SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 204


__ADS_3

Di bunker rahasia Istana Kepresidenan RRC.


Nyot Suzu sedang menatap layar monitor mengawasi anak buahnya yang sedang memburu Yosep. "Bagus kalian berhasil membunuh dengan meledakan bocah keparat itu. Ochobot City pasti oleng, hahahaha." Nyot Suzu tertawa terbahak-bahak.


"Liu Ming, kirimkan lebih banyak orang untuk menghabisi semua keluarga dan bisnis Yosep. Ratakan semuanya!" titah Nyot Suzu.


"Baik, tuan presiden!" Liu Ming menunduk hormat.


"Dengan begini batu kerikil yang menjadi duri dalam daging pasti bisa di cabut lalu diremas hancur. Seharusnya aku yang menjadi pemimpin aliansi USF bukan Donald Duck yang tak becus mengurusnya, gayanya keren tapi solusonya benar-benar payah. Apalagi harus menyewa dukun sakti, apa-apaan mereka itu? Benar-benar mereka sudah depresi dan putus asa." Nyot Suzu menyeringai jahat.


***


Di pulau Biawak.


"Sister, aku merasa perasaanku tidak enak. Aku khawatir dengan mas Yosep," Zahra menggigit bibir bawanya dan duduk dalam keadaan tidak tenang.


"Sudah tidak apa-apa. Mas Yosep kan sedang rapat di Cirebon. Aku yakin mas Yosep baik-baik saja." Rany mengelus lembut punggung Zahra.


Anto mengirim pesan pada smartphone Ziva, "Nona Ziva, anda jangan khawatir tuan muda sedang di serang oleh komplotan berbaju hitam di Krangkeng. Saya dan tim Pancawijaya sedang mengejar mereka."


Ziva, Ryuna, Rany, dan Zahra langsung bangkit dari duduknya. "Kita harus kesana cepat!" titah Rany.


"Hm!" Ryuna, Ziva, dan Zahra menganggukan kepala. Mereka berempat naik helikopter yang dipiloti Nyotnyokong.


___


___


___


Helikopter yang dipiloti Nyotnyokong mengudara di atas wilayah jalan Krangkeng. "Ryuna, pinjamkan kami bertiga jam tangan cyborg armor suit!" pinta Rany.


Ryuna menganggukan kepala dan memberikan 3 jam tangan pada Rany, Ziva, dan Zahra. Mereka bertiga langsung memakainya dan menekan tombol pada jam tangan, Rany, Ziva, dan Zahra sudah memakai cyborg armor suit berwarna hitam.


Ziva menekan tombol jam tangan untuk mengeluarkan senjata, "SMG weapon!" di kedua tangan Ziva muncul senjata jenis gatling SMG.


Zahra menekan tombol jam tangan untuk mengeluarkan senjata, "SVD weapon!" di tangan Ziva muncul senjata laras panjang jenis rifle.


Rany menekan tombol jam tangan untuk mengeluarkan senjata, "Bazooka weapon!" di tangan Rany muncul senjata jenis bazooka, bernama Panzerfust 3.

__ADS_1


Ryuna sendiri masih senang sengan senjata andalannya pedang saber berwarna merah.


"Bro! agak mendekat!" Rany melambaikan tangannya pada Nyotnyokong, helikopter Nyotnyokong turun perlahan mendekati 5 mobil mini van yang mengejar Yosep.


"Gawat! Mereka akan menembak mobil mas Yosep dengan meriam RPG-7." Rany segera membidik hulu ledak yang sudah dilesatkan oleh salah satu ninja dari salah satu mini van.


Swush!


Boom!


Rany berhasil menghalau hulu ledak meriam RPG dengan tembakan hulu ledak Panzerfaust-3 miliknya. Yosep banting setir ke kiri dan mobilnya menabrak pohon agar hulu ledak RPG itu tidak mengenainya.


Dor!


Dor!


Anto dan tim Pancawijaya sudah berada di belakang 5 mobil mini van. Anto menembaki mobil itu dengan pistol magnum miliknya. Ziva juga dari atas helikopter menembaki 5 mobil mini van itu agar berhenti mengejar Yosep.


Ryuna melompat sangat tinggi dari helikopter dengan sepatu sky jump, lalu turun di samping Yosep. "Mas cepat bawa Devi ke rumah sakit, biar kami yang mengurusnya!"


