SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 217


__ADS_3

5 mobil melaju cepat lalu berhenti di depan mobil yang dikendarai Raisa dan Mahalini. Raisa menginjak pedal rem secara mendadak, Rany pun di mobil Roll Royce phantom menginjak pedal rem juga.


Kademi yang menjaga jarak dari Rany pun berhenti dan bersiaga mengeluarkan, Zira bersama Isyana mengeluarkan senjata SMG yang diselipkan di bagian belakang mobil.


Kondisinya sangat tegang malam ini, belum ada satu pun yang keluar dari mobil. "Siaga satu! Mereka mulai bergerak!" Rany memberikan aba-aba melalui sambungan handsfree.


"Sister Zahra, kamu jaga Alice saja di mobil. Biar kami yang menahan mereka, tidak perlu kita melibatkan mas Yosep. Dia sedang sibuk membujuk PM Kone Di Blangbir untuk berdamai," pinta Ryuna. "Tenang saja mobil ini anti peluru."


Zahra menganggukan kepala, dan memeluk erat Alice. "Tenang ya sayang, ada bunda yang akan melindungi Alice."


Ryuna keluar sudah memakai cyborg armor suit dan membawa gagang pedang saber. "Apa mau kalian?!" Ryuna berteriak dan langsung disambut dengan deru tembakan senapan AK 47, SMG dan M17 dari jendela 5 mobil Range rovers yang berada di depan mobil Raisa. "Bola pelindung!"


Dor!


Dor!


Stang!


Peluru itu mengenai kubah pelindung berwarna biru transparan yang dibuat oleh Ryuna. "Benar-benar membuatku marah, ditanya baik-baik malah menembaki, sialan!" Ryuna mengeluarkan pedang saber kali ini warnanya biru, matanya menatap salah satu mobil di ujung sebelah kanan. "Ceracak energi!"


Sleb!


Duar!


Ryuna menusuk ke tanah dari bawah kolong mobil di ujung sebelah kanan muncul 10 bilah pedang saber dan menusuk mobil bagian tanki bahan bakar lalu membuatnya meledak.


"Siapa mereka? Kenapa empat wanita sialan itu salah satunya seperti memakai pakaian seragam khusus militer? Jangan berani ampun habisi semuanya!" titah Erma dari sambungan handsfree.


Satu mobil berisi empat orang berpakaian hitam dan berpenutup muka hitam. 20 orang keluar dari 5 mobil di bagian belakang mobil Kademi, mereka membawa senapan M17 dan AK 47.


Kademi, Isyana, dan Zira keluar dari mobil berguling tangan kanan sudah membawa pistol magnum lalu melesatkan tembakan.


Dor!


Dor!


Dua orang anak bush Erma terkena tembakan di bagian bahu, tim ZZRR bersama 5 pengawalnya di kepung. Mereka terus menembaki ketiga mobil tim ZZRR, untung saja mobilnya anti peluru.

__ADS_1


"Bunda Alice takut." Alice memeluk erat Zahra. "Alice takut banget bunda."


"Ya sayang tenang ya. Nanti bunda Ryuna, bunda Rany, dan bunda Ziva yang mengurus mereka." Zahra terus mengelus punggung Alice untuk menenangkannya.


"Benar-benar menjengkelkan." Ziva masih berada di dalam mobil mengawasi bersama Rany, desingan peluru mengenai bagian kaca depan mobil Roll Royce phantom. "Sister, kita keluar dan bantu sister Ryuna, bagaimana?"


"Jangan lebih baik kita di dalam, aku yakin sister Ryuna mampu untuk menanganinya." Rany menatap tajam ke arah Mahalini dan Raisa yang sedang bersembunyi di bagian belakang mobil. Mereka berdua membalas tembakan para anak buah Erma.


Dor!


Dor!


Ryuna masih berlindung dengan menggunakan bola pelindung dalam kondisi ini ia tidak bisa bergerak bebas.


"Bagaimana menghabisi mereka semua? Menggunakan ceracak energi untuk mengisi daya energinya membutuhkan waktu 5 menit. Dan ini baru 3 menit dari waktu pengisian ulang energi," batin Ryuna.


Dor!


Dor!


