SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip - 93 Aduh! Burungku Pecah


__ADS_3

Yosep kebingungan mau pergi ke cafe nanti ketemu mereka lagi, padahal kangen ingin ketemu ibunya. Yosep mau menelepon ibunya tapi sibuk, "lebih baik aku pergi ke sawah, melihat progres pengerjaan produksi sawah. Kangen juga sudah lama tak mencangkul," gumam Yosep sambil menyetir mobilnya.


Yosep menghubungi pak Awi tapi tidak di angkat dan berujar, "mungkin lagi sibuk mengurus sawah. Nanti aku mampir untuk membelikan mereka bakso di pasar Lelea."


Yosep memacu mobilnya cukup pelan, kemudian mencium ketek kanan kirinya. "Hmmm ... bau sekali. Aku ini belum mandi, nanti saja mandi di sungai kalau sudah sampai di sana. Mungkin nanti pinjam baju petani sama pak Awi," ujar Yosep.


Setelah 45 menit Yosep sampai di pasar Lelea, banyak orang berkerumun melihat mobil lamborghini Veneno milik Yosep. "Keren banget mobilnya," puji tukang parkir pasar Lelea.


Yosep keluar dari mobilnya, "pak titip mobil ya!" seru Yosep.


"Siap bos!" balas tukang parkir.


Yosep langsung menuju warung bakso namanya warung bakso anuku bulat gede untuk memesan, "bang! Bakso urat 50 porsi di bungkus! Berapa semuanya?" titah Yosep.


Abang baksonya keheranan melihat Yosep memakai jas hitam yang sangat mendominasi, "Ia tuan sebentar ... totalnya 750.000. Karena tuan sudah pesan banyak saya diskon 50.000," ujar abang bakso.


"Tidak usah pak, bisnis adalah bisnis. Aku akan tetap bayar sesuai harga!" balas Yosep memberikan uang 1 juta. Tiba-tiba sewaktu Yosep memberikan uang 1 juta, uang itu diserobot oleh penagih hutang.


"Hai Sarno! Cepat bayar hutangmu 30 juta! Kalau tidak kami semua akan menghancurkan gerobak baksomu!" ancam kepala penagih hutang.


"Pak, jangan begitu! Bisa kan dibicarakan baik-baik," sela Yosep.


"Diam kau bocah! Tak ada urusannya denganmu. Bocah ingusan sepertimu lebih baik pulang sana ke pelukan ibumu yang bedebah itu!" teriak kepala penagih hutang.


"Hahaha ... hahaha ... bocah bau kencur mau ikut campur ... hahaha," ujar 10 penagih hutang yang lain serentak sambil tertawa.

__ADS_1


"Hmmm ... membuatku kesal saja. Tidak di rumah sakit, tidak di sini membuatku naik darah," batin Yosep menyeringai kesal.


"Badan saja gede, gak punya otak!" ejek Yosep dengan berteiak.


"Apa kau bilang?" tanya kepala penagih hutang sambil menyondongkan kepalanya ke depan mulut Yosep.


"Sudah bang! sudah aku akan bayar tapi aku belum ada uangnya, bang!" seru abang bakso.


"Persetan!" umpat penagih hutang yang lain menarik kerah abang bakso dan mau memukulnya. Namun pukulannya di tahan Yosep dan meremasnya dengan kuat.


"Ampun bang jago! Ampun sakit," pekik penagih hutang yang diremas tangannya oleh Yosep lalu melepaskannya.


"Aku bilang badan kalian saja yang besar! tapi gak punya otak, dungu, kampret, sialan, bangsat, bedebah, keong racun, pantat berkarat, brontosaurus hidung pesek, tyranosaurus gigi ompong, kodok buntal, telek semut, bool ayam, djancuk jaran... hmmm!" umpat Yosep dengan berteriak di telinga kepala penagih hutang, membuat telinganya tuli sementara karena teriak Yosep yang keras.


"Bang...!" Suara pukulan Yosep mengenai perut kepala penagih hutang dan membuatnya terpental jauh menabrak warung es kelapa. Yosep langsung memukul 10 penagih hutang yang lain dan membuat semuanya terpental menabrak kepala penagih hutang secara beruntun.


