
Kapal perang yang berukuran besar kembali menembakan dua rudal kendali ke arah dua jet Andromeda dan berhasil menembaknya jatuh.
Shua!
Boom!
"Lapor Komandan! Sepuluh Jet Andromeda telah berhasil di tembak jatuh, tapi semua pilot selamat. Bagaimana langkah selanjutnya?" tanya Kapten Zidane di dalam Tramatron. "Aaaakh!"
"Kapten Zidane! Kapten Zidane! Apa yang terjadi?" teriak Komandan Lontong melalui jam tangan komunikasi Ochobot City. "Sial, apa sebenarnya yang terjadi? Aku harus kembali ke Tramatron."
Komandan Lontong bergegas kembali ke Tramatron yang sudah dikuasai oleh pasukan Aliansi USF, "Hahahaha, kalian semua bodoh! Komandan Gerome sudah aku bunuh dan aku adalah mata-mata aliansi USF namaku CR7." Wajah Komandan Gerome berubah menjadi wajah lain dan mengambil alih Tramatron. "Semua pasukan habisi, pasukan elit OC dan rebut semua teknologi Tramatron ini!"
"Bagus Komandan CR7, luncurkan semua pesawat tempur ke Tramatron, dan kuasai secepat mungkin!" titah Komandan Judau.
Kapal Induk Aragorn muncul dari dalam laut, dan meluncurkan 10 pesawat hercules yang mengangkut 100 tentara aliansi USF masing-masing pesawat untuk menguasai Tramatron.
Di batu karang pantai Sorento, Yosep membawa Del Piero ke rumahnya, ia bingung kondisi saat ini sedang gawat. Semua warga Italia di ungsikan ke negara tetangga, tapi Yosep tidak mengetahui jika ada serigala berbulu domba di dalam Ochobot City yang menyamar sebagai Komandan Gerome yang telah tewas dibunuh oleh Komandan CR7.
"Andai saja, energiku telah kembali saya bisa membawa Del Piero ke istanaku di Ochobot City," gumam Yosep.
Jam tangan Yosep memunculkan proyeksi ribons armor, "Tuan muda, aku mendapatkan laporan dari Kapten Moka, Tramatron telah diserang dari dalam," terang Komandan Lontong.
"Bedebah, ternyata ada tikus got di dalam Tramatron. Saya sudah menduganya, Komandan Lontong keluarkan semua kekutanmu dan bantai seluruh kapal perang yang berada di teluk laut Mediterania. Biarkan Tramatron saya sendiri yang mengurusnya," titah Yosep.
"Baik, tuan muda dimengerti!" Komandan Lontong mematikan sambungan komunikasi dari jam tangan Ochobot City.
"Benar-benar membuatku muak dengan para tikus got itu!" Yosep menelan sepuluh butir pil nawadewanata, urat ototnya menegang dan tubuhnya membesar dua kali lipat. "Saya tak peduli efeknya, Italia akan saya hancurkan, ajian tapak saketi! Ajian bayu bajra!"
Swush!
Zrrct!
Tangan kanan Yosep diselimuti api yang menyala-nyala, dan tangan kiri Yosep diselimuti petie hitam. "Ajian serat tatar bayu, ajian saifi angin!" Lutut Yosep menekuk untuk membuat dorongan, lalu melesat ke udara menuju Tramatron.
Swush!
Komandan Lontong menggunakan roket pendorong dengan kecepatan penuh ke arah teluk laut Mediterania dekat pantai Sorento, ia menyeringai geram dari balik helm armor yang menutupinya. "Blaster canon!" Komandan Lontong menembakan laser besar dari meriamnya ke arah kapal perang.
Swush!
__ADS_1
Boom!
Boom!
Komandan Judau mengendurkan kewaspadaanya setelah mendapatkan kabar jika Komandan CR7 berhasil menguasai kokpit Tramatron. Akibatnya 35 kapal perang hancur terkena meriam laser yang ditembakan Komandan Lontong.
Dor!
Dor!
Dor!
Gatling di kapal perang terus menembaki Komandan Lontong tanpa henti, roket pendorong ribons armor terus bergerak ke kanan dan ke kiri untuk menghindari serangan gatling. Komandan Lontong membelah meriam laser menjadi pedang ganda besar lagi, lalu melesat cepat memotong gatling gun di semua kapal perang satu persatu.
Slash!
Duar!
"Huff ... huff ... huff ...." Nafas Komandan Lontong memburu, "Aku sudah ... huff ... mencapai ... huff ... batasnya. Blaster Canon!"
