
[Transfer pemahaman berhasil]
[Saldo dipotong 100 juta untuk pembelian skill cocok tanam]
Kepala Yosep dipenuhi tiga pengetahuan sekaligus, mulai dari resep dan teknik memasak, teknik bertani serta teknik membuat benda dengan mekanisme tertentu.
"Mantap, dua hari sudah aku naik level. Sisa transaksi pak Kades dengan Bu Sarmila dan juga pak kades membeli traktor." Gumam Yosep sambil menyetir
[Selamat skill profesor berhasil dievolusikan menjadi skill masterpiece level max]
[Selamat skill chef level 1 berhasil dievolusikan menjadi skill masterchef level 1]
[Selamat majikan mendapatkan skill cocok tanam level 1]
[Selamat skill cocok tanam level 1 berhasil dievolusikan menjadi skill bertani level 1]
[Semua uang yang didapat dari roullete sudah ditransfer ke rekening majikan]
Yosep yang sedang asyik-asyik dengan system tiba-tiba mengerem mendadak. Mobil yang berada di jalan mengular panjang, semua supir membunyikan klakson agar kendaraan di depannya cepat jalan. Namun kendaraan di depannya tidak bergerak sama sekali, malah memperparah macet di jalan.
Yosep penasaran dan langsung memarkirkan mobilnya ke bahu jalan agak mendekat ke arah sungai di jalan Kertasmaya pasar Tulungagung. Yosep keluar dari mobil dan mengunci mobilnya lalu berlari ke arah depan, Yosep melewati 10 mobil didepannya namun masih panjang antrian mobil yang macet sampai 25 mobil.
"Pak di depan ada apa?" Tanya Yosep ke salah satu kernet truck kontainer yang membuka pintu mobilnya.
"Sepertinya ada kecelakaan mas, anak kecil ditabrak capung langsung terjatuh." Canda Kernet. "Bukan maksud saya ada kecelakaan mobil dan truck menabrak mini bus, penumpang di mini bus terjebak di dalam mobil."
"Terima kasih mas!" Yosep langsung bergegas ke arah mobil, polisi dan damkar juga belum sanggup mengeluarkan penumpang yang terjebak.
__ADS_1
Yosep bergegas berlari ke arah mini bus tapi dihalang-halangi polisi. "Pak mohon maaf, saya Yosep temannya bu Siska. Izinkan saya lewat, saya dokter. Nona di dalam mobil itu akan kehabisan darah!" Kata Yosep dengan raut muka panik.
"Baik mas, silahkan!" Kata polisi.
Yosep segera menarik pintu yang sedang dipotong tim damkar. "Edan, itu orang apa monster. Kita saja gak sanggup!" Kata Damkar satu. Yosep juga menarik kursi yang menjepit kaki nona muda itu. Dia terjepit di kolong mobil truck, pengemudi sempat keluar dari kursi kemudi dengan loncat dan hanya menyisakan nona muda di dalam.
Darah merembes banyak dari kepalanya, kakinya juga penuh darah, Yosep segera menggendong nona muda itu keluar dari mobil, dan menaruhnya di pinggir jalan "Tolong ambulans!" Seru Yosep dengan berteriak.
"Maaf mas ambulan tidak bisa kesini, karena terjebak macet!" Kata Damkar dua. Yosep menetelantangkan nona itu di pahanya dan menotok beberapa titik aliran darah di kepala dan kaki agar tak terus keluar.
"Waduh gawat kantong plastik ajaibku ketinggalan di mobil, kalau tidak segera di tolong ia akan kehilangan nyawa." Kata Yosep dalam hatinya, lalu Yosep menutup mata untuk melakukan ajian raga sukma.
Jiwa Yosep keluar dari raganya lalu terbang menuju mobil Yosep dan menembus bagian atas mobil. Dia menggunakan jurus bajra isvara untuk mengikat tas selempang kecil miliknya yang berisi kantong plastik ajaib. "Dapat!" Kata Yosep lalu terbang kembali ke tubuhnya.
Yosep memasukan jarinya ke kantong di dalam jasnya untuk mengambil tas selempang kecil miliknya. Kalau ia keluarkan di depan umum nanti Yosep dikira pesulap, jadi Yosep mengambilnya dari dalam inventory system melalui saku di kantong bagian dalam jas miliknya.
