
Satu jam kemudian Yosep mengeluarkan sebuah bola yang 3 kali lebih besar dari bola sepak dari dalam frezeer, bolanya dilapisi coklat keemasan. "Oke sebelum kita mencobanya, saya akan memberikan sentuhan terakhir!" Yosep menyiramkan cairan coklat keemasan ke bola coklat keemasan yang sudah membeku.
"Wow meleleh keren!" Teriak semua orang yang berada di dapur.
"Silahkan dicicipi! Jangan banyak-banyak, biar semua kebagian." Seru Yosep.
Semua orang berbaris rapi untuk mencicipi hidangan yang Yosep buat bernama gudoudama cake.
"Wow keren! Aku jadi lebih bertenaga, jerawatku juga hilang!" Puji Amara karyawati Yosep yang banyak jerawatnya dan kulitnya kusam. Setelah memakan satu sendok gudoudama cake kulitnya yang sawo matang berubah jadi putih, jerawatnya juga hilang, daj sangat cantik mempesona.
Ziva dan Zahra juga tambah cantik serta kulitnya tambah kencang, semulus giok. "Mas aku jadi tambah cantik." Kata Zahra dan Ziva serentak.
Karyawan dan karyawati Yosep semuanya menjajadi cantik serta ganteng, tampilan tubuh mereka sangat menawan seperti bidadara dan bidadari.
"Yos, mimi juga jadi awet muda nih!" Kata Dawi melihat dirinya sendiri di cermin seperti wanita berumur 25 tahun.
"Benar-benar cake yang sangat ajaib!" Puji Mala yang wajah dan tubuhnya bertambah muda seperti Dawi.
"Bagaimana setuju kan? kalau aku menjualnya mulai dengan harga 10 juta?" Tanya Yosep dengan menyeringai licik.
"Setuju!" Kata semua orang serentak.
"Zahra! tolong beli kamera yang bagus untuk membuat foto produk kita yang baru! Wulan buat desainya nanti! Kadro setelah desain bannernya jadi taruh baner promosinya juga di aplikasi!" Seru Yosep.
"Siap bos!" Ucape ketiganya serentak.
Mereka semua bubar dengan wajah yang ceria. "Akhirnya kejomblowanku selama ini teratasi." Kata Bondan sambil melihat mukanya di cermin.
__ADS_1
"Selamat tinggal mukaku yang jelek. Selamat datang ketampananku yang mampu menggetarkan dunia!" Kata Febry sambil bergaya pahlawan bertopeng.
Semua orang sibuk memuji tubuh mereka masing-masing. Zahra pergi ke mall Dharmayu untuk membeli kamera, Yosep mengantarkan Ziva pulang ke rumahnya di mansion Wijaya kawasan BDB. Resep Gudoudama juha sudah diberikan pada Zahra, dan stok pil tirtasari juga sudah diberikan pada Mala totalnya hanya 20 pil, Karena Yosep belum membuatnya lagi.
15 menit kemudian Yosep sampai di Mansion Wijaya. Ada pasukan elita Pancawijaya, dan Anto sedang berbincang dengan Setyo mengenai mahkota kurusetra. "Anto kamu tidak membocorkan tentang mahkota kurusetra itu kan pada mereka?" Tanya Setyo dengan sorot mata yang tajam.
"Tentu saja tidak tuan. Aku rela mati tuan asalkan rahasia mahkota itu tidak bocor ke tangan keluarga Rakuti dan Samandha sialan itu!" Kata Anto dengan raut muka serius dan tak ada kebohongan terpancar dari matanya.
"Ya bos kami juga rela mati, tak mungkin kami berlima berkhianat!" Kata Wirya kapten pancaewijaya.
"Papah, kenapa papah masih mengurusi mahkota itu sih. Ziva sudah bilang lebih baik serahkan saja pada pemerintah, daripada keluarga kita yang jadi incaran terus." Teriak Ziva dari pintu aula mansion yang tiba-tiba melepaskan pelukan tangan Yosep.
"Eh, anak papah sudah pulang. Bagaimana kencannya sukses? Kamu kok jadi tambah cantik." Tanya Setyo mengalihkan pembicaraan.
"Sudah papah jangan mengalihkan pembicaraan. Ziva hanya mau kita hidup tenang, Ziva sakit juga waktu itu sepenuhnua bukan karena kanker tapi di teror oleh mereka kan pah?" Tanya Ziva.
