
Yosep melakukan kick off di lapangan tengah berpasangan dengan Saprol anak bapak Sarkowi. Saprol menendang bola, mengumpan ke Yosep dan ia langsung menendang, matanya menatap tajam gawang lawan.
Duar!
Bola itu meledak terkena tendangan kaki Yosep, "Maaf-maaf, terlalu bersemangat, hehehe." Yosep menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Yah mas Yosep, jangan kencang-kencang menendangnya," gerutu Kipli mengerucutkan bibirnya lalu pergi mengambil bola yang baru. "Ok, kita mulai lagi!"
Kick off dimulai lagi, Saprol mengumpan kembali ke Yosep, kaki mulai dinaikan untuk menendang bola tapi tenaganya dikurangi hanya 0.00000001% agar bola itu tidak meledak.
Bang!
Bola meluncur ke atas lalu menukik ke arah gawang, semakin ke bawah semakin cepat. Bapong yang menjadi penjaga gawang siap menghadap, tendangannya masih cukup kuat dan mengenai mistar gawang, dan keluar dari lapangan.
Dang!
"Ah sial, tendangan tsubasa ozoraku, kampret gagal!" gerutu Yosep menyeringai kesal.
Bapong memasang bola di depan gawang dan menendangnya ke tengah lapangan. Denis dari tim Yosep dan Karto dari tim Kipli sama-sama siap melompat untuk menyundul bola. Tiba-tiba Yosep malah melompat lebih tinggi daripada mereka berdua dan melakukan tendangan bicycle kick alias salto dari tengah lapangan.
Bang!
Bola melesat cepat ke arah Bapong, coba dihalau oleh Kasduni, namun malah Kasduninya ikut terbawa meluncur bersama bola, Bapong bingung mana yang harus ditangkap dan goal, bola bersama Kasduni masuk ke gawang. "Apa-apaan tendangan itu, terlalu kuat," gerutu Kipli mengerucutkan bibirnya. "Sudahi saja pertandingan ini, kami menyerah, bisa-bisa kita cedera semua, pret!"
"Yah, lagi seru-serunya! Ya sudahlah, mari ke rumah mas semuanya. Kita makan-makan, mas traktir," ucap Yosep tersenyum lebar.
Mendengar kata traktir semua anak-anak yang berada lapangan badminton, basket, bola voli jadi ricuh dan ikut-ikutan ingin ditraktir.
"Mas kami juga mas!"
__ADS_1
"Ya mas, kami juga!"
"Mas kan horang kayah, pasti duit banyak, ayo donk mas traktir kami juga!"
"Kalau masalah makanan, perut ini siap nampung!"
"Ok, ok, siap-siap! Ya sudah jika sebanyak ini makannya disini saja," balas Yosep. "Pli, antar mas ke pasar, kita berburu makanan!"
"Siap mas, tapi bukannya mas punya banyak mobil? Pada kemana mas?" tanya Kipli menelisik.
"Panjang ceritanya, intinya rumah mas yang di Jatibarang kebakaran, sudah ayo, jangan buat menunggu!" Yosep dan Kipli pergi ke pasar Terisi.
___
___
___
"Pli kita beli apa ya?" tanya Yosep.
"Nasi padang, ketoprak, nasi goreng siang-siang begini belum ada, pecel aja mas pakai lontong sama nasi warteg bagaimana? Kurang lebih ada 100 orang, ya lebihin saja 120 bungkus, siapa tahu ada yang nambah, hehehe," jawab Kipli.
"Dasar!" Yosep menyunggingkan bibirnya. "Ya sudah kita beli ketoprak saja, disana!"
Yosep menyambangi gerobak ketoprak yang sudah buka dari pagi, tapi belum ada satu pun pembeli yang datang. Begitu sampai Yosep memperhatikan wajah penjual ketopraknya seorang perempuan yang tak asing bagi Yosep.
"Ela!" panggil Yosep, pada sosok hadis teman SMPnya mukanya mirip Sandra Dewi tapi dengan kulit yang sawo matang dan agak kucel penampilannya, memakai rok merah yang sudah pudar warnanya setumit, dan baju sweater coklat yang sudah lusuh, banyak jahitan disana-sini. "Kamu Ela Fujiyanti Astuti kan?"