Semua luka nona muda tertutup dan pendarahanya berhenti namun bekas lukanya masih ada serta langsung mengering. Yosep meminumkan pil tirta sari pada nona muda itu untuk mempercantik kembali kulitnya.
Para Damkar dan Para Polisi tercengang dengan efek pil yang Yosep minumkan pada nona muda, hanya dalam 5 menit nona muda tubuhnya kembali semula bahkan lebih cantik dari sebelumnya, hanya saja masih banyak bekas darah yang berceceran di beberapa bagian tubuhnya.
Para polisi, damkar dan warga sekitar mulai mengatur jalannya lalu lintas agar mobil tak semakin parah macetnya. Nona muda itu masih dalam keadaan tak sadarkan diri, jika ia pun bangun pasti mengalami shock berat.
Jas Yosep dan kemeja putihnya kotor terkena bercak darah dari nona muda itu. Yosep tidak bisa menggunakan byakugan karena terlalu banyak orang, dia hanya ingin tetap menyembunyikan rahasia matanya itu.
"Dok! Bagaimana keadaan nona Vanya?" Tanya supir mobil mini bus yang membawa Vanya.
"Baik-baik saja pak, nona Vanya berhasil melewati masa kritisnya. Luka dalam dan luarnya berhasil di sembuhkan, tidak ada luka yang berarti, bapak bisa membawa nona Vanya pulang sekarang. Saya berani memastikan nona Vanya baik-baik saja." Jelas Yosep.
__ADS_1
"Tapi dok, saya tidak punya kendaraan untuk pulang. Kalau naik kendaraan umum kasihan nona Vanya." Jelas Sopir Vanya bernama Misdi.
"Baik saya yang antarkan, mari kita ke mobil saya. Bapak masih bisa menyetirkan? Agar bapak tidak shock minum pil ini!" Yosep memberikan pil kintamani pada supir Vanya.
"Masih dok. Terima kasih!" Supir Vanya meminum pil kintamani, keadaan pikiran dan detak jantungnya kembali tenang. Mereka bertiga menuju mobil Yosep yang diparkir cukup jauh dari tempat kejadian perkara.
"Dok tunggu! Nona ini mau dibawa kemana?" Kata Polisi.
"Pulang pak!" Jawab Yosep.
"Bukannya dibawa ke ambulan terus ke rumah sakit?" Tanya Polisi.
"Gak pak, kondisinya sudah sembuh kok. Hanya perlu istirahat dan luka-lukanya juga seduh bersih malah tambah cantik." Jawab Yosep sambil memperlihatkan kepala dan kaki yang tadinya keluar darah sekarang sudah kembali tanpa ada lecet sedikit pun hanya ada bercak darah.
"Baik, dokter memang seperti dokter super Yosep yang viral dan hebat itu. Apa jangan-jangan dokter muridnya dokter Yosep?" Tanya polisi pria.
"Saya dokter Yosep pak." Jawab Yosep.
"Apa! Jadi dokter adalah dokter super Yosep?" Kata Polisi dengan mata terbelalak.
"Ya sudah saya mau mengantar nona Vanya pulang ke rumahnya dahulu ya pak." Kata Yosep lalu menggendong Vanya di punggungnya
"Ya hati-hati dijalan!" Kata Polisi Pria. " Sungguh beruntung hari ini saya bertemu dokter super." Polisi itu membuka handphonenya lalu masuk akun raimubook untuk update status. "Senangnya dalam hati aku bertemu dokter super Yosep." Tulis polisi pria.
Yosep bersama Vanya supirya pergi ke mobil Yosep yang terparkir cukup jauh dari tempat kejadian perkara. Yosep menaruh Vanya di bagian belakang bersama dirinya dan Supir Vanya mengemudi.
"Pak! nona Vanya rumahnya di mana?"
__ADS_1
"Sunyaragi Cirebon dok! Di perumahan vila Elite Sunyaragi (VES). Nona Vanya sedang mengajukan proposal apa gitu, dengan Tarub Logistics saya juga tak paham. Kami baru saja ke Karangampel terus kami pulang lewat sini, malah kecelakaan." Kata Misdi dengan raut muka murung karena masih membayangkan kejadian kecelakaan beberapa saat yang lalu.