
Yosep berangkat dari bandara Kertajati menuju bandara Sentani, Jayapura dan sampai disana pukul 11.00 WIT. Yosep sudah keluar melewati pemeriksaan lalu duduk di ruang tunggu, ia bingung harus berjalan ke arah mana. Pengisian hawa murni dalam tubuhnya masih butuh waktu 6 hari lagi bersama terbukanya blokir aset Yosep oleh Barjo dan kembali terbukanya akses pemimpin tertinggi Ochobot City.
Yosep duduk sambil termenung sambil mengelus perutnya yang lapar. "Perut ini sudah berdemo, lebih baik saya mencari restoran untuk makan. Kaisar galak itu juga belum memberikan arahan kemana saya harus mencari baju zirah gatot kaca." Yosep berjalan ke arah restoran Puka-Puka sambil bergumam.
Yosep duduk di sudut restoran sambil termenung, matanya menatap keluar kaca transparan yang menjadi pembatas restoran dan luar restoran.
"Ada yang bisa dibantu, tuan?" pelayan wanita menghampiri Yosep dan memberikan buku menu untuk melayani Yosep.
"Berikan saya makanan terbaik disini, paket lengkap. Menu pembuka, menu utama dan menu penutup, minumnya es teh manis tiga gelas!" Yosep menutup buku menu dan memberikannya lagi pada pelayan wanita.
Risadju fans berat Yosep, tiba-tiba masuk ke restoran yang sama dengan Yosep. "Waduh sial! Ternyata fans kelas super berat ada di sini, bahaya!" Yosep bergumam, mengambil buku menu dari pelayan wanita untuk menutupi mukanya. "Maaf nona saya pinjam, soalnya ada bahaya!"
"Tapi tuan ...."
"Sudah, saya pinjam dahulu!" Yosep merogoh sakunya dan memberikan uang 1 lembar pecahan 100.000.
"Baik tuan, terima kasih. Saya akan segera hidangkan makanan yang tuan pesan." Pelayan menunduk hormat lalu pergi ke dapur restoran.
Yosep mengintip Risadju dari bagian atas buku menu, lalu menutupi mukanya kembali. "Benar-benar djancuk jaran hidupku ini. Malah bertemu perempuan yang barbarnya kelas berat melebihi Ryuna," gumam Yosep.
Risadju malah duduk di meja seberang Yosep hanya dibatasi satu meja kosong di antara meja Yosep dan meja Risadju. Tangan Risadju dilambaikan dan berteriak memanggil pelayan, "Helo!" Pelayan wanita menghampiri Risadju yang terkenal bawel. "Nona aku mau pesan steak filet salmon, filet tuna bakar dan lobster asam manis, serta minuknya jus apel."
"Baik, nona Risadju!" Pelayan wanita menunduk hormat lalu mengambil buku menu, raut wajahnya tersenyum kecut. Risadju adalah pelanggan tetap restoran ini, ia sering bolak balik Papua-Makasar untuk meninjau bisnis mutiara, berlian, dan juga emas di Jayapura. Risadju terkenal sangat bawel, makanya semua pelayan takut dengan Risadju jika ia sudah makan di restoran. Meskipun bawel Risadju sangat baik, ia tidak segan-segan memberikan uang tips pada pelayan 100.000-200.000.
__ADS_1
Pelayan wanita menghidangkan makanan pada meja Yosep dengan paket lengkap, makanan pembukanya salad dengan telur ikan salmon, menu utamanya lobster saus tiram yang cukup besar, dan menu penutupnya chocolate cake dibalut dengan lapisan emas serta es teh manis tiga gelas.
Yosep mengibaskan-ngibaskan telapak tangan kiri pada pelayan wanita untuk pergi, dan tangan kanannya tetap memegang buku menu agar wajahnya tidak terlihat oleh Risadju.
Banyak pelanggan lain menatap aneh Yosep, makan dengan menutup wajahnya memakai buku menu. Risadju bangkit dan mendekati Yosep, "Hei mas! Kalau makan biasa saja keles! Masa makan ditutupi mukanya kaya tampan saja!" ucap Risadju dengan nada meninggi.
Yosep yang sedang fokus makan kaget dan terbatuk, buku menunya ia lepas, "'uhuk' 'uhuk' 'uhuk'" lalu meminum segelas es teh manis.
