SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 276


__ADS_3

Bledug!


Begitu mereka merasakan kuahnya saja sudah enak dan membuat ketagihan, mereka makan dengan lahapnya. Bahkan sampai ada yang nambah tiga kali.


"Ini makanan dari surga, sangat enak!"


"Apa-apaan ini? Makanan ini sangat lezat!"


"Sungguh terlalu! Makanan ini membuatku melayang di surga, sialan!"


Kata-kata pujian terlontar dari mulut para pelanggan. Awalnya diremehkan setelah merasakannya semua pelanggan malah nambah hingga satu sampai tiga mangkuk bakso.


Pelanggan lain yang melihatnya penasaran dan ikut antrian, semakin lama semakin panjang antrian. Del Piero sedikit kewalahan menghantarkan pesanan pelanggan ke meja mereka.


"Kasihan Del Piero masih kecil sudah bekerja membantuku, nanti saya dikira eksploitasi anak lagi. Saya akan gunakan ajian baladewa among slira, agar bisa menyelesaikan pesanan dan Del Piero bisa istirahat, tapi saya harus pergi ke toilet sebentar," batin Yosep.


"Nona-nona dan tuan-tuan, sebentar saya ke toilet sebentar!" pinta Yosep. "Del Piero setelah pesanan ini kamu istirahatlah, saya akan ke toilet untuk memanggil teman-teman saya!"


Yosep pun berlari cepat ke toilet di restoran Veduchi, lalu merapal ajian baladewa among slira, untuk membelah diri menjadi dua puluh kembaran diri. Yosep membeli di shop sistem, topeng putih bermotif kuda.


Untung saja toilet laki-laki direstoran Sambalado sedang sepi, dua puluh kembaran diri Yosep memakai baju yang sama seperti Yosep tapi sangat misterius dengan memakai topeng putih bermotif kuda. "Satu masalah selesai!" Yosep berjalan keluar toilet diikuti dua puluh kembaran dirinya.


Semua pelanggan dan karyawan restoran kaget, melihat rombongan Yosep keluar dari toilet padahal kondisi toilet sedang sepi. "Darimana pria keren bertopeng dan berseragam merah itu muncul, sangat berwibawa," gumam Dybala pelayan laki-laki yang sedang menaruh hidangan ke meja pelanggan.


Yosep kembali ke gerobak miliknya, kembaran diri Yosep bersiap melayani pelanggan. Tangan Yosep bergerak cepat untuk meracik bakso di mangkuknya setiap 2 menit 10 porsi bakso tersedia dan kembaran diri Yosep melayani pelanggan dan menaruh mangkuk-mangkuk bakso itu ke meja pelanggan.


___

__ADS_1


___


___


Pukul 17.00 WI jualan bakso Yosep habis dan terjual 2000 porsi dan dijual per porsi 10 euro, 500 porsi lainnya dijual gratis. "Melelahkam sekali hari ini, Kalau saja saya punya skill chef yang hebat itu bukan dari sistem tapi dari pengetahuan dan pengalamanku, cukup dari jualan saja saya pasti kaya raya," gumam Yosep sambil membereskan mangkuk dan meja dibantu dua puluh kembaran dan Del Piero.


***


Di markas besar mafia Mastuchi.


"Lapor bos, daerah kita kedatangan seseorang yang akan mengganggu bisnis kita disini," lirih Frederico dengan menunduk hormat dan raut wajahnya meringis kesakitan.


"Kenapa dengan tanganmu?!" tanya Mastuchi dengen berteriak, tatapan matanya menatap lekat tangan Frederico yang diperban.


"Tanganku ini diremas oleh orang yang mengaku penguasa baru di Sorento," jawab Frederico.


"Bedebah berani mengusiku, kirim pasukan utama dan hancurkan!" teriak Mastuchi dengan suara berat.


"Habislah kau otak dungu, kali ini kau pasti hancur hahahaha!" batin Frederico.


Mastuchi segera menelepon Kapten Baloteli, "Hai Bro, tolong urusi orang yang mengaku penguasa baru di Sorento. Mereka menghajar anak buahku!" titah Matsuchi pada sambungan telepon.


"Tenang saja bisa di atur. Dia sedang dalam pengawasanku, esok hari aku akan menangkapnya. Dia sedang berjualan makanan aneh di wilayahku tanpa izin," balas Kapten Baloteli pada sambungan telepon.


"Berani melawan Mastuchi, aku habisi kau sekarang juga! Bedebah!" Mastuchi menggertakan gigi, dengan menyeringai geram, kulitnya yang putih merah padam.


