
"Memangnya tuan Yamada hutang berapa dengan Abu Jagal?" tanya Yosep.
"Kami berhutang 50 juta yen, tuan Yosep," jawab Yamada dengan kepala menunduk.
"Baiklah, besok kita akan ke kantor Zero Enterprise untuk melunasi hutang tuan Yamada dan juga kami akan membeli saham Zero Enterprise, ditambah kami akan mengambil 50% saham Zero Enterprise dan 20% saham Xerox Corporate yang telah direbut oleh mereka. Bukankah tuan Yamada telah mendengarnya bukan, kami memenangkan 50% saham Zero Enterprise dari balapan mobil semalam?" jelas Yosep dengan sorot mata yang tajam.
"Ya tuan kami mendengarnya, tapi ...," ujar Yamada terpotong.
"Sudah tuan Yamada, kami akan mengupayakan apapun agar jalan damai bisa terwujud. Kami akan memberikan 100 juta yen pada tuan Yamada, 50 juta yen untuk melunasi hutang dan 50 juta yen sebagai kompensasi serta juga kerjasama kita," ujar Yosep sambil mengirimkan pesan pada Albert, untuk menyiapkan uang 100 juta yen besok. Bagi Albert uang senilai 100 juta yen tak masalah.
Yamada merasa malu dengan dirinya sendiri, sudah ditolong gratis ditambah Yosep memberikan uang juga secara gratis meskipun itu atas nama kerjasama.
"Baiklah tuan, kami para Yakuza akan tunduk dibawah perintah tuan dan setia kepada tuan saat ini. Kami bersumpah setia Yakuza di bawah klan Tokugawa akan bersumpah setia pada tuan," ujar Yamada sambil membungkuk hormat.
Jasuke menjatuhkan rahangnya, pasalnya ia tak pernah melihat tuan Yamada bersikap seperti itu, biasanya ia sangat kejam dan diktator, kali ini ia melihat Yamada sangat penurut pada Yosep.
"Baiklah tuan Yamada saya izin pamit, nanti kita besok bertemu di depan kantor Zero Enterprise," ujar Yosep sambil membungkuk hormat.
"Baik tuan," balas singkat Yamada sambil membungkuk hormat juga. Nana mengintip dari jendela kamar VVIP dekat tempat duduk Yosep dan Ryuna. Nana sangat penasaran dengan Yosep meskipun yang Nana tahu, Yosep itu sudah menikah dengan Ryuna.
Yosep berjalan melewati lorong rumah sakit sambil memegang tangan Ryuna, "semua masalah hari ini kita sudah selesaikan," ujar yosep. "Terima kasih sayang."
"Apanya mas yang terima kasih, Ryuna tidak melakukan apa-apa juga," balas Ryuna.
"Ryuna juga berpartisipasi yaitu memapah mas kan," ledek Yosep sambil menyolek hidung Ryuna dan mencubitnya.
"Aw! Sakit mas," teriak Ryuna.
"Habisnya Ryuna ngemesin tau," balas Yosep. Mereka berdua masuk ke mobil dan berjalan menuju area mall di Akibahara.
__ADS_1
"Kita jalan-jalan saja ke mall, mas ingin santai sejak datang kita disibukan dengan berbagai urusan," pinta Yosep.
"Ryuna ikut mas kemana saja, asal bersama mas," balas Ryuna yang langsung memeluk lengan kiri Yosep dengan bergelayut manja.
Yosep sampai di mall Akibahara yang dekat dari rumah sakit Akibahara, jaraknya hanya 5 menit perjalanan. Mereka masuk ke dalam sebuah restoran Jepang bernama Kukira Takada, restoran yang menyediakan berbagai makanan Jepang dari makanan Jepang modern hingga tradisional.
"Ryuna mau pesan yang mana?" tanya Yosep.
"Ryuna ikut mas saja," jawab Ryuna.
"Hmmm ... baik," ujar Yosep lalu memanggil pelayan. "Nona! saya mau memesan!"
"Iya tuan," pelayan wanita menghampiri Yosep. "Mau memesan apa tuan?"
"Saya memesan tempura, chicken katsu, macha cake dan mie ramen topping lengkap. Minumnya strawberi jus semuanya 2 ya nona!" pinta Yosep.