Salah satu anak buah Erma di mobil bagian belakang mobil Kademi melemparkan granat, "Gawat! Mereka sudah mulai nekat ingin membunuh kami!" Ryuna menonaktifkan bola pelindung lalu melesat dan menendang granat ke udara.


Boom!


"Kalian bertiga masuk ke mobil dan jangan keluar! Biarkan aku yang mengurus mereka semua!" titah Ryuna dengan sorot mata yang tajam.


"Baik nyonya muda!" Kademi, Zira dan Isyana mengendap-ngendap untuk masuk ke mobil sesekali mereka membalas tembakan anak buah Erma yang berada di bagian belakang.


Ryuna berlari dan membelokan peluru yang ditembakan oleh anak buah Erma dengan pedang saber. "Matilah kalian semua, tebasan kematian!" Ryuna menyeringai jahat secepat kilat mendekati 18 anak buah Erma di bagian belakang dan menebas leher mereka satu persatu.


Slash


Kepala mereka terjatuh ke tanah meninggalkan badan mereka. Erma dari dalam mobil menjatuhkan rahangnya, melihat kelincahan dan kelihaian Ryuna membunuh 18 anak buahnya dalam sekejap. "Dia itu manusia apa setan?" Erma raut mukanya pucat dan tubuhnya gemetar. "Cepat pergi, aku tak mau mati konyol oleh gadis pembantai itu!"


4 mobil anak buah Erma berbunyi dan melajukan mobilnya sekencang mungkin untuk kabur, Mahalini menembaki kee.pat mobil itu.


Dor!

__ADS_1


Dor!


Dor!


"Kalian pikir bisa kabur dengan mudahnya dariku?" Ryuna menyeringai jahat lalu berlari cepat mengejar mobil. Kecepatan lari Ryuna mampu mengejar keempat mobil anak buah Erma dan berhasil menusuk bagian tanki bahan bakar hingga membuatnya meledak.


Boom!


Ryuna melompat tinggi ke arah mobil yang ketiga dan menebas ban bagian belakang lalu berlanjut mengincar mobil yang kedua dimana Erma berada di dalam mobil. "Cepat! Lebih cepat! Jangan sampai wanita pembantai itu berhasil mengejar kita!" Erma raut mukanya sangat panik dan ketakutan.


Ryuna berhasil mengejar dan menebas ban bagian belakang, mobil itu berhenti mendadak dalam keadaan yang tak seimbang. Akhirnya oleng dan menabrak tiang di pinggir jalan, "Mampus kau!" Ryuna berhenti mengejar dan berbalik arah ke mobil tim ZZRR.


"Semua aman kita pulang!" Ryuna membulatkan jari memberi isyarat kalau keadaan diluar sudah aman. Ryuna masuk mobil dan Rany mulai melajukan mobil ke arah hotel Winstringham.


___


___


___


Yosep sudah membersihkan diri di dalam kamarnya sedang menikmati secangkir teh. "Kemana sayangku semua, jam segini belum pulang juga?" ucap Yosep.


Tok!


Tok!


"Mas kami pulang!" Rany mengetuk pintu, Zahra menggendong Alice yang tertidur pulas.


Yosep membukakan pintu, melihat Ryuna memakai cyborg armor suit, Yosep jadi sangat khawatir. "Kenapa ini? Apa yang terjadi?"


"Nanyanya nanti saja ya mas. Kami lelah dan Alice juga tertidur pulas, badan kami lengket. Tolong mas bawain Alice, Zahra pegal tangannya!" pinta Zahra.


Yosep pun menggendong Alice dan mencium pipinya. Yosep sangat rindu untuk segera menimang anak, namun keempat istrinya belum ada satu pun yang memberi tanda akan hamil.


Yosep membawa Alice ke kamarnya untuk ditidurkan. Alice sangat pulas tidurnya, wajahnya yang lucu dan gemes membuat Yosep terus menciumi pipi Alice.


"Kalau hidup saya seperti ini? Kapan saya akan mendapatkan anak. Semoga dengan adanya Alice bisa memancing agar Rany, Ziva, Ryuna atau Zahra bisa hamil. Percuma punya naga tapi tidak bisa menghamili," batin Yosep.

__ADS_1


__ADS_2