SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 284


__ADS_3

Dalam keluarga istana semua yang sangat dekat dengan Yosep selalu dianggap keluarga, karena Yosep tidak pernah membeda-bedakan status mereka dan menganggap mereka seperti keluarga.


"Semua ini salah mas yang tidak bisa melindungi mereka. Lebih baik kita ikhlaskan saja kepergian mereka, lagipula sudah impas Mesir dan Italia sudah hancur. Kita fokus saja pada tumbuh kembang anak kita," balas Yosep sambil memeluk pinggang Rany dan Ryuna.


Hari ini adalah hari berkabung di 0chobit City, 2500 prajurit di Tramatron hanya tersisa dua prajurit yaitu Kapten Moka dan Ryujin yang diselamatkan oleh Laksamana Tarung.


___


___


___


Pagi hari di istana OC, wajah semua orang masih bersedih atas meninggalnya 2498 pasukan elit dan super elit. Meja makan bundar masih di dominasi perasaan sedih, "Halo semua, jangan beredih lagi! Hari ini saya memutuskan untuk pindah ke kampung lagi. Terlalu banyak saya melihat darah, kalau saya menghilang dari dunia international mungkin dunia akan damai," ucap Yosep dengan nada santai.


Semua orang yang duduk dimeja makan bundar membulatkan mata, mereka tak terkejut dengan keputusan Yosep. "Maksudmu nak kamu mengundurkan diri?" tanya Albert menelisik.


"Anggap saja begitu yah, dunia juga telah mengira bahwa Yosep Firmansyah sudah mati tenggelam di laut Mediterania. Dunia tak akan damai jika masih ada saya, kebencian aliansi USF terhadap saya begitu sangat besar. Begitu muka saya ada di negara manapun, negara itu pasti jadi bulan-bulanan peperangan kita. Gencatan senjata pun sudah tidak bisa dilakukan lagi, tapi kekuasaan kita juga sudah di duabenua bukan ayah? Jadi kurasa sudah cukup," jelas Yosep.


Setelah Mesir runtuh Ochobot City sudah menguasai perdagangan di benua Afrika dan Asia. "Baiklah nak, ayah tidak memaksa. Tapi kamu tetap pemimpin tertinggi disini, jika ada masalah kami pasti akan memanggilmu dan begitu pula jika kamu ada masalah minta bantuanlah pada kami," ucap Albert dengan ciran bening menetes dipipinya.


"Ayah tidak usah menangis, mimi alan tetap tinggal disini menemani ayah dan menikahlah, jangan ditunda lagi. Biar setelah menikah kalian bisa menimang dua cucu, hehehe," balas Yosep tertawa ringan. "Ayo sayang, kita pergi! Tidak usah kemasi barang-barang kalian kita bisa beli lagi di mall kita."


"Bos kita bagaimana? Kami akan ikut kemana pun big bos pergi, hiks, hiks, hiks," Chris berlutut dan menangis, sembilan pasukan throne army juga ikut menangis.

__ADS_1


"Ya bos, tolong bawa kami, hiks, hiks, hiks," timpal sembilan orang tim throne army serentak dengan bersujud sambil menitikan cairan bening di kelopak matanya.


"Ya, ya, ya, kalian memang ingin saya bangkrut kasih makan kalian bersepuluh, bisa-bisa berasku habis gara-gara kasih makan kalian, kampret!" Yosep menggembungkan pipinya, lalu mencium tangan Dawi dan Albert. "Ayah, mimi, Yosep pamit pulang ke Indonesia. Untuk perusahaan biar Vanya, Wulan, Sylvia, Raiden, Arghadafa, dan Cinta yang urus. Saya mau hidup bertani saja!"


"Mimi akan dukung apapun keputusanmu Yos," balas Dawi menitikan cairan bening di sudut kelopak matanya. "Jika Rany dan Ryuna mau melahirkan kabari mimi ya!"


"Ya nak, ayah juga ya!" timpal Albert.


"Ya mi, ya ayah, pasti!" Yosep mencium pipi kanan dan kiri Albert dan Dawi satu persatu disusul Rany serta Ryuna.


