
Jangan lupa like, koment, gift, dan vote agar author semangat menulis lanjutan chapter novel ini.
Mohon kritik dan saran yang membangun agar novel ini lebih baik lagi, jangan sungkan langsung berikan komentar cabe sahabat readers di kolom komentar.
Yosep melakukan gerakan taichi dengan memejamkan mata. Jadi Yosep tidak tahu jika sudah ada ratusan orang di belakangnya yang sedang mengikuti gerakan taichi Yosep.
Yosep membuka matanya, lalu fokus dengan pandangan ke depan. Lalu memperagakan gerakan taekwondo dengan gerakan tendangan yang sangat cepat, jungkir balik dan juga salto ke belakang beberapa kali.
"Woy kenapa gerakannya berubah kampret!" Teriak emak-emak yang di berada di belakang Yosep.
Yosep menengokan kepalanya ke belakang dan terkejut. "Wadaw! kenapa jadi banyak orang begini?"
"Itu bukannya crazy rich man yang lagi viral di medsos!" Ucap salah satu emak-emak.
"Ya jeng benar itu dia, ayo kita minta foto bareng!" Ajak emak-emak yang gendut.
Suasana jadi riuh ramai. "Gawat! aku ingin latihan disini malah dikejar emak-emak, lari!" Gumam Yosep lalu berteriak dengan berlari dari kejaran emak-emak.
Yosep berlari ke arah pasar Jatibarang dan melihat ada seorang pemuda yang dikeroyok oleh empat orang preman. Pemuda itu sudah babak belur dihajar para preman. "Enak ya enak, mukulin orang!" Teriak Yosep.
Keempat preman berhenti memukul pemuda itu dan menengokan kepalanya ke arah Yosep. "Hei bocah tengik kenapa kamu mengganggu kami, hah!" Teriak salah satu preman.
"Siapa yang mengganggu kalian. Saya bilang kan enak ya mukulin orang. Kalau kalian mau lawan yang sepadan siap, ayo! biar kalian juga sama-sama merasakan pukulan." Ucap Yosep dengan raut muka menyeringai licik lalu bergerak sangat cepat menotok keempat preman hingga mematung.
"Sial kenapa tubuhku tidak bisa bergerak!" Batin keempat preman.
"Ayo pukul lagi, kenapa kalian diam saja. Tadi teriak-teriak sekarang diam saja." Cibir Yosep.
"Lepaskan kami kampret!" Teriak preman dua.
"Lah saya kan dari tadi diam saja disini. Kenapa kalian bilang lepaskan kami, memangnya kalian saya ikat apa." Ucap Yosep dengan nada malas. Yosep mengambil pisau lipat dari salah satu saku preman karena Yosep sempat melihat dengan byakugam miliknya ada salah satu preman membawa pisau lipat.
Yosep mengeluarkan bilah pisau dari lipatannya, lalu menodongkan pisau ke salah satu leher preman. "Kalau bilah pisau ini saya goreskan ke leher bagaimana ya rasanya." Yosep lalu menjilat-jilat ujung pisau dengan tatapan psikopat.
Keempat preman meneguk salivanya dan wajahnya pucat pasi dan berkata serentak. "Ja-ja-jangan, a-a-ampun bos!"
__ADS_1
"Ah payah sekali! badan kalian saja yang besar tapi nyali kalian cuma seperti kerupuk kena air!" Ucap Yosep lalu melepaskan totokan pada keempat preman dan memukul perut keempat preman.
"Bam!" Keempat preman yang dipukul perutnya terpental hingga menabrak dinding toko disebelahnya yang jaraknya 10 meter.
"Guhak!" Keempat preman memuntahkan darah segar. "A-ampun bos, a-ampun jangan pukul lagi!" Ucap keempat preman serentak dengan nada terbata-bata sambil memegang perutnya.
Yosep mengeluarkan uang 4 juta lalu memberikannya pada tiap preman 1 juta dan memberikan no handphonenya. "Lain kali jangan lakukan seperti itu lagi, kalau kalian saya lihat melakukan hal seperti itu lagi. Aku pastikan kalian tak akan bisa berjalan, makan dan cebok lagi. Ini untuk kalian berobat! Kalau kalian ingin cari pekerjaan hubungi nomor saya, ok!"
