
Kedelapan pelanggan yang lain pun memberikan penilaian yang baik untuk masakan Yosep, bahkan mereka berani memesan lagi dengan harga tiga kali lipat.
"Masakan chef Yosep rasanya bintang lima meskipun kaki lima," puji pelanggan yang memakan nasi goreng yondaime hokage yang lain. Menu nasi goreng hokage adalah menu yang Yosep buat sewaktu awal-awal berjualan di kafe Raimu CRC kini ia populerkan kembali di Belanda.
Pelanggan mulai berduyun-duyun lagi, semua menu makan siang kali ini harganya menjadi 10 euro dan minuman 5 euro. Yosep mulai memasak lagi dengan gaya kungfu, spatula saling beradu dengan wajan, membuat dentingan yang cukup keras.
Trang!
Treng!
Sekali saji 10 porsi nasi goreng lalu diberikan Vera pada pelanggan. Tugas Argadhafa hanya masak nasi dengan rice cooker besar yang sudah Yosep modifikasi 5 menit nasi akan matang sempurna.
Pundi-pundi euro terus masuk ke dalam meja kasir yang dijaga oleh Vera. Mereka bertiga makin bersemangat melihat Yosep tak kenal lelah membuat ratusan hingga ribuan porsi sate dan nasi goreng, meskipun ada juga beberapa ratus pelanggan memesan sandwich.
Yosep juga tak menyangka di awal pembukaan sudah banyak pelanggan yang berduyun-duyun untuk memesan menu makanan yang tersedia di Yo and Ra Food Truck.
Pukul 14.00 WB semua stok makanan habis dan Yosep mendapatkan uang 50.000 euro, totalnya 65.000 euro. Awal yang baik memang, bisa mendapatkan uang sebanyak itu. Myke dan Argadhafa sedang merapikan meja, sedangkan Yosep dan Vera sedang membersihkan bagian dapur untuk persiapan esok hari.
[Telolet]
[Misi : Pergi ke Belanda dan Hasilkan uang 1 juta euro dengan berjualan Food truck, selama berjualan dilarang marah pada pelanggan dan selalu ramah serta tersenyum. Jika melanggar omset tidak dimasukan ke dalam hitungan sistem. Dilarang menggunakan saldo dari sistem dan meminta modal pada orang lain untuk membeli food truck. Hasilkan uang sendiri untuk membeli atau membuat food truck
Hadiah : Lokasi sarung tangan kalimasada.
Hukuman : Umur Ryuna dikurangi 4 bulan
Batas waktu : 30 Hari
__ADS_1
Progres misi : 6,5% (65.000/1.000.000)
[Selamat menikmati misi dari sistem sang lintah darat, hahahaha]
Yosep dan tim karyawannya pulang ke rumah Vera untuk beristirahat. Hari pertama berjualan membuat mereka kelelahan tapi bahagia. Untung saja tidak ada petugas imigrasi Belanda yang datang, untuk membuat izin usaha Yosep meminta Vera menggunakan identitasnya. Sedangkan Yosep sendiri masuk Belanda ilegal melalui teleportasi.
Sekalipun menggunakan Visa, paspor Yosep tetap akan ditolak karena menjadi buronan di negara Aliansi USF dan dicap sebagai *******.
Mereka berlima sampai di rumah, Yosep, Myke, dan Argadhafa membersihkan diri, sedangkan Vera memandikan Alice. Akhirnya mereka selesai membersihkan diri dan meminta Yosep untuk memasak makanan yang dijual pada Yo and Ra Food Truck. Vera, Myke, dan Argadhafa penasaran dengan rasa makanan yang Yosep masak, hingga membuat para pelanggan berbondong-bondong.
"Bos kami lapar, tolong masak buat kita bos, nasi goreng yang dijual di food truck," pinta Myke, dan Argadhafa serentak mengelus perutnya yang berdemo keras.
"Dasar anak buah ga ada akhlak, menyuruh bosnya masak, hmph!" Yosep menggembungkan pipinya. Melihat mereka berdua terkulai lemas di sofa, Yosep tidak tega. "Ok, ok, saya masakan!"
