SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 184


__ADS_3

Sechmir menyerahkan surat kuasa pemindahan aset dan surat kepemilikan usaha keluarga Silk. "Ini tuan Yosep, dengan sepenuh hati, saya Sechmir Silk dari keluarga Silk menyerahkan semua aset keluarga Silk!" ucap Sechmir. "Dan kami dengan ikhlas dan Ridho menerima Gweny bersama Tarung untuk menikah."


"Terima kasih papah, mamah!"


"Terima kasih papah mertua, mamah, mertua!"


Tarung dan Gweny memeluk bergantian Sechmir serta Glucen. Mereka berempat mengeluarkan cairan bening di kelopak matanya, tanda bahagia dan haru.


"Begini amat jadi tukang lamar, kopi pun tidak di hidangkan!" gerutu Yosep dalam batinnya. "Mungkin kalau novel judulnya nasib seorang tukang lamar."


"Baik tuan Sechmir dan nyonya Glucen, kami izin pamit, buru-buru. Karena esok hari nona Gweny dan bro Tarung harus fiting baju pengantin. Nanti saya akan kirimkan pesawat jet pribadi dua hari lagi, untuk menjemput tuan dan Nyonya," ucap Yosep dengan bibir melengkung membentuk senyuman.


"Jangan panggil tuan dan nyonya, tuan Yosep juga kan saudara menantu saya Tarung, jadi panggil saja, mamah dan papah seperti Gweny memanggil kami," balas Glucen. "Ya kan pah?"


"Ya tuan Yosep," imbuh Sechmir.


"Ya sudah papah dan mamah juga jangan panggil saya tuan, panggil saja Yosep," ucap Yosep.


"Baik nak Yosep!" balas serentak Sechmir dan Glucen.


___


___


___


Pesawat jet pribadi OT sampai di bandara Kertajati, pukul 01.00 WIB dan sampai VJC 01 pukul 02.00. Perjalanannya cukup lama dari bandara Internasional Istanbul Turki.


"Selesai juga masalah mereka bertiga, sekarang tinggal sang tukang lamar, melamar keempat tuan putrinya, hehehehe," ucap Yosep yang mulai memejamkan mata untuk istirahat sejenak.


___


___


___


Keesokan paginya.

__ADS_1


[Selamat majikan mendapatkan uang dari berkedip selama 28.800 kali dalam satu hari senilai Rp. 288.000.000]


Pagi ini Yosep masih sangat mengantuk hanya melakukan aktivitas ibadahnya dan tidak latihan seperti biasanya. "Enak kali dipijitin," gumam Yosep sambil tengkurap di kamar tidurnya, kepalanya menoleh ke kanan sambil memejamkan mata. "Badan pegel semua."


"Yos! Bangun Yos sudah siang!" panggil Dawi dengan berteriak dari luar pintu kamar Yosep. "Ini mimi, sudah menyiapkan sarapan."


"Nanti saja mi, badan Yos sakit semua. Lagi malas gerak," sahut Yosep.


"Dasar anak itu, dia kelelahan lagi. Padahal sudah banyak karyawan dan direktur yang mengurusi perusahaannya tapi masih saja capek, kesana-kemari," gumam Dawi yang turun dari tangga menuju ruang makan.


Yosep malah tidur lagi, Rany, Zahra, Ryuna dan Ziva yang menginap di rumah kedua Yosep sampai khawatir. Karena sudah jam 10.00 WIB Yosep belum kelihatan batang hidungnya.


"Loh, momy Yosep mana? Kok belum bangun juga. Ini sudah siang, bukannya malam ini akan mengadakan lamaran di hotel Balongan Indah?" tanya Albert.


"Capek popy, ia tidur lagi malah. Sylvia sudah mengabari dan mengurus semuanya untuk acara lamaran nanti sore," Jawab Dawi. "Biarkan saja, lagipula beberapa hari ini dia kecapean."


Satu jam kemudian.


Tim ZZRR menyusul ke VJC 01, "Popy dan Momy, mas Yosep mana?" tanya Zahra, tim ZZRR sudah mengetahui hubungan Albert dan Dawi. 6 bulan lagi mereka berdua akan menikah, Albert juga tidur di VJC 01 berdampingan kamarnya dengan kamar Raiden dan Tarung.