***

__ADS_1


Keesokan paginya.


[Selamat majikan mendapatkan uang dari berkedip selama 28.800 kali dalam satu hari senilai Rp. 1.440.000.000]


Yosep pagi-pagi sekali sudah berada di dapur restoran Veduchi. Kemarin ia capek sekali, hari ini Yosep membuat, 2500 porsi basko menghabiskan 50 kg daging sapi. Masih tersisa 50 kg daging sapi yang ditaruh di dalam chiller pendingin.


Pukul 06.30 Yosep sudah membuka gerobak jualan basonya. Del Piero ia titipkan pada Veduchi, Yosep tak mau merepotkan Del Piero, bagaimana pun juga ia masih anak-anak. Yosep juga berencana semua uang hasil penjualan bakso akan di hadiahkan untuk Del Piero.


"Bakso! Bakso! Ayo Bakso geal-geolnya tuan! Nyonya!" Yosep berteriak memanggil para pelanggan, 50 kembaran diri Yosep sudah berbaris rapi siap melayani pelanggan dan juga merapikan meja. "Ayo tuan, nyonya bakso geal-geolnya, gratis foto bersama saya!"


Satu persatu pelanggan sudah memesan, waktu sudah menunjukan pukul 08.45 WI. Yosep mulai sibuk kembali, harapan ia kali ini semoga hari ini ia bisa mendapatkan lebih banyak dari kemarin.


Baru saja ia berjualan dan dapat 100 porsi, Kapten Baloteli dan sepuluh anak buahnya datang. "Hai! Siapa yang nenyuruhmu boleh berjualan disini?!" teriak Kapten Baloteli sambil membggebrak kaca gerobak bakso.


Yosep berhenti membuat bakso, lalu tersenyum lebar pada kapten Baloteli. "Maaf tuan polisi, tuan Veduchi bukankah sudah mengurus semua izinnya pada departemen penjualan di Sorento." Yosep memberikan surat izin perdagangan di wilayah Sorento pada Kapten Baloteli dan menyatakan bahwa Yosep boleh berjualan di tempat yang Yosep duduki.


"Surat ini tidak sah!" teriak Kapten Baloteli lalu merobek suratnya membuat Yosep naik pitam. "Cepat pergi dari sini atau aku angkut paksa gerobakmu!"


Para pelanggan menatap sinis pada Baloteli karena mereka tahu Kapten Baloteli hanya menginginkan uang sama seperti Mastuchi. Yosep juga sudah menyelidiki semua orang yang berhubungan dan Mastuchi dan mendapatkan rekaman video ketika Mastuchi menyuap beberapa pejabat di Sorento, termasuk Kapten Baloteli.


Cukup dengan smartphone semua kebusukan mereka terungkap. "Oh jadi Kapten mau main kasar, padahal saya sudah membuat surat izin perdangan disini, tapi malah merobeknya. Ingat saya sudah merekam kejadian ini." Yosep tersenyum licik, lalu memutar video ketika Mastuchi memberikan uang suap pada Baloteli. "Bagaimana kalau video ini, saya beritahukan pada mereka?"


Kapten Baloteli membulatkan mata, wajahnya tampak pucat pasi. "Da-darimana kau mendapatkannya?" tanya Kapten Baloteli terbata-bata.


"Itu tidak penting, bahkan saya bisa menyebarkannya ada media nasional Italia sekarang juga," ancam Yosep menyeringai licik, kembaran diri Yosep yang lain masih terus membuat bakso di mangkuk, "Atau bahkan menghilangkan keluarga Kapten Baloteli dalam sekejap mata."


Kapten Baloteli melirik ke arah kanan dan kiri anak buahnya, wajah mereka juga pucat pasi setelah Yosep mengeluarkan sedikit aura membunuhnya hanya pada Kapten Baloteli dan sepuluh anak buahnya. "Ayo kita pergi!" seru Baloteli. "Ma-maafkan kami tuan, aku akan membuat kembali surat izin perdagangannya. Esok aku kembali!"

__ADS_1


Kaptenn Baloteli pun pergi dalam keadaan pipis dicelana karena ketakutan. Belum pernah ia merasakan setakut ini pada orang lain, padahal Kapten Baloteli adalah kepala polisi di Sorento.


"Dia, dia bukan manusia, hawanya sangat menakutkan. Aku seperti bertemu malaikat kematian, benar- benar mengerikan," batin Kapten Baloteli.


__ADS_2