SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip -76 Yes Gajian


__ADS_3

Beberapa saat kemudian Yosep sampai di pintu gerbang utama VES (Villa Elite Sunyaragi), Misdi memberikan tiga bungkus gorengan ke security yang berjaga di pos pintu utama gerbang VES lalu melanjutkan menuju rumah Vanya di VES 025.


Misdi terus mengemudikan mobil bugati, akhirnya sampai di sebuah rumah nomor 025 dengan gaya modern minimalis dan membuka kaca mobil. "Pak Yanto! tolong bukakan pintu!" Teriak Misdi memanggil Yanto dan membukakan pintu untuk Misdi agar bisa masuk.


Setelah masuk Misdi memarkirkan mobil di halaman parkir rumah Vanya. Yosep menggendong Vanya ala bridal style, "pak tolong bukakan pintu dan tunjukan kamar nona Vanya!" Pinta Yosep.


Misdi membukakan pintu dan menunjukan jalan, Yosep mengikutinya dari belakang. "Kenapa dengan Vanya, pak?" Tanya Prapto pada Misdi dengan raut muka panik.


"Ya pak kenapa tidak dibawa ke rumah sakit?" Imbuh Shinta juga ikut bertanya dengan raut muka panik.


"Kami kecelakaan pak, ada mobil truck mengerem mendadak jadi mobil kami masuk ke dalam bagian belakang truck. Nona Vanya sempat terjebak di dalam mobil dan berhasil di selamatkan dokter Yosep pak." Jelas Misdi.


"Syukurlah, lalu bagaimana keadaan Vanya sekarang?" Tanya Shinta sambil berjalan mengikuti Yosep ke kamar Vanya.


"Tenang saja bu, Vanya sudah baikan!" Kata Yosep sambil menaruh Vanya di tempat tidurnya.


Tiba-tiba Vanya terbangun dan marah lalu menampar Yosep, "hey! apa yang kau lakukan mesum?"


"Plak!" Suara tangan Vanya mengenai pipi kanan Yosep. "Vanya tenanglah, dia orang yang menyelamatkanmu dari kecelakaan." Ujar Prapto untuk menenangkan Vanya yang akhirnya emosinya mereda.


"Maaf mas! maaf!" Kata Vanya dengan raut muka menyesal.


"Kalau kamu galak seperti T-rex, pasti kamu jomblowati seumur hidupmu." Ejek Yosep.

__ADS_1


"Gak ada hubungannya tahu galak sama jomblowati, aku jomblo atau tidak bukan urusan kamu mas, hmph!" Ujar Vanya dengan menggembungkan pipi dan membuang mukanya.


"Sudah! sudah! Vanya kamu jangan galak-galak sama mas dokter, harusnya kamu berterima kasih padanya. Dia sudah menyelamatkan kamu, lihat tubuhmu penuh darah lebih baik kamu mandi!" Kata Shinta.


"Ya mah!" Ujar Vanya lalu turun dari tempat tidurnya, baru pertama berjalan tiba-tiba kakinya sakit dan terjatuh namun berhasil di tangkap oleh Yosep kedua mata saling berpandangan. "Aw! kakiku sakit!"


"Sepertinya aku harus mengecek ulang kondisi tubuh Vanya, sepertinya kaki kanannya retak!" Batin Yosep yang melihat Vanya sedikit terpesona karena wajahnya mirip Natatsha Wilona.


Vanya yang dipandang Yosep menjadi malu dan menampar Yosep. "Plak!" Suara tangan Vanya mengenai pipi kiri Yosep. "Tadi pipi kanan kamu tampar sekarang pipi kiri, senang banget kamu nampar aku, hah!" Kata Yosep dengan raut muka kesal dan nada sedikit meninggi.


"Maaf mas dokter, maaf saya reflek kalau ada yang lihatin saya jadi salting refleknya suka nampar, hehehe!" Kata Vanya dengan tertawa tanpa rasa bersalah meskipun sudah meminta maaf.


Vanya di papah Shinta untuk ke kamar mandi sedangkan Yosep di ruang tamu bersama Prapto, Misdi menyiapkan hidangan untuk Yosep. Bi Ijah diberhentikan setelah Prapto dan Shinta sering sakit-sakitan karena tidak bisa membayar gaji Inem, Misdi dan Prapto juga sudah 4 bulan gajinya belum dibayar.


