
"Ya, kerugiannya cukup besar. Mas semalam berhasil mendouble killkan pencurinya, tapi mas belum menemukan petunjuk dalang dibalik pencurian itu," jawab Yosep menyeringai kesal. "Sepertinya ada pesaing kita yang iri dengan kesuksesan Yo and Ra Grup selama ini."
___
___
___
Yosep tiba di atas rooftop grage mall dengan berteleportasi, matanya berkeliling mengamati, untuk menemukan sedikit petunjuk. "Cirebon ini sangat luas, saya harus memulai darimana?" gumam Yosep, "Pertama saya harus mencari perlengkapan sepeda untuk menjual kopi keliling, mungkin saya harus menyewa ke penjual kopi keliling saja, biar lebih mudah."
Yosep masuk pintu yang menuju tangga, lalu berjalan perlahan ke lantai empat untuk mencari pintu lift.
Ting!
Pintu lift terbuka, Yosep memasuki lift dan menekan tombol yang menuju basement. Di lantai dua lift pun terbuka, masuk seorang gadis yang terburu-buru memakai seragam sekolah, tapi roknya sangat mini, kakinya tersandung dan menubruk lalu memeluk Yosep dalam keadaan wajahnya terbenam pada dada bidang Yosep.
Bruk!
Gadis itu bernama Nada Sentanu, dia bersekolah di salah satu sekolah favorit di kota Cirebon, kali ini Nada membolos sekolah. "Maaf, maaf kak!" Nada melepaskan pelukannya lalu menatap wajah Yosep dan berteriak histeris. "Kyaaa! Kakak sangat tampan sekali, boleh aku berkenalan? Namaku Nada Sentanu."
Yosep bersikap dingin, lalu menekan tombol tutup pintu, agar pintu lift tertutup. "Maaf nona, saya tak pantas berkenalan dengan nona yang horang kayah, saya hanya penjual kopi!" balas Yosep dingin.
"Penjual kopi? Apa iya? Masa penjual kopi terlalu tampan? Sepertinya wajahnya tidak mencirikan penjual kopi, ya hanya bajunnya saja sih terlalu sederhana," batin Nada.
__ADS_1
"Memangnya kak jualan kopi dimana? Aku bersekolah disekitar sini, tapi belum pernah melihat penjual kopi setampan kakak di kawasan ini," tanya Nada menelisik.
"Gadis pintar, dari penampilannya yang cantik dan seksi serta elegan. Sepertinya dia bukan gadis biasa dan dari keturunan yang biasa, lebih baik saya bisa mencari informasi tentang Cirebon padanya, mungkin saya bisa menemukan sedikit petunjuk," batin Yosep.
"Saya baru akan jualan hari ini. Saya ke mall hanya lagi memikirkan ide saja, meskipun hanya jualan kopi keliling, setidaknya saya bukan orang yang suka jualan dengan mengikuti arus air yang mengalir. Tapi lebih suka berenang menantang arus air," jawab Yosep tersenyum. "Saya Nurul, lalu kenapa nona Nada tidak bersekolah?"
Ting!
Pintu lift terbuka, "Itu aku lagi malas, hehehe. Terlalu monoton pelajarannya dan membuatku bosan. Ya sudah kita akan bertemu lagi, nanti aku akan mampir di jualan kopi kakak Nurul, byee!" Nada berjalan cepat lalu melambaikan tangan pada Yosep.
"Ya, hati-hati dijalan!" Yosep juga melambaikan tangan, lalu mencari penjual kopi keliling di sekitar grage mall. "Itu saja!"
Yosep menghampiri penjual kopi keliling, "maaf bang! Saya boleh berbicara empat mata sama abang?" pinta Yosep.
Judika sama sekali tidak curiga dan berjalan mengikuti Yosep yang berhenti di balik pohon besar dekat jalan dan tidak jauh hanya 10 meter dari sepeda ontel jualan kopi miliknya.
"Saya Nurul sedang melakukan penyamaran, ini uang 10 juta buat abangnya." Yosep memberikan 100 lembar uang 100 ribuan pada Judika. "Saya ingin menyewa sepeda ontel untuk saya jualan kopi beserta semua kopi dan air panas, bisa kan? Kalau kurang tinggal bilang bang!"
