
Boom!
Ruangan rahasia PM Stark Mute meledak, semua mayat prajurit elit luluh lantak dan tercerai berai. Yosep dan Argadhafa berhasil lolos dari ledakan, mereka sudah berada di pantai Haerlem mengejar PM Stark Mute. Yosep melihat dengan reinka aksa PM Stark Mute, kabur ke pangkalan militer rahasia di dalam laut dekat pantai Haerlem.
"Tuan muda, kenapa membawaku kemari? Bukankah disini tidak apa-apa?" mata Argadhafa berkeliling yang ia lihat hanya hamparan ombak laut utara.
"Markas mereka berada dibawah laut, kita tak akan bisa melihat dengan mata telanjang. Saya juga sudah meretas satelit dan melihat proyeksinya, disana ada pangkalan militer rahasia bawah laut," jelas Yosep berbohong, padahal ia melihat dengan reinka aksa. Bagaimana pun juga reinka aksa adalah sebuah rahasia Yosep, tak ada satu pun orang terdekatnya mengetahui rahasia tersebut, bahkan kedua istrinya.
"Lalu bagaimana cara kita kesana? Berenang?" tanya Argadhafa sambil menunjuk ke arah laut.
"Gampang, tidak perlu kita buat keributan. Ayo!" Yosep mengeluarkan artefak tongkat dewa kera, lalu melayang di atas hamparan ombak laut dan berhenti tepat pada lokasi pangkalan militer bawah laut. Tongkat itu Yosep besarkan hingga panjang 10 meter dan diameter 5 meter, lalu di angkat tinggi untuk menghantam permukaan air laut. "Pukulan ganda tombak bidadari!"
Swung!
Jdar!
Boom!
Permukaan air berguncang, air memuncrat tinggi ke udara, pangkalan militer bawah laut di kedalaman 400 meter bergetar. "Ada apa ini, ada apa?" tanya Komandan Daskton yang sedang duduk santai bersama PM Stark Mute.
"Komandan Daskton! Cepat selidiki, apa yang terjadi di permukaan?!" titah PM Stark Mute dengan sorot mata tajam.
"Baik, tuan perdana menteri!" Komandan Daskton menunduk hormat lalu pergi ke ruangan pasukan elit khusus, memerintahkan mereka untuk menyelidiki kejadian di permukaan air laut.
Lima kapal selam kecil dikerahkan, satu kapal selam terdiri dari lima pasukan elit. Yosep tersenyum jahat, umpan yang dilemparnya disambut dengan baik. Yosep tak ingin membunuh PM Stark Mute dan ingin menangkapnya hidup-hidup untuk diadili oleh warga Belanda.
Yosep mengecilkan tongkat dewa kera, Argadhafa yang melihatnya hanya bisa menjatuhkan rahangnya, pasalnya big bosnya ini masih punya rahasia kesaktian lain. Ajian serat jiwanya saja sudah mengerikan, kini Yosep mengeluarkan pusaka yang hebat bisa membuat laut berguncang hebat.
__ADS_1
Yosep mengangkat lagi tongkatnya tinggi-tinggi lalu dibesarkan kembali, tapi terdiam beberapa saat menunggu lima kapal selam keluar ke permukaan. Permukaan air laut masih berguncang tapi tak sekuat sebelumnya, lima kapal selam mulai merangkak naik ke permukaan. Gelembung-gelembung air keluar dari dalam permukaan air laut, Yosep mengayunkan kembali tongkat dewa kera untuk menghancurkan lima kapal selam.
Swung!
Jdaar!
Boom!
Begitu kapal selam muncul ke permukaan langsung dihantam tongkat dewa kera yang membesar, lima kapal selam langsung hancur luluh lantak. Gelombang air laut langsung naik tinggi ke udara, pangkalan militer rahasia kembali berguncang hebat, kali ini lebih kuat lagi getarannya.
Membuat para pasukan elit, Komandan Daskton dan PM Stark Mute khawatir, geladak markas militer ada yang bocor, air laut masuk, alarm peringatan berbunyi keras. Aliran listrik langsung padam digantikan aliran listrik cadangan, beberapa sistem mengalami kerusakan, dan memicu peledakan diri otomatis hitungan mundur 15 menit.