Semua orang di dalam meja makan bundar, kembali menangis, kini Istana akan sepi tanpa canda tawa Rany dan Ryuna. Alice, Myke, dan Vera juga akan kembali ke Belanda melanjutkan usaha Yo and Ra Food Truck.


Yosep memeluk pinggang Rany dan Ryuna, tim throne Army memegang bahu Yosep berbaris ke belakang, saling memegang pundak orang di depannya. Yosep tersenyum , "Selamat tinggal Mimi, ayah, kabari jika kalian akan melangsungkan pernikahan! jurus melipat langit!"


Cwuszh!


"Chris kalau kalian tidak lelah, pergilah ke showroom mobil dan beli 11 mobil, untukku beli saja mobil Koyota Alphard, untuk sepuluh mobil lainnya buat kalian bersepuluh terserah mau pilih mobil yang mana. Kalian akan bekerja di bawah naungan Wijaya Shiled yang dipimpin oleh Komandan Arghadafa, cepat ya! Saya mau bawa Rany dan Ryuna jalan-jalan ke mall!" titah Yosep. "Saya sudah pesankan lima taksi online untuk kalian!"


"baik bos!" ucap Chris menganggukan kepala. "Terus bayarnya bagaimana?"


"Gampang! Kalau sudah mau bayar, kamu telfon saja nanti saya transfer total pembayarannya," jawab Yosep.


Chris dan teman-teman tim throne army keluar rumah menunggu taksi online. Sedangkan Yosep membawa Rany dan Ryuna ke kamarnya untuk melepas rindu dengan bermantap-mantap.

__ADS_1


"Sayang mas kangen!" Yosep mencium bibir Rany dan Ryuna bergantian. "Sudah lama naga ini kisut!"


"Ah mas Yosep bisa saja, Rany juga kangen mas dan khawatir. Apalagi mas harus menghadapi perang lagi kemarin, Rany dan Ryuna sangat mencemaskan mas!" Rany membalas mencium pipi kanan Yosep.


"Ya, mas. Apalagi setelah mendengar kabar Tramatrin dibajak, Komandan Lontong dan Komandan Gerome tewas, Una gak bisa tidur mikirin mas terus." Ryuna mencium pipi kiri Yosep.


"Makanya mas mengundurkan diri dari Ochobot City karena itu, kemana pun mas pergi pasti dikejar aliansi USF. Padahal di Italia mas jualan bakso, di Belanda jualan sandwich tetep saja diajak perang. Terus perang antara naga dan guanya kapan?" Yosep mengelitik pelan pinggang Rany dan Ryuna untuk memanaskan suasana.


"Ih mas geli, hehehe."


"Jangan mas geli, hehehe."


Dan terjadi lagi mantap-mantap bertiga antara Yosep, Rany dan Ryuna selama satu jam 15 menit. Rany dan Ryuna kelelahan akhirnya tertidur pulas, Yosep menyelimuti mereka dalam keadaan tanpa busana.


Yosep berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah selesai ia membuat secangkir kopi dan duduk di taman rooftop rumahnya sambil melihat anak-anak bermain bola, bola voli, badminton, dan juga basket. "Mereka hidup enak tanpa beban, bisa tertawa lepas dan bermain bersama, tapi ketika dewasa tawa mereka akan hilang," gumam Yosep sambil menyeruput kopinya.


"Mas ayo ikut main!" teriak Kipli memanggil Yosep dari bawah yang sedang bermain sepak bola bersama teman-temannya. "Tim sana kekurangan orang!"


"Baiklah, jangan menyesal jika kalian kalah, hahahaha!" Yosep berteriak menyahuti panggilan Kipli lalu tertawa. Tanpa basa-basi Yosep lompat dari rumahnya yang berlantai tiga setinggi 20 meter.


Bug!


Kaki Yosep menapak lapangan, semua orang menjatuhkan rahangnya melihat Yosep melompat dari ketinggian 20 meter tapi kakinya tidak patah sama sekali. "Ayo, jangan bengong mari kita main!" imbuh Yosep berteriak.

__ADS_1


Yosep melakukan kick off di lapangan tengah berpasangan dengan Saprol anak bapak Sarkowi. Saprol menendang bola, mengumpan ke Yosep dan ia langsung menendang, matanya menatap tajam gawang lawan.


Duar!


__ADS_2