
Yosep bersama rombongan Kenshin dan Albert menuju kediaman Yamada Tokugawa, raja Yakuza Jepang. Yosep sudah menyiapkan pil khusus untuk mengobati Nana Tokugawa yang terkena kanker serviks stadium akhir.
Mereka sampai di kediaman klan Tokugawa tepatnya di distrik Akibahara. Mereka memarkirkan mobilnya di depan gerbang mansion klan Tokugawa yang dijaga banyak bodyguard dengan banyak tati disekujur tubuhnya. "Selamat pagi, saya Kenshin Himura dari klan Himura, ingin bertemu tuan Yamada, apakah tuan Yamada ada di dalam?" tanya Kenshin dengan raut muka tersenyum dan nada yang lembut.
"Apakah anda sudah ada janji temu dengan tuan Yamada hari ini?" tanya salah satu penjaga.
"Belum, tapi kami ingin memberikan hadiah spesial untuk bisa menyembuhkan penyakit nona Nana," jawab Kenshin dengan raut muka tersenyum.
"Baik tunggu sebentar. Saya akan meminta izin terlebih dahulu dengan tuan Yamada," ujar penjaga satu dengan raut muka garang.
Penjaga satu masuk ke dalam menuju aula mansion Tokugawa, Yamada sedang menyesap tehnya dengan raut muka murung memikirkan kondisi Nana yang semakin buruk. Sesekali ia memijat keningnya dengan tatapan mata yang hampa. "Tuhan berikanlah kesembuhan pada putriku, cukup Yumi saja yang telah meninggalkanku," batin Yamada mengingat kematian Yumi Tokugawa istrinya, kesedihan terpancar dari tatapan matanya.
Penjaga satu membungkuk hormat, "permisi tuan, ada tamu tuan Kenshin Himura dari klan Himura. Beliau ingin bertemu dengan tuan, ingin memberi hadiah untuk nona Nana agar bisa sembuh dari penyakitnya," ujar penjaga satu.
"Berani-beraninya Kenshin datang kemari, mau apa dia?" batin Yamada, Kenshin merupakan seteru abadi dalam dunia bisnis miliknya setelah Yamada bekerjasama dengan Abu Jagal.
"Baiklah aku akan menemuinya langsung, perketat penjagaan. Jika mereka macam-macam langsung bunuh saja di tempat," titah Yamada dengan tatapan sorot mata yang sangat tajam.
"Baik tuan," sahut penjaga satu dengan membungkuk hormat. Yamada mengambil pistol magnum miliknya dan ia selipkan di bagian pinggang belakang, untuk berjaga-jaga jika Kenshin akan menyerang.
Yamada ke depan halaman ditemani empat penjaga, tatapan matanya menatap dengan sinis. Yamada sampai di depan pintu gerbang, "tuan Kenshin bualan macam apa ini? Anda berani datang ke kediaman Tokugawa," tanya Yamada dengan raut muka sinis.
__ADS_1
Kenshin menghela nafas panjang, "hmmm ... maafkan kami tuan Yamada jika mengganggu waktu istirahat anda sepagi ini. Kami mendengar nona Nana sakit parah jadi kami mengirimkan hadiah sekaligus dokter super yang bisa menyembuhkan penyakit nona Nana," jawab Kenshin, Yosep pun keluar dari mobil.
Yosep membungkuk hormat, "Permisi tuan Yamada, saya Yosep dokter dari Indonesia. Bolehkah saya meminta izin untuk memeriksa nona Nana?" pinta Yosep dengan raut muka tersenyum dan nada yang lembut.
"Boleh tapi jika kau gagal menyembuhkan putriku aku akan memotong kedua tanganmu," ujar Yamada dengan raut muka geram dan sedikit marah karena menahan kekesalan dihatinya ketika melihat Kenshin seteru abadinya.
"Baiklah, tapi jika aku bisa menyembuhkan nona Nana, saya meminta persyaratan," ujar Yosep.
"Beraninya kau bernegosiasi denganku, kamu ini siapa?" teriak Yamada dengan raut muka menyeringai kesal.
"Saya adalah pemilik Ochobot Technology yang baru sekaligus dokter," ujar Yosep lalu menjentikan jari. Muncul 50 pesawat Hercules di atas ketinggian 500 meter pada atas kediaman klan Tokugawa.