"Daskton, bukankah pangkalan militer rahasia ini tahan gempa sampai 9.0 magnitudo? Kenapa pangkalan militer ini tiba-tiba membunyikan alarm peledakan diri, sial!" teriak PM Stark Mute menyeringai kesal.
Teeet!
Teeet!
Teeet!
Di atas permukaan laut Yosep tertawa terpingkal-pingkal melihat dengan reinka aksa. Semua pasukan khusus elit Belanda yang dipimpin Komandan Daskton panik dan mulai mengevakuasi diri, untuk keluar dari pangkalan militer rahasia bawah laut. "Hahahaha ... goblok, goblok, kalian yang buat sistem sendiri, kalian pula yang terjebak disana! Hahahaha ...."
Argadhafa hanya duduk santai di atas batu karang pantai Haerlem. Tak ada yang ia bisa lakukan untuk membantu Yosep, karena ia tidak bisa ajian meringankan tubuh. "Enak kali lah ngopi, sambil santai, woy ngopi woy ngopi! Jangan diem-diem bae, kopi!" Argadhafa meracau tidak jelas, niat hati ingin membantai malah santai.
Seratus kapal selam mulai keluar dari dalam permukaan laut, gelembung-gelembung bermunculan di permukaan air laut yang sudah mulai tenang kembali. Yosep melayang ke arah Argadhafa lalu memanggilnya dengan berteriak, "Arga, bersiaplah! Ikan besar akan keluar dari dalam laut, waktunya kita beraksi!"
Argadhafa yang sedang duduk santai langsung bangkit, "Siap bos, siap! Ashiyaap!"
__ADS_1
100 kapal selam muncul ke permukaan, satu pesawat amfhibi Vortex keluar dari dalam permukaan laut melesat cepat.
Zrash!
"Oh mau kabur? Tak akan aku biarkan!" Yosep yang sedang melayang langsung melesat cepat mengejar pesawat amfhibi Vortex, tongkat dewa kera sudah dikecilkan ke ukuran semula. Yosep mengeluarkan belati kalamurka dari inventori sistem dan melemparnya ke arah Argadhafa, "Pakai belati itu untuk membantai mereka semua, saya yakin kamu bisa menggunakannya. Saya sudah mentransfer ingatan jurus belati itu padamu!"
Shua!
Tap!
Argadhafa menangkap belati kalamurka, semua ingatan jurus belati kalamurka tersimpan sementara dalam ingatan Argadhafa. "Benar-benar senjata yang luar biasa, tapi aku hanya punya waktu 30 menit untuk menggunakannya. Kalau lebih aku bisa mati," gumam Argadhafa memuji belati kalamurka sambil mengelus lembut bilah dengan lidahnya. "Ledakan gelombang udara!"
Swush!
Belati kalamurka diselimuti aura merah kehitaman lalu diayunak secara vertikal dari bawa ke atas oleh Argadhafa. Tebasan vertikal itu membentuk dinding tajam setinggi 10 meter lurus memanjang sampai 1 kilometer.
Slash!
Jdar!
Dua puluh kapal selam tertebas menjadi dua bagian lalu meledak. Asap dan Api mengepul di permukaan laut, "Edan! Pusaka macam apa ini, kekuatannya begitu sangat mengerikan. Pantas big bos menjadi oranf yang sangat sakti tak terkalahkan, banyak pusaka hebat yang ia miliki," gumam Argadhafa.
Dua puluh kapal selam, siap meluncurkan rudal, sasarannya Argadhafa yang berada di tepi pantai. "Semua kapal selam siap luncurkan rudal!" titah kapten Van Der Boch.
Swush!
Shua!
__ADS_1
Shua!
Rudal velocity meluncur cepat ke arah Argadhafa, "Tebasan bulan sabit!" Argadhafa menebas secara horizontal bertubi-tubi, muncul siluet sabit berwarna merah kehitaman, memotong satu persatu rudal yang diluncurkan dua puluh kapal selam secara beruntun.