
Ziu Zhi membawa tanaman herbal, sesuai yang dipesankan Yosep. "Tunggu sebentar, saya akan buatkan obat dahulu." Yosep mengambil bungkusan plastik yang diberikan oleh Ziu Zhi.
"Baik tuan." Ziu Zhi menganggukan kepala, raut mukanya sangat khawatir pada Wong Kam Feng. Satu bulan yang lalu Wong Kam Feng izin pergi pada Ziu Zhi, ia tidak bilang mau pergi kemana, hanya mengatakan jangan mengkhawatirkannya karena pasti akan kembali.
Yosep mengeluarkan tungku wijayanaga untuk meramu pil kintamani dahulu dan berhasil membuat 20 butir pil, lalu dilanjutkan meramu pil jahe emas 10 butir. "Fyuh! Selesai juga." Yosep menyeka peluh di keningnya.
"Tuan, nampaknya anda dokter yang sangat handal dalam meramu obat," puji Ziu Zhi dengan tatapan sangat kagum pada Yosep.
"Ah tidak juga, hehehe." Yosep menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Sebentar saya obati dahulu suami anda."
"Hmm!" Ziu Zhi menganggukan kepala, dan memperhatikan Yosep secara seksama mengobati Wong Kam Feng.
Yosep menelankan pil kintamani dan pil jahe emas pada Wong Kam Feng secara bergantian selama lima kali ulangan. Lalu mengalirkan hawa murni pada dada Wong Kam Feng.
Energi hawa murni mengalir keseluruh jaringan tubuh Wong Kam Feng. Luka lebam ditubuhnya kembali menutup, dan wajahnya yang pucat kembali segar. "Syukurlah nona, suami anda dudah sehat. Hanya butuh istirahat beberapa hari." Yosep menyelimuti tubuh Wong Kam Feng. "Jika ada masalah, tolong hubungi nomor ini ya, nona. Saya izin pamit pulang."
"Baik tuan, terima kasih anda telah menyelamatkan suamiku. Aku akan menghubungi tuan!" Ziu Zhi menunduk hormat pada Yosep.
Yosep lalu pergi dari rumah Wong Kam Feng, dan kembali ke Inggris dengan menggunakan jurus melipat langit.
Cwuszh!
Yosep muncul di atas rooftop, mengagetkan Lin, Jin, Chris, Karwi, Jack, dan Don Telo. "Copot, copot, eh, copot! Anunya copot!" Jack latah memegangi dada bagian jantung yang berdetak cepat karena kaget.
"Pak big bos ngagetin saja!" Chris membulatkan mata.
"Ya nih, buatku jantungan!" Jin mengernyitkan dahi. "Untung saja jantungku tidak copot."
"Maaf, maaf jika mengagetkan kalian, hehehe." Yosep menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"Bagaimana pak big bos hasilnya?" tanya Karwi.
"Seri, saya dan Wong Kam Feng memutuskan untuk tidak melanjutkan pertarungan." Yosep berjalan ke tangga dan membalikan badan. "Bagaimana penawaran saya tuan Don Telo?"
"Ya, sore ini saya akan mempertemukan tuan Yosep dengan PM Kone Di Blangbir," ucap Don Telo.
__ADS_1
"Baik, saya tunggu kabar baiknya." Yosep menapaki tangga menuju kamar apartemennya, tim ZZRR sedang berbelanja di mall bersama Alice.
***
Harrods mall, London.
Tim ZZRR sedang berkeliling bersama Alice berbelanja, Ryuna menggendong Alice karena sangat gemas dan tak mau jauh dari Alice.
Rany sedang masuk ke salah outlet toko pakaian yang sangat terkenal di Harrods mall. "Nona saya mau beli yang ini, boleh?" Rany menunjuk dres berwarba putih untuk anak kecil seumuran Alice.
"Boleh." Pelayan wanita menganggukan kepala dan mengambi dres yang Rany tunjuk.
"Nona, aku mau yang itu!" tunjuk seorang wanita muda berambut pirang dengan pakaian dres ketat dan seksi, pada baju yang diinginkan oleh Rany.
"Maaf nona, aku dahulu yang menginginkannya," ucap Rany sopan.
