SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 174


__ADS_3

___


___


___


Yosep besert tim ZZRR sampai di kantor PT. Raimu Development And Training. Gedung dengan kaca transparan berwarna biru, gedung mempunyai enam lantai menghadap ke utara, tepatnya jalan raya pantura. Gedung Raimu DAT berada di kawasan bisnis distrik Kandanghaur tepat di sebelah kiri SMK Muhammadiyah Kandhanghaur.


Yosep memarkirkan mobil Koyota Alphardnya di basemen parkir, dan menuju ruangan meeting di lantai 5.


Di dalam ruangan sudah ada CEO PT.Tirta Kencana Sari, perusahaan yang bergerak di bidang air mineral kemasan, bernama Jackson Purwa. Pria paruh baya, berkumis tipis, hidung cukup mancung, kulitnya sawo matang, dan mata agak bulat berpupil biru.


"Selamat pagi pak Yosep!"


"Pagi pak Jackson, maaf jika lama menunggu. Saya ada beberapa urusan yang harus diselesaikan, silahkan duduk!" Yosep dan Jackson duduk di meja bundar panjang berdiameter 10 meter. "Silahkan pak di nikmati, itu adalah produk dari kafe kami!"


Karyawan OB menghidangkan secangkir teh dan cake bulat dengan varian rasa berbeda yang sudah dipotong bentuk segitiga.


"Pak ini contoh air minum yang kami pasarkan, tapi dalam setahun terakhir sejak pembukaan kita mengalami kemerosotan omset." Jackson menaruh sampel air mineral kemasan miliknya pada Yosep bernama Tirta Z. "Tapi dalam setahun terakhir, sejak pembukaan kita mengalami kemerosotan omset."


Yosep meminum air kemasan itu dan menenggaknya habis, "airnya cukup enak, cukup manis dan tidak seret di tenggorokan. Tapi hanya air tidak ada manfaat lain hanya sebagai penyegar tenggorokan," jelas Yosep. "Maaf pak itu penilaian saya, tapi dalam bisnis kita harus butuh diferensiasi."


"Saya berinvestasi 100 milyar asal formula airnya mau dirubah, tapi tetap pak Jackson yang mengelola dan memasarkan, bagaimana pak?" tanya Yosep.


Jackson mengelus dagu, otaknya mulai bergerilya mendengar pernyataan Yosep. "Mohon maaf pak kami tidak bisa menerima, atas solusi pak Yosep. Menurut saya formula air saya sudah sangat bagus dan tak ingin di rubah lagi. Saya kesini itu untuk menaikan omset bukan merubah formula air pak," tolak Jackson dengan nada sedikit meninggi.

__ADS_1


Jackson adalah seorang pengusah idealis dan cukup diktator terhadap karyawannya, setiap ada ide dari karyawan selalu ditolaknya mentah-mentah. Hanya mau pendapat dan usul dirinya sendiri.


"Baiklah saya tidak memaksa," ucap Yosep . "Wulan! Refund uang pendaftaran bimbingan untuk PT. Tirta Kencana Sari dua kali lipat!"


"Baik, pak big bos" Wulan segera memproses pengembalian uang pendaftaran ke PT.TKS senilai 40 juta. Karena biaya bimbingannya 20 juta, Yosep mengembalikannya 40 juta sebagai kompensasi.


"Maksud bapak? kenapa mengembalikan uangnya?" Jackson bingung dengan tindakan Yosep. "Perusahaan kami butuh mentoring pak!"


"Maaf pak silahkan keluar!" ucap Yosep. "Wulan next!"


Yosep adalah orang yang tidak suka dibantah idenya, tapi Yosep juga menerima masukan-masukan dari karyawan-karyawannya. Yosep sudah banyak melakukan manuver pada setiap perusahaan yang dipimpinnya dan selalu pertumbuhannya signifikan.


Seperti halnya merubah formula pupuk yang akhirnya pupuk alkimia jadi best seller di Jepang sekarang. Ketika Yosep koma Ibu Sarmila, bekerja sama dengan Devi, sudah membuat 4 pabrik baru. Ekspor ke Jepang saja sudah mencapai 100.000 ton/bulan.


"Oh jadi bapak mau mengusir saya, hah! Baiklah saya akan buat berita kalau PT Raimu DAT cuma perusahaan karbitan, dan pembual besar!" teriak Jackson.


Yosep menembakan panah angin kecil Mahadewa Nagapasa ke leher dan kedua tangan Jackson, membuat Jackson bisu dan tidak bisa menggerakan jarinya. "Wulan panggil skimriti eh sekuriti!" titah Yosep.