Yosep melesat cepat dan menginjak tangan kanan kepala penagih hutang dan mengambil uangnya.


"Krak...!" Suara tangan kanan kepala penagih hutang retak lalu menelepon Siska. "Halo nona Siska, cepat ke pasar Lelea. Ini ada mangsa!" seru Yosep melalui panggilan telepon.


"Siap bos!" balas Siska yang sudah tahu kalau Yosep menelepon atau mengirim pesan pasti menangkap penjahat.


Yosep yang suasana hatinya sedang buruk langsung menginjak-injak semua perut penagih hutang, "rasakan ini ... rasakan ini!" ujar Yosep sambil menggertakan gigi.


"Ampun bang, ampun!" pekik semua penagih hutang serentak. Semua orang di pasar berkerumun melihat Yosep yang memukuli 11 penagih hutang yang badannya kekar dan besar.

__ADS_1


"Berani sekali pemuda itu, dari pakaiannya dia bukan orang sembarangan," ujar pedagang tahu bulat.


"Ya, 11 penagih hutang itu dibikin babak belur seorang diri sampai mirip kepala babi," imbuh pedagang tempe.


"Mas, sudah mas! biar pihak yang berwajib yang mengurusnya!" seru abang bakso yang menarik lengan kiri Yosep.


"Biar saja bang, orang seperti ini harus diberi pelajaran!" teriak Yosep yang masih menginjak-injak semua penagih hutang, tak sengaja kaki Yosep menginjak bagian burung pipit kepala penagih hutang.


"Aaaa....!" lengking kepala penagih hutang sambil memegang bagian burung pipitnya lalu meringkuk dan berguling-guling menahan rasa sakit. "Pecah burungku .... aaaaa...!" kepala penagih hutang terus melengking. Semua laki-laki yang melihat ngilu ketika Yosep menginjak bagian burung pipit kepala penagih hutang. Bahkan banyak laki-laki yang menutup bagian burung pipitnya dengan kedua tangan karena ngilu.


Yosep menghampiri abang penjual kelapa lalu meminta maaf, "bang maaf ya! Karena saya warung abang jadi rusak. Ini ganti rugi buat abang!" seru Yosep memberikan uang 2 juta. "Kalau kurang bilang saja."


"Cu-kup mas, cu-ckup, malah ini kebanyakan," ujar abang es kelapa muda dengan nada terbata-bata, matanya bersinar.


Yosep kembali lagi ke warung bakso, "ini bang uangnya tadi. Memangnya abang hutang berapa?" tanya Yosep dengan raut muka menelisik sambil memberikan uang 1 juta.


"Aku hutang sama rentenir 2 juta bang, lama kelamaan jadi 30 juta. Saya butuh uang untuk berobat istri, waktu itu istri sakit parah, saya sudah membayar hutang pangkalnya 2 juta. Tapi para penagih hutang itu terus datang meminta uang," jawab abang bakso dengan raut muka murung.


"Bang! sesusah-susahnya kita jangan sampai pinjam uang sama rentenir. Nanti bisa bikin kita susah, karena uangnya akan terus berbunga. Abang sudah memenuhi tanggung jawab hutang abang yang dua juta, sesuai yang abang pinjamkan. Jadi abang tidak usah membayar uang lagi pada rentenir itu," tegas Yosep.


"Tapi mas ....." ujar abang bakso terpotong.


"Maksud abang rentenir akan mengirimkan orang lagi? Tenang saja, aku pastikan juragan rentenirnya juga akan ditangkap hari ini juga," ujar Yosep dengan sorot mata yan tajam agar abang bakso yakin dengan perkataanya.


Siska datang membawa 20 orang anggota, ditambah 10 anggota dari polsek Lelea. Semua anggota polisi langsung meringkus semua penagih hutang, abang baso memberikan keterangan juragan rentenir yang telah menyengsarakan semua pedagang di pasar Lelea. Juragan rentenir juga akhirnya di tangkap dan mendekam di penjara bersama 30 anak buahnya yang lain.

__ADS_1


__ADS_2