SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 237


__ADS_3

"Sudah sayang, sudah!" Yosep memeluk Ryuna dan menariknya, "Kasihan nanti anak kita!"


"'Huff' 'huff' 'huff'." Nafas Ryuna memburu. "Benar-benar wanita bedebah! Aku meninggalkan mas Yosep punya alasan karena aku sakit yang aku derita susah disembuhkan, tapi kau dan wanita lucknut itu meninggalkan mas Yosep karena harta. Benar-benar keterlaluan!"


"Apa kamu tidak tahu jika hotel ini masih tetap milik mas Yosep? Meski masih menyisakan 10% untukmu agar kau kembali ke jalan benar dan bertaubat memperbaiki diri. Bagaimana pun juga kau tetap mantan istrinya orang yang pernah ia cintai, selama 5 bulan ini mas Yosep masih berbaik hati tapi kau wanita lucknut masih tidak saja berubah," bentak Rany berapi-api.


"Cuih!" Ziva meludah ke lantai. "Buat apa aku bertahan dengan suami miskin seperti itu?! Jangan bermimpi! Darimana pria miskin itu mendapatkan uang sebanyak itu untuk membeli 90% saham Wijaya grup? Yo and Ra gruplah yang telah membelinya bukan Raimu grup yang sudah bangkrut, hahahaha!"


"Hmmm!" Ryuna mendengus kesal. "Kau itu bodoh atau tolol? Yo and Ra grup adalah perusahaan milik mas Yosep. Jadi ...," bentak Ryuna terpotong.


"Jangan bercanda! Mana buktinya? Jangan asal membual!" Ziva menatap sinis Ryuna, Rany, dan Yosep, "Kalian memang sudah tidak waras!"


Perang mulut ini terus berlanjut, untung saja Albert dan Dawi sudah masuk ke kamarnya. Kalau sampai ketahuan, Albert bisa marah besar dan melenyapkan semua keluarga Wijaya.


"Ziva, aku sudah berbaik hati padamu. Tapi kau masih ngelunjak! Dasar istri durjana!" Yosep mengirim pesan pada Sylvia untuk mengakuisisi semua saham Wijaya grup secara paksa. Jika tidak mau cabut semua uang yang sudah diinvestasikan oleh Yo and Ra grup. "Tunggu saja kabarnya!"


Kring!


Kring!


Telolet!


Blaem-blaem!


Smartphone Ziva berbunyi dan mengangkatnya, Ziva membulatkan mata, badannya lemas hingga terduduk lunglai setelah mendengar penuturan sekretaris Wijaya grup Windy. Mau tidak mau Ziva harus memberikan 10% saham wijaya grup secara sukarela, semua aset termasuk rumah dan mobil disita oleh bank bki. Karena Ziva berhutang sangat banyak dengan mengagunkan rumah dan juga mobilnya untuk membiayai pengobatan Setyo.


"Mas maafkan aku mas!" Ziva merangkak dan memeluk betis Yosep. "Maafkan aku mas, Ziva mohon! 'hiks' hiks' hiks'!"

__ADS_1


Yosep berlutut sejajar dengan Ziva, menaruh kedua tangannya di bahu Ziva dan membantunya berdiri lalu menyeka air mata Ziva, "Mas masih mencintai Ziva sampai saat ini dan mas sudah memaafkan perlakuan Ziva ke mas. Tapi ...."


Plak!


Plak!


Yosep menampar pipi Ziva, "Mas ingin membalas tamparan Ziva tadi," ucap Yosep menyeringai licik. "Pak penjaga keamanan! Bawa nona ini keluar! Mulai saat ini hotel ini menjadi milikku lagi!"


"Siap tuan muda!" ucap serentak dua penjaga keamanan


Ziva memegangi pipinya yang sangat sakit di tampar oleh Yosep, ia langsung diseret oleh dua penjaga keamanan. "Mas! Maafkan Ziva mas! Ziva mau rujuk sama mas! Tolong mas, Ziva janji akan berubah, mas!" Ziva terus berteriak dan berontak tapi Yosep, Rany, dan Ryuna tidak memperdulikannya.


Yosep check in lalu segera ke kamarnya 008, Yosep menggendong Rany dan Ryuna seperti waktu masuk ke lobi. Rany yang masih digendong membukakan pintu kamar hotel dengan kartu dan membukakan pintu, ketiganya menghirup nafas panjang untuk menurunkan tensi akibat bertengkar dengan Ziva.


Yosep menurunkan Ryuna dan Rany perlahan dan mencium pipi mereka satu persatu. "Capek ya sayang? Mas pijitin ya!" Yosep meluruskan kaki Ryuna dan Rany lalu memijat kaki kiri Ryuna serta kaki kanan Rany.