Wulan hanya mengangguk pelan, sedangkan Jackson dalam keadaan bisu, ia ingin bicara mengumpat tapi tidak keluar suaranya.


"Haeu, Haeu, haeu, (awas saja kau), heu, heu, heu, (aku akan menghancurkanmu)!" Beberapa saat kemudian Jackson di paksa sekuriti keluar gedung.


"Orang ada-ada saja, mau omset tapi produknya tidak mau ada perubahan. Ya pantas saja merosot, orang air minumnya standar saja seperti air kemasan pada umumnya," gerutu Yosep dalam batinnya. "Mungkin saya harus membuat perusahaan air minum kemasan, sayang formula yang sudah saya rumuskan."


Yosep mengirim pesan ke Sylvia untuk memyiapkan surat-surat untuk perusahaan baru bergerak di bidang air dan jus kemasan, mulai dari tanah untuk lahan pabrik, biaya konstruksi, dan tentu saya yang akan direpotkan lagi Devi, sang direktur pembangunan merangkap direktur supermall Dharmayu.

__ADS_1


"Selamat siang pak Yosep!" Sapa Norma CEO perusahaan pertambangan PT. Baku Hantam Bara.


"Siang pak Norma! silahkan duduk!" Sahut Yosep dalam keadaan berdiri. Karyawan OB masuk menghidangkan kue yang sama dihidangkan ke Jackson. Kue bekas Jackson di ambil kembali oleh Karyawan OB. "Silahkan pak Norma! Dinikmati!"


"Saya to the point saja ya pak Yosep. Pertama saya butuh mesin yang bisa meningkatkan produksi hasil pertambangan. Yang kedua saya butuh modal. Bisa bapak membantu saya mewujudkannya, saya mengalami kemerosotan karena para mitra dagang kecewa dengan pelayanan kami yang tidak bisa memenuhi permintaan para mitra dagang. Akhirnya perusahaan saya mengalami penurunan," jelas Norma.


Sebagai seoang jenius, Yosep tentu sudah membuat desain mesin tambang. Yosep sudah membaca dari laporan dokumen permasalahan yang ditulis para perusahaan yang ingin dimentori. Dan membuat solusi dari setiap permasalahannya di dokumen solusi.


"Ini pak desain mesinnya, biaya pembuatannya juga murah dan tentu saja bahannya berkualitas. Tapi jika pak Norma ingin membuatnya sendiri silahkan saya tidak memaksa. Tapi semua material yang digunakan untuk konstruksi gedung, dan alat untuk pabrik menggunakan bahan-bahan khusus. Jadi lebih kuat, ringan, anti gores dan tahan lama," jelas Yosep memperkilatkan video pembuatan dharmayu supermall.


"Baik pak saya tidak ada pilihan lain dan keadaan perusahaan juga lagi tersudut sekarang. Berapa biaya yang harus saya keluarkan untuk meminang mesin itu, saya butuh 10 unit tapi minggu depan sudah bisa di gunakan. Bagaimana pak?" tanya Norma.


"Bapak tidak usah mengeluarkan biaya, saya mau berinvestasi 2 triliun ke perusaan anda. Dan mesin itu dalam 3 jari sudah bisa digunakan," jawab Yosep.


"Hah?! Apa?!" 2 triliun?! Norma membulatkan mata, sama saja Yosep mengaukisisi 20 perusahaan pertambangan. "Apa pak Yosep tidak takut rugi?"


"Tidak ada kata rugi dalam kamus bisnis saya. Hanya ada waktu laba yang tertunda, mau pak?" jawab Yosep lalu bertanya kembali dan memberikan surat perjanjian kontrak investasi 5 tahun senilai 2 triliun.


"Hanya orang bodoh yang tidak mau menerimananya pak, hahaha!" jawab Norma sambil tertawa ringan dan menandatangani surat perjanjian kontrak investasi 5 tahun. "Baik pak saya tunggu mesinnya!"


"Ya pak, uangnya saya transfer baru 1 triliun sisanya setelah 10 unit mesin pertambangan itu tiba. Untuk masalah mitra dagang, kita akan memberikan potongan harga 30% untuk pembeli semua jenis logam di PT. Baku Hantam, tolong diproses progresnya ya pak!" titah Yosep.


"Siap pak big bos!" balas Norma dengan menundukan wajahnya.


promo

__ADS_1



Promo novel ketiga author, sahabat readers yang suka action bisa melihat novel ini dan sudah direvisi. Sudah tersedia 39 chapter dan update 2 chapter sehari jam 07.00.


__ADS_2