SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 244


__ADS_3

"Siap pak big bos!" Ardhafa menunduk hormat. "Tapi jarak dari sini ke kota kan cukup jauh pak big bos sekitae 20 km. Masa cuma berlari, lututku bisa lemas, big bos!"


"Payah! Kau ini pendekar, apa bukan? Memangnya saya kemari naik mobil? Saya kemari berlari," bentak Yosep, "Kalau masih mengeluh ku potong cacing hitam kecilmu! Ayo lari! Anggap saja latihan pertamamu denganku, seharusnya kamu bangga bisa berlatih denganku, anak buahku yang lain sangat senang jika saya melatihnya langsung."


Padahal 10 anak buah Yosep yang tergabung dalam throne army selalu tersenyum kecut jika disuruh latihan dengan Yosep. Sebagai seorang bos Yoseo itu ramah, baik hati dan lembut, tapi sebagai guru ilmu bela diri sangat galak, bahkan ketika masih menjabat pemimpin tertinggi Ochobot City Yosep sering mengadakan latihan gabungan semua pasukan super elit di seluruh penjuru dunia dan menjuluki Yosep the killer sensei.


Ardhafa berlari sangat cepat mendahului Yosep yang tidak menggunakan ajian serat tatar bayu untuk meningkatkan kecepatannya. Sebagai seorang ninja elit dan mantan bos besar organisasi White Jayapura, Ardhafa sudah terlatih berlari bermil-mil, namun setelah ia banyak harta dari rampokan sudah jarang berlatih, membuat kemampuan lari dalam jarak panjang sedikit menumpul.


Kejar mengejar pun terjadi, akhirnya mereka berdua sampai di depan restoran Puka-Puka dengan hasil Yosep kalah telak 500 meter dengan Ardhafa. "'Huff' 'Huff' 'Huff', kamu hebat Dhafa bisa mengalahkanku dalak lomba lari, Ayo kita masuk!" Mereka berdua masuk ke dalam restoran, Rasidju duduk di meja sudut bekas duduk beberapa jam yang lalu.


Ardhafa menundukan kepala merasa bersalah telah menculik Rasidju dan ingin membunuhnya meskipun itu adalah suruhan Rado. Yosep paham situasi Ardhafa, "Tenang. saya akan menjelaskan padanya!"


"Te-terima kasih baik pak bos!" Ardhafa menganggukan kepala dan duduk di samping Rasidju.


"Semoga saja nona Rasidju mengerti dan mau memaafkan kesalahanku."


"Ini siapa babang tamvan? Dari postur tubuhnya seperti salah satu bagian dari ninja itu?" tanya Rasidju dengan menyipitkan mata dan sedikit kesal.


"Ya kamu benar," jawab Yosep datar. " Tapi ...."


Brak!


Risadju menggebrak meja, "Apa babang tamvan gila?! Membawa orang yang telah menculik dan mencoba ingin membunuhku, hah?!" bentak Rasidju dan bangkit dari duduknya raut wajahnya menyeringai kesal dan siap berjalan keluar restoran. "Sia-sia aku menunggumu disini, lebih baik aku pergi ke rumahku. Aku benar-benar kecewa, mulai saat ini aku tak mengharapkan lagi untuk jadi istri ketigamu."


"Bodo amat, lagipula siapa yang mau memperistri wanita barbar kelas berat sepertimu," batin Yosep.

__ADS_1


"Hah?! Pak big bos punya dua istri, aku saja sudah lama perjaka hampir 30 tahun, umurku yang sudah kepala tiga masih jomblo. Apakah wajah ini terlalu tua untuk laki-laki setengah tampan sepertiku?" batin Ardhafa menjatuhkan rahangnya.


"Tunggu!" Yosep menarik lengan Risadju dan mendudukannya paksa Risadju. "Saya bisa jelaskan semuanya, kita bisa bicarakan baik-baik, agar tidak ada dusta diantara kita bertiga yang akan menjadi salah paham dikemudian hari."


"Baik aku dengarkan! Tapi aku hanya butuh waktu 5 menit untuk mendengarkannya," balas Rasidju dengan raut muka malas.


"Ardhafa sudah bertaubat dan sekarang telah menjadi anak buahku. Jika Ardhafa punya banyak kesalahan terhadapmu, sebagai bosnya saya meminta maaf." Yosep berdiri dan membungkuk hormat pada Rasidju.