Judika raut mukanya berbinar-binar, "Bisa bang, bisa. Sudah cukup bang, ini juga terlalu banyak," kata Judika. "Nama saya Judika bang, ya sudah silahkan abang boleh ambil alih sekarang. Jika perlu air panas lagi, telepon aku ya bang Nurul!"
"Ok, terima kasih bang." Yosep bergegas memulai jualan kopinya. "Kopi bang, kopi! Gratis foto. Kopi bang, kopi! Gratis foto."
Yosep sudah berteriak keras tapi belum ada satu pun yang beli. Tiba-tiba mobil Koyota GR Supra berwarna merah, berhenti di depan jualan kopi Yosep dan memarkirkan mobilnya di bawah pohon. Pria berjas hitam keluar dari mobil dan langsung menertawakan Yosep, "Hahahaha tak kusangka setelah Raimu grup bangkrut, kau jualan kopi keliling, hahahaha," ejek Taufik sambil tertawa jahat, Taufik adalah teman SMP Yosep yang bekerja sebagai CEO Sentanu Logistik.
__ADS_1
"Oh, kamu fik." Yosep menyunggingkan bibirnya. "Mau pesan kopi apa?"
"Mana level, aku minum kopi dipinggir jalan tidak higienis, cih!" Taufik berdecih tatapan matanya sinis pada Yosep. "Kau kan tahu aku ini CEO di Sentanu logistik dan calon suami Niva Sentanu keluarga terkaya di Cirebon, aku bisa muntah minum kopimu itu, cuih!"
"Terima kasih fik." Yosep hanya tersenyum ringan menghadapi orang yang suka flexing seperti crazy rich-crazy rich palsu zaman sekarang. "Apa ada perlu denganku?"
"Tidak, aku hanya ingin melihatmu saja dalam kebangkrutan, kebetulan aku lewat dan melihatmu jualan kopi, hahahaha." Taufik terus menatap sinis Yosep. "Jika kau butuh pekerjaan ada, mengelap sepatuku, hahahaha."
"Sentanu Logistik konon? Hanya perusahaan kacang, bukan apa-apa dibandingkan dengan PT. Jaya Abadi Logistik milikku, kampret. Saya akan menyuruh Raiden menghabisi semua sahammu, hahahaha," batin Yosep menyeringai jahat.
"Tidak perlu fik, terima kasih." Yosep menjentikan jari ke arah empat ban mobil GR Supra milik Taufik. "Terima kasih Fik, sudah mau mengunjungiku."
"Hahaha, tentu saja. Kita ini kan teman, kamu sampah, saya CEO hahaha." Taufik terus mengejek dan tertawa jahat. Dia tidak menyadari jika keempat ban mobilnya sudah bocor. "Selamat tinggal sampah! Hahaha!"
Yosep hanya tersenyum lebar melihat kelakuan taufik, sampai di dekat mobilnya Taufik membulatkan mata dan menyeringai geram, "Bangsat! Siapa yang berani membuat bocor semua ban mobilku!" Taufik menendang ban mobil bagian depan.
Yosep pura-pura tidak paham dengan keadaan Taufik dan mulai berakrobat meracik kopi pembeli, sesekali melirik Taufik, "Rasakan, siapa suruh menghinaku!" ejek Yosep dalam batinnya, "Tunggu, apakah dalang dibalik pencurian gudang pupuk ada hubungannya dengan Sentanu grup? Secara keseluruhan bisnis mereka selama ini dibidang yang sama dengan Yoo and Ra grup."
***
Kokoci dan Wulan yang sedang menuju kantor Yoo and Ra DT di Kandanghaur menggunakan mobil honda jazz, dicegat oleh anak buah Raka yang menggunakan lima mobil Koyota Hilux . Mereka diberhentikan di jalan Raya Losarang-Kandanghaur, "Keluar! Atau kami tembak!" salah satu anak buah membawa senapan Uzi mengetuk pintu mobil Wulan. "Keluar! Atau kami tembak! Cepat keluar!"
Kokoci menatap Wulan lalu menganggukan kepala, begitu sebaliknya. Mereka berdua keluar mobil dengan menaruh kedua tngan ditengkuk, keduanya disudutkan di pintu mobil dengan koncong senapan Uzi di belakang kepala mereka.
__ADS_1