SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 134 Ada Ular Tangga


__ADS_3

Abang bakso dengan cekatan menyiapkan 8 porsi pesanan Yosep dengan porsi yang berbeda-beda. Mulai dari baso telur, baso tulang iga, baso beranak, baso mercon, baso keju, baso urat, baso lobster, dan baso urat besar berbentuk hati.


Abang bakso menghidangkan semua baso ke meja Yosep, "mas minumnya apa?" tanya abang bakso.


"Es teh manis tiga gelas ya mas!" jawab Yosep sambil mengacungkan tiga jari.


"Baik mas!" Abang bakso menyiapkan es teh manis tiga gelas dengan cepat lalu menghidangkannya pada Yosep.


Rasa lapar Yosep sambil menunggu mobilnya datang, seperti singa yang kelaparan Yosep mulai menyantap baso telur dengan cepat, lalu menyantap baso yang lain satu persatu dengan beringas.


Yosep menyeka keringat di dahinya, "Khuoooo ... enak sekali semau baksonya, mantap!" Yosep bersendawa dalam 45 menit semua delapan porsi bakso dengan jenis bakso yang berbeda langsung habis tak tersisa, bersih tak ada kuah sedikit pun yang tersisa.


Yosep menenggak tiga gelas es teh manis tanpa bernafas. Semua orang yang melihatnya menelan salivanya dengan kepala digeleng-gelengkan. "Sudah berapa lama mas itu belum makan?" pikir pengunjung satu.


"Mas semuanya berapa?!" panggil Yosep dengan bertanya pada abang bakso yang langsung menghampiri Yosep.


"Semuanya 200 ribu mas," jawab abang bakso.


"Mas baksonya sangat enak. Saya kasih tips ini bayarnya," puji Yosep sambil memberikan uang 300.000.


"Terima kasih mas!" sahut abang bakso yang menundukan kepala.

__ADS_1


Mobil Lambhorgini Veneno miliknya sudah berada di depan kios bakso. Yosep langsung masuk ke dalam mobil.


"Gila ternyata mas itu, crazy rich Indramayu itu yang lagi viral dimedsos," ujar pengunjung dua.


"iya itu dia!" imbuh pengunjung tiga.


"Sayang sudah pergi, padahal kalau aku tahu, aku ingin berfoto dengannya," imbuh pengunjung empat.


Yosep melajukan mobilnya sangat cepat ke arah Pawidean lalu melewati pasar Jatibarang dan melewati Kecamatan Kertasmaya, tujuan utamanya adalah pintu masuk tol Kanci-Pejagan.


Yosep naik mobilnya gila-gilaan dan tambah gila lagi setelah masuk tol, Yosep melajukan cepat mobilnya sangat cepat hingga 350 km/jam, padahal batas maksimal 100 km/jam.


Semua pengendara mobil yang dilewati Yosep dibuat membulatkan mata dan menjatuhkan rahangnya. Polisi patroli juga tidak dapat mengejar Yosep untuk mengentikannya, karena laju mobil Yosep terlalu cepat. Waktu tempuh Cirebon-Surabaya yang biasanya ditempuh 15 jam, Yosep hanya menempuhnya dalam waktu 4 jam.


"Perut ini tak bisa dikompromi, dasar! Padahal baru makan 8 porsi bakso," imbuh Yosep dengan bergerutu.


Yosep akhirnya sampai ditengah kota Surabaya, rumah sakit Budi Asih terlihat dari jarak pandang 50 meter. Desain rumah sakitnya hampir sama dengan di Indramayu. Yosep memarkirkan mobilnya di depan halaman rumah sakit.


Securiti menghampiri mobil Yosep, "permisi pak! Maaf rumah sakit ini ditutup," ujar securiti sambil mengetuk kaca pintu mobil Yosep.


Pintu mobil itu terbuka dan Yosep berujar, "oh maaf pak. Tapi saya ditugaskan oleh pak Jayus untuk meninjau rumah sakit ini," ujar Yosep beralasan padahal ia sendiri yang inisiatif datang kesini.