Dor!


Swush!


Boom!


Rany menembakan hulu ledak Panzerfaust-3, dan berhasil mengenai dua mobil mini van, ninja hitam didalamnya tewas seketika terpanggang. "Bro turun dan arahkan ke mas Yosep!" Rany melambaikan tangan.


Ziva terus menembaki 3 mobil mini van, bersama Anto dan tim pancawijaya. Rany kembali membidik salah satu mobil dan melesatkan hulu ledak Panzerfaust, untuk menghancurkan mobil itu.


Swush!


Boom!


Satu mobil lagi meledak, 8 ninja keluar dari mobil, mereka berdelapan membalas serangan Ziva, Zahra, Rany, Anto dan tim pancawijaya.


Adu tembakan pun terjadi, Yosep mengangkat tubuh Devi ke helikopter dan menyandarkannya pada kursi helikopter. "Bro berangkat!" Yosep menepuk bahu kanan Nyotnyokong.


Ziva, Rany, dan Zahra dari atas helikopter terus menghujani mereka dengan tembakan. Anto melemparkan granat ke arah para ninja yang bersembunyi di balik mobil mini van.

__ADS_1


Boom!


Satu ninja tewas terkena ledakan granat, Ryuna bergerak zig-zag menghindari peluru yang tembakan ke arahnya, beberapa peluru Ryuna belokan dengan pedang saber ke berbagai arah. Ryuna mendekat dan menebas tangan mereka satu persatu, 7 ninja hitam menjatuhkan senapan mereka ke tanah dalam keadaan tak berdaya.


Anto dan tim pancawijaya mendekat, lalu menembak kepala mereka satu persatu. "Nona muda, ayo kita pulang! Semuanya sudah kita bereskan!" Anto berjalan menuju mobilnya bersama tim Pancawijaya.


"Paman Anto pergi saja dahulu ke rumah sakit! Aku ingin menyelidiki dahulu, siapa orang yang telah mengirim mereka untuk membunuh mas Yosep." Sorot mata Ryuna sangat tajam, membuat Anto dan tim Pancawijaya sangat ketakutan serta bergidik ngeri.


Anto langsung mobil dam tancap gas meninggalkan Ryuna seorang diri. Ryuna menggeledah setiap mayat ninja satu persatu untuk mengetahui identitas mereka dan menemukan kalung bulatan hitam di semua mayat ninja. "Bedebah! Ternyata pasukan Black Army dari China. Ternyata presiden keparat itu yang menyuruhnya." Ryuna menyeringai kesal, salah satu mobil mini van milik black army di pukulnya hingga penyok.


Bang!


"Komandan Lontong masuk!" Ryuna memanggil melalui jam tangannya.


"Ya komandan Lontong masuk, nona muda!" balas Komander Lontong.


"Kumpulkan semua komandan dari seluruh cabang pasukan super elit Ochobot City!" titah Ryuna. "Kita ada misi pemberantasan satu negara dan melumpuhkannya!"


"Siap nona muda, kami akan memanggil Komandan Kupat di wilayah benua Afrika, Komandan Gerome di wilayah Eropa, Komandan Miramen di wilayah Asia, aku sendiri wilayah Amerika utara dan selatan, Komandan rahasia markas benua antartika komandan Esgusrut," balas Komandan Lontong.


"Baik, ini keadaan darurat!"


"Siap!"


Ryuna mematikan panggilannya dan beralri cepat ke arah Rumah Sakit Budi Asih Technology.


___


___


___


Devi sedang ditangani Yosep di kamar VVIP01, Yosep sedang mengalirkan energi hawa murni untuk menyeimbangkan seluruh organ vital di dalam tubuh Devi yang mengalami penurunan kinerja.


Dawi dan Ibunya Devi sangat khawatir menunggu di depan kamar VVIP01 ditemani Ziva, Zahra, dan Rany.


"Ibu tenang saja, pasti mas Yosep bisa menanganinya dengan baik. Kita berdoa saja semoga Devi bisa melewati masa kritisnya." Rany mengelus punggung ibu Devi, raut mukanya begitu cemas.


Yosep keluar dari kamar VVIP01 dalam keadaan letih, jalannya terhuyung-huyung. "Hah, hah, hah, Devi sudah berhasil melewati masa kritisnya." Nafas Yosep memburu tidak beraturan.

__ADS_1


__ADS_2