SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip -53 Tantangan Pencarian Anto


__ADS_3

Yosep sampai disebuah kantor dengan 10 lantai, baru pertama kali ia mengunjungi kantronya sendiri, meskipun Yosep adalah direktur Wijaya saat ini sekaligus pemilik saham 60% Wijaya group.


Security yang berjaga langsung membungkuk hormat pada Yosep karena foto Yosep dipampang di atas dinding dekat resepsionis. Jadi karyawan dan karyawati Wijaya Shield sudah paham dan mengerti tentang profil bosnya.


"Selamat sore tuan!" Sapa security dan resepsionis.


Yosep dengan muka tersenyum membalas. "Selamat sore juga. Nona Ziva di lantai berapa?"


"Nona ada di ruangan anda tuan lantai 10." Jawab Resepsionis wanita bernama Wati.


"Terima kasih mba Wati!" Balas Yosep dengan raut muka tersenyum.


"Ternyata tuan sangat ramah, tidak seperti direktur sebelumnya, angkuh dan arogan." Batin Wati.


Yosep bergegas menuju lift untuk naik ke lantai 10. Beberapa saat kemudian Yosep sampai di depan pintu lift dan masuk kw ruangan bertuliskan direktur.


"Tok, tok, tok!" Yosep mengetuk pintu." Masuk!" Teriak Ziva dari dalam. Yosep membuka pintu dan lansung masuk ruangan. Di dalam ruangan ada Ziva dan pasukan elite pancawijaya terdiri dari Dyah ayu, Gendhis, Surya, Taruma, dan Wirya.


Mereka berlima adalah mantan tentara veteran yang sangat terlatih, mereka juga pembunuh bayaran. Dyah ayu seorang sniper, Gendhis ahli menyamar, Surya ahli pertarungan jarak dekat, Taruma ahli senjata dan Wirya sebagai kapten tim Pancawijaya ahli peledak.


"Bagaimana apa ada kabar tentang Anto?" Tanya Yosep.


"Belum mas kita kehilangan jejak. Sepertinya penculiknya sangat lihai dan hati-hati, hanya meninggalkan mobil yang dikendarai anto tanpa ada jejak kakinya." Kata Ziva lalu menunjukan foto lokasi tempat terakhir dari Anto dan sinyal handphone anto.


"Nampaknya penculik membuang semua alat pelacak yang ditaruh pada tubuh Anto. Ini memang sangat sulit ditemukan." Kata Yosep.


"Jadi Anto tidak bisa ditemukan?" Kata Ziva dengan raut muka panik.


"Sudah kuduga melibatkan direktur yang baru tidak akan membantu." Cibir Wirya yang sedari tadi menunjukan wajah tidak suka.


[Telolet]


[Misi : Temukan Anto dan selamatkan.


Hadiah : Semua karyawan akan tunduk dan patuh 1000% pada majikan. 100% saham sam'ung elektronik.

__ADS_1


Batas waktu : 24 jam


Hukuman: Anto mati


[Misi automatis diterima dan tidak bisa ditolak]


[Selamat menjalankan misi majikan dan semoga berhasil]


"Misi lagi, good. Tanpa adanya misi juga aku akan tetap menyelamatkan Anto. Dia juga adalah bagian dari Wijaya Shield dan anak buahku." Batin Yosep.


"Jangan begitu paman Wirya. Aku berani bertaruh dengan paman untuk Mas Yosep, jika berhasil kalian pasukan elite pancawijaya harus tunduk dan patuh dibawah kepemimpinan mas Yosep. Jika mas Yosep gagal, aku akan membubarkan pasukan elite pancawijaya dan memberikan kalian kompensasi 1 orang 20 milyar. Bagaimana?" Tanya Ziva.


"Deal!" Kata Gendhis.


"Setuju!" Kata Dyah Ayu.


"Siap menerima!" Kata Anarghya.


"Siapkan saja uangnya!" Kata Taruma


Mereka berlima keluar dari ruangan dan bergegas menuju basement untuk menggunakan mobil mini van pasukan elite pancawijaya. Di dalam mobil mereka ada banyak senjata dan alat canggih, beberapa komputer untuk meretas. "Sungguh bodoh direktur baru itu mau melawan kami. Pasukan pembunuh nomor satu di dunia, hahahahaha." Kata Wirya lalu tertawa terbahak-bahak.


Yosep menyeringai licik, "Ya kita buktikan saja. Ziva pinjam laptopmu. Saatnya dewa naga keluar dari sarangnya, hehehehe."


"Baik mas silahkan. Apa yang akan mas lakukan?" Tanya Ziva.


