
"Bodo amat. Kamu ini jo selalu muncul dan membuatku kesal, dasar sistem rentenir. Masa bibit perbungkus yang isinya cuma 10 butir biji harganya 1 juta/bungkus, sistem gila emang, di toko bibit saja cuma 10.000/bungkus, isinya juga 1.000 butir, sistem kampret, oplet, dasat tukang perah sapi. Emang saya sapi apa yang bisa diperah susunya?!" Yosep meracau tidak jelas dan sangat kesal gara-gara barjo si sistem rentenir, hingga ia tak sadar batang ranting mangga itu patah.
Gedebuk!
Byur!
Yosep terjatuh dari pohon mangga lalu berguling dan terjun ke sungai. "Sial, gara-gara kau barjo sialan ...!" umpat Yosep dalam batinya dengan berteriak berapi-api. Yosep memukul-mukul hingga muncrat kemana-kemana lalu naik ke tepi sungai.
[Bodo amat]
[Bodo amat]
[Bodo amat]
[Hahahaha. Rasakan majikan kualat menghina sistem, wkwkwkwk]
"Hachi! Padahal kau ini Jo baru diupgrade selama sebulan ditambah saya koma jadi sembilan bulan, sudah seperti orang hamil mau lahiran. Masa tidak ada bonus sama sekali, saya ini menuggu lama barjo!" batin Yosep menyeringai kesal.
[Ada majikan bonusnya]
Tiba-tiba muncul cahaya sangat terang di depan Yosep dan cahaya itu berubah menjadi seekor naga kecil berwarna emas, dengan 3 sayap kanan malaikat berwarna putih dan 3 sayap kiri iblis berwarna hitam.
[Perkenalkan majikan saya Barjo sistem. Bentuk ini adalah bentuk barjo sistem setelah diupgrade. Barjo hanya bisa dilihat oleh majikan saja]
[Bonus upgrade sistem, majikan bisa membeli semua bibit 1 juta/bungkus berisi 100 kg]
[Fitur shop ditambahkan item fashion, item beauty, dan item healthy]
__ADS_1
[Majikan mendapatkan platinum box]
[Sistem telah menukar ****** ***** cu pat kay menjadi uang 100 milyar]
[Sistem telah menanam batu mustika qirin, seiryu, genbu, suzaku, dan byako di setiap sudut kavling rumah VJC 01 milik majikan]
[Majikan mendapatkan 10 voucher diskon 50% untuk membeli item di shop sistem]
"Wah keren juga jo bonusnya, ditambah kamu sangat keren Jo. Okelah kalau begitu," batin Yosep dengan bibir melengkung membentuk senyuman, sambil jingkrak-jingkrakan tidak jelas.
[Dasar majikan labil tadi marah-marah, setelah dikasih bonus jingkrak-jingkrakan]
[Ya iyalah Barjo juga kan naga yang keren dan sangat tampan, lihatlah sayapnya saja ada 6 keren kan]
"Ya ,ya, kamu memang tampan. Ya sudah beli bibit semangka, bibit cabe rawit merah, bibit cabe rawit hijau, bibit bawang putih, bibit sawi hijau, bibit bawang merah, dan bibit kol hijau, masing-masing satu bungkus!" pinta Yosep.
[Baik majikan, pembayaran akan dipotong dari saldo majikan sebesar 7 juta rupiah. 7 Karung bibit berisi 100 kg sudah ditransfer ke inventori sistem]
___
___
___
Yosep kembali ke kantor Raimu Farm, dan memanggil Devi untuk pulang ke Desa Mundakjaya, dan menemuinya di kantor Raimu Farm, ada yang ingin Yosep bicarakan mengenai proyek pembangunan rumahnya.
Yosep yang basah kuyup, ditatap semua tim petani yang sekarang jumlahnya sudah 50 orang. 10 orang tim inti 40 orang lainnya dibayar sesuai gaji UMR Indramayu oleh Ambar.
__ADS_1
Produksi sawah karena terlalu cepat, dalam satu bulan panen dua kali, Haji Muhaemin sudah tak sanggup menerima padi dari Raimu Farm. Bukan karena harga belinya tapi karena banyaknya padi yang harus diproses dalam satu bulan 320 ton yang harus diproses.