"Memangnya kamu siapa? Berani membantahku hah?" sungut wanita muda bernama Erma, keluarga terkaya ketiga di Inggris. "Mana mampu kau membayar harga pakaian disini, cih!"
"Tante, tante! Alice mau pakaian itu, boleh?" pinta Alice polos.
"Tunggu ya sayang, tante Rany sedang bertransaksi dengan nona pelayannya, ya." Ryuna mengelus lembut rambut Alice untuk menenangkannya.
"Peduli setan! Apa hak kalian melarangku untuk membelinya. Aku bisa hancurkan kalian jika kalian tidak mau mengalah." Erma menatap sinis pada tim ZZRR.
"Jaga bicara anda nona! Kalau tidak ...," ucap Ziva terpotong.
"Kalau tidak apa? Mau melawanku? Cih! Wanita cantik dan seksi macam kalian paling hanya menjual tubuh kalian pada lelaki hidung belang, hahahaha," cibir Erma dengan tatapan sinis dan tertawa jahat.
"Mohon maaf nona-nona. Jangan buat keributan disini," cegah manajer wanita. "Jika anda masih ribut, saya akan memanggilka penjaga keamanan."
"Maaf nona, kami tidak membuat keributan tapi wanita haram jadah ini yang tiba-tiba menyerobot baju yang sister Rany mau beli," tunjuk tegas Ziva dengan tatapan mata yang tajam, ia sudah tak bisa menahan emosinya lagi pada Erma.
"Apa benar itu nona Erma?" tanya manajer wanita.
"Manajer Stevie anda tahu kan siapa aku, mana mungkin melakukan seperti itu. aku ini nona terhormat dari keluarga Watson, keluarga terkaya ketiga di Inggris, yang ada malah mereka berempat yang ingin menyerobot baju anak kecil yang aku inginkan," jawab Erma dengan berkacak pinggang.
__ADS_1
"Maaf nona, tante Rany yang duluan mau membeli baju itu untuk Alice," ucap Alice Polos.
"Diam kau anak kecil! Atau aku akan robek mulutmu!" bentak Erma.
"Haaa, tante setan itu jahat, haaa! Erma menangis kencang membuat Ryuna marah.
"Tenang sayang, nanti tante Rany pasti membelikan baju itu untuk Alice. Dan tante setan itu tante yang urus." Ryuna mengelus lembut rambut untuk menenangkannya, lalu memberikan Alice pada Zahra. "Sister tolong! Biar kuberi pelajaran pada tante setan itu."
Ryuna yang hanya memakai rok mini dan kemeja putih menyingsingkan lengan kemeja kanannya, raut mukanya merah padam penuh emosi dan mendekati Erma. "Hai tante setan! Berani kau membuat putriku menangis rasakan ini!"
Plak!
Plak!
Ryuna menampar Erma bolak-balik, "Ini untuk sister Rany yang kau serobot baju yang diinginkannya dan ini untuk sister Zahra yang sudah sopan memintamu untuk mengerti!"
Plak!
Plak!
Ryuna menampar lagi pipi Erma dengan lebih keras, "Dan ini untuk sister Ziva yang kau bentak, dan terakhir ini untuk kau yang telah membuat Alice menangis!"
Plak!
Plak!
"Dan ini pukulan superku, karena kau membuatku kesal dan emosi!" Ryuna melayangkan pukulan uppercut pada dagu Erma dan membuatnya terjungkal dengan pipi bengkak serta darah keluar dari mulutnya.
"Sudah sister, sudah!" Rany memeluk Ryuna dari belakang.
"Dasar cewek barbar! Aku akan menuntut balas atas perbuatan kalian, awas saja!" Erma yang terlentang meringis sambil memegangi mukanya, mengambil smartphone miliknya dan memofoto tim ZZRR, lalu pergi meninggalkan mereka.
"Mohon maaf nona atas ketidaknyamanan yang kami buat. Jika ada kerusakan kami yang akan menggantinya," ucap Ziva menunduk hormat.
"Tidak apa-apa nona. Tidak yang rusak, bagaimana bajunya jadi dibungkus?" tanya manajer toko.
__ADS_1
"Jadi, beli semua baju anak perempuan yang ada digantungan ini, kalau bisa sesuaikan dengan putriku ini ukurannya," pinta Zahra.
"Baik nona." Manajer toko menganggukan kepala dengan tersenyum ramah.