SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 201


__ADS_3

"Una sayang! Kemana saja kamu? Mas sudah lapar." Yosep masih terkulai lemas bersandar di sandaran kursi sambil memegangi perutnya.


"Makan saja ini dahulu mas. Una belum booking hotel, tadi ada sedikit masalah di jalan." Ryuna memberikan plastik berisi makanan ringan dan minuman.


Yosep makan dengan lahap sampai habis 10 bungkus snack dan minum 3 gelas minuman ringan. Ryuna juga sama menikmati makanan ringan bersama Yosep hingga makanan ringan itu ludes habis tak tersisa.


"Kita booking hotel, ayo!" Yosep memegang erat tangan Ryuna menyusuri jalan daerah bandara laksamana Hang Nadim.


10 orang berbadan kekar terus mengikuti mereka, membawa bat baseball dan juga besi panjang. "Kamu tadi berbuat apa? Sampai-sampai kita dikejar 100 orang di belakang dan di depan?" Yosep bertanya dengan nada malas, beberapa hari ini Ryuna selalu menyulitkannya.


"Anak bos mafia di provinsi Riau mau menamparkau waktu aku antri membeli tiket, dia tidak sopan menyela antrianku. Aku pukul hingga terpental dan 10 anak buahnya aku potong tangannya." Ryuna tersenyum jahat.


"Ya sudahlah terserah Una saja. Paling-paling mas juga ikut membereskannya, hmph!" Yosep memggembungkan pipi.


Jalanan cukup sepi, 90 orang menghadang Yosep dan Ryuna, mereka membaws bat baseball, balok kayu, katana, serta besi panjang.


"Kalian berdua sudah macam-macam denganku geng mafia anak rantau. Kalian akan merasakan penyiksaan kami! Habisi dia!" Kepala cabang geng anak rantau melambaikan kedua tangannya ke arah Yosep dan Ryuna.


"Serbu!" para geng mafia berlari dengan berteriak kencang, mulai menyerang Yosep dan Ryuna.


"Pertarungan ini selalu sangat menyedihkan, sayang kalian akan masuk rumah sakit." Yosep bernyanyi dengan nada ebiet g. ade sambil memukuli para geng mafia.


Bang!


Bang!


Setiap terkena pukulan dan tendangan Yosep, mereka satu persatu terpental ke berbagai arah. Ryuna melompat dan melakukan tendangan memutar 360 derajat.


Bang!


10 anak buah mafia berputar di udara lalu jatuh tersungkur ke tanah. Dalam sekejap 100 pria kekar tersungkur di tanah sambil meringis memegangi anggota bada mereka yang sakit.


"Kenapa kalian selalu menyelesaikan masalah dengan pertarungan. Bisa kan berbicara baik-baik?" tanya Yosep.

__ADS_1


Tiba-tiba 10 mobil Roll Royce phantom berhenti dan berjejer rapi di depan Yosep serta Ryuna. "Tuan muda silahkan masuk! Apakah ada masalah?" Komander Lontong membukakan pintu.


"Kalian kemana saja, tiga hari kami berdua tersesat di pulau antah berantah. Pegel tau!" sungut Ryuna.


"Maaf nona, kami sudah melacak dan mencari ke berbagai arah tapi kami tidak menemukan jejak-jejak nona," jawab Komandan Lontong.


"Alah kalian banyak alasan, potong buntut kalian!" sungut Ryuna berapi-api.


"A-ampun nona jangan. Ini barang berharga kami satu-satunya. Potong saja yang lain, asal jangan buntut kami," Komandan Lontong memegangi bagian buntutnya.


"Sudah ayo masuk! Tuan muda dan nona muda!" Kapten Moka membukakan pintu mobil.


___


___


___


Pulau Biawak.


"Mas kamu pulang?" Rany memeluk Yosep dengan raut wajah berbinar-binar. "Bagaimana bulan madunya?"


"Bulan madu apa, bulan madu kok di tengah pulau antah berantah," gerutu Yosep mengerucutkan bibirnya.


"Ya siapa tahu sister Una bisa hamil cepat nanti," timpal Ziva. "Hanya aku yang belum mendapatkan suntikan ledakan big bang."


"Mas ini ada surat penting dari presiden Nakowi." Zahra memberikan map tebal berisi surat-surat penting.