Jadi Haji Muhaemin memutuskan kontrak secara sepihak karena tak mampu memproses. Akhirnya pak Awi berinisiatif membuat pabrik heler untuk menggiling padi menjadi beras, proses pembangunannya juga dibantu Devi selaku penanggjawab drone cypher 1 dan helm Sachza.
Semua pembangunan cabang kafe Raimu CRC juga dikerjakan oleh Devi di berbagai cabang, hanya dalam waktu 5-10 hari proses pengerjaanya selesai. Kecuali mall proses pengerjaanya cukup lama sampai 7 bulan karena luasnya lahan dan detail sulit sesuai desain Yosep. Semua bahannya juga dikirim dari Ochobot City.
"Pak big bos?!" panggil pak Awi dan Ambar serentak sambil membulatkan mata.
"Eh ya, hehehe," sahut Yosep sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal. "Maaf tidak mengabari bapak dan Ambar, saya sudah mendengarnya dari Devi pak, semua informasinya. Mari kita bicara di dalam!"
Tim petani biasa akan berkumpul sebelum bekerja di sawah, rapat sebentar yang dipimpin sama pak Awi sambil ngopi-ngopi. Sebelum pak Awi jadi Komisaris, dia sangat mengerti pengelolaan pertanian, apalagi Raimu Farm sudah jadi perseroan terbatas. Makanya pak Awi selalu rapat pagi untuk menanyakan progres pengerjaan setiap tinm petani, agar target harian tercapai.
51 petani termasuk pak Awi dan Ambar duduk rapi di kursi rapat yang tersedia di ruangan lantai dua kantor. Yosep duduk di depan, "ini kopinya mana pak? Kok tidak ada hidangan kopi dan singkong goreng!" goda Yosep karena mengetahui kebiasaan para petani di pagi hari pasti ada menu sarapan, seperti nasi lengko, singkong goreng atau pisang goreng dan kopi atau teh. Biasanya Ibu Karti dan Ambar yang menyediakan dibantu mbok Darmi.
Setelah Yosep datang mereka takut, kebiasaan mereka sarapan pagi akan dimarahi Yosep. "Maaf pak big bos, ka-kami belum menyediakannya," jawab pak Samun dengan nada terbata-bata, takut Yosep akan marah.
"Sudah sediakan dahulu semua kopi dan gorengannya, tolong beli saja di warung Ibu Darinih, ini uangnya!" pinta Yosep dengan memberikan dua selebaran uang berwarna merah. "Sambil menunggu sarapan paginya datang, saya akan menyiapkan beberapa tugas untuk bapak-bapak semuanya!"
___
___
___
15 menit kemudian kopi dan gorengan sudah dihidangkan. "Baik kita mulai saja sebelum rapat hari ini. Silahkan di santap sambil bapak-bapak mendengarkan arahan saya," ucap Yosep dengan nada tinggi agar kedengaran sampai belakang.
"Siap pak bos!" balas serentak tim petani sambil menyeruput kopi dan makan gorengan.
__ADS_1
"Saya sudah mendapatkan tanah haji suliman di sebelah utara ada 20 hektar. Tanah ini sedang diurus oleh pak Sudaryawan untuk menjadi tanah PT.Raimu farm. Bapak-bapak saya silahkan rekrut kembali tim petani lagi, 40 tim petani yang baru masuk seperti biasa akan diberikan kompensasi 20 juta dan target bulanan sesuai awal masuk bulan berapa, semua nanti akan diurus oleh ibu Ambar dan Pak Awi."
"Bonus target dan pembagian hasil yang belum terbayarkan juga akan dicairkan hari ini juga. Untuk beras nanti pak Awi koordinasi dengan Ibu Devi untuk dimasukan ke supermall Dharmayu dan dipasarkan disana!" jelas Yosep memberikan penjelasan, tim inti petani langsung sumringah. Bonus mereka yang tersendat 8 bulan setengah dan bagi hasil yang belum dibayarkan oleh Yosep kini akan turun, wajah mereka langsung sumringah.