Ela yang dipanggil Yosep malah bengong, hanya menatap lekat wajah Yosep yang sangat tampan dan putih putih, Ela menerka-nerka tapi sangat asing wajahnya. "Mas kenal saya?" Ela menunjuk wajahnya sendiri dengan raut muka bingung.
__ADS_1
"Ya, saya ini Yosep, teman satu kelas SMP, sekaligus mantan pacar kamu, apa kamu lupa?" tanya Yosep.
"Mantan pacar? Memang iya, aku hanya punya mantan satu orang saja, namanya Yosep dan sampai sekarang belum bisa melupakannya. Tapi Yosep orangnya bukan seperti mas ini, terlalu tampan. Memang dia tampan tapi kulitnya gak seputih mas, jadi mana mungkin mas ini, Yosep mantan pacarku dahulu. Kok bisa berubah 360 derajat dalam 5 tahun, jadi curiga jangan-jangan mas ngaku-ngaku mantanku ya biar ketopraknya gratis," kata Ela lama-kelamaan menatap Yosep sinis.
"Sudahlah kalau tidak kenal," balas Yosep menggembungkan pipinya. "Pli kita cari makanan lain saja!"
"Tunggu mas!" Ela menarik tangan Yosep. "Aku mohon ibu dan bapak saya lagi sakit dan butuh biaya berobat. Sudah satu jualanku sepi, dan bahan-bahan membuat ketoprak ini setiap hari aku sedehkan pada anak yatim jika tak ada yang laku daripada mubazir. Jadi aku mohon mas, belilah ketoprakku meskipun satu bungkus, hiks, hiks, hiks," Ela menitikan cairan bening di sudut kelopak matanya membuat Yosep iba.
"Baiklah." Yosep mengganggukan kepala, "Pli kamu beli minum ya. Beli saja sebanyak-banyaknya, bila perlu warung-warungnya dibeli, wkwkkwk!"
Yosep memberikan Kipli uang satu juta, takut kurang uangnya, karena 100 porsi minuman, tentu saja minuman yang bisa menggoyang lidah es boba, "Siap mas!" Kipli pun pergi membawa motornya mencari minuman es boba.
"Saya pesan 120 bungkus, sambalnya pisah saja, ini uangnya!" Yosep memberikan uang 32 juta pada Ela, 800 ribunya sebagai tips.
Tiba-tiba penagih hutang rentenir datang, "Ela! Cepat bayar hutang-hutangmu 50 juta!" Jakson menggebrak kaca gerobak ketoprak Ela. "Kalau tidak juragan Amin, akan memaksa menjadikanmu istri keempatnya!"
"Ma-maaf pak, aku belum punya uang. Aku mohon tenggat waktu lagi satu bulan lagi, aku mohon pak!" Ela berlutut mengiba, derai air mata membanjiri kedua pipinya. "Aku mohon pak, aku mohon. Ibu dan ayah saya sedang sakit parah, butuh biaya berobat, aku mohon pak!"
"Aku tak peduli!" Jakson mau menampar Ela tapi tangannya ditangkap oleh Yosep. "Jangan ikut campur!"
Yosep mendorong tangan Jakson, lalu mengambil kantong plastik ajaib, Yosep mengambil uang 50 juta dari kantong plastik itu dan menyumpalkannya pada mulut Jakson lalu menendang bagian telor burungya.
Buak!
"Aaaaa! Miaaaauw!" Jakson terpental dan nyangkut di atas pohon, "Tolong turunkan aku! Tolong!"
"Dasar preman kampret! Meskipun sudah pensiun dari dunia militer, saya tetap kaisar rich, tidak ada yang bisa melawan saya. Dan saya tidak suka jika ada wanita diganggu, apalagi masalah hutang. Kampret memang kampret!" batin Yosep.
Yosep duduk kembali dan berwajah dingin, "Cepat buat ketopraknya!" seru Yosep.
__ADS_1
Ela menyeka air matanya, dan mulai meracik ketoprak, Ela bingung dengan kejadian barusan. "Terima kasih Yos!" balas Ela.