx king mereka secara terus menerus.


"Trengtengtengteng! Trengtengtengteng! Trengtengtengteng!" Suara dua motor rx king yang pegagan gasnys di tarik terus menerus oleh para pembegal.


Para pembegal sudah kesal dan memperlambat motor mereka agar sejajar dengan mobil Yosep. Mereka mengepung dari kiri dan kanan mobil dan siap menembaskan golok ke arah mobil Yosep dari dua sisi yang berbeda.


Yosep yang sudah menyadari tindakan mereka langsung mengerem dan memundurkan mobil miliknya secara cepat. Tebasan mereka hanya mengenai angin saja, membuat mereka tambah kesal. Dengan cepat Yosep menekan pedal gasnya untuk menabrak mereka yang sedang tak seimbang keadaanya.


Mobil Yosep melaju dengan cepat dan membuat mereka panik akan ditabrak Yosep. Dengan sigap jarak 1 cm Yosep mengerem mobilnya, mereka berempat loncat dari motornya dengan keadaan panik. Dua orang sebelah kiri masuk ke dalam got, sedangkan yang dua lagi terbentur badanhya ke pembatas jalan.

__ADS_1


Vanya yang awalnya ketakutan setelah melihat adegan itu tertawa terpingkal-pingal. "Hahahaha! Rasakan itu azab orang yang suka membegal! Hahahaha!"


Yosep turun dari mobilnya dan menotok mereka semua lalu menaruh merek berempat dibawah pohon. Kedua motor rx king milik mereka, Yosep parkirkan di samping mereka. Yosep juga langsug mengirim lokasi pembegal pada Siska untuk di tindak lanjuti.


Yosep kembali masuk ke mobil dengan jalan perlahan, akhirnya sampai di daerah kaplongan lor samping kampus hijau. Di sana ada warung pecel ayam, lele dan bebek, berhubung Vanya juga lapar Yosep juga ingin menemani Vanya makan.


"Kita makab dulu, ayo turun!" Seru Yosep. "Sudah tenang saja, saya yang traktir. Saya tidak mau gara-gara gak makan terus kamu berubah lagi jadi T-Rex terus makan saya!" Goda Yosep.


"Bodo amat! Gara-gara mas dokter berkata seperti nafsu makanku hilang! Hmph!" Ujar Vanya dengan nada ketus dan memalingkan mukanya.


"Ya, ya aku saya maaf. Ayolah gadis cantik jelita, yang bahenol, yang blaem-blaem smilikity weleh-weleh, yang bohay rajin menabung dan tidak sombong! Makan ya! Saya suapin deh pake sekop plis!" Pinta Yosep dengan raut muka yang imut.


"Hahahaha, kamu lucu mas lucu hahahaha!" Ujar Vanya sambil tertawa terbahak-bahak. "Ya sudah makan mas, ini sudah malam ayo cepat.


Banyak khayalan-khayalan romantis anak muda yang nongkrong di tempat nasi pecel melihat Yosep menggendong Vanya dan menyuapinya dengan penuh kelembutan. Yosep dalam hatinya hanya memperlakukan Vanya sebagai pasiennya dengan penuh kelembutan bukan sebagai orang yang ia cintai.


Mereka berdua kembali menaiki mobil menuju rumah sakit Budi Asih Technology, Yosep melajukan mobilnya dengan cukup cepat hanya dalam waktu 10 menit sudah sampai di rumah sakit Budi Asih.


Dokter yang berjaga malam ini adalah dokter salim. "Dok siapkan kamar VVIP 01!" Ujar Yosep sambil menggendong Vanya.


"Baik pak kepala dokter!" Dokter Salim dan Suster Prety segera menyiapkan kamar untuk Vanya. Yosep langsung merebahkan Vanya di tempat tidur kamar VVIP 01. Dokter Salim tidak memasangkan alat infus seperti pasien pada umumnya karena Yosep menyuruhnya untuk tidak memasangnya.

__ADS_1


"Vanya istirahat saja dahulu! Aku butuh waktu lama untuk membuat pil jerangkong sekitar 1-2 jam. Pil ini sangat khusus meskipun bahannya mudah." Ujar Yosep dengan raut muka datar dan sorot matanya yang tajam.


"Baik mas dokter!" Ujar Vanya lalu mencoba memejamkan matanya. Yosep segera menuju ruang bawah tanah rahasia dan mengeluarkan tungku wijayanaga untuk membuat pil jerangkong.


Pemurnian bahan pil jerangkong cukup mengurang hawa murni Yosep satu jam Yosep belum selesai melakukan pemurnian. "Fyuh! Membuat pil ini sungguh menguras hawa murniku." Ujar Yosep yang terus fokus memurnikan bahan-bahan pembuat pil.


Setengah jam kemudian setelah memurnikan bahan pembuat pil selama satu jam, Yosep berhasil membuat 10 butir pil jerangkong. "Mahakarya seorang master piece. Cukup satu pil ini bisa mengembalikan tulang yang patah, retak, bahkan menumbuhkan tulang kembali semula beserta otot, daging dan kulitnya bahkan lebih emejing, hahahaha!" Ujar Yosep sambil tertawa jahat.


Yosep sudah berada di ruangan Vanya ternyata ia sudah terlelap tidur, Yosep membangunkan Vanya perlahan untuk meminum pil jerangkong. Vanya terbangun, "maaf saya membangunkanmu. Ini pilnya maaf saya membuatnya sangat lama!" Ujar Yosep dengan nada pelan dan lembut.


"Tidak apa-apa mas! Vanya akan segera meminumnya." Ujara Vanya lalu meminum pil jerangkong.


"Silahkan duduk! Saya akan menyalurkan hawa murni pada Vanya untuk mempercepat reaksi pil jerangkong!" Seru Yosep, Vanya pun duduk membelakangi Yosep. Tangan Yosep menempel pada kedua bahu Vanya dan mulai menyalurkan hawa murni miliknya.


Semakin lama semakin membuat seluruh tubuh Vanya menghangat dan terus naik suhu tubuhnya. "Akh! Mas dokter panas mas, dan ini sangat sakit mas!" Pekik Vanya dengan tubuh mengejang dan keringat bercucuran.


"Tahan ini hanya akan terasa sakit selama 5 menit! dan jangan sampai Vanya kehilangan kesadaran." Pinta Yosep dan Vanya hanya menganggukan kepala tanpa bisa berkata apa-apa karena menahan rasa sakit.


Setelah 10 menit Vanya berhasil melewati proses penyembuhan dirinya yang dibantu Yosep. "Tidurlah! Saya akan pulang ke rumah!" Ujar Yosep. "Vanya sudah sembuh dan kaki Vanya sudah bisa berjalan kembali bahkan bisa berlari kencang."


"Mas dokter! Jangan tinggalin Vanya sendirian, Vanya takut!" Ujar Vanya dengan memeluk lengan kanan Yosep.

__ADS_1


"Baiklah, saya akan temani Vanya. Sekarang Vanya tidurlah sudah larut malam. Ini sudah jam 00.30 WIB. Saya juga akan meninjau proyek besok pagi, jika Vanya sudah sehat dan bugar boleh ikut!" Ujar Yosep.


"Yeaaay! Jalan-jalan lagi!" Ujar Vanya lalu membaringkan tubuhnya di tempat tidur, sedangkan Yosep tidur di sofa.


__ADS_2