"Mas dokter saya sangat berterima kasih banyak. Tapi kami belum bisa membayar pengobatan Vanya, beri kami waktu untuk menjual perusaan kami PT. Jaya Abadi Logistik. Saya yakin biaya pengobatan Vanya pasti mahal." Ujar Prapto.


Vanya keluar dari kamar dengan berjinjit dan di papah Shinta. "Maaf pah, Vanya gagal mendapatkan kucuran dana dan tambahan armada dari Tarub Logistik. Perusahaan kami bangkrut, awalnya karena banyak orderan masuk dan partai besar dari klien kami. Armada kami tidak mencukupi, dan selalu mengirim barang klien terlambat, akhirnya klien memutuskan kontrak dengan kami." Kata Vanya dengan raut muka bersedih.


"Lalu alasan mereka menolak apa?" Tanya Yosep menelisik. "Jangan-jangan karena kamu galak, jadi mereka tidak mau bekerja sama denganmu."


"Tidak ada hubungannya dengan aku galak dok!" Teriak Vanya dengan raut muka kesal. "Saya tidak tahu apa alasannya apa, malah mereka menerima kerjasama dengan saingan kami jodoh dan tak jodoh ekspres (J&T ekspres)."


"Coba lihat proposal dan surat pengajuan kontraknya!" Pinta Yosep.

__ADS_1


"Waduh!" Vanya menepuk jidatnya sendiri. "Proposal dan surat kontraknya ketinggalan di mobil." Ujar Vanya.


"Tapi ada salinannya kan?"


"Ada! Sebentar! Mamah tolong ambilka. laptop Vanya ya mah!" Pinta Vanya lalu Shinta ke kamar Vanya mengambilkan laptopnya dan memberikan laptop itu ke Vanya dengan printer untuk mencetak proposal dan surat kontraknya.


Dengan cekatan Vanya membuka laptopnya dan mengaktifkan, beberapa saat laptop itu telah aktif dan Vanya membuka file proposal serta surat kontrak. Vanya juga mencetak proposal dan surat kontraknya, lalu diberikan pada Yosep. "Ini mas dokter!"


Yosep mengecek proposal yang dibuat Vanya dan memberikan penilaian. "Ini proposalnya sangat bagus, saya menyukainya." Ujar Yosep langsung menandatangani surat kontrak yang sudah bermaterai 10.000.


"Mas dokter kenapa di tanda tangan?" Tanya Vanya dengan membulatkan mata. "Memang mas dokter sanggup memberikan kucuran dana pada perusahaan kami, itu nilai kontraknya sangat besar."


"Saya sudah mentransfer uang 1 milyar sesuai nilai kontrak. Besok 10 unit mobil mini van dan 10 unit mobil truck box akan segera di kirim ke kantor PT. Jaya Abadi Logistik." Ujar Yosep yang memperlihatkan bukti transfer dari smartphone miliknya. Yosep juga sudah menghubungi Michael melalui chat di nomor mangapnya untuk mengirimkan tambahan mobil besok ke alamat PT. Jaya Abadi Logistik.


Vanya, Prapto, dan Shinta membulatkan mata dengan mulut menganga. Bahkan Vanya menepuk-nepuk pipinya karena tak percaya. "Kenapa malah serius begitu, tapi ada syaratnya aku memberikan ini tak gratis lho!" Kata Yosep dengan menyeringai licik.


"Apa yang mas dokter inginkan?" Tanya Prapto dengan mata terbelalak, karena berpikir Yosep pasti meminta Vanya.


"Saya mau Vanya kerja di kantor saya jadi sekretaris Zahra yang akan saya angkat jadi direktur di PT. Raimu CRC." Jawab Yosep.


"Apa!" Teriak Vanya. "Cafe yang lagi viral itu! Tapi dengan papah, mamah yang sedang sakit dan perusahaan siapa yang mengurusnya nanti?"


"Ya! Saya akan sembuhkan penyakit papah dan mamah kamu. Tolong pinjamkan kacamata hitam!" Pinta Yosep, Prapto mengambil kacamata hitam di kamarnya, Misdi datang membawakan hidangan berupa teh untuk Yosep.

__ADS_1


"Pak! Besok saya akan memberikan 4 bulan gaji Misdi dan Pak Yanto, tolong juga bu Ijah suruh kemari lagi! Maaf ya pak merepotkan bapak" Pinta Shinta.


"Ya bu! Tidak apa-apa saya mengerti bu!" Ujar Misdi dengan raut muka bersinar. "Yes akhirnya kami gajian setelah empat bulan, puasa gaji." Batin Misdi


__ADS_2