"Ya bos, terima kasih!" Keempat preman pergi meninggalkan Yosep dan pemuda itu.
Yosep memapah pemuda itu dan memberikan pil kintamani untuk memulihkan luka luar dan dalam. "Terima kasih kak! telah menolongku, mereka menodong saya agar memberikan uang ini. Adik saya sedang sakit, bapak saya diberi uang 5 juta oleh seorang pemuda tak dikenal beberapa hari yang lalu untuk pengobatan adik saya namun saya malah dicegat dan dipukuli sama preman." Ucap Pemuda bernama sidik berumur 18 tahun lebih muda satu tahun dari Yosep.
"Ya sama-sama. Nama kamu siapa?" Tanya Yosep. "Kalau saya Yosep. memangnya adik kamu sakit apa? saya seorang dokter."
"Saya Sidik. Tidak tahu kak tapi adik saya mumun sering nyeri pada ulu hati. Kakak dokter bisa bantu periksa adik saya, tapi uang kami tak cukup sepertinya." Jawab Sidik dengan raut muka murung.
"Tidak apa-apa sudah kewajiban saya sebagai dokter untuk menolong sesama, jadi tak perlu khawatir dengan biayanya. Mari antarkan ke rumah sidik!" Ucap Yosep.
"Mari kak!"
"Mas Yosep itu benar mas Yosep?" Ucap Jago pria paruh baya yang pernah menjambret Zahra.
"Oh bang Jago, ya bang saya Yosep. Ini rumah abang dan Sidik anak abang juga?"
"Ya terima kasih uang yang waktu dikasih sama mas Yosep untuk berobat. Namun saya tertipu dokter palsu, penyakit Mumun tidak sembuh malah dipaksa uang 4 juta mas, oleh dokter palsu itu!"Ucap Jago dengan wajah sedih.
"Sudahlah bang yang lalu biarlah berlalu, biar saya periksa dulu dik Mumun." Yosep memeriksa denyut nadi mumun. "Sepertinya ini kompleks penyakitnya tapi bukan berarti tidak bisa diobati."
Yosep meminumkan pil kintamani terlebih dahulu untuk menyembuhkan luka dalam Mumun, karena tukak lambungnya terluka cukup lebar. 10 menit kemudian Yosep memeriksa Mumun lagi ternyata luka ditukak lambungnya sudah tertutup rapat. Yosep tinggal mengalirkan hawa murni untuk membersihkan racun-racun dalam tubuhnya.
Mumun berkeringat, wajahnya sangat segar lalu memuntahkan banyak darah hitam. "Alhamdulillah Mumun sudah sembuh, untuk pemulihan minumlah pil kintamani ini sehari sekali selama 3 hari." Yosep memberikan 3 butir pil kintamani dari dalam tas kecil miliknya yang sudah dimasukan dalam vas kecil.
[Telolet]
[Selamat majikan menyelesaikan misi tersembunyi]
__ADS_1
[Misi : Memberi sedekah ke preman miskin
Hadiah : uang 100 juta]
[Uang sudah ditransfer ke nomor rekening majikan]
[Saldo : 4.136.644.000]
[Selamat menghabiskan uang majikan]
[Telolet]
[Selamat majikan menyelesaikan misi tersembunyi]
[Misi : Memberi pengobatan gratis
Hadiah : uang 1.5 milyar]
[Uang sudah ditransfer ke nomor rekening majikan]
[Saldo : 5.686.644.000]
[Selamat menghabiskan uang majikan]
"Ternyata misi tersembunyi masih muncul tapi misi khusus belum muncul kembali. Apa mungkin karena aku tersendat dengan misi membantu tante Mala ya?" Pikir Yosep sambil mengelus dagunya. "Tapi sepertinya tidak Barjo akan memberikan misi secara acak."
[Telolet]
[Majikan telah melakukan latihan pada tubuh. Memicu skill baru yaitu skill otot kuat level 1]
[Skill otot kuat adalah kemampuan tubuh meningkatkan gerak reflek, stamina, dan kekuatan tubuh]
[Skill otot kuat level 1, kekuatan majikan setara 10 orang. Semakin tinggi level majikan, kekuatan tubuh majikan akan setara dengan banyak orang]
[Selamat mencoba skill baru]
__ADS_1