SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip - 66 Penyergapan Bagian 1


__ADS_3

"Begini mas dokter, saya dengan pak kades sudah deal dengan harga 3500/kg. Menurutmu mas dokter bagaimana?" Tanya Sarmila.


"Ya kalau saya setuju saja bu. Ibu kan yang punya perusahaanya, saya tidak berhak mengintimidasi ibu Sarmila." Jawab Yosep.


"Bukan begitu mas dokter, saya tidak enak saja sama mas dokter. Puji dewa brahma mas dokter, Krista sudah baikan. Pagi ini saja makannya sudah dua piring." Kata Sarmila.


"Syukurlah bu. Keren juga mas Krista ini, bagaimana sudah ke Raimu?" Tanya Yosep ke Krista.


"Sudah donk mas dokter. Makasih traktirannya, menunya enak-enak. Aku hari ini mau kesana lagi bersama pacar saya, hehehe." Kata Krista sambil tertawa ringan.


"Mari bu, mas Krista silahkan diminum." Seru Yosep. "Bu saya butuh tim peneliti yang handal untuk mendokumentasikan proses padi yang akan kita tanam dengan pupuk Alkimia sampai panen selesai."


"Baik siap mas dokter. Kapan?" Tanya Sarmila.


"Datangkan saja bersama pupuk nanti!" Jawab Yosep. "Nanti koordinasikan saja dengan pak kades."


"Baik mas, baik!" Kata Sarmila sambil mengangguk-anggukan kepala. "Kami permisi, nanti kalau ada hal penting lagi saya beritahukan lewat telfon saja takut mengganggu kesibukan mas dokter."


"Baik bu. Kapan-kapan saya undang ibu makan malam bersama." Kata Yosep.


"Oh ya mas dokter kami tunggu undangannya." Kata Sarmila lalu pergi menuju rumahnya.


"Bro! nanti antar nyonya bawa mobil lamborghini veneno, aku akan urusan penting. Aku mau bawa mobil supercar Buggati la Voiture noire." Seru Yosep ke Kasno. "Oh ya No, pelayan lain yang jago beladiri siapa no?"


"Yang jago beladiri ya tuan muda. Sebentar saya pikirkan?" Kata Kasno sambil mengelus dagunya, matanya melirik ke kanan dan ke kiri. "Oh ya ada sebentar saya panggilkan."


Kasno bergegas keluar mencari pelayan yang jago beladiri dan balik lagi ke dalam membawa pelayan yang mukanya mirip jet lee. "Ini tuan muda, dia beladirinya jauh di atas saya. Kalau diukur setara pendekar iblis."


"Baik namamu sekarang Nyotnyokong! Karena kamu orang cina!" Kata Yosep.


"Salam tuan muda! Baik tuan muda! Terima kasih tuan muda!" Kata Nyotnyokong sambil membungkuk hormat.


"Kamu bisa menyetir kan?" Tanya Yosep.

__ADS_1


"Bisa tuan muda!" Kata Nyotnyokong.


"Ikut aku!" Seru Yosep.


"Siap tuan muda!" Jawab Nyotnyokong.


Nyotnyokong ke basement parkir dan menunggu Yosep di Buggati la Voiture noire. Sedangkan Yosep berdandan dahulu memakai jas hitam, celana hitam, dan dalaman putih serta dasi hitam. Yosep juga menelepon Ziva untuk menyediakan 4 lagi topeng buto ijo di kantor Wijaya Shield.


Semua pelayan di rumah Yosep semuanya memakai pakaian serba hitam. Yosep berangkat menuju kantor Wijaya Shield bersama Nyotnyokong. Cara pengemdi Nyotnyokong juga tidak kalah seperti pembalap profesional.


Dalam 45 menit mereka berdua sampai di depan kantor Wijaya Shield. Dalam ruangan Yosep sudah ada Ziva, Pancawijaya, Hanoka, Jayus dan Setyo.


"Paman Kinan dan paman Wirya sudah siap?" Tanya Yosep.


"Siap tuan muda!" Kata mereka berdua serentak, mereka sudah memakai pakaian serba hitam dan topeng buto ijo.


"Nyotnyokong pakai ini!" Seru Yosep sambil memberikan topeng buto ijo.


"Ini siapa nak Yosep?" Tanya Jayus dengan raut muka penasaran.


"Oh ini saudara saya, namanya Nyotnyokong perkenalkan!" Kata Yosep sambil menunjuk Nyotnyokong dengan jempol kanannya.