"Baik tuan, tunggu sebentar kami akan segera menyiapkan," balas pelayan wanita sambil membungkuk hormat.
Yosep memandang terus Ryuna yang makan dengan lahapnya, membuat Ryuna risih. "Mas kenapa memandang Ryuna terus? Mas gak suka ya Ryuna suka makan," tanya Ryuna dengan raut muka cemberut.
"Tidak sayang," ujar Yosep mengelus lembut rambut Ryuna. "Makan saja yang banyak, kalau kurang tambah lagi saja."
Tiba-tiba ada yang melempar gelas ke arah belakang kepala Ryuna, Yosep yang memiliki reflek super segera menghalanginya dengan meletakan belakang kepala miliknya ke belakang kepala Ryuna.
"Crang ...!" gelas itu mengenai belakang kepala Yosep lalu membalikan badan, ada yakuza dari klan Kojuro yang memang senang mengganggu pengunjung apalagi cantik.
"Hahaha ... laki-laki bodoh. Kenapa membiarkan kepalamu terkena gelas itu, biarkan saja gelas itu mengenai perempuan ****** itu," umpat Sanjo Kojuro sambil tertawa anak dari Yuka Kojuro kepala klan Kojuro.
Yosep menyeringai jahat lalu mengeluarkan aura pembunuhnya yang mendominasi di dalam restoran Kukira Takada. Sanjo dan Danzo langsung bertekuk lutut dalam keadaan dada sesak terkena aura pembunuh Yosep.
__ADS_1
"Mana suaramu itu," ujar Yosep sambil menampar Sanjo hingga membuat dua gigi depanya copot. "Ayo mana tadi suaramu!"
Yosep terus menampar Sanjo dan Danzo tanpa henti hingga membuat semua giginya copot, mereka berdua giginya ompong.
"Aw! Awas saja klan Kojuro pasti akan membunuhmu!" teriak Sanjo sambil berlari keluar restoran.
Manajer restoran menghampiri Yosep, "terima kasih tuan, tapi lebih baik tuan segera meninggalkan Tokyo. Klan Kojuro sangat kejam tuan," ujar manajer restoran.
"Tidak apa-apa pak. Santai saja, saya pastikan esok hari klan Kojuro tak akan berani lagi muncul di restoran ini lagi," balas Yosep dengan sorot mata yang tajam.
"Mas kamu tidak apa-apa?" tanya Ryuna sambil memegang belakang kepala Yosep dengan lembut.
Mereka berdua keluar dari mall dengan santai menuju basement parkir mobil. Tiba-tiba di basement parkir mall mereka sudah dikepung 100 orang dari klan Kojuro. Mereka semua membawa senjata lengkap, baik bat baseball, pisau hingga katana.
"Sayang rupanya makanan yang baru kita makan akan cepat habis," ujar Yosep sambil menyeringai licik.
"Ya mas, mari kita berpesta!" balas Ryuna juga dengan menyeringai licik.
"Serang!" teriak Sanjo, semua pasukan klan Kojuro menyerang Yosep dan Ryuna. Yosep menggunakan jurus Chakram Visnu, sedangkan Ryuna menghindari setiap serangan pasukan klan Kojuro dengan lincahnya.
Yosep membiarkan tubuhnya dipukuli oleh 20 anggota klan Kojuro, "hahahaha ... sungguh pukulan kalian sangat menggelikan," ejek Yosep sambil tertawa.
Mereka terprovokasi dan memukuli Yosep semakin beringas, Yosep tetap tak bergeming dan malah tertawa terbahak bahak. Ryuna memukul salah satu anggota Klan Kojuro dan mengambil bat baseball miliknya.
"Mari kita bermain!"
Ryuna bergerka lincah menghindari sambil memukul kuat kepala anggota klan Kojuro, mereka yang terkena pukulan bat baseball Ryuna langsung tumbang dan pingsan.
"Aaaaakh!" suara pekikan menggema di dalam basement parkir mall. Security mall tidak ada yang berani melerai mereka, karena takut dengan Yakuza Klan kojuro.
__ADS_1
Ryuna memukul satu persatu setiap anggota klan Kojuro dan berhasil menumbangkan 30 orang dalam sekejap.