"Maaf Ayah! bukannya saya ikut campur masalah ini. Apa yang Ziva katakan itu benar, waktu aku mengobati Ziva, penyakitnya sepenuhnya memang bukan karena kanker. Ziva histeris karena Ziva dikirim santet berupa kuntilanak merah.
"Saya berhasil mengusir kuntilanak itu dan membunuh dukun yang mengirimnya. Dukun yang mengirim santet ke Ziva satu seperguruan demgan dukun yang memasang kutukan di ruko yang sekarang kami tempati. Keluarga Pratama juga diincar orang yang sama dengan yang mengincar keluarga Wijaya." Jelas Yosep.
"Deg!" Suara jantung Setyo berdetak kencang. dan membuatnya terduduk lemas. Anto dan kelima pasukan Elit Pancawijaya juga terdiam mendengar pernyataan Yosep yang sangat mendetail itu. Kelima pasukan Elit Pancawijaya sangat menyesal pernah meremehkan Yosep, ternyata kemampuan Yosep jauh di atas mereka. Yosep bisa menemukan dan menyelamatkan Anto, tapi mereka menemukan lokasi Anto saja tidak bisa.
"Ya benar. Semua yang dikatakan nak Yosep benar. Papah di ancam, jika tidak menyerahkan mahkota kurusetra maka Ziva akan dikirimi santet yang lebih ganas agar mati. Untungnya nak Yosep berhasil menyembuhkan Ziva waktu itu, jadi menggagalkan rencana mereka. Tapi mereka tak pantang menyerah, akhirnya menculik Anto untuk mengorek informasi pada Anto tentang mahkota kurusetra." Jelas Setyo.
Yosep menemukan titik temu dengan pusaka tungku Wijayanaga dan mahkota kurusetra, lalu menelepon Jayus agar ke mansion Wijaya dan membawa tungku Wijayanaga.
20 menit kemudian Jayus dan Rany datang bersama pasukan elit Pratama bernama Hanoka, mereka adalah pembunuh bayaran peringkat dua di dunia setelah Pancawijaya.
__ADS_1
"Ayah keluarkan mahkota kurusetra!" Seru Yosep dengan menyeringai licik. "Aku punya rencana untuk memancing mereka."
Setyo dan Wirya menuju ruangan rahasia dengan keamanan berlapis-lapis. Mulai dari pintu dengan enam tahapan kode sandi berbeda-beda, scan wajah, scan mata, sampai dengan scan suara dan scan jari.
Setyo dan Wirya kembali dari ruangan rahasia membawa mahkota berwarna emas dengan tujuh batu mustika yang berbeda.
"Setyo kau juga punya pusaka artefak bedawang sangaresi?" Tanya Jayus.
"Ya!" Jawab Setyo.
"Nasib kita sama Setyo. Kamu juga diincar kan oleh keluarga keparat itu?" Tanya Jayus dengan menggertakan gigi.
"Ya, Ziva sakit karena mereka. Aku sudah mencoba menegosiasikan tentang ini, tapi makhluk serakah seperti mereka memang membuatku marah dan kesal saja. Mereka tak tahu diuntung." Kata Setyo dengan wajah geram dan memukul meja.
"Sudahlah ayah. Masalah ini pasti aku akan menyelesaikannya." Yosep menaruh peta artefak bedawang sangaresi. "Ini adalah peta yang bisa bergerak sendiri, peta ini menunjukan 9 artefak bedawang sangaresi. Dua warna hitam ini adalah dua artefak yang berada dirumah ini. Dua lagi masih di wilayah Indramayu namun sisanya tersebar di seluruh Indonesia."
"Lalu apa rencanamu nak?" Tanya Setyo dan Jayus serentak.
"Ada beberapa rencana yang aku sedang pikirkan. Kita akan mengumumkan ke publik tentang peta ini, aku akan membuat peta salinan yang palsu. Aku yang akan mengumumkannya sendiri, dan kedua artefak ini aku sendiri yang akan menyimpannya." Jawab Yosep.
"Tapi kamu nanti akan jadi incaran mereka nak!" Kata Setyo dan Jayus Serentak.
"Ya mas, jangan membahayakan diri sendiri. Nanti kita belum menikah kita berdua sudah menjadi janda." Kata Rany.
Ziva menepuk jidatnya mendengar kata-kata Rany. "Ya mas benar kata Rany."
"Tenang saja aku tak sebodoh itu. Mari kita buat videonya, lalu berikan videonya pada mereka." Kata Yosep.
__ADS_1