Yosep mengambil bahan makanan di lemari pendingin mobil food truck lalu kembali ke dapur di dalam rumah Vera untuk mengolah bahan itu menjadi makanan yang sesuai di pesan oleh Myke, dan Argadhafa. Tidak lupa Yosep membuat hamburger untuk Alice dan sandwich untuk Vera, bagaimana pun juga Yosep ingin dapat pengakuan dari Vera sang master chef sandwich.
Vera dan Alice sudah selesai membersihkan diri, Argadhafa yang terkulai lemas langsung bangkit melihat Vera berdandan sangat cantik dengan dres mini hitam selutut dan belahan gunung kembar menonjol keluar.
"Gluk!" Argadhafa menelan salivanya dan terus menatap lekat Vera tanpa berkedip, membuat Vera tersipu malu. "Nyonya Vera benar-benar cantik."
Vera hanya tersenyum manis pada Argadhafa, "Ehem ... ehem!" Yosep berdehem keras mengganggu Vera dan Argadhafa. "Ayo silahkan dimakan! Katanya mau makan, saya sudah membuatnya spesial buat kalian semua!"
Boom!
Argadhafa, Myke, dan Vera bersama Alice mulai mencicipi sedikit demi sedikit masakan Yosep. Mulut mereka seperti ada rudal nuklir di dalamnya, merasakan kenikmatan ledakan makanan yang dimasak oleh Yosep.
"Hmmm ... enak sekali bos!"
__ADS_1
"Ya bos, pantas saja mereka terus berdatangan ingin makan lagi dan lagi."
"Kamu memang hebat tuan dokter sandwich buatanku saja kalah enak dengan buatanmu. Tapi sayang tuan dokter bukan manusia, bisa berkelahi, bisa menyembuhkan orang dan juga bisa masak, tipe suami idaman banget," puji Vera membuat Argadhafa sedikit cemburu.
"Cie-cie, ada yang cemburu nih yee!" goda Yosep. "Ya sudah kalian lanjutkan makannya, Arga saya mau pulang dahulu ke markas utama maklum kangen istri ingin ehem, ehem, hehehe. Besok pagi saya balik lagi kesini. Jurus melipat langit!"
Cwuszh!
Tubuh Yosep hilang dari pandangan, membuat Vera dan Myke menjatuhkan rahangnya, "Sudah jangan kaget begitu, nanti mulutnya kemasukan nyamuk. Mari makan! Nyonya Vera jangan terkejut nanti juga akan tahu identitas bos Yosep sebenarnya, bukan begitu tuan Myke?" Argadhafa melirik ke arah Myke.
***
Di dalam bunker rahasia istana Belanda.
"Sial, sial, sial!" PM Stark Mute terus mengumpat dalam keadaan geram, setelah mengetahui Dukun Kolok-Kolok bersama pasukan dukunnya, dan pasukan Black Assasin tewas. PM Stark Mute semakin geram setelah keberadaan Yosep hilang bak ditelan bumi. Semua aset perusahaannya tetap berjalan tapi Yosep tidak ditemukan dimanapun. "Kemana kau bangsat, ingin rasanya kuledakan kepala otak dungumu itu, kampret!"
Brak!
PM Stark Mute memukul meja hingga terbelah dua, semua ajudannya terdiam dan tak ada yang berani berbicara jika PM Stark Mute sedang marah. Rencana aliansi USF untuk melakukan propaganda agar aliansi UAA saling berperang gagal, setelah Yosep melalui akun anynomous dewa naga mengirimkan berita tentang semua kejahatan para presiden aliansi USF pada seluruh dunia, dan mereka dalang dibalik propaganda itu.
Tok!
Tok!
Anak buah PM Stark Mute mengetuk pintu lalu masuk, "Maaf tuan perdana menteri! Tuan Van Amblas ingin bertemu dengan tuan, ada hal yang yang ingin beliau bicarakan," bisik ajudan bernama Fritz pada telinga PM Stark Mute.
"Baik," PM Stark Mute menganggukan kepala, "Bawa dia masuk!"
__ADS_1
"Baik, tuan perdana menteri!" Fritz menunduk hormat.