"Ko gak mirip ya?" Tanya Setyo.


"Dia saudara dari ayah jadi agak muka chinese gitu." Kata Yosep berbohong. "Oh ya aku butuh satu orang lagi yang ahli semua senjata jarak jauh dan dekat, juga dia belum pernah dikenali oleh keluarga Samandha dan Rakuti."


"Hampir semua prajurit elite kami tidak terekspos dunia luar." Kata Jayus dan Setyo serentak.


"Kalau ahli semua senjata Bimalah ahlinya, pistol, senjata jenis manual dan automatis, rifle, belati, pedang, semuanya bisa." Kata Kinan.


"Baik bima ganti baju ikut saya!" Seru Yosep.


"Siap tuan muda!" Kata Bima.

__ADS_1


"Yang bisa senjata jarak jauh amankan perimeter sekitar. Kalian semua naik ke atas gedung sekitar mansion Prasmana, tim hanoka kiri mansion, dan tim Pancawijaya kanan mansion. Aku yakin hari ini, kita akan melihat perang besar antara Rakuti dan Samandha." Kata Yosep sambil menyeringai jahat.


Semua orang ikut tertawa mendengar pernyataan Yosep, bagaimana tidak balas dendam keluarga Wijaya dan Pratama akan terbalas.


Anto sudah menyiapkan 3 mobil mini van ilegal agar identitas mister nine ini tidak diketahui oleh publik. Yosep di depan bersama Nyotnyokong mengendarai Buggati la Voiture noire yang nomor polisinya sudah diganti dengan yang palsu, di ikuti 3 mini van di belakang. Mereka menuju kediaman mansion Samandha.


Di kediaman Samandha, keluarga Rakuti menyerang dengan brutal. Mereka menembaki mansion Samandha, beberapa penjaga Samandha terluka parah namun tidak ada yang tewas. "Sial kau Raksa! kau seperti anjing yang lupa pada tuannya. Air susu dibalas dengan air tuba!" Teriak Prasmana bersembunyi di balik tembok mansion, Kartono yang berada di samping Prasmana sudah terkencing-kencing sambil terus menembak asal-asalan.


"Kau yang telah membantai orang-orangku semalam. Aku akan balas dendam untuk orang-orangku! Kau juga bedebah Prasmana!" Teriak Raksa bersama Panji yang terus memborbardir kediaman Prasmana dengan senjata M4.


Suara tembakan demi tembakan mengisi halaman mansion Samandha. Tak ada pihak yang berwajib berani melerai perang antara dua keluarga Rakuti dan Samandha. Kediaman mansion Samandha berada di wilayah Losarang termasuk ke dalam Losarang Busines Distrik (LBD).


Pasukan Hanoka dan Pancawijaya langsung mengamankan perimeter begitu tiba, mereka menuju dua menara apartemen. Hanoka di Flamingo Apartemen dan Pancawijaya di Bunga Indah apartemen.


"Cacing 1 clear!" Kata Gendhis.


"Cacing 2 clear!" Kata Serena.


Yosep keluar dari mobil jaraknya ke mansion Wijaya hanya 50 meter, suara tembakan nyaring terdengar sangat dekat. "Ingat jangan bunuh siapa pun, buat saja mereka pingsan. Ringkus Raksa, Panji, Prasmana dan Kartono." Seru Yosep sambil melambaikan tangan


"Siap Bos!" Ucap Nyotnyokong, Kinan, Wirya, dan Bima serentak. Lalu mereka bergegas menghajar satu persatu dua pasukan yang sedang berperang. Wirya menggunakan katana untuk menghalau serangan peluru, sedangkan Kinan menghalau dengan kodachi ganda yang berada ditangan kanan dan kirinya.


Nyotnyokong gerakannya sangat cepat seperti melihat bayangan, sekali pukul prajurit Rakuti langsung pingsan.


Bima juga sangat lihai dalam memainkan pistol revolver dia hanya membidik tangan dan kaki saja pada kedua prajurit. Semua prajurit berhasil di lumpuhkan, semuanya pingsan.


Yosep berjalan santai ke halaman lalu bertepuk tangan. Prasmana, Kartono, Panji, dan Raksa mengarahkan senjata mereka pada Yosep.


Yosep berbicara dalam bahasa inggris. "Jatuhkan senjata kalian, atau kalian mati mengenaskan!"


"Kamu bodoh berani-beraninya memerintah kami." Tolak Kartono langsung menarik pelatuknya.


"Dor!" Suara tembakan.

__ADS_1


__ADS_2