
"Guhak!" Dukun Mi'un memuntahkan seteguk darah dan memegang dadanya yang sangat sakit seperti terbakar. "Bedebah! Haaa! Aku akan membunuhmu! Ajian pancasona!"
Tubuh Dukun Mi'un yang terluka parah kembali pulih aura hitammya semakin pekat dan berkobar-kobar seperti api hitam. "Hahahaha, bagaimana ajianku tua bangka?! Kenapa ajian rawarontekmu tidak mempan, hahahaha! Percuma saja menggunakan ajian pancasona!" tubuh Yosep dan tubuh Dukun Mi'un berkedip dan muncul di udara si ketinggian 100 meter.
Bang!
Bang!
Mereka beradu ribuan gerakan jurus di udara, gelombang kejutnya merobohkan pepohonan tebu seluas 200 meter persegi. "Ajian tombak naga percola!" Dukun Mi'un yang kembali terpundur setelah beradu pukulam dengan Yosep, menangkupkan tangan lalu melepaskan rantai sepanjang 10 meter dengan ujung bilah tombak.
Shua!
Krak!
Prang!
Yosep berhasil menangkap rantai itu dan meremasnya. "Ajian macam apa ini, benar-benar sampah! Saya ini pendekar tingkat dewa, kau takan sanggup melawanku yang hanya pendekar tingkat iblis puncak. Lebih baik menyerah! Dan katakan siapa orang yang menyuruhmu, tua bangka!"
"Bedebah, kau tidak bisa memaksaku! Ajiam naga sayuta!" Dukun Mi'un memutar kedua tangannya ke kanan dan ke kiri membentuk siluet naga hitam, berputar-putar mengelilingi tubuhnya. "Matilah kunyuk! Haaa!"
Swush!
Boom!
Siluet naga hitam melesat cepat dan menghantam Yosep, kepulan asap dan debu menutupi tubuh Yosep, tak ada pergerakan dari tubuh Yosep. "Hahahaha, ajian cacing naga katanya, hahahaha. Akan aku kembalikan beserta bunganya 100.000%, ajian naga sayuta!" Yosep melakukan gerakan yang sama seperti Dukun Mi'un, untuk membentuk siluet naga hitam tapi warnanya hitam kemerahan dan besarnya sepuluh kali lipat dari siluet naga hitam milik Dukun Mi'un.
Groaar!
Swush!
Siluet naga hitam kemerahan meraung keras suaranya terdengar hingga satu desa Jatisura, membuat penduduk ketakutan. Siluet naga hitam kemerahan itu melesat cepat ke arah dukun Mi'un yang sudah bersiap menangkis dengan menyilangkan.
Tubuh dukun Mi'un di gigit rahang siluet naga hitam kemerahan dan membawanya ke udara, lalu berputar sangat cepat. Kemudian meluncur ke permukaan tanah, menghantamkan tubuh dukun Mi'un dengan sangat keras.
Boom!
Grrr!
Gelombang kejut menghempaskan kebun tebu dalam raidius 2 kilometer dan meratakannya. Gubuk reot milik dukun Mi'un hancur, satu kabupaten Indramayu bergetar seperti terken gempa 3 magnitudo.
__ADS_1
"Ada apa ini?!"
"Apa yang terjadi?!"
"Sepertinya gempa!"
"Ayo berkumpul di luar!"
"Ada gempa! Ada gempa!"
Semua penduduk Indramayu berhamburan keluar rumah, mereka panik dan histeris. Tubuh dukun Mi'un hancur jadi debu, muncul cekungan kawah seluas radius 500 meter. Sarpin yang sudah tak berdaya tertimpa atap gubuk reot yang runtuh.
Yosep menghampiri Sarpin dan menendang atap jerami itu, lalu mencekik leher Sarpin dan tubuhnya diangkat tinggi-tinggi. "Cepat katakan! Siapa yang menyuruhmu!" sungut Yosep berapi-api. "Jika kau mengatakannya, aku akan menyembuhkan semua lukamu dan kutumbuhkan kembali tanganmu!"
"Cuih!" Sarpin meludahi wajah Yosep. "Sampai mati pun! Aku takan mengatakannya, dasar otak dungu, hahahaha!"
Krak!
Yosep meremas leher Saprin dan memnuatnya tewas seketika. "Sial, aku menemui jalan buntu, siapa dalang yang menyuruh mereka," ucap Yosep menggertakan gigi.