"Sudahlah kita ini suami istri, sudah sepantasnya mas melakukan ini. Mas juga akan melakukan apapun demi melindungi kalian berdua, nyawa mas juga akan kami korbankan, kalau gak percaya belah dada mas!" Yosep membuka kaosnya lalu membusungkan dada. "Tapi ...."


Yosep raut mukanya yang ceria berubah sedih, " Tapi apa mas? Katakan saja jika ada hal penting yang perlu di katakan, mas!" pinta Rany, tangannya menggenggam erat tangan Yosep.


"Iya mas, katakan saja! Bukankah mas sudah berjanji untuk selalu terbuka!" timpal Ryuna, membelai pipi Yosep.


"Hah!" Yosep menghela nafas panjang dengan raut muka murung, cairan bening menetes di pipinya. "Una umurnya hanya bisa bertahan 6 bulan, dan mas sudah tidak bisa lagi mengobati Ryuna. Sekalipun mas mati kehabisan tenaga untuk mencoba menyembuhkan Una, penyakit Ryuna akan terus menggerogoti tubuh Una.


Ryuna menyeka air mata Yosep, "Tidak apa-apa mas. Mas tidak perlu lagi mengorbankan diri, yang penting buah cinta kita bisa lahir ke dunia dengan selamat." Ryuna menatap lekat Rany. "Sister, jika Una tidak ada, tolong rawat anak Una seperti sister merawat anak sistee sendiri!"


"Una, jangan bicara seperti itu! Kita harus tetap optimis, Sister yakin masih ada cara lain yang bisa kita usahakan," tolak Rany. "Mas, apakah tidak ada cara lain lagi?"

__ADS_1


"Ada!" Yosep bimbang menjelaskannya, disatu sisi ia harus menjaga kandungan mereka berdua dan disisi lain Yosep juga harus menyelamatkan Ryuna. "Mas harus menemukan kesembilan artefak bedawang sangaresi dan makam kuno kaisar Wijaya Kusuma."


"Jadi mas harus bepergian kembali?" tanya Rany dan Ryuna serentak.


"Ya, karena itu satu-satunya cara untuk menyembuhkan Ryuna. Tenang saja hanya tinggal 3 artefak lagi, makam dewanata, baju Zirah Gatot kaca dan juga sarung tangan kalimasada," jawab Yosep. "Tapi sebelum mas pergi, mas ingin membalaskan dendam pada Zahra!"


"Ya mas Ryuna setuju hancurkan saja! Bantai saja! Habiskan!" ucap Ryuna berapi-api.


"Hadeeuh! Punya istri kedua sangat barbar, apa Dyah Sari Kencana Loka dahulunya seperti itu? Untung saja tidak terjadi KDRT, saya yang dipukulin. Una serem kalau lagi marah, ih serem!"


"Memangnya apa yang ingin lakukan mas pada Zahra?" tanya Rany.


"Ada dech, pokoknya nanti Rany dan Ryuna nyusul saja ke kantor Raimu ya!" Yosep mencium kening Ryuna dan Rany lalu pergi keluar hotel untuk memesan taksi online.


Kondisi Raimu CRC sudah benar-benar di ujung tanduk, semua karyawan di phk sepihak oleh Zahra dan tidak diberikan pesangon. Hanya tersisa satu outlet, Zahra sudah menjual rumah, dan mobil untuk menutupi semua kerugian Raimu namun masih tak cukup. Kondisi Mala lebih kacau dari Setyo yaitu stres dan depresi berat akhirnya gila.


Raimu CRC bangkrut berkat peran Rany yang memutuskan pasokan bahan pembuat gudoudama dan Yosep mencuri semua tabungan di rekening Raimu dengan meretasnya. Beberapa aset pribadi Zahra yang diberikan oleh Yosep dahulu juga sudah dijual oleh Alex dan uangnya dilarikan ke Belanda.


**Author mengucapkan terima kasihs sebanyak-banyaknya untuk para readers yang terus memberikan krisan, gift, vote, dan like serta koment.


Selamat kak boboho versi cewe telah menjadi fans silver novel author, terima kasih banyak telah memberikan banyak kopi dan selamat menjadi pendukung nomor satu di rank mingguan.


Selamat juga kak Akbar akb yang menjadi ranking dua mingguan.


Selamat juga kak Khak bayu yang menjadi ranking tiga mingguan.


Dukungan kalian adalah penyemangat bagi author.

__ADS_1


**


__ADS_2