Swush!
Boom!
Shua!
Shua!
Boom!
Dua puluh lima kapal perang membidik Komandan Lontong dan menembakan rudal kendali, tubuh Komandan Lontong sudah mencapai batasnya serta tak bisa digerakan lagi. "Selamat tinggal tuan muda!" Dua puluh lima rudal kendali bergantian menghantam Komandan Lontong dan meledak, Komandan Lontong tewas seketika dan ribons armor terjatuh ke dalam laut.
Di dalam Tramatron Kapten Moka sedang berjibaku melawan pasukan Komandan CR7 yang berjumlah ribuan. Pasukan elit dan kru Tramatron semuanya sudah ditawan, jika menolak atau Komandan CR7 tidak segan-segan membunuh mereka. Hanya tersisa Kapten Moka, Ryujin, dan Guts yang masih melawan serta bersembunyi dari pasukan Komandan CR7.
"Kita harus tetap melawan sampai titik darah penghabisan," lirih Kapten Moka menyemangati Ryujin dan Guts.
"Siap kapten!" balas serentak Ryujin dan Guts lirih.
Mereka bertiga sedang bersembunyi di toilet dan bersiap menghadapi pasukan Komandan CR7. Derap langkah kaki menuju ke toilet, "Materazzi, sepertinya mereka disini. Kita sudah mencari ke seluruh temlat namun tempat ini belum kita periksa!" titah Kapten Simone.
__ADS_1
Materazi menendang satu persatu pintu toilet dan mengarahkan moncong senjata M173 ke dalam toilet. Kapten Moka, Ryujin, dan Gutts naik ke atas lubang ventilasi perlahan agar tidak ketahuan, "Cepat, cepat!" seru Kapten Moka.
Mereka bertiga merayap perlahan melewati jalur ventilasi udara yang mengarah ke ruangan gudang pengumpulan alat-alat termasuk parasut. Mereka berencana kabur, dari Tramatron tapi mereka bertiga sangat berat meninggalkan teman-teman mereka yang disandera.
"Unit khusus masuk!" panggil Yosep melalui jam tangan di saluran rahasia, "Unit khusus masuk?"
Kapten Moka tidak menjawab, karena masih terus merayap di jalur ventilasi udara. "Itu ada suara di atas, mereka kabur melewati jalur ventilasi, tembak!" titah kapten Simone.
Dor!
Klang!
Klang!
Pasukan komandan CR7 yang dipimpin kapten Simone menembaki jalur ventilasi di toilet, Guts yang berada dibelakang terkena tembakan di betis kanannya. "Kapten pergi, aku akan menahan mereka," teriak Guts lalu kepalanya keluar dari luang Ventilasi dan melempar granat!
Shua!
Boom!
Sepuluh tentara pasukan Komandan CR7 tewas terkena ledakan granat termasuk Kapten Simone dan Materazzi. Semua unit yang sedang berpatroli disekitarnya langsung bergegas menuju tolilet ketika mendengar suara ledakan. "Ada musuh! Ada musuh! Cepat bergegas!" Derap langkah kaki Pasukan komandan CR7 terdengar begitu keras.
Toilet yang sudah hancur parah, semua kamarnya hancur, kepala Guts masih muncul di sela-sela lubang ventilasi udara mengamati pasukan komandan CR7 yang bergerak ke arahnya. "Aku akan bunuh kalian semua!" Guts melempar lagi granat tapi tipe granat molekul yang diciptakan oleh Yosep.
Shua!
Boom!
Slurp!
Granat molekul itu meledak dan menghancurkan semua Pasukan komandan CR7 yang berada dekat toilet menjadi pertikel kecil. Guts juga tewas terkena radiasi granat molekul, "Guuts!" teriak Kapten Moka menyeka air matanya.
Tramatron berlubang besar diameter 10 meter setelah terkena ledakan granat molekul, angin kencang menyedot keluar setiap pasukan komandan CR7, yang masih selamat.
Ratusan pasukan komandan CR7 tersedot keluar dan terjatuh ke permukaan laut, Yosep segera bergegas terbang melesat cepat ke arah Tramatron. Yosep menembakan pukulab ajian tapak saketi untuk memperbesar lubang.
Swush!
Boom!
__ADS_1
Grr!
Tramatron bergetar hebat dan sempat oleng, "Sial! Rupanya kau bedebah, matilah kau!" teriak komandan CR7.