Risadhu dan pelanggan wanita terpesona semuanya menjatuhkan rahangnya. "Oh tidak! Babang tamvan!" Risadju langsung memeluk Yosep dan menciumi pipinya dengan brutal, membuat Yosep risih.
Yosep mendorong Risadju, "Hentikan! Apa yang kau lakukan wanita barbar kelas berat?" teriak Yosep, tubuh Risadju terjatuh dengan posisi terlentang, Yosep reflek langsung memegang pinggang Risadju lalu membatin, "Ah sial! Kenapa adegan seperti ini muncul lagi?"
Yosep menarik pinggang Risadju untuk membantunya berdiri, Risadju langsung menangis seperti anak kecil karena di dorong Yosep. "Haaaaa! Ayah, bunda! Babang tamvan jahat! Haaa!"
Yosep duduk dan tak memperdulikan tangisan Risadju, ia makan dengan lahapnya, semua habis tak tersisa. Yosep keluar dari restoran secepat mungkin setelah membayar bill di kasir, Yosep tak mau berurusan dengan wanita barbar kelas berat itu lagi.
Risadju keluar dari restoran dengan mata merah sembab, "Jahat! Babang tamvan memang jahat! Hmph!" gerutu Risadju dengan mengembungkan pipi.
Tiba-tiba mobil Koyota Alphard hitam berhenti di restoran, 4 orang ninja berbaju putih keluar dan langsung membekap Risadju. Belum sempat berteriak Risadju sudah tertidur terkena obat bius yang ditaruh pada sapu tangan yang dibekapkan ke hidungnya.
Empat ninja putih membawa Risadju ke dalam mobil dan salah satu ninja yang menyetir langsung melajukan mobilnya dengan cepat. Yosep yang sedang duduk santai di kursi panjang taman dibawah pohon rindang langsung bangkit dan membulatkan mata, "Waduh! Wanita barbar kelas berat itu diculik. Saya harus menyelamatkannya, saatnya babang tamvan beraksi!" Yosep mengambil tas punggungnya lalu mengeluarkan sarung untuk menutup mukanya, tas punggung itu pakai lagi di punggung. "Ajian serat tatar bayu! Pahlawan bersarung beraksi!"
Shua!
__ADS_1
Yosep berlari cepat mengejar mobil Koyota hitam yang melaju cepat di jalanan kota Jayapura. Sarungnya terbang ke belakang, seperti sayap jubah batman.
"Kapten ada yang mengejar!" Supir ninja melirik ke arah lampu spion. "Sepertinya bukan manusia biasa, soalnya lihat! Dia bisa berlari sangat cepat mengejar kita!"
"Zanuri habisis dia!" titah kapten ninja bernama Sango, kaca rooftop mobil Koyota terbuka, Zenuri mengambil senjata SPG1 yang mempunyai pelontar granat lalu berdiri dan setengah badannya di keluarkan pada bagian rooftop terbuka, Zenuri membidik Yosep dan menembakinya dengan peluru beruntun.
Dor!
Dor!
Klang!
"Ajian serat wadag brajawesi!" peluru itu beberapa mengenai tubuh Yosep, tapi tak mampu melukainya. Yosep menembah kecepatan larinya untuk mengejar mobil itu, "Haaaaa!"
Dor!
Dor!
Zenuri terus membidik Yosep, untung saja mobil sudah melewati jalanan kota yang sepi dari penduduk melewati hutan belantara. "Zenuri, hentikan dia!" titang Sango menyeringai kesal, "Jangan sampai manusia edan itu mengejar kita!"
Zenuri memasukan granat ke pelontar granat lalu membidik ke arah Yosep, pelatuk di tarik, granat itu keluar dengan cepat ke arah Yosep dan meledak.
Plung!"
__ADS_1
Boom!"
Yosep terpental tinggi ke atas pohon, untung saja tidak terluka, sarungnya nyangkut di atas ranting pohon. Mobil Koyota hitam itu melaju cepat dan hilang dari pandangan Yosep. "Sial, aku kehilangan mereka!" Yosep membuka sarungnya dan terjatuh dari pohon yang cukup tinggi. "'Bug'! Aw! Sakit sekali!"