"Gluk!" Yamada menelan salivanya, ia tahu jika Ochobot Technology diseluruh belahan bumi tak bisa disinggung. "Baiklah, silahkan masuk" ujar singkat Yamada. Pasukan Elite Ochobot City sudah sampai di atas wilayah udara Jepang. Mereka menggunakan Tromotron, pesawat induk yang bisa menampung sampai dengan 300.000 prajurit elit, 100 pesawat hercules dan 1000 jet tempur. Pesawat induk Tromotron tidak bisa dilacak oleh sensor radar manapun karena punya kemampuan stealth yang sangat sempurna.
"Saya tidak ingin menekan anda tuan Yamada, tapi jika anda ingin berperang kami sudah siap. Kami hanya ingin berdamai dengan anda tanpa harus menumpahkan darah apalagi membuat Jepang kacau balau," jelas Yosep dengan tatapan mata yang tajam membuat Yamada sang raja Yakuza gemetar dan bergidik ngeri.
"Si-silahkan masuk tuan Yosep!" ajak Yamada dengan nada terbata-bata. Mereka masuk ke dalam kediaman Tokugawa, 50 pesawat Hercules kembali dalam mode stealth. Suasana canggung terjadi di dalam aula, Yosep dituntun Yamada masuk ke kamar Nana yang sedang terbaring lemah dengan keringat dingin mengucur dari seluruh tubuhnya.
"Tuan Yamada bolehkah saya meminjam kacamata hitam?" pinta Yosep.
"Silahkan tuan Yosep," ujar Yamada. "Jasuke tolong ambilkan kacamata hitam untuk tuan Yosep."
__ADS_1
"Baik tuan," ujar kepala pelayan mansion Tokugawa bernama Jasuke dengan membungkuk hormat. Jasuke mengambilkan kacamata hitam lalu memberikannya pada Yosep.
"Terima kasih paman Jasuke," ujar Yosep sambil tersenyum dan mengerlingkan mata membuat Jasuke salah tingkah. Jasuke merasa jika Yosep menyukai dirinya yang seorang laki-laki.
Yosep memakai kacamata hitam dan mengaktifkan tenseigan. Yosep mulai mengidentifikasi penyakit Nana, dan menekan titik-titik di bagian tubuh Nana yang tersumbat aliran energi dan aliran darahnya dengan mengalirkan hawa murni pada totok jari miliknya.
"Totok jari petir tingkat delapan belas!"
Yosep menotok seluruh bagian tubuh Nana sangat cepat, membuat Yamada sangat terpukau. Tubuh Nana mengeluarkan bau busuk dan lumpur hitam yang sangat pekat.
"Hah ... hah ... hah ... Sungguh sangat melelahkan," gumam Yosep dengan terengah-engah. "Tinggal langkah terakhir, tuan Yamada tolong buat nona Nana terduduk."
Yamada dibantu Jasuke membuat Nana terduduk, muka Nana yang beberapa saat lalu pucat mulai kembali bersinar, Nana yang pingsan pun perlahan mulai membuka matanya dan melihat Yosep yang sangat tampan langsung jantungnya berdedup kencang.
"Minumlah pil naga emas ini, nanti tunggu aba-abaku. Setelah pil naga emas minumlah pil Kintamani ini 3 butir," titah Yosep.
"Hmm," ujar Nana sambil menganggukan kepala. Nana menelan pil naga emas lalu duduk tegak dengan Yosep berada di belakang Nana.
Yosep menangkupkan tangannya, lalu menyerap energi alam untuk membantu mengisi hawa murninya yang telah terkuras habis setelah menggunakan teknik jari petir tingkat 18.
10 menit Yosep menyerap energi alam, suasana kamar Nana begitu sunyi dan senyap. Yosep menghentakan kedua telapak tangannya ke punggung Nana untuk membantu penyerapan pil naga emas.
__ADS_1
"Pffft ... guhak!" Nana menyemburkan darah hitam pekat dan juga muntah darah beberapa kali. "Sakit ayah, sakit," rintih Nana.
"Tahan nona sebentar lagi," ujar Yosep lalu menghentakan kedua telapak tangannya secara keras ke punggung Nana, "sekarang telan 3 butir pil kintamani!" titah Yosep, Nana lalu menelan langsung 3 butir pil kintamani.