
Yosep masuk ke dalam pusaran air, dan menyeret tubuhnya ke sebuah portal putih. Yosep akhirnya masuk ke dalam portal, lalu terdampar di sebuah pulau antah berantah yang mengerikan penuh dengan tulang belulang.
Groaar!
Groaaar!
Terdengar suara auman binatang buas di seluruh pulau, Yosep masih belum tersadar dari pingsannya. Binatang berbadan hitam legam mirip panther tapi ukurannya dua kali lipat lebih besar, telinganya panjang, kedua taringnya menjulur keluar mulut, matanya merah, dengan cakar yang besar.
Sepuluh binatang hitam itu mendekati tubuh Yosep dan mengendus tubuhnya, mereka merasa Yosep adalah makanan yang enak dan sedap karena bekulit putih, licin bagai giok dan sangat tampan.
Kraok!
Klang!
Satu binatang buas bernama Ireng itu memakan lengan Yosep dan mengunyahnya dengan sangat keras untuk meremukan tulangnya. Namun bukannya malah hancur tulang Yosep, kedua taring di mulutnya patah, semua gigi tajam di mulutnya juga hancur.
Groaar!
Groaar!
Kesembilan Ireng lain penasaran dan mencoba menggigit tubuh Yosep, mulai dari kepala, pundak, lutut, kaki, daun telinga, mata, hidung, dan pipi. Hasilnya sama saja kedua taring ireng dan semua giginya hancur, ketika menggigit bagian tubuh Yosep.
"Hoaaam!" Yosep menguap, ia tak sadar kalau tubuhnya sedang digigit, kawanan Ireng melihat Yosep bangun langsung lari tunggang langgang. "Kenapa denganku? Kenapa banyak air liur di seluruh tubuhku? Bau lagi, seperti orang tidak gosok gigi selama 300 tahun, 11 bulan, 15 hari, 8 jam, 35 menit, dan 15 detik. Ah, sial! Saya harus mandi!"
__ADS_1
Yosep membuka bajunya lalu berjalan perlahan mencari sumber air, ia terdampar bukan ditepi pantai tapi di tengah-tengah pulau. Sudah lama ia berjalan tapi belum menemukan sumber air, "Capek sekali, tapi dimana sumber airnya, sial! Gara-gara macan ompong itu, saya harus mandi. Dalam kondisi darurat ini, tak apalah saya tidak mandi, yang penting harus mencari artefak itu. Sepertinya ini kordinat yang sesuai diberikan oleh Barjo," gumam Yosep.
Yosep terus berjalan melewati jalan berumput , terdengar gemercik suara air dan banyak perempuan tertawa riang, Yosep mengaktifkan reinka aksa dan mengedarkan pandangannya, "Wow, emejing!" hidung Yosep langsung mengeluarkan banyak darah alias mimisan, karena yang ia lihat ada tujuh wanita cantik dan seksi sedang mandi di danau. "Ini namanya rezeki nomplok, yo cabut, lagian ini di negeri antah berantah, icip-icip mah bolehlah, hahahaha."
Yosep menggunakan ajian serat tatar bayu, berlari cepat tanpa suara menuju sumber gemercik suara air. Lalu melompat tinggi di pohon besar dekat danau, dan bertengger di atas ranting. "Mantap, pemandangannya memang mantap. Hei yang baca! Jangan iri ya, bleee!" Yosep menikmati pemandangan indah di depannya, tujuh wanita itu sedang mandi tanpa sehelai benang pun, hanya terlihat kepalanya saja, badannya terendam di dalam air danau yang bening dan sejuk.
Krekek!
Byur!
Ranting yang dihinggapi Yosep patah, tidak kuat menahan berat badan Yosep. Tubuh Yosep tercebur ke danau, membuat kaget tujuh wanita, mereka langsung ke tepi danau dan menutupi badan mereka dengan kain pakaiannya.
"Kak, kami takut! Kami takut sepertinya Ireng sedang mengintai kita dan mau memakan kita," ucap Blaka-Bluku anak keenam dengan raut muka ketakutan.
"Tidak mungkin, ini daerah kerajaan nagadewatari, binatang buas takan mampu masuk kemari, jika memaksa masuk mereka akan menjadi bubur darah," balas Kopa-Kopa anak pertama dari tujuh bersaudara dengan sorot mata yang tajam.