"Baik, aku akan memaafkannya. Asal babang tamvan menjadikanku istri ketiga, sudah itu saja syaratku mau memaafkan Ardhafa, bagaimana?" tawar Rasidju dengan menyeringai licik.


"Maaf, saya tidak bisa. Tapi aku punya penawaran lain." Yosep membuka tas punggungnya lalu menaruh peta rahasia baju zirah gatot kaca. "Ini adalah peta harta karun, yakin tidak mau?"


"Big bos! Bukankah itu peta yang aku sembunyikan di brankas rahasiaku? Pasti pak big bos menyelinap lalu mencurinya ya?" tanya Ardhafa menelisik. "Aku tahu jalan kesana, aku dan 6 ninja elite pernah menyusuri jalannya, tapi kami tak berani masuk ke dalam guanya, sangat menyeramkan, ih serem!"


"Baik, aku akan menerima penawarannya, 50% harta itu? Bagaimana?" tanya Risadju sumringah.


"Semuanya silahkan! Saya hanya butuh satu harta, sisanya semuanya bisa kau miliki. Saya hanya butuh satu artefak di dalam gua itu untuk menyembuhkan Ryuna istriku yang umurnya tinggal 6 bulan lagi," ucap Yosep dengan raut muka murung.


"Baiklah aku setuju, janji ya!" ucap Risadju sumringah.


"Tapi pak big bos ...," ucap Ardhafa terpotong.


"Tenang, setelah kita kembali ke Indramayu, saya akan memberikan jabatan CEO Wijaya Shield padamu, saya janji!" tegas Yosep.


Yosep sangat yakin akan kemampuan Ardhafa dalam memimpin organisasi, meskipun organisasinya jahat. Dilihat dari markas White Jayapura di tengah hutan yang cukup besar, dan juga anak buahnya yang cukup kuat serta banyak. Yosep menyimpulkan Ardhafa cocok untuk memimpin dan melatih para penjaga keamanan serta bodyguard di bawah naungan Wijaya Shield. CEO Wijaya Shield kosong pasca jatuhnya Ziva, Yosep sangat selektif memilih CEO Wijaya Shield bisnis yang bergerak di bidang keamanan.

__ADS_1


"Siap pak big bos!" Ardhafa menganggukan kepala.


"Bos yang sangat royal, baik hati dan ramah pada anak buahnya, tapi kalau bertarung menyeramkan, hiiii! Akhirnya aku punya pekerjaan dan tidak harus merampok atau menerima jasa pembunuhan lagi."


"Sudah ayo makan, pesan makanan sepuasnya! Saya yang traktir!" seru Yosep, perutnya sudah berdemonstrasi keras.


Mereka bertiga makan dengan lahapnya, Yosep mentraktir mereka berdua menghabiskan uang 10 juta.


****


5 hari kemudian.


Yosep dan Ardhafa berada di rumah Rasidju, Yosep selama 5 hari bersemedi untuk mempercepat pengisian hawa murni dalam wadah jiwa energinya. Yosep mempersiapkan diri, sebagai antisipasi untuk masuk gua harta karun yang konon menurut Ardhafa, banyak makhlus halus yang bersembunyi di dalam gua.


Risadju sendiri selama 5 hari, bolak-balik ke perusahaan miliknya di kota Jayapura untuk memastikan semua berjalan sesuai arahannya. Risadju mengajak Yosep tinggap di rumahnya di kota Jayapura, tepatnya Sentani Residence, rumah paling mewah di komplek elit Sentani Residence.


"Kenapa babang tamvan belum keluar juga?" Rasidju mondar-mandir di depan kamar. "Padahal aku sudah mempersiapkan semuanya beberapa hari yang lalu untuk berburu harta karun.


"Hoaaaaaam!" suara Yosep menguap terdengar dari dalam kamarnya lalu keluar kamar. "Eh kamu Salju eh Sadju, ada apa di depan kamarku? Oh ya, sudah berapa lama aku bersemedi?"


"Lima hari," ucap Risadju dan Ardhafa serentak, Ardhafa tiba-tiba muncul di belakang Risadju.


Bletak!


Risadju membalikan badan dan memukul kepala Ardhafa, "Dasar ninja kampret! Mengagetkanku saja!" ucap Risadju menyeringai kesal.

__ADS_1


__ADS_2