***
"Sial! Dukun Mi'un dan Sarpin berhasil dikalahkan tapi untung saja mereka berdua tidak buka mulut. Untung saja Sarpin sudah berhasil mencuri 100 ton pupuk alkimia di gudang si Yosep sialan itu, aku harus lebih waspada selanjutnya. Jangan sampai dia mengetahuiku," gumam Raka Sentanu menyerungai kesal sambil melihat baskom berisi air yang memproyeksikan pertarungan Yosep dan dukun Mi'un.
Raka Sentanu adalah pemilik Sentanu grup dan salah satu perusahaannya Truna Jaya Guard merasa terancam dengan Wijaya Shield setelah kembali dibawah naungan Yoo and Ra grup.
"Sarkali! Siapkan tim untuk menculik semua CEO dibawah naungan Yoo and Ra grup!" titah Raka.
"Baik tuan!" Sarkali menunduk hormat lalu izin pamit undur diri. "Permisi tuan!"
Raka sentanu tidak mengetahui jika semua CEO dibawah naungan Yoo and Ra grup bisa bela diri. Rata-rata mereka di tahap pendekar malaikat menengah, dan hanya Raiden serta Kokoci berada di pendekar malaikat puncak.
***
Keesokan paginya.
[Telolet]
[[Selamat majikan mendapatkan uang dari berkedip selama 28.800 kali dalam satu hari senilai Rp. 1.440.000.000]
__ADS_1
[Misi terpicu]
[Misi : temukan dalang dibalik pencurian pupuk dengan menyamar menjadi tukang kopi keliling di Cirebon menggunakan sepeda.
Hadiah : petunjuk keberadaan makam mawadewanata.
Batas waktu : -
Hukuman : Saldo majikan akan dinolkan
[Selamat menjalankan misi dan semoga berhasil]
Yosep yang sedang melatih tim throne army di lapangan samping rumahnya, untuk persiapan pembantaian Truna Jaya Guard, tersenyum lebar. Setelah melihat layar proyeksi biru yang muncul di depannya, "Akhirnya muncul juga, petunjuk!" gumam Yosep. "Jin lebih kuat lagi memukulnya, pukulanmu itu seperti pukulan perempuan. Masa kalah sama pukulan Mahalini!"
Kipli dan Saprol yang berangkat ke sekolah berhenti sebentar, dan menghampiri Yosep. "Mas, ajarin Kipli donk! Kipli dan Saprol bakal ada turnamen taekwondo antar SMP, minggu depan. Bisa kan mas ajari kami berdua!" pinta Kipli.
Bletak!
Bletak!
Yosep memukul pelan kepala Saprol dan Kipli, "Kalian mau ikut turnamen atau tawuran?" Yosep menyeringai kesal dengN tatapan menelisik.
"Aw!" Pekik Saprol dan Kipli serentak. "Turnamen mas, kalau tidak percaya datang saja kesekolah kami!"
"Baik, kalau bohong tak sunat dua kali tiang tegak kalian! Nanti malam datang ke lapangan, ok!" pinta Yosep.
"Siap mas! Kami berdua pergi sekolah dahulu, dah!" Kipli dan Saprol serentaj melambaikan tangan, lalu naik motor Kipli yang menyetir serta Saprol yang membonceng.
"Stop!" Yosep berteriak menghentikan latihan tim throne army. "Chris pimpin tim laki-laki, untuk menghancurkan kantor Truna Jaya Guard. Bantai sampai tak tersisa! Dan untuk wanita jaga kedua istri saya!"
"Siap pak big bos!" tim throne army bersikap hormat tentara serentak.
"Bubar!"
Mereka membubarkan diri, Yosep juga menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Ryuna dan Rany sudah memasak serta menyiapkan makanan di meja makan, tim throne army sudah sarapan nasi lengko yang dijuak Mak Ijah pagi hari tadi.
"Sayang, mas hari ini akan pergi ke Cirebon untuk menyelidiki dalang dibalik pencurian 200 ton pupuk Alkimia," terang Yosep.
"200 ton?!" Rany dan Ryuna membulatkan mata. "Banyak sekali mas?!"
__ADS_1
"Ya, kerugiannya cukup besar. Mas semalam berhasil mendouble killkan pencurinya, tapi mas belum menemukan petunjuk dalang dibalik pencurian itu," jawab Yosep menyeringai kesal. "Sepertinya ada pesaing kita yang iri dengan kesuksesan Yo and Ra Grup selama ini."