"Sepertinya mereka putri kerajaan dari baju yang mereka kenakan. Tapi putri kerajaan tidak ada dayang atau pengawal perempuan yang menjaganya ini aneh. Bagaimana saya harus keluar? Apa harus menunggu mereka?" batin Yosep.
"Kak, lebih baik kita lihat, benda apa yang tadi masuk ke dalam danau? Siapa tahu itu laki-laki, kata Ratu kerajaan kita sudah lama tak memiliki raja atau ada lelaki yang datang, pernah ada yang datang itupun 3.000 tahun lalu dan langsung pergi tanpa menikmati kita terlebih dahulu sebagai kodrat perempuan kita juga kan perlu dijamah."
"Apalagi kita hanya lahir dari hasil memakan bunga abadi, jika kita ingin hamil baru makan bunga itu dan semua penduduknya perempuan di kerajaan ini," balas Pluka-Pluka anak ketujuh.
"Haaa!" Yosep membulatkan mata dan membuka mulutnya, air danau masuk dan mmbuatnya tersedak lalu keluar dari dalam danau. "Uhuk, uhuk, uhuk, penduduknya perempuan?!"
__ADS_1
Melihat kepala Yosep keluar dari dalam danau, tujuh bersaudara kaget, saking kagetnya mereka melepaskan kain baju yang menutup badan mereka yang sedang berdiri. "Yosep gak boleh, ingat istrimu dia sangat setia padamu dan sangat mencintaimu." Yosep menampar pipi kanan dan kirinya senidir. "Sadar, sadar, jangan sampai khilaf!".
Yosep melompat lalu berdiri di atas permukaan air danau dan membalikan badan. "Maaf nona-nona jika saya mengganggu waktu mandi nona-nona. Saya hanya tersesat di pulau ini dan sedang mencari sesuatu. Maafkan saya yang lancang telah melihat tubuh nona-nona," ucap Yosep dengan penuh penyesalan.
Ketujuh bersaudara segera memakai baju mereka. "Dasar lancang!" sungut Baka-Buka anak kedua, "Kau tahu apa konsekuensinya jika melihat tubuh kami? Kau harus menikahi perempuan yang telah dilihat tubuhnya olehmu sekarang juga."
"Ah, tidaaaak!" Yosep berteriak lalu melompat tinggi dan terbang meninggalkan mereka. "Saya harus berkata apa pada Rany dan Ryuna jika harus menikahi mereka bertujuh? Saya sudah berjanji pada Rany untuk tidak menikah lagi, punya istri dua saja sudah pusing apa lagi sembilan. Nasibku benar-benar sial!"
Ketujuh bersaudara juga terbang mengejar Yosep, "Hai jangan kabur! Kau harus bertanggung jawab!" teriak Qiu-Qiu anak ketiga.
Ketujuh bersaudara terbang cepat, tangan mereka dikepalkan dan memunculkan pedang dikepalan tangan mereka. Lalu menusuk Yosep secara bersamaan dengan mengelilinginga, Yosep terdiam dan merapal ajian serat wadag brajawesi, ketujuh pedang itu menusuk tubuhnya.
Jleb!
Krak!
Prang!
Ketujuh pedang itu memang berhasil menusuk tubuh Yosep tapi begitu menyentuh tubuhnya, ketujuh pedang itu langsung hancur. "Tidak mungkin! Pedangku?!" Koa-Koa membulatkan mata, tak percaya tujuh pusaka suci kerajaan nagadewatari hancur begitu saja. "Kau harus mati!"
Ketujuh bersaudara menangkupkan tangan dan mengelilingi Yosep, aura merah kehitaman pekat menyelimuti tubuh mereka, "Darah kutukan naga!" ucap Blam-Blam.
Swung!
__ADS_1
Mereka bertujuh memejamkan mata, taringnya memanjang, aura membunuh menekan Yosep tapi tidak masalah, kuku-kuku ditangannya memanjang dan meruncing, didahi mereka ada tato bulatan kepala naga berwarna merah kehitaman.
Mereka bertujuh berubah hanya dalam perubahan bentuk pertama, yaitu kutukan gadis naga. Kutukan ini meningkatkan reflek tubuh, kecepatam dan kekuatan bagi penggunanya. Kekuatan fisik mereka akan meningkat 5 kali lipat atau setara 50 orang.