__ADS_1


Securiti melihat dari atas sampai bawah tubuh Yosep dan muka Yosep. "Maaf pak big bos, saya tidak mengenali anda. Mari masuk pak big bos!" ajak securiti. Rumah sakit Budi Asih Technology juga melakukan hal yang sama seperti bank Abc, dan Koyota, memajang foto Yosep di ruang makan karyawan, agar mereka tidak salah paham jika Yosep berkunjung.


"Kenapa semua orang di perusahaan yang saya pimpin selalu memanggil saya pak big bos?" pikir Yosep yang tidak tahu, apa sebenarnya yang terjadi. Dalam keadaan bingung Yosep terus berjalan sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. "Ya sudahlah!"


Dari pintu lobi aura energi yinnya sangat pekat. Yosep sudah disambut tidak baik oleh para penghuni gaib rumah sakit, "ini ada orang yang mengirim. Jimatnya sudah saya terawang, ada total 99 jimat yang terpasang di seluruh rumah sakit."


"Orang yang mengirimnya memang sangat niat sekali ingin menjatuhkan rumah sakit ini, tapi tak masalah pasti saya akan mengembalikan kirimannya dan memberikan bunganya juga 10.000%, hmmph ...," batin Yosep sambil mendengus kesal.


Securiti menghantarkan Yosep ke lantai 9, yaitu ruang khusus direksi, "silahkan big bos beristirahatlah dulu. Semua orang diliburkan karena teror hantunya sangat mencekam dan mengerikan. Saya hanya berani berjaga di luar rumah sakit, pak big bos!" ujar securiti bernama Santo dengan raut muka pucat pasi.


"Pak tolong hubungi semua staff rumah sakit untuk masuk, saya akan mengadakan rapat. Suruh kepala dokter dan karyawan menyiapkan air mineral le koral 20 dus dan bawa dan taruh di depan lobi rumah sakit," titah Yosep. "Dan saya akan mengurus setan belek ini, bapak lebih baik di luar rumah sakit. Kalau karyawan sudah pada datang suruh tunggu, nanti saya akan menghubungi bapak."


"Baik pak big bos," ujar securit sambil menundukan kepala. Yosep juga memberikan nomor teleponnya pada Santo lalu keluar ruangan


Yosep mengunci pintu ruang direksi dan mulai bersemedi, ia melakukan jurus meraga sukma. Jiwanya keluar dari raganya menembus alam tak kasat mata. "Banyak juga ini setan belek totalnya ada 10.000 dan satu yang menjadi rajanya," gumam Yosep yang langsung bergerak mengikat para setan belek mulai dari kuntilanak, genderuwo sampai buto ijo dengan jurus bajra isvara.


"Bledug ...!" suara terdengar memekakan telinga dari lantai atas, Santo yang dibawah sampai terkejut. "Benar kata rumor, kalau pak big bos itu selain hebat sebagai pemimpin dia juga sangat sakti mandraguna. Padahal di dalam rumah sakit ini banyak demitnya, malah ia sendirian disana," gumam Santo.


"Ah payah, lemah sekali! masa seribu setan belek baru dikasih jurus bajra isvara langsung pada ngacir," ejek Yosep. Lantai 9 sudah Yosep netralkan jimat yang terpsang ada 50 yang diketemukan Yosep lalu ia simpan sementara.


Jiwa Yosep menembus lantai dan turun ke lantai 8, ada ular naga besar yangs sedang menatap tajam Yosep. "Ular tangga ayo maju!" ejek Yosep langsung melesatkan jurus mahadewa Nagapasa pada ular naga dan membuatnya meraung keras.

__ADS_1


"Groaaar ...!" ular naga langsung hilang dari pandangan beserta 2000 jin balang yang menghuni lantai 8. Semuanya takut dan dibuat kocar kocar oleh Yosep.


9 jimat ditemukan oleh Yosep lalu menyimpannya. Setiap lantai yang Yosep sudah netralkan dan bersihkan bentengi dengan chakram visnu agar mereka tidak bisa masuk lagi ke dalam rumah sakit.


__ADS_2