"Ziva lihat saja, aku pasti akan menemukan Anto." Jawab Yosep lalu mulai menulis code-code dalam laptop Ziva untuk meretas satelit. Yosep mulai mencari satelit yang mengorbit ditempat terakhir Anto hilang. "Ketemu!" Kata Yosep lalu memperlihatkan proyeksi satelit ke Ziva.


"Penculiknya memindahkan Anto dan menggeledah tubuh Anto ketika pingsan untuk membuang semua peralatan yang bisa diretas. Aku juga meretas handphone milik Anto untuk menentukan lokasinya namun sinyal terakhir disini. Pantas penculiknya sangat lihai." Kata Yosep.


"Kamu hebat mas!" Lalu mas Anto dibawa kemana?" Tanya Ziva.


Yosep memperlihatkan rekaman mobil yang membawa Anto ke markas organisasi Z-sabtu, merupakan organisasi bawah tanah yang tunduk pada keluarga Rakuti dan sering disewa oleh keluarga Samandha untuk menghabisi lawan bisnisnya.


"Gawat mas! itu logo mobil organisasi Z-sabtu markasnya berada ditengah perkebunan tebu jatitujuh Majalengka. Anto pasti dalam bahaya!" Kata Ziva dengan raut muka panik.

__ADS_1


"Tenang aku sudah tahu lokasinya. Kita tak akan bisa kesana dengan menggunakan mobil, kita harus membawa motor. Aku akan kesana sendiri!" Kata Yosep.


"Mas itu bahaya, lebih baik bawa anggota elite lapis dua Wijaya Shield Untuk melindungi mas Yosep. Mas Yosep Janji akan kembali." Kata Ziva lalu memeluk Yosep karena takut kehilangan dirinya.


"Jangan, itu akan membahayakan hidup mereka. Lokasinya saja sangat berbahaya, aku tidak ingin melibatkan mereka. Aku titip mobilku, nanti bawa pulang saja kerumah Ziva ya!"


"Baik mas!" Kata Ziva melepaskan pelukan Yosep dan menangis. "Mas Janji akan kembali ya!"


"Iya, ini sebagai tanda kalau aku berjanji." Kata Yosep memberikan kotak transparan berbentuk hati bertuliskan I LOVE YOU dengan huruf latin. "Aku melamar Ziva. Maukah Ziva menjadi istriku?"


"Tentu mas sangat mau. Kalau bisa aku secepatnya nikah dengan mas Yosep biar kita terus bersama." Jawab Ziva dengan raut muka sumringah.


Yosep meninggalkan Ziva sendirian diruangnya dan menuju ke pintu masuk kantor Wijaya Shield. "Sistem pengendali jarak jauh aktif!" Perintah Yosep sambil menekan jam tombol tangan g-shock ditangan kirinya.


[Perintah suara diterima. Motor yamaha R15 akan segera meluncur kelokasi dalam 30 menit]


"Vrooom, vrooom, vrooom!" Suara motor yamaha R15 siap meluncur ke kantor Wijaya Shield menemui Yosep. Motor melaju dengan kecepatan sangat tinggi 360 km/jam tanpa pengemudi.


30 menit kemudian motor Yosep sampai di depan Yosep. "Good job!" Kata Yosep lalu mengendarai motor miliknya ke arah markas Z-Sabtu di perbatasan Majalengka dan Indramayuz tepatnya hutan perkebunan tebu.


"Vrooom!" Yosep melajukan motornya dengan sangat cepat, 45 menit sampai di kawasan hutan luar perkebunan tebu PG Jatitujuh. "Nampaknya jalan masuk ke dalam sangat terjal harus berganti bentuk motor. Ganti bentuk motor, motocross!" Kata Yosep.


[Perintah suara diterima. Motor akan berganti bentuk]


"Zit, Zit, Zit!" Suara motor berubah bentuk menjadi moto cros berwarna hitam. "Are you ready? lets party baby!" Teriak Yosep lalu mengendarai motor yamaha R15 miliknya yang sudah berubah bentuk menjadi motocross.


Di markas Z-Sabtu. "Cepat katakan dimana artefak kuno mahkota kurusetra yang disimpan Setyo!" Kata pria bertopeng mengancam Anto dengan menaruh belati miliknya di leher Anto.


"Sudah kubilang aku tak tahu!" Kata Anto dengan raut muka pasrah, dan babak belur, darah berceceran dimana-mana.


"Bug!" Pria bertopeng motif kura-kura memukul perut Anto.


"Akh!, guhak!" Pekik Anto sambil memuntahkan darah dari mulutnya. "Berapapun kau tanya aku tentang mahkota ****** itu aku tak tahu, hahahaha!"


"Kau membuatku kesal. Hajar dia!" Teriak pria bertopeng kura-kura menyuruh anak buahnya.

__ADS_1


"Buk, buk, buk!" Suara Anto dipukul dan ditendang.


__ADS_2