Yosep membuka satu persatu, lembaran demi lembaran dan membacanya dengan seksama. Yosep membulatkan mata dan berkata, "Kepemilikan tanah Singapura?! Dan tanah itu sekarang menjadi bagian dari NKRI?!"


"Ada apa mas?" Rany memijat bahu Yosep yang tegang.


"Mas diberi tanah daratan Singapura. Tanah tandus itu sekarang menjadi wilayah NKRI dan mas harus mengurus serta membangunnya kembali." Yosep masih membulatkan mata, perasaan dalam hatinya tidak percaya.

__ADS_1


"Ya sudah terima saja. Buat daratan itu menjadi yang subur lagi dan menjadi pusat bisnis dunia. Mas kan selalu punya ide-ide keren," timpal Ziva.


"Tapi mas harus menetralisir radiasi partikel H20 disana. Nanti mas pikirkan formulanya yang cepat untuk merubah radiasi itu menjadi penyubur tanah. Untuk pembangunan pasti Devi akan direpotkan, padahal saya ini ingin sekali bersantai, menikmati waktu bersama kalian." Yosep membuka laptopnya dan mulai mengotak-atik membuat desain tata kota sesuai keinginannya.


Yosep juga merumuskan formula untuk menetralisir bekas radiasi bom partikel H2O. "Jangan terlalu keras bekerja mas, ingat kesehatan mas!" Ryuna merangkul leher Yosep lalu menciumnya.


"Ya, tolong buatkan mas kopi dan cake," pinta Yosep.


"Ya mas tunggu ya!" Rany, Ziva, Ryuna, dan Zahra bahu membahu membuat masakan yang terenak untuk Yosep.


***


Pertemuan sembilan negara ASEAN, Tokyo Jepang.


"Selamat sore para tuan presiden semuanya, saya Kenshin Himura mewakili para pemimpin-pemimpin negara-negara ASEAN dan negara poros baru ASEAN Korea selatan, Korea Utara, Taiwan, Hongkong juga Macau."


"Ingin merumuskan pembentukan persatuan Uni Asian terdiri dari negara Indonesia, Kamboja, Laos, Vietnam, Thailand, Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam, Myanmar, Jepang, Macau, Taiwan, Hongong, Korut dan juga Korsel."


"Dan akan terus bertambah, pembentukan Uni Asian ini adalah pencegahan atas terjadinya gejolak Uni Eropa dan USF dengan menaikan biaya ekspor-impor. Ochobot City sudah menyiapkan semua kebutuhan komoditi setiap negara-negara Uni Asian yang mau ikut bergabung." Kenshin Himura berpidato.


"Bagaimana dengan keamanan negara yang ikut Uni Asian?" tanya Perdana Menteri Malaysia Sri Datuk Jebat.


"Ochobot City memberikan drone cypheri disetiap perbatasan dan 6 unit Armor pada pasukan perdamaian Uni Asian masing-masing 2000 unit setiap negara." jawab Jendral Raiden, terpaksa ia harus meninggalkan Vanya untuk memenuhi panggilan pembentukan Uni Asian.


"Baik saya setuju," ujar PM Sri Datuk Jebat beserta 7 negara ASEAN menyetujui usulan Kenshin Himura selaku moderator konferensi Uni Asian.


"Lalu bagaimana dengan permasalahan kami yang dipenuhi perjudian, obat-obatan dan juga geng mafia? Dan kami juga ingin punya pertanian yang subur." Presiden Macau Ching Chailan mengacungkan tangan.


"Untuk wilayah pertanian kami bisa mengaturnya. Untuk geng mafia kita akan bantu mengurusnya, semua komoditi untuk kebutuhan semua negara Ochobot City akan menyediakannya," jelas Raiden.


Taiwan, Hongkong dan Macau menyetujui mereka ikut serta menjadi bagian anggota Uni Asian.


"Negara kami membutuhkan pembangunan infrastruktur cepat, apakah bisa Ochobot City membantu kami?" Presiden Korut Kim Jom Plang.

__ADS_1


"Bisa, kami mempunyai drone cypher tipe 1 untuk dikhususkan untuk pembangunan infrastruktur dan sudah berhasil membangun beberapa bangunan secara cepat. Mulai dari gedung, tol, jalur kereta cepat dan masih banyak yang lainnya," jawab Raiden tersenyum ramah dalam hatinya sudah capek menjawab pertanyaan setiap permasalahan negara.


__ADS_2