"Masih tidur menantuku sayang, kecapean. Tadi malam pulang jam 2 dari Turki," jawab Dawi lalu mengelus lembut rambut mereka satu persatu.


"Ya sudah kalian bangunkan ya. Tapi lembut kasihan masmu itu," balas Dawi.


Tim ZZRR menuju kamar Yosep dan membuka pelan pintu kamar Yosep. Mereka melihat Yosep tidur sangat pulas sambil tengkurap hingga mendengkur.


Kriiiet!


Grook!


Grook!


"Kasihan ya baby unyuku, kecapean," lirih Rany. Zahra menaikan kaos oblong Yosep dan hanya memakai sarung tanpa memakai ******. Zahra mengolesi minyak urut pada badan Yosep, Ryuna berada di sebelah kanan Yosep lalu mencium pipi kanannya dan Ziva berada di sebelah kiri Yosep lalu mencium pipi kirinya.


Cup!


Cup!

__ADS_1


"Hmmm, mantap bagai di surga. Enaknya punya bini empat," Yosep mengigau dan meracau tidak jelas. "Sedap sekali, sampai tongkatku bangkit."


Rany memijat kedua kaki Yosep, dia menahan tawa, "Pffft! Mas nih ada-ada saja!" lirih Rany.


Ziva dan Ryuna memijat kedua tangan Yosep, "mas bangun mas!" lirih Ryuna lalu mencium kening Yosep.


Cup.


Yosep kaget dan terbangun, "Hah?! Kenapa kalian kemari? Bahaya, cepat pergi, tiangku sedang tegak!" ucap Yosep membulatkan mata.


"Gak papalah mas. Memangnya mas tega apa? Biasanya juga gak jadi," sindir Ryuna.


"Ya sudah kalian keluar dahulu, saya mau mandi, ok!" pinta Yosep, kedua tangannya menutupi tiangnya yang sudah tegak seperti menara eifel.


"Apa perlu kami mandiin mas?" goda tim ZZRR serentak.


"Gak perlu, kalian tunggu saja diluar." Yosep mendorong tim ZZRR, untuk keluar dari kamarnya. "Selamat keperjakaanku masih selamat."


Yosep membersihkan diri dan memakai setelan jas merah dan celana merah dengan dasi merah juga. Lalu turun ke ruang tamu, untuk pergi bersama tim ZZRR membeli cincin berlian dan kalung berlian serta anting berlian sebagai seserahan lamaran.


___


___


___


Yosep sampai di atap apartemen one park residence, menggunakan helikoptsr yanh dipiloti Nyotnyokong. Hari ini ada lelang nasional di gedung lelang nusantara di cempaka putih jakarta pusat. Barang yang dilelang adalah 4 pasang perhiasan kalung, cincin, dan anting dari kerajaan Indraprasta.


Yosep dikawal oleh bodyguard menggunakan sepuluh mobil rolls Royce phantom dan satu mobil Koyota Vellfire berisi Yosep bersama tim ZZRR. Mereka sampai di sebuah gedung berlantai 6 dengan ornamen-ornamen patung garuda wisnu kencana di kedua sisi pintu masuk.


"Selamat datang tuan, apakah anda mau melelang atau melelangkan barang?" tanya Resepsionis gedung Nusantara.


"Saya mau melelang dan tolong fasilitas paling super VVIP untuk 5 orang," jawab Yosep yang dijaga banyak bodyguard, semua orang yang melihatnya segan dan tak ada yang berani mendekat.


"Baik tuan, silahkan bayar melalu QR scan disini totalnya 1 ruangan super VVIP 1 milyar."


Yosep mengambil smartphone miliknya, dan menscan kode QR yang tersedia di meja resepsionis. "Ini tuan kartu super VVIP Titanium, anda akan mendapatkan diskon 15% untuk semua barang yang dilelang dan transaksi pembelian melalui semua bank di dunia," jelas Resepsionis.

__ADS_1


Yosep mengambil kartunya dan tersenyum ramah menjawab pernyataan resepsionis. Ziva mengapit lengan kiri Yosep dan Ryuna mengapit lengan kanan Yosep, Rany bersama Zahra di belakang Yosep.


"Mahal juga ya, hanya untuk mendapatkan fasilitas super VVIP disini, untung saja uangku tak terbatas. Coba masih seperti dahulu jadi buruh tani, sudah keblangsak!" gerutu Yosep dalam batinnya.


__ADS_2